396 research outputs found
Rancang Bangun Sistem Informasi Simpan Pinjam sebagai Monitoring Unit Kerja untuk Mengukur Kinerja Angsuran Pembayaran
Koperasi merupakan badan usaha dengan jenis usaha simpan pinjam yang anggotanya pegawai pemerintah dari beberapa unit kerja. Proses yang dilakukan mulai dari pengajuan sampai laporan pinjaman masih menggunakan sistem semi komputerisasi, dimana dilakukan dengan menggunakan microsoft excel dan word yang tentunya tidak efektif dan efisien. Sistem tersebut belum memberikan informasi yang cepat dan akurat . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara pelayanan dan pengolahan data simpan pinjam, menciptakan sistem penanganan dan pengolahan data simpan pinjam yang ektif dan efisien, menciptakan sistem yang mampu memberi laporan dengan cepat dan akurat. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu sistem belum berjalan secara efektif dan efisien karena proses dilakukan secara semi komputerisasi menggunakan microsoft excel dan word. Dari permasahan tersebut, maka perlu adanya sistem informasi yang mempermudah proses pengolahan data serta laporan pinjaman yang dapat memberi informasi yang akurat, efektif dan efisien. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode Analisis menggunakan PIECES diantanranya : kinerja, informasi, ekonomi, efisiensi, dan pelayanan. Metode Perancangan menggunakan UML meliputi: Use Case Diagram, Sequence Diagram, Activity Diagram dan Class Diagram, bahasa pemrograman PHP, Framework Bootstrap, database MySQL dan konektivitas Xampp . Pada Metode Testing menggunakan Blackbox Testing.
Kata Kunci Simpan Pinjam, Monitoring, Peminjaman
Multivariate frailty models for multi-type recurrent event data and its application to cancer prevention trial
Multi-type recurrent event data arise in many situations when two or more different event types may occur repeatedly over an observation period. For example, in a randomized controlled clinical trial to study the efficacy of nutritional supplements for skin cancer prevention, there can be two types of skin cancer events occur repeatedly over time. The research objectives of analyzing such data often include characterizing the event rate of different event types, estimating the treatment effects on each event process, and understanding the correlation structure among different event types. In this paper, we propose the use of a proportional intensity model with multivariate random effects to model such data. The proposed model can take into account the dependence among different event types within a subject as well as the treatment effects. Maximum likelihood estimates of the regression coefficients, variance-covariance components, and the nonparametric baseline intensity function are obtained via a Monte Carlo Expectation-Maximization (MCEM) algorithm. The expectation step of the algorithm involves the calculation of the conditional expectations of the random effects by using the Metropolis-Hastings sampling. Our proposed method can easily handle recurrent event data that have more than two types of events. Simulation studies were used to validate the performance of the proposed method, followed by an application to the skin cancer prevention data.</p
Isolated limb perfusion with TNFα and melphalan in a rat osteosarcoma model: A new anti-tumour approach
Hierarchy of Indonesian History Subjects in the Implementation of the Independent Curriculum
A nation can be built on the foundation of its education. The quality of an education reveals the progress and decline of a country. A country that has a strong educational foundation will also be able to create superior and globally competitive human resources. However, considering the changes in the character of students who continue to move dynamically following the times, the Ministry of Education and Culture initiated the 2013 Independent Curriculum. A question that arises is the position of history education in the independent curriculum. The current study uses a descriptive causative research method to describe data that have been collected without any intention of making generalized conclusions. The result of this study is the impact on teachers of history subjects related to reducing the number of lesson hours, but the solution adopted is to coordinate P5 (Pancasila student profile strengthening project) as a substitute for reduced hours. As for students, more emphasis is given on contextual learning that is close to the real life of students in order to create meaningful learning.
Keywords: Indonesian history, independent crriculu
Analisis Implementasi Pendidikan Multikultural Terhadap Pembentukan Karakter Global Peserta Didik Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini adalah menelusuri pelaksanaan pendidikan multikultural dalam pengembangan karakter global peserta didik di Sekolah Dasar Negeri Cipayung 04 Pagi, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pendidikan multikultural dilakukan dengan melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5, kegiatan di kelas, serta kebijakan sekolah yang menjunjung prinsip inklusivitas. Pendidikan multikultural memberikan dampak positif terhadap pembentukkan karakter global peserta didik, yang tampak pada keterbukaan terhadap keberagaman, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial. Kesadaran peserta didik mengenai pentingnya hidup toleran, kerja sama antar budaya, serta berempati telah tampak dalam perilaku sehari-hari. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi besar dalam membentuk generasi yang adaptif dan responsif terhadap tantangan global
Analisis Penerapan Teori Legitimasi dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pada PT Kereta Api Indonesia Kiaracondong
This study aims to analyze the application of legitimacy strategy by PT Kereta Api Indonesia (KAI) through its Corporate Social Responsibility (CSR) program as part of responsible corporate governance practices. As a state-owned enterprise operating in the public transportation sector, PT KAI needs to maintain social legitimacy to sustain public trust and gain support from various stakeholders. This research adopts a qualitative approach using a case study method, focusing on PT KAI, and analyzing the documentation of its CSR programs. The findings show that PT KAI utilizes CSR programs not only to comply with regulatory requirements but also as a means to build a positive corporate image by addressing social issues such as infrastructure development, environmental conservation, and educational support. This strategy has proven effective in strengthening the company's social legitimacy, especially in meeting public expectations. Based on these findings, this study recommends strengthening the evaluation of CSR impact systematically to ensure the sustainability of social legitimacy.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PT Kereta Api Indonesia menerapkan strategi legitimasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) sebagai bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab. Dalam konteks perusahaan milik negara (BUMN) yang beroperasi di sektor transportasi publik, legitimasi sosial menjadi aspek penting untuk mempertahankan kepercayaan publik dan dukungan stakeholder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada PT KAI, melalui analisis dokumentasi program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI memanfaatkan program CSR tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai sarana membangun citra perusahaan yang peduli terhadap isu sosial, seperti pembangunan infrastruktur, lingkungan, dan bantuan pendidikan. Strategi ini terbukti efektif dalam memperkuat legitimasi institusional perusahaan, terutama dalam menjawab ekspektasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan evaluasi dampak CSR secara sistematis agar legitimasi sosial dapat dipertahankan secara berkelanjutan
Recommended from our members
Working relationships between obstetric care staff and their managers: a critical incident analysis
Background
Malawi continues to experience critical shortages of key health technical cadres that can adequately respond to Malawi’s disease burden. Difficult working conditions contribute to low morale and frustration among health care workers. We aimed to understand how obstetric care staff perceive their working relationships with managers.
Methods
A qualitative exploratory study was conducted in health facilities in Malawi between October and December 2008. Critical Incident Analysis interviews were done in government district hospitals, faith-based health facilities, and a sample of health centres’ providing emergency obstetric care. A total of 84 service providers were interviewed. Data were analyzed using NVivo 8 software.
Results
Poor leadership styles affected working relationships between obstetric care staff and their managers. Main concerns were managers’ lack of support for staff welfare and staff performance, lack of mentorship for new staff and junior colleagues, as well as inadequate supportive supervision. All this led to frustrations, diminished motivation, lack of interest in their job and withdrawal from work, including staff seriously considering leaving their post.
Conclusions
Positive working relationships between obstetric care staff and their managers are essential for promoting staff motivation and positive work performance. However, this study revealed that staff were demotivated and undermined by transactional leadership styles and behavior, evidenced by management by exception and lack of feedback or recognition. A shift to transformational leadership in nurse-manager relationships is essential to establish good working relationships with staff. Improved providers’ job satisfaction and staff retentionare crucial to the provision of high quality care and will also ensure efficiency in health care delivery in Malawi
Transcription factor NRF2 as a therapeutic target for chronic diseases: a systems medicine approach
Systems medicine has a mechanism-based rather than a symptom- or organ-based approach to disease and identifies therapeutic targets in a nonhypothesis-driven manner. In this work, we apply this to transcription factor nuclear factor (erythroid-derived 2)-like 2 (NRF2) by cross-validating its position in a protein-protein interaction network (the NRF2 interactome) functionally linked to cytoprotection in low-grade stress, chronic inflammation, metabolic alterations, and reactive oxygen species formation. Multiscale network analysis of these molecular profiles suggests alterations of NRF2 expression and activity as a common mechanism in a subnetwork of diseases (the NRF2 diseasome). This network joins apparently heterogeneous phenotypes such as autoimmune, respiratory, digestive, cardiovascular, metabolic, and neurodegenerative diseases, along with cancer. Importantly, this approach matches and confirms in silico several applications for NRF2-modulating drugs validated in vivo at different phases of clinical development. Pharmacologically, their profile is as diverse as electrophilic dimethyl fumarate, synthetic triterpenoids like bardoxolone methyl and sulforaphane, protein-protein or DNA-protein interaction inhibitors, and even registered drugs such as metformin and statins, which activate NRF2 and may be repurposed for indications within the NRF2 cluster of disease phenotypes. Thus, NRF2 represents one of the first targets fully embraced by classic and systems medicine approaches to facilitate both drug development and drug repurposing by focusing on a set of disease phenotypes that appear to be mechanistically linked. The resulting NRF2 drugome may therefore rapidly advance several surprising clinical options for this subset of chronic diseases
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Dekorasi Kue Sebagai Peluang Usaha di Desa Balai Makam
Pelatihan dekorasi kue telah menjadi inisiatif untuk memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Balai Makam sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Pada pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik dekorasi kue, penggunaan alat-alat dekoratif, dan pemilihan desain yang sesuai. Model pelatihan ini dilakukan dalam bentuk kelompok yang masing-masing berangotakan 3-4 orang yang didampingi oleh satu mentor dari salah satu tim pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang ibu rumah tangga, ketua PKK, dan kader pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan hingga evaluasi, membutuhkan waktu selama 2 jam. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam menciptakan dekorasi kue yang kreatif dan menumbuhkan motivasi kewirausahaan sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Hasil dari penelitian ini yaitu seluruh kelompok mampu menyelesaikan tugas dekorasi kue. Antusias peserta sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan alat dan bahan. Kesimpulan dari kegiatan ini diharapkan peserta mampu membuka peluang usaha untuk mendukung kesejahteraan keluarga.Kata kunci : Dekorasi kue, Ibu rumah tangga, Peluang Usaha, Pemberdayaa
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Dekorasi Kue Sebagai Peluang Usaha di Desa Balai Makam
Pelatihan dekorasi kue telah menjadi inisiatif untuk memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Balai Makam sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Pada pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik dekorasi kue, penggunaan alat-alat dekoratif, dan pemilihan desain yang sesuai. Model pelatihan ini dilakukan dalam bentuk kelompok yang masing-masing berangotakan 3-4 orang yang didampingi oleh satu mentor dari salah satu tim pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang ibu rumah tangga, ketua PKK, dan kader pemberdayaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan hingga evaluasi, membutuhkan waktu selama 2 jam. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam menciptakan dekorasi kue yang kreatif dan menumbuhkan motivasi kewirausahaan sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Hasil dari penelitian ini yaitu seluruh kelompok mampu menyelesaikan tugas dekorasi kue. Antusias peserta sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan alat dan bahan. Kesimpulan dari kegiatan ini diharapkan peserta mampu membuka peluang usaha untuk mendukung kesejahteraan keluarga.Kata kunci : Dekorasi kue, Ibu rumah tangga, Peluang Usaha, Pemberdayaa
- …
