85,563 research outputs found

    UJI TOKSISITAS TERHADAP LARVA Artemia salina LEACH DARI FRAKSI n-HEKSAN, KLOROFORM, ETIL ASETAT DAN AIR EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH ( Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.)

    Get PDF
    Dalam upaya mencari senyawa antikanker dari tumbuhan, telah dilakukan uji toksisitas terhadap larva artemia Salina leach.fraksi n-heksan, kloroform, etil asetat dan air dari ekstrak etanol 80% rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test(BST). Kandungan senyawa yang terdapat pada rimpang tanaman diekstraksi dengan Soxhlet menggunakan pelarut etanol 80%. Ekstrak etanol setelah diuapkan pelarutnya, difraksinasi berturut-turut menggunakan pelarut n-heksan, kloroform dan etil asetat. Fraksi-fraksi yang diperoleh diuji toksisitasnya pada konsentrasi 1000,100, 10 ug/ml menggunakan metode Meyer et al. (1982), dan harga LCso dihitung menggunakan Probit Analysis Methode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga LCso, untuk fraksi n-heksan, kloroform, etil asetat dan air masing-masing adalah: 33,lO; 276,85; 4600,16 dan 2492,57 ug/ml., sehingga dinyatakan bahwa fraksi n-heksan dan kloroform toksik, dan mempunyai prospek untuk diuji lebih lanjut dengan uji sitotoksik/antikanker, karena mempunyai harga LCso<lOOO pgfml

    Uji Efektivitas Diuretik Ekstrak Etanol Biji Salak (Salacca Zalacca Varietas Zalacca (Gaert.) Voss) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus)

    Get PDF
    This research has purpose to examine the diuretic effects of Salak seed\u27s ethanol extract and to analyze the relationship of dose concentration of Salak seed\u27s ethanol extract upon diuretic effect on Wistar white male mice (Rattus norvegicus). 15 mice were divided into five different treatment groups, namely: negative control (0.5% CMC suspension), positive control (5.04 mg/kg furosemide suspension), suspension of Salak seed\u27s ethanol extract 0.07 g/KgBB, suspension of Salak seed\u27s ethanol extract 0.14 g/KgBB, and suspensions of ethanol extract of salak seeds 0.28 g/KgBB. The Tests of diuretic effect were conducted by calculate the urine volume which was excreted urine during 6 hours of treatment. The data were analyzed by SPSS ver.20, one way ANOVA test to find out the average difference in each treatment group, if there is significant difference, it is continued with LSD test. The result of LSD test showed that the treatment group of Salak seed\u27s ethanol extract 0.07 g/KgBB didn\u27t give any significant results with CMC 0.5% (negative control) as compared with the treatment group of Salak seed\u27s ethanol extract 0.14 g/KgBB and 0.028 g/KgBB that gave significant results, this means that the higher concentration of Salak seed\u27s ethanol extract is set, the bigger diuretic effect is created

    Produksi Steviosida dari Daun Stevia rebaudiana dengan Menggunakan Pelarut Aquades, Etanol, dan Penambahan Kapur Sirih

    Get PDF
    Telah dilakukan proses produksi Steviosida dari daun Stevia rebaudiana yang dibudidayakan di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Proses produksi menggunakan campuran pelarut aquades dan etanol dengan penambahan kapur sirih dan atau tanpa melalui kolom resin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh perbedaan komposisi pelarut dalam produksi steviosida, menentukan nilai rendemen ekstrak, serta mendapatkan kadar steviosida di dalam ekstrak secara KLT Densitometri. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dengan empat pelarut yang berbeda yaitu aquades, aquades : etanol (1:1), aquades : etanol (1:2), dan etanol. Ditambahkan kapur sirih dengan konsentrasi yang bervariasi yaitu 1%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Nilai rendemen yang diperoleh pada tiap pelarut adalah aquades (10,72 g, 21,44%), aquades : etanol (1:1) (7,16 g, 14,32%), aquades : etanol (1:2) (7,90 g, 14,57%), dan etanol (12,29 g, 24,58%). Kadar Steviosida yang didapatkan tiap pelarut adalah aquades (6,304 g, 58,805%), aquades : etanol (1:1) (4,193 g, 58,563%), aquades : etanol (1:2) (3,208 g, 40,604%), dan etanol (3,044 g, 24,769%)

    Pengaruh Durasi Evaporasi Etanol Low Grade Terhadap Kadar Etanol Pada Residu Hasil Evaporasi

    Full text link
    Potensi penggunaan etanol dapat dikembangkan secara maksimal yaitu dengan menguapkan etanol low grade secara evaporasi. suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui analisa proses evaporasi pada prototype evaporasi sederhana dan cara menentukan kadar etanol pada hasil residu evaporasi etanol 70%. Proses evaporasi dari alat yang dibangun menggunakan sistem proses tidak kontinyu. Pada proses ini dilakukan satu kali proses yaitu bahan etanol dimasukkan ke dalam kolom evaporasi kemudian diproses dan diambil hasilnya yaitu destilat dalam bentuk gas dan residu dalam bentuk cair. Metode analisa komponen dari residu hasil evaporasi menggunakan kromatografi gas bertujuan untuk mengetahui komponen etanol pada residu. Komponen etanol 70% pada residu diketahui melalui waktu retensi yang dibaca oleh Kromatografi Gas sebesar 5,952 menit. Informasi waktu retensi dari komponen etanol 70% menjadi dasar pembanding pengujian residu selanjutnya. Hasil pengukuran uji residu dari 5 sampel menggunakan kromatografi gas adalah 34.07% , 35.13%, 22.06% , 19.83% dan 16.57% untuk durasi waktu evaporasi 50 menit, 55 menit, 65 menit, 70 menit dan sampai gas benar-benar habis dalam waktu 73 menit

    Pemanfaatan Limbah Padat Ampas Singkong dan Lindur Sebagai Bahan Baku Pembuatan Etanol

    Get PDF
    Proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka, menghasdilkan bahan sisa sekitar 2/3 bagian dari bahan mentahnya. Karena besarnya volume bahan sisa maka sangat menguntungkan sekiranya dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna. Dalam hal ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan etanol dimana etanol merupakan salah satu bahan organik yang secara luas digunakan pada industri farmasi, makanan dan industri lainnya. Faktor yang berpengaruh dalam fermentasi alkohol antara lain: pH, konsentrasi gula,suhu, nutrien, dan aerasi. Etanol dihasilkan dari pengolahan bahan sisa berupa lindur dan ampas yang telah kering dihidrolisa dengan HCl selama satu jam, hasil hidrolisa diatu pH 4-5 ditambah starter dan nutrien. Setelah itu difermentasi dalam erlenmeyer yang ditutup dengan kapas pada inkubator goyang selama 9 hari. Hasil fermentasi diambil setiap hari dan dicentrifuge pada 3000 rpm selama 15 menit, selanjutnya sampel diambil untuk analisa kadar etanol dengan gas kromatografi. Diperoleh kadar etanol lindur lebih besar dari ampas dengan waktu optimum fermentasi hari ke 7, kadar etanol lindur 1.84% berat dan ampas singkong 1.66% berat. Sedangkan yield etanol lindur 0.0184% berat dan yield etanol ampas 0.0166% berat

    PENGARUH KONSENTRASI PENYARI ETANOL TERHADAP KADAR SARI DAUN KEMUNING (Murraya paniculata (L.) Jack)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian pengaruh penyarian daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) secara maserasi menggunakan penyari etanol dengan konsentrasi 40, 60, 80 dan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sari yang tertinggi, tersari dengan etanol 40 % yaitu sebesar 27,26 % sedangkan dengan penyari etanol 60, 80 dan 95% masing-masing dengan kadar sari 26,45 %, 26,29 % dan 19,13 % Perhitungan statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan etanol 95% dengan etanol 80 %, 60% dan 40% sebagai penyari daun kemuning
    corecore