Repository UPI

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN NILAI KEJUJURAN PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Nilai kejujuran peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 2 Katapang Kabupaten Bandung terlihat masih rendah yang ditunjukan dengan rendahnya nilai kejujuran saat ulangan harian sedang berlangsung, saat diskusi kelompok, membuat laporan diskusi dan saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu peserta didik kurang antusias terhadap mata pelajaran PPKn, karena guru hanya menggunakan metode dan model pembelajaran yang kurang membangkitkan semangat belajar peserta didik dan kurang menyentuh karakter peserta didik seperti metode ceramah yang hanya mengedepankan aspek kognitif peserta didik tanpa mengedepankan aspek afektif dan psikomotor peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu alternatif peningkatan nilai kejujuran peserta didik adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Untuk melaksanakan penelitian ini, maka digunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan selama tiga siklus dengan menggunakan pendekatan kualititatif dan menggunakan kurikulum 2013. Peserta didik diberikan masalah yang berkaitan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat, kemudian peserta didik merumuskan atau memecahkan masalah tersebut, mencari informasi tambahan dari sumber lain, membuat laporan diskusi, menyajikan hasil laporan diskusi dan kelompok lain menanggapi setelah itu dilakukan post tes atau evaluasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa nilai kejujuran peserta didik mengalami peningkatan setelah diimplementasikan model pembelajaran berbasis masalah pada setiap siklusnya. Nilai kejujuran peserta didik yang mengalami peningkatan ialah berpartisipasi aktif dalam diskusibukan hanya mencantumkan nama saja dalam laporan diskusi kelompok, melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya, tidak mencontek laporan hasil diskusi kelompok lain, tidak menjadi plagiat dan mencantumkan sumber informasi yang didapatkannya serta tidak mencontek saat mengerjakan test evaluasi yang sedang berlangsung.;--- The students’ honesty value on Pancasila and Civic education learning in Class VII State Junior High School 2 Katapang Bandung Regency seemed to need improving that was indicated by the low-value of honesty when the daily exam was going on, when it came to group discussion, and when doing assignments given by their teacher. Moreover, the students were less enthusiastic towards the civic education subject, because the teacher only applied the learning method and model that were less nourishing the students’ learning spirit and less touched the students’ character such as lecture method that only put forward the students’ cognitive aspects without putting forward students’ psychomotor and affective aspect. Based on the issue above, one of the alternatives in improving the students’ honesty value was by applying problem-based learning. To carry out this research, classroom action research method was used. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation study. The learning applied the problem-based learning model for three cycles by using qualitative approach and 2013 curriculum. Students were given the issue related to norm in society life, whereupon students formulated or solved that issue, looked for the additional information from another source, wrote the discussion report, presented the result of discussion report, and the other group gave the response after that post-test or evaluation was done. The research result disclosed that there was an improvement of the the students’ honesty value after the problem-based learning model was implemented in each cycle. The students’ honesty values that improved are active participation in discussion not only cite the name in group discussion report, carry out their works in accordance with their responsibilities, not to cheat the other group discussion report, not to be plagiarism and lists the information source obtained and not to cheat while working on an ongoing evaluation test

    OPTIMALISASI PERAN PEMANASAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF DAN HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLABASKET

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana partisipasi aktif siswa dan hasil belajar dalam permainan bolabasket. Metode penelitian ini berupa metode penelitian tindakan yang berfokus pada tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 12 Bandung pada kelas VIII K, dengan jumlah siswa yang digunakan adalah 38 siswa. Bentuk-bentuk permainan merupakan salah satu cara yang digunakan oleh peneliti untuk meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar permainan bolabasket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen Jumlah Waktu Aktif Belajar dan Game Performance Assessment Instrument. Persentase partisipasi aktif yang didapatkan dalam hasil akhir adalah 12.5% jumlah waktu menejemen, 11.3% jumlah waktu instruksi, 72.2% jumlah waktu aktif, dan 4.0% jumlah waktu menunggu. Dan persentase hasil belajar permainan bolabasket yang didapatkan dalam hasil akhir adalah 67%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan permainan dalam kegiatan pemanasan dapat meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar permainan bolabasket secara signifikan dalam proses pendidikan jasmani pada siswa kelas VIII K SMP Negeri 12 Bandung.;--- The purpose of this research is to find out the extent of active participation of students and the learning result in the basketball game. The research method is a method of research action which is focused action in the class. This research held in SMPN 12 Bandung particularly in VIII K class, and used 38 students as the subjects/participants. The forms of the game is one of method that used by the researcher to increase active participation and the learning result of basketball game. The instrument that used in this research are The Amount of Time Active Learning Instrument and Game Performance Assessment Instrument. The final result percentage of active participation are 12.5% management of time, 11.3% instruction time/directive time, 72.2% active time, and 4 % waiting time. Also, the percentage of learning result of basketball game obtain 67 % as a final result. In conclusion, this research shows that the approach of the game in the activities of warming may increase the active participation and the game of basketball is significantly in the process of physical education in class VIII K SMP Negeri 12 Bandung

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR GERAK DASAR LAY-UP SHOOT PADA PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLABASKET DI SMP LABORATURIUM PERCONTOHAN UPI BANDUNG

    Get PDF
    Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar gerak dasar lay-up shoot di SMP Laboraturium Percontohan UPI Bandung.” Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen yang dilakukan dalam 12 kali pertemuan.Populasinya adalah adalah siswa kelas VII SMP Laboraturium Percontohan UPI Bandung, sampelnya sebanyak 52 siswa yang terbagi kedalam 2 kelompok, yakni eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah penilaian penguasaan gerak lay-up shoot bolabasket. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang diperoleh untuk kelompok eksperimen adalah skor rata-rata pretest 11.96 dengan Stdev 3.86 dan post-test 18.12 , Stdev 2.55 , sedangkan untuk kelompok kontrol dengan skor rata-rata pretest 9.35 , Stdev 2.19 dan post-test 12.92 , Stdev 2.13 , serta diperoleh hasil uji hipotesis yakni t hitung 5.65 > t table 2.06 hasil yang didapat signifikan. Berdasarkan pencapaian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa, model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar gerak dasar lay-up shoot di SMP Laboraturium Percontohan UPI Bandung. ;--- The study is to determine how profound the influence of STAD Type Cooperative Learning Model Towards Basic Motion Lay-up Shoot learning outcomes of Basketball Games in Junior Highschool Laboratory of UPI Banung. “The research used experimental method conducted in 12 times. The population is VII grade students Junior Highschool Laboratory of UPI Bandung, the sample is 52 students which divided into two groups, it is experimental and control. This research using simple random sampling. The instrument using the evaluation of the motion control of lay-up shoot basketball. Based on the results of processing and analysing of data obtained for the experimental group was on average score of 11.96 with Stdev 3.86 pretest and post-test 18.12, Stdev 2.55, while for the control group with an average score of pretest 9.35, Stdev 2.19 dan post test 12.92, Stdev 2.13, as well as the hypothesis test results obtained t count 5.65 > t table 2,06 is significant. Based on this achievement, it concluded that STAD type of Cooperative learning model gives a significant impact on basic motion Lay-up Shoot learning outcomes in Junior Highschool Laboratory UPI Bandung

    PENGGUNAAN METODE AL-BARQI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH BAGI ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO

    Get PDF
    Membaca huruf hijaiyah merupakan langkah awal untuk bisa membaca al-Qur’an. Anak tunarungu mengalami kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan pendengarannya. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh metode Al Barqi dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada anak tunarungu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dalam bentuk pre-experimental designs dan memakai jenis One Group Pretest-Postest Design. Instrument dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda dan tes praktik membaca. Pengolahan data penelitian menggunakan uji wilcoxon. Hasil pengolahan data dan analisis data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Al Barqi dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada anak tunarungu di SLB Negeri Cicendo kelas enam. Metode Al Barqy ini dapat dipergunakan guru sebagai salah satu alternative metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah bagi anak tunarungu.----------Reading Hijaiyah’s letter is the first step to be able to read the Qur’an. Children with hearing impairment have difficulty in reading the letter of Hijaiyah caused by the loss of his hearing ability. This study is aimed to know the influence of Al Barqi methods to improve reading skills in children with hearing impairment of hijaiyah’s letter. The method used in this study is an experimental method in the form of pre-experimental designs and used a type of One Group Pretest-Posttest Design. The instrument in this study are a multiple-choice test and a practical test reading. Processing of research data used Wilcoxon test. The results of data processing and data analysis of this study concluded that the method of Al Barqi can improve the ability to read hijaiyah’s letter for Children with hearing impairment at sixth grade-SLB Cicendo. Method of Al Barqy can be used by teachers as an alternative learning methods to improve the ability to read hijaiyah’s letters for Children with hearing impairment

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KRISAN (CHRYSANTEMUM INDICUM. L) DI KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT

    Get PDF
    Kecamatan Cisarua memiliki potensi terhadap budidaya Krisan dan merupakan salah satu daerah sentra produsen tanaman krisan di Provinsi Jawa Barat. Permasalahan yang umum terjadi pada budidaya krisan di Indonesia yaitu rendahnya mutu dan mahalnya benih krisan yang digunakan. Permasalahan tersebut juga dialami oleh Kecamatan Cisarua meskipun telah menjadi kecamatan yang menjadi sentra produsen krisan namun tidak didukung dengan penyediaan bibit yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman krisan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, menganalisis faktor-faktor pembatas dan upaya perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan yang sesuai dan menganalisis kondisi sosial ekonomi petani krisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu metode matching. Metode matching merupakan metode yang dilakukan dengan mencocokkan karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi kesesuaian lahan aktual berada pada tingkat sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas kedalaman, lereng, bahaya erosi, drainase, pH, dan C-organik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah dilakukan upaya perbaikan dan tingkat pengelolaan yang tinggi terhadap faktor pembatas untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan paling sedikit naik satu kelas lebih tinggi dari kelas kesesuaian lahan aktualnya. ;---- Cisarua sub-district has the potential to Chrysanthemum cultivation, is one of the central areas of the chrysanthemum plant producers in West Java province. A common problem in chrysanthemum cultivation in Indonesia are low quality and high cost of the seed used chrysanthemum. That problem was also experienced by Sub-district Cisarua although it has been a sub-district that became the center of chrysanthemum manufacturer but it’s not supported by the provision of quality seeds. The purpose of this research was to identify the actual land suitability for chrysanthemum has high economic value, analyzing the diveider factors and amelioration efforts are made to increase the appropriate land suitability classes and analyzed the social and economic condition of farmers chrysanthemum. The method used in this research is descriptive method with data analysis techniques were used that method of matching. Matching method is a method performed by matching the characteristics of the land on the condition with prerequirement plants grow. The results of this research indicate that the general condition of the actual land suitability is at a level marginally suitable (S3) by a factor limiting the depth, slope, erosion, drainage, pH, and organic-C. Recommendations from this research was carried out improvement efforts and management of high level against the limiting factor to improve land suitability classes at least up one grade higher than the actual land suitability classes

    UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA MELALUI AKTIVITAS PERMAINAN AIR DI SMPN 2 CIMAHI

    Get PDF
    Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena kurang partisipasi siswa saat melakukan aktivitas aquatik di SMPN 2 Cimahi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan partisipasi aktif siswa melalui permainan air. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian tindakan kelas. Populasi yang digunakan yaitu 36 siswa. Instrument yang digunakan adalah instrument jumlah waktu aktif belajar Pendidikan Jasmani beserta pengolahan datanya yang diadopsi oleh Suherman (2009, hlm. 33). Hasil penelitian menunjukan bahwa permainan air dapat meningkatkan keaktifan siswa saat melakukan aktivitas aquatik dengan berbagai variasi permainan, tingkat kesulitan yang bertambah, dan menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. Kesimpulannya pembelajaran aktivitas aquatik dalam bentuk permainan lebih menarik minat dan membuat siswa aktif.;---The background of this study is lack of students’ activity when performing aquatic activity. Purposes research is an knowing to what extent enchancement active participation student through water games. Research method that used class action research. Population that used 36 students. The instrument that is used in this study is Jumlah Waktu Aktif Belajar instrument for student adopt by Suherman (2009, 33). Reseach result showed that the water games can increase student active when they do aquatic activity by games variation. The conclution of this study aquatic activity in the form of games more interesting and active student

    PROSIDING SEMINAR TAHUNAN LINGUISTIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (SETALI 2016) TINGKAT INTERNASIONAL: Analisis Bahasa dari Sudut Pandang Linguistik Forensik

    Get PDF
    “Bahasa bisa dipakai untuk menyembunyikan pikiran”- sebuah pernyataan yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Hal tersebut terutama dirasa sangat relevan dilakukan di dunia penegakan hukum. Dalam konteks ini kajian linguistik, khususnya Linguistik Forensik, berpotensi berkontribusi terhadap upaya pencarian dan pengungkapan informasi sahih tentang suatu kasus pelanggaran hukum melalui serangkaian langkah sistematis analisis data bahasa (corpus) yang relevan. Diharapkan, dengan mengoptimalkan pengkajian berbagai moda yang ada, bahasa salah satunya, kualitas penegakan hukum meningkat dan keadilan bisa lebih terkawal untuk ditegakkan. Saat ini ditemukan sejumlah fenomena menarik yang terjadi di dunia penegakan hukum, khususnya di Unit Reskrim di wilayah hukum Polda Jabar sekaitan dengan penyidikan tindak pidana berbarang bukti data kebahasaan seperti: (1) maraknya modus kejahatan dan tindak pidana baru yang berbarang bukti data kebahasaan dan (2) penyidik mengalami kesulitan ketika menyusun kasus posisi perkara pidana penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah, dan pemalsuan sebab kriteria terpenuhinya unsur pidana ini, secara kebahasaan, tidak diatur dalam pasal 310, 311, dan 335 KUHAP serta Pasal 27 ayat 3 UU ITE sebagai sumber hukum yang mengatur tindak perkara pidana ini. Kondisi seperti itu menuntut pendekatan dan aplikasi ilmu pengetahuan modern (dalam hal ini linguistik forensik) yang secara aksiologis mampu menguraikan perkara pidana berbarang bukti data kebahasaan secara tuntas. Untuk itu, Program Studi Linguistik SPs UPI bekerjasama dengan organisasi profesi Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI kembali menggelar Seminar Tahunan Linguistik (SETALI) yang ke-4 dengan mengambil tema Linguistik Forensik untuk Keadilan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menyediakan ruang bagi para peminat kajian bahasa yang akan mendiseminasikan pemikiran dan temuan terkait dengan hasil penelitiannya. Ada 3 kegiatan utama dalam acara SETALI kali ini: Pra-SETALI Senin dan Selasa, 30 - 31 Mei 2016, berbentuk workshop dengan tema Analisis Bahasa dari Sudut Pandang Analisis Forensik, SETALI Rabu dan Kamis, 01- 02 Juni 2016, dengan tema Linguistik Forensik untuk Keadilan, dan Pasca-SETALI Juma‟at, 03 Juni 2016, berbentuk Public Lecture untuk para peneliti, pengamat, pengajar, dan mahasiswa bahasa dengan tema Towards Clearer Jury Instruction. Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan terimaksih kepada berbagai fihak, khususnya kepada Anda semua para peserta SETALI. Tanpa dukungan, kehadiran dan partisipasi Anda dan izin Yang Mahakuasa, tidak akan ada SETALI. Akhirul kalam, selamat berdiskusi dan berbagi ilmu serta pengalaman. Bumi Siliwangi, 27 Juni 2016 Penanggung Jawab, Dr. Dadang Sudana, M.A

    BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI PESERTA DIDIK : Studi Deskriptif di kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2016/2017

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi regulasi peserta didik di Sekolah Menengah Pertama. Regulasi diri dalam hal ini merupakan kemampuan peserta didik merencanakan, mengarahkan, dan memonitor diri yang melibatkan aspek kognitif, emosional, dan perilaku. Siswa yang memiliki regulasi diri yang baik akan mampu menunjukkan karakteristik seperti mampu berfokus pada tujuan, tidak mudah terpengaruuh kondisi emosional, dan mampu mengontrol perilaku. Tujuan penelitian adalah memperoleh fakta empiris tentang gambaran regulasi diri peserta didik di Sekolah Menengah Pertama serta merumuskan program layanan dasar bimbingan pribadi untuk meningkatkan regulasi diri peserta didik di kelas VIII yang layak menurut pakar dan praktisi sehingga layak untuk diterapkan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode desktiptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 201 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket regulasi diri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) gambaran regulasi peserta didik kelas VIII yang berada pada tingkat kemampuan regulasi diri sedang secara umum; (2) program layanan dasar bimbingan pribadi yang layak menurut pakar dan praktisi sehingga dinilai mampu dan efektif untuk mengembangkan regulasi peserta didik.----------This research is motivated by the condition of regulation of students in Junior High School. Self regulation in this case is the ability of participants to be selfdirected, direct, and self-monitoring that involves cognitive, emotional, and behavioral aspects. Students who have good self-regulation will be able to demonstrate characteristics such as being able to aim, not easily affected by emotional states, and able to control behavior. The purpose of this study is to obtain empirical information about the self-image of learners in Junior High School and to formulate a personal basic guidance service program to improve students' self in the appropriate class VIII according to experts and practitioners to be feasible. Research approach using quantitative approach, with method of desktiptif. Participants in this study were students of class VIII SMP Pasundan 3 Bandung academic year 2016/2017 which used 201 students. The instrument used was a questionnaire. The results obtained from this study are: (1) regulation picture of class VIII students who are at the level of self regulation ability; (2) a basic personal guidance service appropriate program by experts and practitioners to assess learners

    PENERAPAN PENDEKATARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penalaran matematis yang dimiliki oleh siswa. Kebanyakan siswa memiliki hambatan dalam pembelajaran matematika terutama dalam menerjemahkan soal cerita menjadi bahasa matematika atau dengan kata lain siswa belum mampu dalam membuat argumen matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penalaran matematis siswa melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Eduction (RME). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Taggart. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV di salah satu Sekolah Dasar di Kota Bandung, semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Proses pelaksanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan prinsip RME, yaitu: Guided Reinvention, Didactical Phonemenology, Emergent Models. Terdapat peningkatan penalaran matematis siswa setelah pendekatan RME. Pada siklus I perolehan nilai rata-rata siswa 67,71 dengan presentase ketuntasan belajar 50%, dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa 80,21 dengan presentase 83%. Berdasarkan penelitian tersebut, disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan penalaran matematis siswa. ;---This research is motivated by the students who had problem in mathematical reasoning. Most students had problem in learning mathematics especially in making mathematical arguments. They also couldn’t give reason why they used the method when they tried to solving a problem. This study aims to determine the improvement of student’s mathematical reasoning through the application of Realistic Mathematics Education (RME) approach. This study is a Classroom Action Research (CAR) that adapts Kemmis & Taggart model. Then this research is done with several stages. The stages are planning, implementation, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. Subject of this study were the fourth graders in one of primary schools in Bandung, the second semester 2016/2017 academic year. The process of learning implementation is done based on the principle of RME, namely: Guided Reinvention, Didactical Phonemenology, Emergent Models. There is an improvement in students' mathematical reasoning after the application of RME approach. In cycle I, the average score of students is 67,71 and 50% percentage of mastery learning, and increased in cycle II with the average student 80.21 and 83% percentage of mastery learning. The conclution of this study is the Realistic Mathematics Education (RME) approach can improve student’s mathematics learning

    POLA ADAPTASI MAHASISWA PAPUA DI PERANTAUAN : Studi Deskriptif Pada Mahasiswa Papua di Universitas Pendidikan Indonesia

    Get PDF
    Adaptasi perlu dilakukan oleh setiap orang ketika berada di perantauan, sebab adaptasi dilakukan untuk dapat bertahan hidup di tempat yang baru. Hal ini pun berlaku pada mahasiswa yang berasal dari Papua dimana mereka menjadi bagian dari mahasiswa yang berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Perbedaan yang signifikan dalam aspek lingkungan sosial dan hal pendidikan membawa penelitian ini mengungkapkan adaptasi mahasiswa Papua di Universitas Pendidikan Indonesia mulai dari proses sosialisasi, hambatan yang dialami, serta adaptasi dalam bidang akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa Papua, teman satu kelas mahasiswa Papua, dosen mahasiswa Papua, dan masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa Papua yang direkrut dengan teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi Non-partisipan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan (1) Adaptasi mahasiswa Papua dilakukan dengan cara berusaha memahami nilai-nilai yang ada di masyarakat dan lingkungan kampus dengan cara mengamati kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang dibantu oleh agen-agen sosialisasi seperti masyarakat juga teman di kelas. Dari proses tersebut mahasiwa Papua dapat mengungkapkan nilai-nilai yang ada di masyarakat, sehingga mereka dapat melakukan strategi untuk berbaur seperti menyesuaikan nada bicara, melakukan kebiasaan yang dilakukan masyarakat dan membentuk relasi pertemanan. (2) Hambatan yang dialami mahasiswa Papua dalam beradaptasi yaitu datang dari sikap rasis masyarakat, berbedaan bahasa, perbedaan cuaca, ego mahasiswa Papua yang tinggi, dan kecenderungan mereka yang hanya ingin berbaur dengan komunitasnya. (3) Proses adaptasi mahasiwa Papua dalam bidang akademik cenderung sulit, hal ini disebabkan oleh ketertinggalan dalam bidang pendidikan. Sehingga beberapa mahasiswa Papua kurang mampu mengikuti perkuliahan dengan baik.;---Adaptation needs to be done by everyone who live in other region, because adaptation is a way to survive in a new place. It also applies to Papuan students who became a part of students of Indonesia university of education, Bandung. The significant differences between social environment and education brought this research to reveal the adaptation of papuan students in Indonesia University of Education starting from process of socialization, obstacles experienced, and also adaptation in academic field. This research uses qualitative approach and descriptive method. The research informants consist of Papuan students, friends of Papuan students, Papuan student lecturers, and the community around where Papuan students lived. Who are recruited by purposive techniques and snowball sampling. Data collection techniques were conducted by in-depth interviews, non-participant observation and documentation study. The results show (1), adaptation of Papuan students are done by trying to understand the values in community and campus environment by observing the habits of community who are assisted by socialization agencies such as society and class mates. From that process Papuan students can reveals the values in community, so they can do the strategies to interact with community such as adjusting the tone of speech, doing the community habits and make a friendship. (2) the obstacles faced by Papuan students in adapting coming from the racism from community, language differences, weather differences, the high Ego of Papuan students, and the tendency of those who just want to interact with their communities. (3) the process of adaptation of Papuan students tends to be difficult, this is caused by lag in education. So some Papuan students are less able to follow lectures properly
    Repository UPI is based in ID
    Do you manage Repository UPI? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!