Proses fermentasi pada umumnya dilakukan dengan proses batch. Namun, pada kenyataannya proses batch mempunyai kendala dengan adanya akumulasi dari produk etanol yang dapat meracuni mikroorganisme sehingga konsentrasi etanol yang dihasilkan rendah. Sebagai solusi, maka dalam penelitian ini dilakukan proses fermentasi secara kontinyu dalam bioreaktor packed bed secara immobilisasi sel dengan Zymomonas mobilis termutasi menggunakan Ca-Alginat yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi glukosa terhadap konsentrasi, yield, dan produktivitas etanol. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah molases dengan berbagai konsentrasi gula total yaitu,14% w/v (178 g glukosa/L), 16% w/v (186 g glukosa/L), 18% w/v (205 g glukosa/L). Tahapan penelitian dimulai dengan pre-treatment molases, pembuatan starter, pengembangan kultur, pembuatan production medium, pembuatan bead sel Ca-Alginat (2% w/v), selanjutnya proses fermentasi continue dalam bioreaktor packed bed dengan flow rate 1 ml/menit (dilution rate 0,4/jam). Gula residu dianalisa menggunakan metode spektrofotometri dengan larutan DNS, sedangkan produk etanol dianalisa dengan metode Gas Chromatografi (GC). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa fermentasi secara kontinyu mampu menghasilkan etanol maksimal yaitu pada konsentrasi glukosa 186 g/L dengan nilai konsentrasi etanol = 60,83 g/L, yield etanol = 41,94 %, produktivitas etanol = 24,33 g/L.jam sedangkan pada batch hasil maksimal pada konsentrasi glukosa 186 g/L dengan nilai konsentrasi etanol = 61,70 g/L, yield etanol = 39,53 %, produktivitas etanol = 0,86 g/L.ja