Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
USULAN STANDAR PELAYANAN UNTUK MENJAMIN KEPUASAN PELANGGAN J&T EXPRESS XYZ
J&T Express merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman barang yang terkenal karena mampu melayani pengiriman dalam kota, antarkota, maupun pengiriman antar provinsi. Kualitas pelayanan tentunya menjadi hal yang sangat krusial untuk terus dijaga dan ditingkatkan demi mencapai kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan. Terdapat banyak cabang J&T Express salah satunya adalah J&T Express XYZ. Penelitian mengenai kualitas pelayanan di J&T Express XYZ dilakukan karena adanya beberapa keluhan ketidakpuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh usulan standar pelayanan berdasarkan identifikasi tingkat kepuasan pelanggan menggunakan metode SERVQUAL, penentuan atribut prioritas perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode IPA, serta rancangan dan urutan prioritas usulan standar pelayanan menggunakan metode QFD. Berdasarkan perhitungan nilai gap pada metode SERVQUAL, diketahui bahwa semua atribut tidak memenuhi harapan pelanggan, atau kualitas pelayanan J&T Express XYZ dianggap kurang baik. Berdasarkan metode IPA, diperoleh 6 atribut yang diprioritaskan yaitu atribut 2, 3, 4, 5, 9, dan 13. Berdasarkan metode QFD, 10 respon teknis ditetapkan dengan urutan prioritas dimulai dari respon teknis 2, 5, 4, 8, 3, 9, 7, 10, 1, 6. Berdasarkan respon teknis ini, dihasilkan 24 usulan standar pelayanan yang terbagi menjadi 3 jenis standar pelayanan yaitu standar pelayanan SDM, standar pelayanan proses, dan standar pelayanan fasilitas. Usulan standar pelayanan tersebut dikembangkan dengan harapan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan J&T Express XYZ. Kata Kunci : IPA, J&T Express, Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, QFD, SERVQUAL, Standar Pelayana
PERBAIKAN RANCANGAN WASHBASIN PORTABEL MENGGUNAKAN METODE KANO DI ERA TRANSISI PANDEMI COVID-19
Covid-19 menyebar dengan cepat dan langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah protokol kesehatan. PERBUP Sambas No. 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan mengharuskan lingkungan usaha untuk menyediakan sarana cuci tangan. RM. Bulan menjadi salah satu rumah makan yang ada di daerah Selakau, Kabupaten Sambas dengan pengunjung luar kota yang banyak setiap harinya juga terkena dampak pandemi yang ikut menyediakan sarana cuci tangan atau washbasin. Washbasin di lokasi tersebut dalam penggunaannya beresiko menyebarkan virus dan memiliki banyak kekurangan. Hasil observasi saat jam sibuk didapatkan sekitar 15% – 30% dari total pengunjung yang mencuci tangan. Persentase ini kecil dan berisiko meningkatkan penularan, maka salah satu solusi yang memungkinkan adalah membuat sarana cuci tangan yang memiliki daya tarik tanpa membuat pengunjung tersadar ingin mencuci tangan atau diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.Perancangan washbasin dimulai dengan pengumpulan data kuesioner item desain yang telah disusun dan penentuan item terpilih menggunakan voice of customer. Kemudian dilanjutkan pengumpulan data kuesioner kano untuk mendapatkan tingkatan prioritas atribut menggunakan metode KANO. Penyusunan konsep produk berdasarkan item terpilih dan menyesuaikan dengan antropometri, kemudian dibuat dengan pertimbangan prioritas KANO.Item desain atau atribut produk washbasin yang didapat terdiri dari 22 pasang dan terbagi menjadi dua yaitu khusus pengunjung (K1- K17) dan khusus karyawan (K18 – K22). Washbasin yang diinginkan oleh pengunjung memiliki desain keran berbahan stainless steel, sistem pedal dan berbentuk lurus, basin berbahan sama dan berbentuk lingkaran, tempat sabun terpasang dan digunakan dengan ditekan dari depan. Tempat tisu terpasang dan berbentuk lembaran. Tempat sampah terpisah dengan washbasin dan berbahan stainless steel. Produk washbasin memiliki tampilan persegi, bergaya minimalis disertai ornamen kayu, juga terdapat cermin, tempat penyimpanan berupa wadah, dan sensor pemberitahuan jika air didalam penampungan habis. Washbasin yang diinginkan karyawan memiliki sistem pembuangan langsung melalui selang, terdapat saringan pada basin, portabel dan memiliki lemari penyimpanan. Tingkat prioritas berdasarkan Kano didapatkan prioritas pertama terletak pada atribut yang berkategori Must be, prioritas kedua pada atribut yang berkategori One Dimensional, prioritas ketiga pada atribut yang berkategori Attractive, dan prioritas terakhir pada atribut yang berkategori Indifferent. Kata Kunci : Covid-19, Desain, Kano, Rumah Makan, Washbasin.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI, DAN PELAYANAN WET DENGAN PENDEKATAN BENCHMARKING DAN PLS-SEM
Berubahnya kebiasaan konsumen dalam mengkonsumsi film membuka pasar yang potensial bagi perusahaan penyedia layanan Video On Demand (VOD) di Indonesia. Layanan VOD memberikan masyarakat kebebasan dalam memilih tayangan yang ingin ditonton tanpa terikat pada waktu tertentu. Namun pasar penyedia jasa video on demand di Indonesia saat ini dikuasai oleh perusahaan internasional seperti Disney+ Hotstar dan Netflix. Layanan VOD yang berfokus pada konten dalam negeri seperti WeTV tidak bisa bersaing dipasar dalam negeri. WeTV dirasa tidak memiliki intelektual properti yang cukup di kenal, selain itu WeTV juga kurang bisa bersaing secara kuantiti produk, bahkan jika melihat promosi yang dilakukan juga tidak semasif perusahaan penyedia VOD lainnya. Sehingga melihat keunggulan dan kelemahan dari setiap perusahaan perlu dilakukan untuk menyusun strategi inovasi yang baik serta mampu meningkatkan performa WeTV demi memenangi persaingan dengan kompetitor. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data dan di sebarkan di kota pontianak. Data yang diperoleh berjumlah 137 yang pernah menggunakan layanan VOD Netflix, Disney+ Hotstar, dan WeTV. Variabel yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitas produk, kualitas harga, kualitas promosi, kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan, Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis PLS-SEM yang tediri dari evaluasi model pengukuran (outer model), evaluasi model struktural (inner model) dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kepuasan pelanggan netflix dipengaruhi oleh variabel produk, harga, dan promosi. Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Disney+ Hotstar ialah harga, promosi, dan layanan. Sedangkan WeTV dipegaruhi oleh kepuasan pelanggan pada variabel produk dan harga. Rekomendasi yang dapat di berikan untuk WeTV sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan performa perusahaan ialah meningkatkan kualitas konten yang disajikan, memperbaiki kesalahan terjemahan pada subtitle, menambah variasi produk, menambah variasi harga, melakukan branding yang jelas, memberikan promo harga seperti potongan, menyelesaikan keluhan konsumen dengan cepat, dan menjamin keamanan data pelanggan memiliki standar yang jelas. Kata Kunci: Video On Demand, Netflix, Disney+ Hotstar, WeTV, Produk, Harga, Promosi, Pelayanan, PLS-SEM
PENGARUH PERILAKU KONSUMEN ATAS KESADARAN HALAL DAN SERTIFIKAT HALAL TERHADAP MINAT BELI MAKANAN BAKSO TYGA SAPI DI WILAYAH PONTIANAK
Bakso Tyga Sapi merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Pontianak. Pencantuman sertifikasi halal pada makanan menjadi sarana yang efektif bagi konsumen untuk memilih makanan halal. Bakso Tyga Sapi belum memiliki sertifikasi halal dalam label produk, namun perusahaan telah menjamin kehalalan produknya. Jaminan terhadap kehalalan produk pangan dapat diciptakan dengan cara sertifikasi halal. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen atas kesadaran halal dan sertifikat halal terhadap minat beli makanan Bakso Tyga Sapi di wilayah Pontianak.Kuesioner dijadikan sebagai sumber data penelitian dan masyarakat muslim di wilayah Pontianak dijadikan sebagai sampel. Purposive sampling adalah salah satu jenis pengambilan sampel bukan probabilitas, di mana tidak semua anggota populasi memiliki peluang untuk dimasukkan ke dalam sampel. Metode yang digunakan analisis regresi linear berganda dan teknik pengambilan sampel 100 orang yang pernah makan Bakso Tyga Sapi Pontianak dimasukkan dalam sampel penelitian.Hasil penelitian menunjukkan t hitung adalah 5,657 > 1,984 dan tingkat signifikansinya 0,000 1,984 dan tingkat signifikansi 0,008 lebih kecil daripada 0,05 maka variabel sertifikat halal berpengaruh terhadap minat beli. Diketahui bahwa nilai f hitung untuk variabel kesadaran halal dan sertifikat halal yang secara bersama-sama mempengaruhi minat beli adalah 130,909 > 3,09 dan tingkat signifikansinya adalah 0,000 < 0,05. R-Square menghasilkan nilai output sebesar 0,730 atau 73%, sedangkan sisanya sebesar 27% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata Kunci: Kesadaran Halal, Minat Beli, Regresi Linear Berganda, Sertifikat Halal
STRATEGI PEMASARAN PENJUALAN TEMPE CHIPS DI UMKM CITA RASA MANDIRI
UMKM Cita Rasa Mandiri merupakan sebuah usaha home industry yang memproduksi dan menjual aneka keripik. Produk unggulan UMKM Cita Rasa Mandiri adalah tempe chips, dimana tempe chips merupakan produk yang diproduksi setiap hari oleh UMKM Cita Rasa Mandiri sebagai produk ready stock. UMKM Cita Rasa Mandiri menetapkan target penjualan tempe chips setiap bulan, namun target tersebut tidak tercapai pada bulan-bulan tertentu. Target penjualan dapat tercapai pada bulan yang terdapat hari raya keagaamaan seperti Idul Fitri, Natal, Imlek, dan hari raya besar lainnya. Berdasarkan data penjualan, UMKM Cita Rasa Mandiri juga mengalami kemunduran penjualan dari tahun 2022 ke tahun 2023, dimana pada bulan Juni 2022 penjualan tempe chips adalah sebanyak 376 kg, sedangkan pada bulan Juni 2023 penjualan tempe chips adalah 355 kg. Berdasarkan permasalahan tidak tercapainya target penjualan, penurunan penjualan, dan ketidakstabilan penjualan, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar penjualan tempe chips UMKM Cita Rasa Mandiri mengalami peningkatan, sehingga dapat memenuhi target penjualan setiap bulannya. Analisis SWOT merupakan sebuah analisis yang memanfaatkan faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman untuk menghasilkan strategi yang sesuai dengan kondisi usaha. Hasil analisis SWOT tersebut kemudian diolah kembali dengan menggunakan metode AHP untuk mendukung hasil analisis SWOT, serta untuk mengetahui peringkat prioritas strategi yang paling utama untuk diterapkan oleh UMKM Cita Rasa Mandiri. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh hasil bahwa posisi kuadran UMKM Cita Rasa Mandiri pada saat ini adalah pada posisi SO (Strength – Opportunity), artinya adalah UMKM Cita Rasa Mandiri dapat memanfaatkan strategi kekuatan dan peluang untuk mencapai target penjualan. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode AHP yang dilakukan dengan bantuan software Expert Choice, diperoleh hasil bahwa strategi yang terpilih baik secara lokal maupun global adalah adalah strategi SO (Strength – Opportunity), dimana tiga prioritas strategi yang paling penting menurut ketiga expert yang pertama adalah melakukan promosi produk yang intens dengan membuat story mengenai produk di instagram maupun facebook setiap harinya serta memposting foto produk secara berkala dan memberikan tagar khusus seperti #keripiktempe. Prioritas kedua adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan penjualan di berbagai platform marketplace. Prioritas SO ketiga adalah melakukan branding produk melalui kerja sama dengan influencer. Nilai priority score untuk strategi SO tersebut secara lokal adalah 0,568, 0,188, dan 0,124 dengan inconsistency atau Consistency Ratio (CR) adalah 0,05. Secara global rata-rata priority score untuk perbandingan antara SO-WO, SO-ST, SO-WT yang menghasilkan tiga prioritas strategi terbaik SO tersebut adalah 0,073, 0,055, dan 0,023. Kata Kunci: AHP, Keripik Tempe, Strategi Pemasaran, SWO
PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DENGAN PEMBOBOTAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA KANTOR DESA PENGADANG
Menyadari bahwa Pemerintah Desa akan menerima uang yang cukup besar berdasarkan undang-undang yang telah ditetapkan. Pemerintah Desa diharapkan perlu untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu dan mensejahterakan masyarakat desa. Keberhasilan dari organisasi sangatlah penting dan bergantung pada kemampuan untuk memobilisasi dan menggunakan sumber daya atau intangible assets yang nyatanya tidak mudah diterjemahkan kedalam dimensi keuangan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai laporan kinerja yang terdiri dari aspek keuangan dan non keuangan serta dari aspek internal pemerintahan dan juga eksternal pemerintahan dengan tujuan mengetahui dan memperbaiki kinerja Pemerintahan Desa Pengadang berdasarkan skor dan kondisi setiap indikator kinerja utama dari perspektif balanced scorecard, mengetahui dan mengevaluasi prioritas sasaran strategis usulan perbaikan kinerja berdasarkan key performance indicator dari masing-masing perspektif menggunakan analytical hierarchy process pada Pemerintahan Desa Pengadang dan memperbaiki hubungan kinerja perangkat desa dengan kepuasan masyarakat guna mendukung keberhasilan kinerja dari Pemerintahan Desa Pengadang. Penelitian ini menggunakan metode Balanced scorecard dapat membantu pemerintah desa untuk melihat keberhasilan kinerjanya secara komprehensif dan mampu mengungkapkan perbaikan apa saja yang dibutuhkan oleh pemerintahan desa tersebut. Menggunakan cara ini, seluruh proses bisnis pemerintah desa dapat dimasukan sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi. Selain itu, penelitian ini dapat menggabungkan metode pengukuran kinerja balanced scorecard dengan metode pembobotan analytical hierarchy process (AHP). Perspektif keuangan, berdasarkan perhitungan APBDes dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Desa tahun 2020 sebesar 92,20%, 2021 sebesar 97,88%, dan 2022 sebesar 97,73% dengan metode value for money bahwa perspektif keuangan pada tahun 2020-2022 menggunakan rumus rasio ekonomi adalah kurang dari 100% sehingga dikategorikan ekonomis. Perspektif Pelanggan, melalui Indeks Kepuasan Masyarakat memperoleh nilai 79,59 yang menunjukan nilai mutu pelayanan Baik (B). Perspektif proses bisnis internal menunjukan bahwa proses inovasi dan proses operasional berjalan dan dikembangkan dengan baik, serta sarana dan prasarana yang di dapat dari Anggaran Dana Desa (ADD) dalam kondisi baik. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memperoleh nilai 634 berdasarkan indikator kapabilitas pegawai, sistem informasi, motivasi, pemberdayaan dan keselarasan dikategorikan Baik. Pembobotan balanced scorecard menggunakan metode analytical hierarchy process menghasilkan indikator kinerja utama yang menjadi prioritas Pemerintah Desa Pengadang saat ini yaitu indeks kepuasan masyarakat yang bernilai Baik (B) memiliki bobot tertinggi yaitu 0,294. Prioritas yang harus dievaluasi dan diperbaiki kedepannya memiliki bobot terendah yaitu proses operasional dan teknologi dengan bobot 0,039 yaitu pengaplikasian program Desa digital masih perlu untuk ditingkatkanKata Kunci: Balanced scorecard, pemerintah desa, analytical hierarchy proces
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN TINGKAT KELELAHAN DI KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TPI PONTIANAK
Pandemi 2 tahun terakhir membuat pemohon paspor berkurang, sehingga petugas tidak bekerja secara intens. Mei 2022 pemeritah membuka kembali penerbangan keluar negeri dan permohonan paspor meningkat. Hal ini membuat dirjen imigrasi menaikkan kuota pemohon paspor tiga kali lipat sebelumnya. Petugas pelayanan harus menyelesaikan setidaknya 70 pemohon paspor dalam satu hari, dan 1 pemohon dalam waktu 6 menit. Pekerjaan yang dilakukan yaitu, mengetik, mewawancarai, dan swafoto pemohon. Tidak jarang harus mengalami kendala karena cekal, data yang tidak sesuai sehingga perlu waktu penyelesaian hingga 15 sampai 30 menit. Hal seperti ini membuat petugas sering lembur, hingga mereka sering mengambil cuti untuk istirahat atau karena sakit.Tujuan Penelitian memperoleh nilai dan klasfikasi beban kerja mental dan tingkat kelelahan dan memperoleh usulan perbaikan sesuai hasil yang didapatkan. Pengolahan data yaitu DRAWS untuk beban kerja mental dengan mengukur rating, pembobotan serta mengklasifikasikan hasil pengolahan yaitu underload, optimal load, overload, dan SOFI untuk tingkat kelelahan dengan mengukur nilai skor, mean, dan mengklasifikasikan hasil pengolahan kedalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, kemudian membandingkan hasil pengolahan beban kerja mental dan tingkat kelelahan.Hasil yang diperoleh yaitu: beban kerja mental yang dialami petugas pelayanan paspor berada dalam kategori overload, dengan nilai tertinggi 80,75. Tingkat kelelahan tertinggi dalam kategori sedang, yaitu 16,8. Rekomendasi yang diberikan, pertama melakukan penambahan kuota secara bertahap dengan membagi ke 6 periode, kedua mengatur pembuatan paspor secara online dan kolektif dimana online 90% dan kolektif 10%, ketiga memberikan pelatihan, untuk membiasakan petugas pelayanan paspor. Kata kunci : Beban Kerja Mental, DRAWS, Paspor, SOFI, Tingkat Kelelahan
PERENCANAAN RUTE DAN JADWAL DISTRIBUSI PERIODIK MULTI PRODUCT PADA PT. WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE LARGE NEIGHBORHOOD SEARCH
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan rute dan jadwal distribusi periodik multi product pada PT. Wicaksana Overseas International Pontianak menggunakan metode Large Neighborhood Search (LNS). Sampai saat ini perusahaan belum memiliki rute dan jadwal distribusi yang optimal. Permasalahan VRP yang ditemukan dalam perusahaan ini adalah keterbatasan kapasitas kendaraan. Penelitian ini dilakukan guna mencari solusi yang optimal dalam mengatur rute pengiriman dan jadwal distribusi yang efisien menggunakan metode solusi Large Neighborhood Search. Metode solusi LNS ini bekerja dengan cara mencari solusi yang lebih baik dengan mengeksplorasi berbagai kombinasi solusi yang dihancurkan dan diperbaiki. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan empat solusi yaitu initial solution, current solution repair 1, current solution repair 2, dan best solution. Ongkos total distribusi digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi kualitas solusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa best solution merupakan solusi terbaik dengan ongkos total distribusi sebesar Rp 8.538.976 yang lebih rendah dibandingkan dengan initial solution sebesar Rp 9.342.136 dan current solution repair 1 sebesar Rp 9.853.200 dan repair 2 sebesar Rp 10.177.520. Grafik perubahan ongkos total distribusi juga menunjukkan adanya penurunan secara bertahap seiring dengan iterasi LNS, dengan penurunan yang signifikan terjadi pada iterasi ke-65 yaitu sebesar Rp 803.160 dari hasil solusi awal (initial solution). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode LNS efektif dalam mengoptimalkan perencanaan rute dan jadwal distribusi periodik multi product. Penggunaan metode ini dapat membantu PT. Wicaksana Overseas International Pontianak meningkatkan efisiensi distribusi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata kunci: Perencanaan rute, jadwal distribusi, periodik multi product, Large Neighborhood Search, efisiensi distribusi
EVALUASI USABILITY E-LEARNING UNIVERSITAS TANJUNGPURA DENGAN PENDEKATAN HUMAN COMPUTER INTERACTION MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE DAN HEURISTIC EVALUATION
Universitas Tanjungpura (UNTAN) merupakan salah satu perguruan tinggi yang sudah menerapkan pembelajaran dalam jaringan sebagai salah satu usaha dalam mewujudkan Cyber Univercity. Metode pembelajaran tersebut terintegrasi dengan sistem E-learning Moodle LMS UNTAN dan Google Classroom. Namun dalam penerapannya, penggunaan Google Classroom lebih menjadi pilihan dalam melaksanakan pembelajaran dibandingkan dengan E-learning Moodle LMS UNTAN yang merupakan produk resmi Universitas Tanjungpura. Hal ini didasari oleh adanya kesulitan yang dirasakan pengguna dalam menggunakan sistem E-learning ini sebagai platform pembelajaran. Beberapa kesulitan yang khususnya dialami oleh mahasiswa meliputi adanya kebingungan pada saat akan mengakses atau memulai suatu ujian, adanya error saat mengisi pilihan jawaban dimana tidak terdapat tanda perubahan pada bagian yang sudah diisi, dan tidak terdapat peringatan terhadap limit waktu untuk memulai mengerjakan soal. Sedangkan kesulitan yang dapat dialami dosen seperti dapat timbulnya kebingungan dalam membuat forum diskusi dan kesulitan untuk melakukan input soal. Maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi penggunaan E-learning tersebut berdasarkan aspek usability dengan pertimbangan dari segi User Experience (UX) dan dari segi User Interface (UI), beserta rekomendasi perbaikan yang diperlukan. Penelitian ini membutuhkan responden dalam pengisian kuisioner yang terdiri dari dosen dan mahasiswa aktif Universitas Tanjungpura yang pernah atau sedang menggunakan platform E-learning Moodle LMS UNTAN. Metode dalam melakukan evaluasi pada penelitian ini terdiri dari System Usability Scale (SUS) yang digunakan untuk evaluasi usability dari segi user experience dan metode Heuristic Evaluation (HE) dari segi user interface. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat penerimaan E-learning Moodle LMS UNTAN disertai dengan beberapa kesulitan dalam penggunaan yang ditemukan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan kedua metode, diketahui bahwa sistem tersebut memperoleh skor SUS sebesar 51,7 dan nilai severity rating 1 sampai 2. Skor SUS sebesar 51,7 dapat diinterpretasikan ke dalam adjective ratings dengan golongan “poor” dan memiliki grade scale F, serta acceptability ranges berada pada batas low marginal. Severity rating bernilai 1 dinyatakan sebagai cosmetic problem yang berarti masalah yang ditemukan tidak terlalu mempengaruhi penggunaannya. Sedangkan severity rating bernilai 2 dinyatakan sebagai minor usability problem yang berarti terdapat potensi kesulitan dalam penggunaannya. Maka dapat disimpulkan bahwa sistem E-learning Moodle LMS UNTAN memiliki penerimaan yang tergolong rendah, serta memerlukan beberapa perbaikan untuk dapat meningkatkan nilai kebergunaannya. Kata kunci: E-learning, usability, System Usability Scale (SUS), Heuristic Evaluation (HE
EVALUASI WAKTU KERJA, BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN KARYAWAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FTE, CVL DAN SOFI
PT. XYZ perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dengan waktu kerja shift sore 15.00 – 23.00 WIB dan shift pagi 07.00 - 15.00. Kondisi tertentu saat panen raya, buah sawit dari pemasok akan berlimpah sehingga dilakukan penambahan jam lembur dimulai pukul 17.00 – 07.00 WIB shift sore dan 07.00-17.00 WIB shift pagi. Waktu kerja panjang mengakibatkan ketidakseimbangan antara waktu kerja dan waktu luang karyawan produksi, sehingga diperlukan pengukuran mengenai waktu kerja, nilai beban kerja fisik, dan kelelahan yang dialami karyawan. Pengumpulan data dilakukan pada 10 karyawan yang terbagi 5 operator shift A dan 5 operator shift B dari stasiun sterilizer, tippler, press, klarifikasi dan boiler. Penelitian ini menggunakan metode FTE untuk memperoleh nilai beban kerja waktu dan jumlah sumber daya manusia sedangkan metode %CVL untuk mengukur beban kerja fisik berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat. Metode SOFI digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan yang dialami karyawan dengan kuesioner dan perhitungan rata-rata skor. Pengujian regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 25 untuk mengetahui keterkaitan antara beban kerja dengan kelelahan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari perhitungan FTE staiun sterilizer dan tippler memiliki kategori fit (normal) bahwa tuntutan pekerja sebanding dengan jumlah operator aktual saat ini. Stasiun press dan klarifikasi berada pada kategori rendah yang menandakan kegiatan pekerja dengan jumlah operator pada stasiun ini sudah cukup, sedangkan kategori tinggi terjadi pada stasiun boiler karena jumlah pekerja tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang tinggi. Hasil perhitungan metode %CVL beban kerja fisik nilai tertinggi sebesar 33,63%. diperlukan perbaikan diperoleh operator boiler dan nilai %CVL terkecil 22,40% tidak diperlukan perbaikan diperoleh operator tippler. Hasil perhitungan tingkat kelelahan diperoleh 9 pekerja pada kategori kelelahan sedang dan 1 pekerja pada kategori kelelahan berat. Uji regresi menyatakan setiap penambahan 1% nilai beban kerja berpengaruh terhadap kenaikan nilai tingkat kelelahan sebesar 0,312 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu penambahan karyawan sebanyak 2 orang dan penjadwalan dengan perubahan jam lembur menjadi 12 jam dan memberikan jam istirahat rolling kepada karyawan. Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Waktu, CVL, FTE, Lembur, SOFI, Tingkat Kelelaha