Jurnal TIN Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    163 research outputs found

    RANCANG BANGUN ALAT PENJEPIT SAWIT DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

    Get PDF
    Kelompok tani Sumber Kawan merupakan salah satu kelompok tani sawit yang terdapat di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Perkebunan sawit pada kelompok tani sumber kawan memiliki umur pohon 5 tahun, dengan begitu TBS (tandan buah segar) yang dihasilkan juga tergolong masih kecil dan muda dengan berat 5-15 kg. Masalah yang dihadapi dalam pengangkutan TBS yang rentan rusak menggunakan alat tradisional seperti tojok dan arit. Penelitian ini bertujuan merancang alat penjepit sawit yang dapat mengurangi kerontokan TBS dengan memperhatikan kebutuhan petani melalui metode Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan Voice of Customer (VOC) maka didapatkan 7 atribut yang menjadi landasan perancangan alat penjepit sawit yang sesuai dengan kebutuhan petani, ke-7 atribut tersebut dapat mengurangi rontokan TBS, dapat melepaskan dengan cepat, dapat mengangkat TBS, alat mudah digunakan, alat memiliki bobot yang ringan, alata man digunakan, alat tidak mudah rusak. Dari atribut tersebut dihasilkan alat penjepit sawit yang dirancang dengan spesifikasi menggunakan material aluminium pipa, menjadikannya ringan serta tahan lama dan juga dilengkapi dengan mekanisme penjepitan yang menggunakan tiga mata penjepit pada masing-masing sisi dan sistem pelepasan cepat berbasis tuas, sehingga memudahkan pengangkutan tanpa merusak TBS. Alat ini juga dirancang untuk mengurangi kerusakan pada TBS muda serta memastikan pengangkutan yang efisien. Berdasarkan masukan petani, alat ini memiliki desain yang mudah digunakan dan aman, serta dapat meningkatkan produktivitas petani dengan mengurangi kerugian akibat kerusakan buah selama pengangkutan. Kata Kunci: Alat Penjepit Sawit, Rancang Bangun, Tandan Buah Segar, QF

    ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN USULAN PERBAIKAN PADA LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK INDUSTRI DAN TEKNIK LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan langkah-langkah perbaikan di laboratorium Jurusan Teknik Industri dan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Metode ini mencakup tiga tahapan utama: identifikasi bahaya, penilaian risiko melalui matriks risiko, dan pengendalian risiko. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap laboratorium memiliki potensi bahaya yang beragam. Pada Laboratorium Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi, ditemukan risiko sedang yang disebabkan oleh keterbatasan ruang gerak dan manajemen kabel yang buruk. Laboratorium Optimasi Sistem Industri menghadapi risiko korsleting listrik dan kebisingan berlebih, sementara Laboratorium Sistem Manufaktur menunjukkan risiko tinggi akibat penggunaan mesin berat dan bahan kimia. Laboratorium Studio Inovasi dan Manajemen Industri memiliki risiko sedang hingga tinggi yang disebabkan oleh kurangnya detektor asap dan jalur evakuasi. Pada Laboratorium Kualitas Lingkungan, potensi bahaya meliputi paparan bahan kimia dan kebersihan lingkungan yang kurang optimal. Terakhir, Laboratorium Mikrobiologi menghadapi risiko infeksi dan kebocoran air yang berbahaya.Usulan perbaikan mencakup pengadaan fasilitas keselamatan seperti APAR, detektor asap, ventilasi yang memadai, serta penyediaan dan edukasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, diperlukan pengaturan ulang tata letak peralatan, pelatihan keselamatan, dan pembuatan prosedur operasional standar (SOP) untuk setiap laboratorium. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kata kunci: HIRARC, identifikasi bahaya, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), laboratorium, pengendalian risiko         

    PENENTUAN SUPPLIER BAHAN BAKU IKAN TENGGIRI TERBAIK MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP)

    Get PDF
    PT XYZ merupakan industri pengolahan amplang yang mengandalkan peranan supplier sebagai pemasok bahan baku utama ikan tenggiri. Ketidaksesuaian kualitas menjadi kendala dalam proses pengadaan, dimana ikan tenggiri yang diterima tidak sesuai spesifikasi kategori Bagus (B) dan ketepatan bobot tidak memenuhi standar grade A. Situasi ini mengharuskan perusahaan untuk melakukan pemesanan ulang kepada supplier lain guna memenuhi kekurangan pasokan ikan tenggiri. Adanya enam supplier yang dimiliki, perusahaan mengalami kesulitan untuk mengalokasikan pemesanan pada supplier yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan penentuan prioritas supplier yang mampu bekerja sama secara profesional dalam jangka panjang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Metode Analytic Network Process (ANP) diadopsi karena memiliki kemampuan dalam menangani pengambilan keputusan yang kompleks dengan mempertimbangkan keterkaitan antar cluster dan elemen untuk memperoleh supplier terbaik. Hasil pembobotan diperoleh cluster yang berpengaruh dalam pengadan bahan baku ikan tenggiri secara berurutan, yaitu kualitas, pelayanan, ketersediaan, harga, fleksibilitas, dan pembayaran. Selain itu, enam elemen yang berkontribusi besar, yaitu kecepatan daya tanggap (0,15599), kualitas ikan tenggiri kategori Bagus (B) (0,13712), ketepatan berat ikan tenggiri kategori grade A (0,11234), ketersediaan pasokan ikan tenggiri (0,10460), kemudahan berkomunikasi (0,09225), dan harga yang kompetitif (0,09096). Supplier yang menempati urutan pertama, yaitu S6 (0,35473) sebagai alternatif terbaik. Urutan kedua S3 (0,24173), urutan ketiga S4 (0,16857), urutan keempat S1 (0,10461), urutan kelima S5 (0,07736), dan urutan keenam S2 (0,05299).    Kata Kunci: Analytic Network Process (ANP), Ikan Tenggiri, Supplie

    PENGARUH PROGRAM HMTI GOES TO SCHOOLTERHADAP KEPUTUSAN SISWA SMK CITRA BORNEO MEMILIH JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Program HMTI Goes to School dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Tanjungpura untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Jurusan Teknik Industri. Dalam menentukan keberlanjutan program ini diperlukan indikator untuk mengetahui dampak yang dihasilkan sehingga dapat dievaluasi secara teoritis dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh program tersebut terhadap keputusan Siswa SMK Citra Borneo dalam memilih Jurusan Teknik Industri Universitas Tanjungpura. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh 45 responden. Uji validitas, reliabilitas serta uji asumsi klasik dilakukan sebelum data diolah menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode sosialisasi, materi sosialisasi sosialisasi, dan kualitas narasumber secara signifikan memengaruhi keputusan siswa. Nilai koefisien beta variabel metode sosialisasi adalah 0,134, yang berarti setiap peningkatan 1 satuan pada variabel ini akan meningkatkan keputusan siswa sebesar 0,134%. Materi sosialisasi memiliki koefisien beta sebesar 0,031 (peningkatan 0,031%) dan kualitas narasumber sebesar 0,197 (peningkatan 0,197%). Secara keseluruhan, variabel-variabel tersebut menjelaskan 52% dari keputusan siswa memilih Jurusan Teknik Industri Universitas Tanjungpura. Hasil analisis memperoleh rekomendasi praktis bagi HMTI dalam meningkatkan kinerja program melalui penguatan metode sosialisasi, materi sosialisasi dan kualitas narasumber, guna memperluas jangkauan dan meningkatkan efektifitas program.                     Kata Kunci : HMTI Goes to School, Sosialisasi, Keputusan Siswa, Regresi Linear Bergand

    DESAIN EKSPERIMEN MIE MOCAF LIDAH BUAYA MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PADA USAHA GABUNGAN KELOMPOK TANI DESA SUNGAI BULAN

    Get PDF
    Produksi mie mocaf yang terbuat dari lidah buaya memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal di Desa Sungai Bulan. Penggunaan metode Taguchi dalam desain eksperimen bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas mie dengan meminimalkan variabilitas dan meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang eksperimen pembuatan mie mocaf lidah buaya menggunakan metode Taguchi pada usaha gabungan kelompok tani di Desa Sungai Bulan. Fokus penelitian ini adalah pada tiga faktor utama yaitu jumlah penambahan tepung terigu, metode memasak, dan waktu istirahat. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mengatur eksperimen dengan tiga faktor utama: jumlah tepung terigu (60%, 70%, 80%), metode memasak (direbus dan dikukus), serta waktu istirahat (20 menit dan 40 menit). Untuk menilai kualitas mie yang dihasilkan, dilakukan uji tekstur, uji warna, dan uji elastisitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk menentukan pengaruh signifikan dari masing-masing faktor serta interaksi antar faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung terigu sebesar 80% memberikan kualitas terbaik dalam hal tekstur, warna, dan elastisitas mie. Metode memasak dengan cara direbus menghasilkan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) tertinggi, yang menunjukkan kualitas keseluruhan mie lebih baik dibandingkan dengan metode dikukus. Waktu istirahat selama 40 menit memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan tekstur, warna, dan elastisitas mie. Kombinasi optimal dari 80% tepung terigu, metode memasak direbus, dan waktu istirahat 40 menit menghasilkan mie dengan tekstur terbaik, warna paling menarik, dan elastisitas yang sesuai. Kata Kunci: aloe, kualitas, mie, mocaf, taguch

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MENGGUNAKAN METODE SWOT, DAN BCG (STUDI KASUS: LAKOE.FOOD)

    Get PDF
    Lakoe Food adalah salah satu jenis UKM yang bergerak pada bidang kuliner seblak. Lakoe Food sendiri sudah berdiri sejak tahun 2020. Awal bedirinya Lakoe Food pemasaran yang dilakukan hanya dilakukan melalui sosial media Lakoe Food (@lakoe.food) yang masih aktif hingga saat ini. Lakoe Food mengalami permasalahan dengan penjualan yang bersifat fluktuatif atau tidak stabil. Wawancara yang dilakukan kepada pemilik usaha, faktor pertama yang menjadi alasan adalah banyaknya usaha sejenis sehingga persaingan dengan bisnis serupa menjadi ancaman dan kurangnya promosi agar produk Lakoe.Food dapat dikenal luas. Diharapkan pada penelitian ini dapat membantu dalam memberi ide ataupun masukan kepada pemilik usaha untuk meningkatkan penjualan. penelitian ini juga bertujuan untuk memperoleh rekomendasi strategi pemasaran yang sesuai dengan memanfaatkan analisis SWOT dan Boston Consulting Group. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dengan memanfaatkan pendapat sebanyak 35 responden yang sudah pernah membeli produk Lakoe.Food. Setelah itu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk menguji tingkat valid dan tingkat konsisten dari pernyataan kuisioner penelitian. Jika hasil uji validitsa dan uji reliabilitas sudah mengatakan bahwa kuisioner penelitian valid dan reliabel, maka penelitian dapat dilanjutkan pada tahap pengolahan data menggunakan metode SWOT, dan BCG (Boston Consulting Grooup). Berdasarkan analisis SWOT penelitian didapatkan hasil bahwa posisi kuadran SWOT pada usaha Lakoe.Food berada pada kuadran II (strategi diversifikasi) atau strategi ST, dimana pihak Lakoe.Food dapat menerapkan strategi, yaitu mengembangkan inovasi produk dan kualitas produk, dan menambah opsi pembayaran.  Sedangkan pada metode BCG mendapatkan hasil perhitungan pertumbuhan pasar Lakoe.Food sebesar -4,27%, sedangkan pangsa pasar relatif setelah dilakukan perbandingan dengan usaha sejenis adalah sebesar 0,65. Sehingga posisi kuadran BCG terhadap Lakoe.Food adalah terletak pada posisi kuadran sapi perah (cash cow), ), dimana pada kondisi ini perusahaan memiliki pangsa pasar yang tinggi namun dengan kondisi pertumbuhan pasar yang rendah. Sehingga pada posisi sapi perah, Lakoe Food bisa fokus terhadap pengelolaan dan penjualan berkelanjutan terhadap produk seblak agar terus menghasilkan arus kas yang konsisten.Kata Kunci: Lakoe.Food, Analisis SWOT, Boston Consulting Group, BCG, pemasaran

    USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI BAHARI JAWAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QSPM

    Get PDF
    Pantai Bahari Jawai merupakan wisata alam buatan yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Setiap tahun pantai tersebut mengalami kenaikan kunjungan, banyak wisatawan berkunjung untuk menikmati keindahan alam dan hiburan yang disajikan oleh Pantai Bahari Jawai. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yang ada seperti fasilitas yang kurang maksimal, aksebilitas yang kurang memadai dan kegiatan promosi yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan memperoleh faktor internal dan eksternal yang ada pada wisata Pantai Bahari Jawai sehingga dapat dihasilkan usulan strategi pengembangan wisata bagi Pantai Bahari Jawai. Metode SWOT digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan strategi berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal, selanjutnya output SWOT digunakan sebagai input metode QSPM, metode QSPM digunakan untuk menentukan alternatif strategi terbaik yang dapat diimplementasikan pada Pantai Bahari Jawai. Hasil penelitian menggunakan metode SWOT menghasilkan strategi pada kuadran I dengan nilai tertinggi yaitu 4,93 yang berada pada strategi SO, sehingga menghasilkan 4 alternatif strategi pada matriks SWOT. Adapun dari analisis QSPM menghasilkan prioritas strategi terbaik dengan nilai TAS tertinggi yaitu sebesar 7,838 yaitu memanfaatkan lokasi strategis dan wisata yang mudah dijangkau untuk menyelenggarakan konser atau event lainnya yang menarik wisatawan, dimana Pantai Bahari Jawai harus melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang membutuhkan lokasi strategis dan dapat menyajikan keindahan alam dan fasilitas yang memadai.  Kata kunci: Matriks QSPM, Pantai Bahari Jawai, Strategi Pengembangan, SWO

    CLUSTERING IKM PENGOLAHAN ALOE VERA KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE K-MEANS BERBASIS SPASIAL

    Get PDF
    Industri Kecil dan Menengah (IKM) pengolahan aloe vera merupakan salah satu sektor industri yang berkembang di Kota Pontianak. Namun, IKM pengolahan aloe vera di Kota Pontianak masih menghadapi berbagai tantangan yaitu perbedaan dalam skala usaha, serta akses yang tidak merata terhadap dukungan pemerintah. Hingga kini, Dinas Industri belum melakukan pemetaan atau pengelompokan IKM secara sistematis. Akibatnya, pola distribusi IKM sulit untuk dipahami secara menyeluruh, sehingga kebijakan yang dibuat sering kali kurang tepat dalam mendukung pengembangan sektor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan clustering terhadap IKM berdasarkan skala usaha dan kedekatan geografis menggunakan metode K-Means berbasis spasial. Clustering ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai karakteristik setiap IKM, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan sektor IKM aloe vera. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi omset, aset, jumlah tenaga kerja, dan koordinat geografis lokasi IKM. Analisis diawali dengan normalisasi data untuk memastikan bobot antar variabel seimbang, dilanjutkan dengan penentuan jumlah cluster (k). Clustering berdasarkan skala usaha menghasilkan tiga kelompok utama: Cluster 1 terdiri dari 12 IKM skala kecil, Cluster 2 mencakup 7 IKM skala menengah, dan Cluster 3 terdiri dari 1 IKM skala besar. Clustering berdasarkan kedekatan geografis juga menghasilkan tiga kelompok: Cluster 1, dengan konsentrasi tinggi, mencakup 12 IKM yang terkonsentrasi di wilayah utara; Cluster 2, dengan konsentrasi sedang, mencakup 5 IKM yang tersebar di wilayah timur dan tenggara dengan akses; dan Cluster 3, dengan konsentrasi rendah, mencakup 3 IKM yang berada di wilayah barat.Kata kunci: Clustering, IKM, Aloe vera, K-Means, Kota Pontianak, Spasia

    PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA UMKM XYZ

    Get PDF
    UMKM XYZ adalah usaha yang memproduksi serundeng dengan bahan dasar kelapa parut dengan cita rasa khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi lingkungan bisnis UMKM ini serta menyusun strategi yang sesuai untuk diterapkan oleh UMKM XYZ dalam menghadapi persaingan saat ini. Beberapa metode analisis yang digunakan meliputi penyusunan Matriks IFAS, Matriks EFAS, dan Matriks SWOT. Data dari ketiga matriks tersebut kemudian dianalisis menggunakan Diagram Cartesius Analisis SWOT untuk menentukan strategi yang paling optimal dan sesuai untuk diimplementasikan pada UMKM XYZ. Berdasarkan hasil analisis, matriks IFAS memiliki skor 3,902 dan EFAS sebesar 3,85, matriks SWOT dan Diagram Cartesius Analisis SWOT menunjukkan posisi UMKM pada kuadran I dengan kekuatan internal yang kuat dan lingkungan eksternal yang mendukung dengan strategi pemasaran agresif, memanfaatkan kekuatan dan peluang secara maksimal dengan strategi terpilih yaitu S-O (Strength – Opportunity). Adapun implementasi dari strategi tersebut diantaranya dengan membuat produk premium dan daya tahan produk dalam promosi acara nasional dan pameran lokal untuk memperkuat posisi sebagai oleh-oleh khas daerah. Menggunakan teknologi informasi seperti iklan berbayar di media sosial untuk menjangkau lebih banyak konsumen di luar daerah. Memanfaatkan penghargaan yang pernah diraih untuk menciptakan cerita merek yang meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen dan yang terakhir membuat paket bundling produk dengan tema khas daerah, seperti paket oleh-oleh, untuk menarik wisatawan dan pembeli baru. Kata Kunci : Strategi, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Matriks SWOT, Diagram Cartesius SWOT.

    PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI CRUMB RUBBER UNTUK MENGURANGI REJECT PRODUCT DI PT XY

    Get PDF
    PT XY merupakan salah satu perusahaan yang mengolah crumb rubber atau karet remah. Pada proses produksi yang dilakukan PT XY berupaya memenuhi standar kualitas produk yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Adapun permasalahan yang menjadi tantangan PT XY adalah produk reject yang mengakibatkan biaya tambahan untuk proses rework produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab reject dalam proses produksi yang dilakukan dan memberikan rekomendasi perbaikan guna mengurangi produk reject pada produk crumb rubber yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah six sigma dengan melajukan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung pada PT XY, proses wawancara dengan kepala bagian produksi dan staf bagian quality cotrol, serta analisis data historis produksi serta data reject. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama reject adalah faktor manusia (operator), material (kontaminasi bahan baku), mesin (kerusakan mesin), metode (belum terdapat standar operasional prosedur), dan lingkungan (kondisi area kerja yang tidak optimal). Penelitian dilakukan untuk mengatasi permasalahan produk reject yang terjadi dengan memberikan rekomendasi perbaikan berupa standar operasional prosedur atau SOP pada proses pemeriksaan kontaminasi logam, peningkatan pengawasan proses penjemuran dan pemanggangan, pemantauan proses pemanggangan, dan prosedur penyimpanan pada gudang loading ekspor. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko rework terhadap produk yang merupakan pemborosan waktu produksi serta biaya penanganan dan efisiensi produk untuk menjaga kepuasan pelanggan. Kata Kunci : Crumb Rubber, Pengendalian Kualitas, Six Sigma, Reject, Rework Produk

    157

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal TIN Universitas Tanjungpura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇