STRATEGI PEMASARAN PENJUALAN TEMPE CHIPS DI UMKM CITA RASA MANDIRI

Abstract

UMKM Cita Rasa Mandiri merupakan sebuah usaha home industry yang memproduksi dan menjual aneka keripik. Produk unggulan UMKM Cita Rasa Mandiri adalah tempe chips, dimana tempe chips merupakan produk yang diproduksi setiap hari oleh UMKM Cita Rasa Mandiri sebagai produk ready stock. UMKM Cita Rasa Mandiri menetapkan target penjualan tempe chips setiap bulan, namun target tersebut tidak tercapai pada bulan-bulan tertentu. Target penjualan dapat tercapai pada bulan yang terdapat hari raya keagaamaan seperti Idul Fitri, Natal, Imlek, dan hari raya besar lainnya. Berdasarkan data penjualan, UMKM Cita Rasa Mandiri juga mengalami kemunduran penjualan dari tahun 2022 ke tahun 2023, dimana pada bulan Juni 2022 penjualan tempe chips adalah sebanyak 376 kg, sedangkan pada bulan Juni 2023 penjualan tempe chips adalah 355 kg. Berdasarkan permasalahan tidak tercapainya target penjualan, penurunan penjualan, dan ketidakstabilan penjualan, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar penjualan tempe chips UMKM Cita Rasa Mandiri mengalami peningkatan, sehingga dapat memenuhi target penjualan setiap bulannya. Analisis SWOT merupakan sebuah analisis yang memanfaatkan faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman untuk menghasilkan strategi yang sesuai dengan kondisi usaha. Hasil analisis SWOT tersebut kemudian diolah kembali dengan menggunakan metode AHP untuk mendukung hasil analisis SWOT, serta untuk mengetahui peringkat prioritas strategi yang paling utama untuk diterapkan oleh UMKM Cita Rasa Mandiri. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh hasil bahwa posisi kuadran UMKM Cita Rasa Mandiri pada saat ini adalah pada posisi SO (Strength – Opportunity), artinya adalah UMKM Cita Rasa Mandiri dapat memanfaatkan strategi kekuatan dan peluang untuk mencapai target penjualan. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode AHP yang dilakukan dengan bantuan software Expert Choice, diperoleh hasil bahwa strategi yang terpilih baik secara lokal maupun global adalah adalah strategi SO (Strength – Opportunity), dimana tiga prioritas strategi yang paling penting menurut ketiga expert yang pertama adalah melakukan promosi produk yang intens dengan membuat story mengenai produk di instagram maupun facebook setiap harinya serta memposting foto produk secara berkala dan memberikan tagar khusus seperti #keripiktempe. Prioritas kedua adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan penjualan di berbagai platform marketplace. Prioritas SO ketiga adalah melakukan branding produk melalui kerja sama dengan influencer. Nilai priority score untuk strategi SO tersebut secara lokal adalah 0,568, 0,188, dan 0,124 dengan inconsistency atau Consistency Ratio (CR) adalah 0,05. Secara global rata-rata priority score untuk perbandingan antara SO-WO, SO-ST, SO-WT yang menghasilkan tiga prioritas strategi terbaik SO tersebut adalah 0,073, 0,055, dan 0,023. Kata Kunci: AHP, Keripik Tempe, Strategi Pemasaran, SWO

Similar works

This paper was published in Jurnal TIN Universitas Tanjungpura.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.