EVALUASI WAKTU KERJA, BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN KARYAWAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FTE, CVL DAN SOFI

Abstract

PT. XYZ perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dengan waktu kerja shift sore 15.00 – 23.00 WIB dan shift pagi 07.00 - 15.00. Kondisi tertentu saat panen raya, buah sawit dari pemasok akan berlimpah sehingga dilakukan penambahan jam lembur dimulai pukul 17.00 – 07.00 WIB shift sore dan 07.00-17.00 WIB shift pagi. Waktu kerja panjang mengakibatkan ketidakseimbangan antara waktu kerja dan waktu luang karyawan produksi, sehingga diperlukan pengukuran mengenai waktu kerja, nilai beban kerja fisik, dan kelelahan yang dialami karyawan. Pengumpulan data dilakukan pada 10 karyawan yang terbagi 5 operator shift A dan 5 operator shift B dari stasiun sterilizer, tippler, press, klarifikasi dan boiler. Penelitian ini menggunakan metode FTE untuk memperoleh nilai beban kerja waktu dan jumlah sumber daya manusia sedangkan metode %CVL untuk mengukur beban kerja fisik berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat. Metode SOFI digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan yang dialami karyawan dengan kuesioner dan perhitungan rata-rata skor. Pengujian regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 25 untuk mengetahui keterkaitan antara beban kerja dengan kelelahan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari perhitungan FTE staiun sterilizer dan tippler memiliki kategori fit (normal) bahwa tuntutan pekerja sebanding dengan jumlah operator aktual saat ini. Stasiun press dan klarifikasi berada pada kategori rendah yang menandakan kegiatan pekerja dengan jumlah operator pada stasiun ini sudah cukup, sedangkan kategori tinggi terjadi pada stasiun boiler karena jumlah pekerja tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang tinggi. Hasil perhitungan metode %CVL beban kerja fisik nilai tertinggi sebesar 33,63%. diperlukan perbaikan diperoleh operator boiler dan nilai %CVL terkecil 22,40% tidak diperlukan perbaikan diperoleh operator tippler. Hasil perhitungan tingkat kelelahan diperoleh 9 pekerja pada kategori kelelahan sedang dan 1 pekerja pada kategori kelelahan berat. Uji regresi menyatakan setiap penambahan 1% nilai beban kerja berpengaruh terhadap kenaikan nilai tingkat kelelahan sebesar 0,312 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu penambahan karyawan sebanyak 2 orang dan penjadwalan dengan perubahan jam lembur menjadi 12 jam dan memberikan jam istirahat rolling kepada karyawan. Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Waktu, CVL, FTE, Lembur, SOFI, Tingkat Kelelaha

Similar works

This paper was published in Jurnal TIN Universitas Tanjungpura.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.