PERBAIKAN RANCANGAN WASHBASIN PORTABEL MENGGUNAKAN METODE KANO DI ERA TRANSISI PANDEMI COVID-19

Abstract

Covid-19 menyebar dengan cepat dan langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah protokol kesehatan. PERBUP Sambas No. 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan mengharuskan lingkungan usaha untuk menyediakan sarana cuci tangan. RM. Bulan menjadi salah satu rumah makan yang ada di daerah Selakau, Kabupaten Sambas dengan pengunjung luar kota yang banyak setiap harinya juga terkena dampak pandemi yang ikut menyediakan sarana cuci tangan atau washbasin. Washbasin di lokasi tersebut dalam penggunaannya beresiko menyebarkan virus dan memiliki banyak kekurangan. Hasil observasi saat jam sibuk didapatkan sekitar 15% – 30% dari total pengunjung yang mencuci tangan. Persentase ini kecil dan berisiko meningkatkan penularan, maka salah satu solusi yang memungkinkan adalah membuat sarana cuci tangan yang memiliki daya tarik tanpa membuat pengunjung tersadar ingin mencuci tangan atau diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.Perancangan washbasin dimulai dengan pengumpulan data kuesioner item desain yang telah disusun dan penentuan item terpilih menggunakan voice of customer. Kemudian dilanjutkan pengumpulan data kuesioner kano untuk mendapatkan tingkatan prioritas atribut menggunakan metode KANO. Penyusunan konsep produk berdasarkan item terpilih dan menyesuaikan dengan antropometri, kemudian dibuat dengan pertimbangan prioritas KANO.Item desain atau atribut produk washbasin yang didapat terdiri dari 22 pasang dan terbagi menjadi dua yaitu khusus pengunjung (K1- K17) dan khusus karyawan (K18 – K22). Washbasin yang diinginkan oleh pengunjung memiliki desain keran berbahan stainless steel, sistem pedal  dan berbentuk lurus, basin berbahan sama dan berbentuk lingkaran, tempat sabun terpasang dan digunakan dengan ditekan dari depan. Tempat tisu terpasang dan berbentuk lembaran. Tempat sampah terpisah dengan washbasin dan berbahan stainless steel. Produk washbasin memiliki tampilan persegi, bergaya minimalis disertai ornamen kayu, juga terdapat cermin, tempat penyimpanan berupa wadah, dan sensor pemberitahuan jika air didalam penampungan habis. Washbasin yang diinginkan karyawan memiliki sistem pembuangan langsung melalui selang, terdapat saringan pada basin, portabel dan memiliki lemari penyimpanan. Tingkat prioritas berdasarkan Kano didapatkan prioritas pertama terletak pada atribut yang berkategori Must be, prioritas kedua pada atribut yang berkategori One Dimensional, prioritas ketiga pada atribut yang berkategori Attractive, dan prioritas terakhir pada atribut yang berkategori Indifferent. Kata Kunci : Covid-19, Desain, Kano, Rumah Makan, Washbasin.

Similar works

This paper was published in Jurnal TIN Universitas Tanjungpura.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.