PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DENGAN PEMBOBOTAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA KANTOR DESA PENGADANG

Abstract

Menyadari bahwa Pemerintah Desa akan menerima uang yang cukup besar berdasarkan undang-undang yang telah ditetapkan. Pemerintah Desa diharapkan perlu untuk meningkatkan kinerjanya dalam membantu dan mensejahterakan masyarakat desa. Keberhasilan dari organisasi sangatlah penting dan bergantung pada kemampuan untuk memobilisasi dan menggunakan sumber daya atau intangible assets yang nyatanya tidak mudah diterjemahkan kedalam dimensi keuangan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai laporan kinerja yang terdiri dari aspek keuangan dan non keuangan serta dari aspek internal pemerintahan dan juga eksternal pemerintahan dengan tujuan mengetahui dan memperbaiki kinerja Pemerintahan Desa Pengadang berdasarkan skor dan kondisi setiap indikator kinerja utama dari perspektif balanced scorecard, mengetahui dan mengevaluasi prioritas sasaran strategis usulan perbaikan kinerja berdasarkan key performance indicator dari masing-masing perspektif menggunakan analytical hierarchy process pada Pemerintahan Desa Pengadang dan memperbaiki hubungan kinerja perangkat desa dengan kepuasan masyarakat guna mendukung keberhasilan kinerja dari Pemerintahan Desa Pengadang. Penelitian ini menggunakan metode Balanced scorecard dapat membantu pemerintah desa untuk melihat keberhasilan kinerjanya secara komprehensif dan mampu mengungkapkan perbaikan apa saja yang dibutuhkan oleh pemerintahan desa tersebut. Menggunakan cara ini, seluruh proses bisnis pemerintah desa dapat dimasukan sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi. Selain itu, penelitian ini dapat menggabungkan metode pengukuran kinerja balanced scorecard dengan metode pembobotan analytical hierarchy process (AHP). Perspektif keuangan, berdasarkan perhitungan APBDes dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Desa tahun 2020 sebesar 92,20%, 2021 sebesar 97,88%, dan 2022 sebesar 97,73% dengan metode value for money bahwa perspektif keuangan pada tahun 2020-2022 menggunakan rumus rasio ekonomi adalah kurang dari 100% sehingga dikategorikan ekonomis. Perspektif Pelanggan, melalui Indeks Kepuasan Masyarakat memperoleh nilai 79,59 yang menunjukan nilai mutu pelayanan Baik (B). Perspektif proses bisnis internal menunjukan bahwa proses inovasi dan proses operasional berjalan dan dikembangkan dengan baik, serta sarana dan prasarana yang di dapat dari Anggaran Dana Desa (ADD) dalam kondisi baik. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memperoleh nilai 634 berdasarkan indikator kapabilitas pegawai, sistem informasi, motivasi, pemberdayaan dan keselarasan dikategorikan Baik. Pembobotan balanced scorecard menggunakan metode analytical hierarchy process menghasilkan indikator kinerja utama yang menjadi prioritas Pemerintah Desa Pengadang saat ini yaitu indeks kepuasan masyarakat yang bernilai Baik (B) memiliki bobot tertinggi yaitu 0,294. Prioritas yang harus dievaluasi dan diperbaiki kedepannya memiliki bobot terendah yaitu proses operasional dan teknologi dengan bobot 0,039 yaitu pengaplikasian program Desa digital masih perlu untuk ditingkatkanKata Kunci: Balanced scorecard, pemerintah desa, analytical hierarchy proces

Similar works

This paper was published in Jurnal TIN Universitas Tanjungpura.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.