bkg

    Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Pertanian Berbasis Media Online (E-Commerce) Di Abang Sayur Malang

    Get PDF
    Teknologi informasi dan komunikasi merupakan teknologi yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan tersebut dapat kita lihat pada peningkatan penggunaan internet. Peningkatan ini dipengaruhi oleh semakin mudahnya perangkat untuk mengakses internet. Tingginya penggunaan internet juga tidak terlepas dari kemudahan dalam mengakses informasi dan komunikasi melalui media online. Dilihat dari persentasenya, konten komersial merupakan satu dari enam konten yang paling sering diakses melalui media online. Dengan adanya media online dalam internet maka proses jual beli tetap bisa dilakukan tanpa harus melakukan pertemuan secara fisik antara penjual dan pembeli. Kegiatan dalam dunia usaha dengan memanfaatkan teknologi internet melalui media online adalah bentuk inovasi dalam memasuki pasar di dunia maya yang disebut sebagai electronic business dan commerce (e-business dan e-commerce). Praktik e-commerce dan e-bisnis ternyata mempunyai banyak keuntungan baik bagi perusahaan ataupun konsumen disebabkan pertumbuhan pengguna internet yang semakin pesat diiringi semakin majunya teknologi. Saluran interaktif yang mendukung perdagangan secara online adalah website, blog, search marketing, email marketing, mobile marketing, social media channels, dan masih banyak saluran interaktif dan aktivitas online yang mendukung. Pemasaran melalui saluran-saluran tersebut tentu tidak terlepas dari kegiatan komunikasi pemasaran. Maraknya e-commerce dan penggunaan media online juga merambah pada pasar produk pertanian. Produsen yang mengembangkan e-commerce di bidang pertanian diantaranya adalah Abang Sayur Malang. Rendahnya minat masyarakat terhadap kebutuhan pokok tidak dirasakan oleh Abang Sayur. Abang Sayur merasakan respon yang sangat baik dari masyarakat Kota Malang. Kelebihan dan kekurangan dari berbagai media online serta kegiatan pemasaran dan proses komunikasi yang dilakukan oleh Abang Sayur tentu mempengaruhi bagaimana strategi yang tepat dalam melakukan komunikasi pemasaran. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menggambarkan proses komunikasi yang dilakukan Abang Sayur. (2) Untuk mengetahui dan menggambarkan strategi pemasaran secara online yang dilakukan Abang Sayur. (3) Untuk mengetahui dan menggambarkan strategi komunikasi pemasaran secara online yang dilakukan Abang Sayur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pemilihan lokasi penelitian dan 7 penentuan informan secara purposive. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles and Huberman serta menggunakan metode triangulasi data untuk keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah proses komunikasi yang dilakukan Abang Sayur adalah model makro proses komunikasi, dimana elemen-elemen dalam proses komunikasi tersebut adalah pengirim, penerima, encode, decode, media, pesan, feedback, dan gangguan. Pengiriman pesan yang dilakukan dalam proses komunikasi yang berlangsung berasal dari kedua pihak yaitu Abang Sayur dan calon konsumen/konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan Abang Sayur adalah menentukan segmentasi pasar, target pasar, dan membentuk citra yang baik di masyarakat sehingga memiliki posisi yang baik khususnya bagi pelanggan. Selain itu, Abang Sayur menggunakan strategi pemasaran dengan bauran pemasaran berbasis internet 5C yaitu co-creation, currency, communal activation, conversation, dan connect. Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Abang Sayur adalah periklanan, promosi penjualan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas, dan berita dari mulut ke mulut (word of mouth/WOM)

    Status Reproduksi Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Di Kota Batu

    No full text
    Kota Batu merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang berpotensi sebagai tempat pengembangan sapi perah. Populasi sapi perah di Kota Batu mencapai 11.470 ekor pada tahun 2016. Pada tingkat petani ternak umumnya pemeliharaan masih dilakukan secara tradisonal dan masalah reproduksi belum banyak ditangani. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan populasi dan produktivitas sapi perah di wilayah tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak adalah dengan meningkatkan efisiensi reproduksi. Efisiensi reproduksi pada suatu peternakan dapat diketahui dari status reproduksinya. Penelitian dilakukan di Kota Batu mulai 02 Januari sampai 27 Februari 2017. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 386 ekor induk PFH produktif milik rakyat di kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengumpulan data primer. Data primer diperoleh dari wawancara ke peternak dan menggunakan quisioner. Metode pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu sampel yang diambil telah ditetapkan berdasarkan karakteristik tertentu. Penentuan lokasi pengambilan sampel didasarkan pada tingginya populasi yaitu pada wilayah tersebut diambil 3 kecamatan dengan kategori populasi tinggi, sedang dan rendah. Kemudian pada masing-masing kecamatan diambil 3 desa/kelurahan dengan kategori populasi tinggi, sedang dan rendah. Pengambilan sampel ternak dilakukan secara acak pada masing-masing desa/kelurahan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan Days Open (DO). Salah satu cara untuk mengetahui status reproduksi induk PFH di Kota Batu adalah melalui status fertilitasnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai S/C di Kota Batu sebesar 1,89. Kemudian nilai S/C pada Kecamatan Batu sebesar 1,95, Kecamatan Bumiaji sebesar 1,9 dan pada Kecamatan Junrejo sebesar 1,7. Hasil uji statistik S/C antara Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji diperoleh hasil tidak berbeda nyata (P>0,05), hasil uji statistik S/C antara Kecamatan Batu dan Kecamatan Junrejo diperoleh hasil berbeda sangat nyata (P0,05), hasil uji statistik DO antara Kecamatan Batu dan Kecamatan Junrejo serta Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo diperoleh hasil berbeda sangat nyata (P<0,01). Nilai fertilitas induk sapi PFH di Kota Batu sebesar 50,7. Kemudian nilai fertlitas pada Kecamatan Batu sebesar 47,39, Kecamatan Bumiaji sebesar 46,85 dan pada Kecamatan Junrejo sebesar 64,7. Berdasarkan data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa status reproduksi sapi perah Peranakan Friesian Holstein di wilayah Kota Batu kurang baik ditinjau dari rendahnya nilai fertilitas yang dihasilkan. Disarankan kepada peternak sapi perah di wilayah Kota Batu untuk melakukan perbaikan deteksi estrus agar keberhasilan inseminasi dapat meningkat sehingga status reproduksi induk PFH di wilayah tersebut dapat lebih baik. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pakan, keterampilan inseminator, kualitas semen di lapang dan kondisi kesehatan fisiologis ternak

    “Handling Customer Complaint Di Bidang Perhotelan”. (Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Dalam Menangani Komplain Tamu Untuk Membentuk Citra Positif Di Hotel Sahid Montana Malang)

    No full text
    Komplain merupakan bentuk ketidakpuasan seseorang terhadap produk/ jasa yang ditawarkan. Komplain yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi dalam menangani komplain tamu untuk membentuk citra positif hotel sahid montana Malang. Penelitian ini membahas mengenai handling customer complaint di bidang Perhotelan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan teknik wawancara mendalam dengan front office & public relations Hotel Sahid Montana Malang, kemudian dengan observasi lapang dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi “Making it Right” digunakan sebagai suatu upaya dalam handling customer complaint untuk membentuk citra positif Hotel Sahid Montana Malang. Dalam strategi tersebut ada beberapa proses yang dilakukan yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang di dalam penerapannya memperhatikan elemen komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan, dan efeknya untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam menangani komplain pelanggan, Hotel Sahid Montana mengaplikasikan konsep handling complaint yaitu hear them out, emphaty, apologize, dan taking action & follow up untuk membentuk citra positif hotel Sahid Montana sebagai hotel yang memberikan pelayanan terbai

    Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Diameter Polen Lebah Madu (Apis Cerana) Di Kabupaten Malang

    No full text
    Polen merupakan serbuk sari dari tanaman berbunga yang digunakan untuk penyerbukan tanaman. Bee pollen adalah polen yang dibawa oleh lebah yang menempel pada tungkai (Extremites posterior) ataupun yang terhisap bersamaan dengan nektar bunga, dan dimanfaatkan oleh lebah sebagai makanannya. Ukuran dan jenis polen yang dibawa oleh lebah sangat beragam, bergantung dari asal usul jenis tanaman. Tanaman yang berasal dari dataran tinggi kemungkinan akan menghasilkan diameter polen yang berbeda dengan dataran rendah. Pengukuran diameter polen pakan lebah madu dari jenis tanaman yang berbeda perlu dilakukan untuk mengetahui sumber pakan yang potensial untuk lebah dari berbagai ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian terhadap diameter polen dari berbagai jenis tanaman yang dibawa oleh lebah madu dan mengetahui polen yang dapat menunjang kehidupan lebah madu berdasarkan diameter polen untuk meningkatkan produksi. Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan peternak lebah madu dalam menyediakan tanaman sumber pakan berdasarkan diameter polen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan lapang dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) model linier. Variabel utama yang diukur adalah diameter polar dan diameter equatorial pada 3 ketinggian berbeda, antara lain ketinggian 0-100 mdpl (P1), ketinggian 400-499 mdpl (P2) dan ketinggian 800-899 mdpl (P3). Variabel tambahan yang diamati pada lokasi penelitian yang meliputi: titik koordinat GPS, suhu dan kelembaban udara. Analisis data yang digunakan adalah analisis ANOVA (Analysis of Variance) dengan uji lanjut Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap diameter polen lebah madu Apis cerana. Rataan diameter polen terbesar terletak pada P2 yaitu 42.159c ± 4.692 μm untuk lebar polen (Equatorial) dan 49,033c ± 4,983 μm untuk panjang polen (Polar). Rataan diameter polen terkecil teretak pada P1 dengan lebar polen (equatorial) sebesar 21.149a ± 1.453 μm dan panjang polen (polen) sebesar 27,046a ± 2,641 μm. Lebah Apis cerana tidak bergantung pada ukuran diameter tertentu secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan polen,. Berdasarkan hasil penelitian berarti polen yang dapat menunjang kehidupan lebah madu Apis cerana adalah polen dengan diameter equatorial polen antara 8,52 μm sampai 93,68 μm dan diameter polar polen 8,93 μm sampai 97,99 μm

    Gerakan Masyarakat Tambang Pasca Reformasi (Studi Tentang Konflik Pengelolaan Minyak Sumur Tua Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro)”

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gerakan yang dilakukan masyarakat tambang pasca reformasi dalam konflik pengelolaan minyak sumur tua Wonocolo. Konflik pengelolaan minyak sumur tua menjadi penting untuk dianalisa karena literasi mengenai subjek penelitian ini masih sangat minim serta permasalahan dilapangan masih terlihat belum terselesaikan dan perlu kajian mendalam terutama dalam gerakan masyarakat yang terjadi. Gerakan sosial dianggap sebagai kekuatan yang efektif dalam upaya mendorong terciptanya perubahan atas model pengelolaan minyak sumur tua. Peneliti menggunakan teori konflik dan gerakan sosial sebagai dasar analisis untuk mengatuhi sejauh mana tahapan-tahapan yang mendasari konflik, serta gerakan sosial untuk menganalisis proses perkembangan gerakan dalam mewujudkan tujuannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, sehingga fenomena sosial yang terjadi bisa dianalisa secara mendalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive, serta metode pengumpulan data meliputi data primer (wawancara, observasi) dan data sekunder (dokumentasi). Hasil dari penelelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan perlawanan masyarakat tambang minyak sumur tua atas konflik pengelolaan minyak sumur tua, meliputi struktur kesempatan politik yang menunjukkan adanya akses keterbukaan terhadap sistem politik, kemudian framing yang digunakan untuk membingkai isu sebagai modal pendorong untuk melakukan perlawanan, serta mobilisasi sumber daya menunjukkan peran aktor gerakan untuk menggerakkan sumber daya interrnalnya dan memanfaatkan jaringan eksternalnya

    Implementasi Kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) (Studi Pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari, Desa Kedukbembem, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan atas dasar isu mengenai kelestarian hutan serta buruknya indeks kesejahteraan masyarakat desa hutan di Indonesia, salah satunya berada pada Desa Kedukbembem, dimana pada tahun 1997 hampir disemua tempat terjadi pembalakan liar secara besar-besaran, yang mengakibatkan hampir seluruh hutan di Indonesia menjadi gundul, begitu pula dengan hutan yang ada di Desa Kedukbembem. Dari adanya permasalahan tersebut, Perum Perhutani, selaku Perusahan BUMN yang memiliki kewenangan dalam mengelolah hutan, membuat sebuah Kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), yang dituangkan dalam SK Direksi Perum Perhutani No. 136/KPTS/Dir/2001 tanggal 29 Maret 2001 tentang Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Dalam pelaksanaan PHBM pada Desa Kedukbembem, dikelolah oleh LMDH Wana Lestari sebagai mitra dari Perum Perhutani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, dengan sumber data berasal dari informan, peristiwa serta dokumen. Sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi PHBM pada LMDH Wana Lestari sudah berlangsung cukup lama sejak tahun 2005, dimana secara garis besar implementasi PHBM sudah cukup baik. Perum Perhutani rutin melakukan sosialisasi kepada LMDH berkaitan dengan kebijakan yang diterapkan, selain itu dari segi sumber daya sering dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan anggota LMDH. Tetapi masih ada sedikit kendala dalam anggaran operasional LMDH. Dilain sisi dalam menjaga hutan agar lestari, masyarakat juga rutin melakukan giat patroli bersama Perhutani, LMDH bersama masyarakat juga turut serta dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dilain sisi Perum Perhutani KPH Mojokerto juga rutin melakukan Monitoring Evaluasi (MONEV) untuk mengontrol kinerja dari LMDH. Dampak dari Implementasi cukup siknifikan, dimana tejadi peningkatan perekonomian warga, warga dapat menggunakan selahan hutan untuk bercocok tanam, menanam rumput gajah di hutan untuk pakan ternak, serta memanfaatkan sumber air dari hutan untuk budidaya ikan lele, dilain sisi kesehatan masyarakat juga neningkat karena adanya sumber air bersih. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan juga meningkat, dimana secara tidak langsung hal tersebut berdampak pada kelestarian hutan itu sendiri

    Manajemen Isu Government Public Relations oleh Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat Terhadap Penanganan Isu Jumlah Data Fiktif PNS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi manajemen isu yang dilakukan oleh Biro Humas BKN dalam menanggapi pemberitaan terkait jumlah data fiktif Pegawai Negeri Sipil (PNS).Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang berasal dari pemberitaan negatif di media terkait isu jumlah data fiktif PNS pada salah satu instansi pemerintahan Indonesia yaitu Badan Kepegawaian negara (BKN) pusat. Penyebab munsulnya isu tersebut karena masih banyaknya PNS fiktif dari hasil akhir pendalaman data e-PUPNS. Dampak dari munculnya isu tersebut adalah adanya anggapan dari publik bahwa BKN belum optimal dalam menjalankan program e-PUPNS sehingga mempengaruhi kredibilitas BKN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan menghasilkan deskripsi secara sistematis, faktual, akurat mengenai fakta atau kejadian yang menjadi topik penelitian. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan penulis dengan wawancara dan dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah staff Biro Humas BKN yang terlibat langsung dalam penanganan isu.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biro Humas BKN melakukan semua tahapan dalam strategi manajemen isu yaitu identifikasi, analisis, perencanaan, implementasi strategi dan evaluasi. Namun, Biro Humas BKN masih bersifat situasional dan langkah penanganan isu di instansi pemerintahan cenderung terbatas

    Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Kedungpari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

    No full text
    Pengelolaan keuangan daerah merupakan suatu program daerah di bidang keuangan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetepkan serta mengemban misi mewujudkan suatu strategi melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Melalui Alokasi Dana Desa, desa berpeluang untuk mengelola pembangunan pemerintah dan sosial kemasyarakatan desa secara otonom. Pelaksanaan Alokasi Dana di Desa Kedungpari ini dilaksanakan dengan pembangunan fisik dan non fisik yang berhubungan dengan indikator perkembangan desa. Tujuan dari pembangunan desa adalah mengurangi angka kesmiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat desa agar dapat hidup layak serta mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Fokus penelitian ini adalah mekanisme penyaluran dan pencairan alokasi dana desa, pengawasan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan alokasi dana desa di Desa Kedungpari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Situs dalam penelitian ini adalah Kantor Desa, serta tim pengelola alokasi dana desa di Desa Kedungpari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang melalui wawancara ke beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan alokasi dana desa di Desa Kedungpari ini terdapat tiga tahap penting yaitu mekanisme pencairan dilakukan oleh Kepala desa melalui camat dan disampaikan ke Bupati, kedua tahap pengawasan dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten, Kecamatan dan BPD secara struktural, dan yang ketiga adalah tahap pertanggungjawaban dilakukan oleh Tim Pengelola melalui laporan pertanggungjawaban yang di sahkan Kepala Desa kemudian disampaikan kepada Bupati sebagai salah satu syarat pencairan dana desa pada tahun anggaran selanjutnya. Ketiga tahap tersebut dijalankan oleh Pemerintah Desa berdasarkan Perundang-Undangan yang berlaku dan mekanisme teknis yang ditetapkan di dalam Peraturan Bupati Jombang No 22 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Alokasi Dana Desa. Faktor penghambat dalam pengelolaan dana desa di Desa Kedungpari adalah partisipasi masyarakat untuk pengawasan, belum optimalnya peran Inspektorat Kecamatan dan keterbukaan dalam pengelolaan yang dilakukan Tim pelaksanaan desa. Dalam rangka mewujudkan pengelolaan yang baik maka perlu diperhatikan sistem pertanggungjawaban terhadap masyarakat desa dan peningkatan kapasitas aparat desa dalam pengelolaan alokasi dana desa

    Percakapan Penggemar dalam Komunitas Virtual Fangirl Artis Jepang ( Studi Deskriptif Kualitatif terhadap Fanpage Grup Jhonny’s Family Malang)

    No full text
    Komunitas Johnny’s Family Malang merupakan komunitas virtual fangirl artis jepang yang berasal dari Malang.Komunitas ini awalnya terbentuk dari Grup Facebook dan berkembang menjadi komunitas dunia nyata. Analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mencari interaksi antar anggota yang ditampilkan dalam percakapan antar anggota dalam komunitas virtual fangirl Johnny’s Family Malang.Pada interaksi yang dilakukan, terdapat jenis interaksi yang terdiri dari komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.Pada komunikasi verbal yang berupa bahasa, serta komunikasi non verbal yang berupa symbol dan gambar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, peneliti berusaha untuk mengetahui secara mendalam tentang interaksi antar anggota yang ditunjukkan dalam percakapan penggemar dalam komunitas virtual JFM.Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tekhnik observasi non partisipan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penggunaan bahasa Indonesia, Jepang, Inggris, serta Jawa yang merupakan pengaruh dari negara asal Idola serta daerah asal fans yaitu di kota malang. Selain itu, penggunaan symbol serta gambar membuat anggota lebih mudah mengeskpresikan perasaan mereka meskipun tidak dapat bertatap muka dengan anggota yang lain. Melalui 10 aspek percakapan, dapat dianalisis bentuk percakapan yang terjadi dalam komunitas. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa fans membuat komunitas virtual sebagai sarana untuk pengekspresian diri. Mereka dapat secara mudah mendapatkan informasi serta berinteraksi dengan fans lain melalui Facebook Group. Interaksi-interaksi yang ditunjukkan dari percakapan memperlihatkan bahwa dengan adanya postingan serta kegiatan JFM dapat memperkuat sense of community

    Mengkaji Proses Berkembangnya Tenun Songket Yang Menjadikan Desa Sukerare Menjadi Desa Wisata Tenun (Studi Kasus Di Desa Sukerare Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah)

    No full text
    Tujuan Penelitian ini adalah 1) Menganalisis pendapatan petani kopi HS dan petani kopi oce, 2) Menganalisis nilai tambah kopi HS dan kopi oce, 3) Menganalisis pemasaran kopi HS dan kopi oce. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analsis yang digunakan analisis penerimaan dan pendapatan, analisis nilai tambah metode Hayami, dan analisis marjin pemasaran. Berdasarkan hasil diketahui bahwa 1) Rata-rata pendapatan petani kopi HS sebesar Rp. 17.157.388,41, sedangkan rata-rata pendapatan petani kopi oce sebesar Rp. 15.924.899,91. 2) Hasil nilai tambah untuk petani kopi HS sebesar Rp. 1.384,45/kg dan rasio nilai tambah sebesar 21,63%, sedangkan nilai tambah untuk petani kopi oce sebesar Rp. 1.068,87/kg dan rasio nilai tambah sebesar 17,10% dan 3) Hasil marjin pemasaran untuk kopi HS adalah Rp. 500/kg dan marjin pemarasaran untuk kopi oce adalah Rp. 1.250/kg. Sedangkan nilai farmer’s share untuk kopi HS sebesar 94,1% dan 94,68% untuk kopi oce
    bkg
    Repository Dashboard
    Do you manage bkg? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!

    We use cookies to improve our website.

    Learn more