bkg

    Upaya-upaya Pemerintah India Dalam Membina Hubungan Baik Dengan Diaspora India Di United Arab Emirates (UAE) Pada Periode Tahun 2003-2015

    No full text
    Pada perkembangannya, kini diaspora telah memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi maupun sosial dari negara asal mereka. Salah satunya adalah diaspora India yang menetap di United Arab Emirates (UAE). Jumlah total keseluruhan diaspora India adalah yang terbesar di dunia, dan UAE merupakan negara peringkat kedua sebagai negara tujuan diaspora India yang terbanyak. Bahkan 27,5% dari penduduk UAE merupakan orang-orang India. Selain itu pada tahun 2015, diaspora India di UAE adalah penyumbang remittance terbesar bagi India. Keberadaan diaspora India juga membawa sejumlah dampak positif di berbagai bidang lainnya, seperti: sumber daya manusia, sosial, dan budaya. Oleh karena itu pemerintah India merasa perlu untuk melakukan sejumlah upaya-upaya untuk membina hubungan baik dengan diaspora India yang ada di UAE untuk memaksimalkan kontribusi serta menjaga loyalitas mereka. Penelitian ini akan membahas mengenai upaya-upaya apa saja yang diimplementasikan oleh pemerintah India untuk membina hubungan baik dengan diaspora India yang ada di UAE. Penulis akan menggunakan konsep Diaspora Engagement Policies yang dikemukakan oleh Alan Gamlen (2006). Kedepannya penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan secara spesifik terkait apa saja upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah India dalam membina hubungan baik dengan diaspora India di UAE pada periode tahun 2003 sampai dengan 2015

    Pengaruh Struktur Kepemilikan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Sub Sektor Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014)

    No full text
    Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berpengaruh pada perusahaan property dan real estate akan memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Prospek yang baik akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya dalam hal ini saham pada beberapa perusahaan properti dan real estate di Indonesia yang akan berpengaruh pada nilai perusahaan yang akan meningkat pula. Nilai perusahaan sangat penting karena mencerminkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Struktur Kepemilikan dan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Pada Sub Sektor Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014. Jenis penelitian ini menggunakan explanatory research pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 19 perusahaan. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Divident Payout Ratio (DPR), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Nilai Perusahaan yang diukur oleh Rasio TobinsQ dan Price Earning Ratio (PER). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan Uji F Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan DPR berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Rasio TobinsQ dan PER). Hasil Uji t Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan DPR berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Rasio TobinsQ). Hasil Uji t Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (PER) sedangkan DPR tidah berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

    Pengaruh Penambahan Kultur Mikroba Azotobacter Pada Feses Kelinci Dan Jerami Padi Sebagai Media Terhadap Jumlah Dan Bobot Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus)

    No full text
    Azotobacter merupakan bakteri pengikat nitrogen yang hidup bebas, sehingga tidak membentuk hubungan simbiotik dengan tanaman. Feses kelinci dan jerami padi difermentasi dengan kultur bakteri Azotobacter yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein media cacing tanah (Lumbricus rubellus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Februari – 27 Maret 2017 dirumah Bapak Dwi Wahono di Jalan Istana No. 64 RT 04, RW 01 Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Uji proksimat kandungan nutrisi media cacing tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kultur bakteri Azotobacter pada feses kelinci dan jerami padi sebagai media terhadap jumlah dan bobot cacing tanah dan untuk menentukan dosis kultur bakteri Azotobacter terbaik sebagai media cacing tanah. Materi penelitian adalah menggunakan total 800 gram cacing tanah berumur 3 bulan yang berjumlah 1573 ekor, feses kelinci dan jerami padi yang difermentasi dengan kultur bakteri Azotobacter sebagai media. Metode penelitian adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan (P0 0 ml Azotobacter /100 kg feses kelinci dan jerami padi, P1 150 ml Azotobacter/100 kg feses kelinci dan jerami padi, P2 250 ml Azotobacter/100 kg feses kelinci dan jerami padi, P3 350 ml Azotobacter/100 kg feses kelinci dan jerami padi) dengan berat cacing tanah sebanyak 50 gram untuk masing-masing perlakuan dan masing-masing ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova yang dilanjutkan uji jarak berganda duncan (UJDB) apabila terjadi perbedaan untuk mengetahui dosis terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah dan bobot cacing tanah. Rataan jumlah cacing tanah masing-masing perlakuan adalah P0: 186,75±12,82 ekor dari jumlah awal 86 ekor, P1: 271,00±16,51 ekor dari jumlah awal 104,5 ekor, P2: 313,50±12,23 ekor dari jumlah awal 102,25 ekor, P3: 383,00±15,81 ekor dari jumlah awal 100,5 ekor. Rataan penambahan jumlah akhir cacing tanah tertinggi pada perlakuan (P3) yaitu 383,00±15,81 ekor dari jumlah awal 100,5 ekor. Hasil rataan bobot akhir cacing tanah masing-masing perlakuan dari bobot awal semua perlakuan 50 g menjadi P0: 67,5±2,38 g, P1: 75,25±2,99 g, P2: 88±4,40 g, P3: 103,5±6,24 g. Penambahan bobot tertinggi pada perlakuan (P3) yaitu 103,5±6,24 g. Rataan bobot akhir media cacing tanah pada P0 2,025 kg, P1 2 kg, P2 1,975 kg, P3 2.05 kg. Media akhir selama pemeliharaan dijadikan nutrisi cacing tanah untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kultur bakteri Azotobacter pada feses kelinci dan jerami padi sebagai media cacing dapat meningkatkan jumlah dan bobot cacing tanah. Perlakuan terbaik pada P3 adalah media cacing dengan menggunakan dosis 350 ml/100 kg feses kelinci dan jerami padi menghasilkan jumlah dan bobot cacing tanah tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bahwa feses kelinci dan jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai media cacing tanah yang difermentasi dengan mikroba Azotobacter

    Efek Pemberian Salep Ekstrak Ampas Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill) Terhadap Ketebalan Dermis Dan Ekspresi Tgf-ß Kulit Sebagai Penyembuh Luka Insisi Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

    No full text
    Luka insisi merupakan robekan linier pada kulit dan jaringan dibawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian salep ekstrak ampas apel manalagi (Malus sylvestris mill) terhadap ketebalan dermis dan ekspresi TGF-ß kulit. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus), strain Wistar, jantan, berumur 8-12 minggu berjumlah 20 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol positif yang diberi perlakuan perlukaan tanpa diterapi, kelompok 2 adalah kelompok kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan perlukaan, kelompok 3, 4, dan 5 merupakan kelompok terapi yang diberi perlakuan perlukaan dan diberi terapi salep sebanyak 2 kali sehari selama 10 hari, dengan masing-masing konsentrasi salep sebesar 25%, 35%, dan 45%. Pengamatan gambaran histopatologi jaringan kulit dermis dilakukan menggunakan mikroskop Olympus® CX21 perbesaran 4x. Pengamatan ekspresi TGF-ß kulit pada perbesaran 40x. Data kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan SPSS for Windows dengan analisis statistik ragam one way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Tukey, dengan α = 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi salep ekstrak ampas apel manalagi dengan konsentrasi 45% merupakan terapi yang paling efektif terhadap penyembuhan luka insisi tikus putih (Rattus norvegicus), dilihat dari penurunan ketebalan dermis dan penurunan ekspresi TGF-ß kulit yang mendekati keadaan kulit normal

    Karakteristik Karkas Berdasarkan Bobot Tubuh Kosong Dan Saleable Meat Yield Sapi Bali Jantan Pada Umur Pi2 Dan Pi4

    No full text
    Penelitian dilaksanakan selama 30 hari pada tanggal 24 Februari sampai 26 Maret 2017 di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Kota Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui karakteristik karkas berdasarkan saleable meat yield (SMY) dan bobot tubuh kosong sapi Bali jantan pada berbagai tingkat umur yang berbeda. Manfaat penelitian ini adalah sebagai sumber informasi dalam pemilihan karkas dan menduga jumlah produksi daging sapi Bali. Materi penelitian ini adalah sapi Bali jantan kisaran umur 1,5 sampai 2,5 tahun (PI2 dan PI4) berjumlah 115 ekor. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus. Data analisis yang digunakan uji t tidak berpasangan, variabel yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, bobot daging, bobot tulang, bobot lemak, saleable meat yield dan bobot tubuh kosong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi karkas berdasarkan bobot tubuh kosong, bobot tubuh kosong dan SMY sapi Bali jantan pada tingkat umur yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan rataan tiap kelompok umur yaitu bobot karkas PI2(182,62±17,25 kg); PI4(251,73±17,86 kg), bobot tubuh kosong PI2 (329,37±29,69 kg); PI4(413,73±31,71 kg), persentase karkas berdasarkan bobot tubuh kosong PI2(55,45±1,78%); PI4(58,35±1,73%), bobot daging PI2(129,36±12,96 kg); PI4(179,59±14,36 kg), bobot tulang PI2(32,01±3,05 kg); PI4(44,27±3,36 kg), bobot lemak PI2(7,36±0,72 kg); PI4(11,15±1,10 kg), persentase lemak PI2(4,04±0,24%); PI4(4,35±0,31%), meat bone ratio PI2(4,05±0,23); PI4(4,06±0,11) dan saleable meat yield PI2(76,91±0,85%); PI4(76,66±0,47%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sapi Bali jantan umur PI4 (24-36 bulan) mempunyai produksi karkas dan bobot tubuh kosong lebih tinggi dibanding umur PI2 (18-24 bulan) karena meningkatnya umur akan semakin meningkatkan produksi karkas dan bobot tubuh kosong, kecuali SMY lebih rendah dibanding umur PI2 (18-24 bulan) karena meningkatnya bobot lemak akan menurunkan SMY

    The Online Complaint Services In Perspective Of New Public Service (Study At Communication And Informatics Agency Of Malang Municipality)

    No full text
    The Online Complaint Service organized by the Communications and Informatics Agency of Malang Municipality was background about the lack of maximum implementation of public services and is one form of public services that belong to the electronic govenrment made by the government of Malang. Online complaints service has been carried out since the issuance of Mayor of Malang Regulation 19 of 2010 on the implementation of complaint services in Malang Municipality government environment. Online complaint services in perspective of new public service, service in this case on the application and indicator of the form of online complaint services that reduce the quality of public services and as the realization of new public services in Malang. This research is descriptive research with qualitative approach and limited by three focus of research that is (1) public service (2) result of online complaint service based on website in Malang Municipality; (3) supporting factors and inhibiting factors. Data obtained through observation, interviews, field documentation. While data analysis used is data analysis Miles, Hubernman and Saldana. The results of this research show that Online Complaint Service in Prespective of New Public Service in Malang Municipality has been running well. This is shown by the community can easily complain or give aspirations to the government of Malang Municipality related public service through the website www.sambat.malangkota.go.id. The online complaints-based service mechanism complies with the informative and interactive stages contained in E-Government theory. On the other hand, there are several obstacles, namely complaints from the public using online based website complaint services that there is no response from the government to solve the problem in a timely manner. Therefore, online complaints service based on website can run effectively need to be coordinated between communication and informatics office with every SKPD in Malang Municipality, need to increase the quantity and quality of human resources in every SKPD considering the many complaints from society which is not responded maximally

    Evaluasi Kelayakan Kolam Beton Dan Kolam Terpal Ditinjau Dari Segi Biofisik Dalam Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Di CV. Lele Higienis Surabaya Farm Center

    No full text
    Pembesaran merupakan kegiatan yang dilakukan dalam pembudidaya ikan dengan tujuan agar ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam suatu upaya pembesaran ikan, pengecekan kualitas air pada kolam menjadi hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kondisi ikan yang masih sangat rentan dan sensitif terhadap lingkungannya, khususnya air. Kualitas air merupakan syarat-syarat tertentu pada air yang digunakan sebagai landasan dasar bahwa air tersebut memang layak untuk digunakan dalam kegiatan budidaya serta dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan dari organisme yang hidup di dalamnya. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara langsung tentang perbedaan uji kelayakan kolam terpal dan kolam beton dalam usaha pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem budidaya boster yang dilaksanakan selama lima minggu terhitung mulai tanggal 06 maret 2017 – 13 April 2017 di CV. Lele Higienis Surabaya Farm Centre. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu teknik pengambilan data, meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lapangan, serta partisipasi aktif. Sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Pengukuran kualitas air dilakukan pada kolam pembesaran ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Parameter kualitas air yang diukur meliputi: Parameter Fisika (kecerahan, suhu), Parameter Kimia (pH, DO (Dissolved Oxygen), nitrat, orthofosfat, karbondioksida dan Amoniak) dan Parameter Biologi (Plankton, SGR. SR). Analisa akhir yang digunakan dalam hasil penelitian ini menggunakan uji WQI (Water Quality Index) untuk menguji perbedaan nilai kelayakan dari kualitas air antara kolam terpal dan kolam beton Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan akhir yaitu kolam beton termasuk dalam kategori lebih layak dalam pembesaran ikan Lele dumbo (Clarias gariepinus) berdasarkan hasil evaluasi menggunakan uji WQI (Water Quality Index) dibandingkan dengan kolam terpal yang sama – sama menggunakan sistem budidaya boster. Pengamatan kualitas air dalam usaha pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) perlu dilakukan upaya pengontrolan setiap hari karena manajemen kualitas air yang baik dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan lele tersebut. Penelitian ini bisa menjadi penelitian lanjutan untuk kedepannya, diharapkan peneliti selanjutnya bisa menganalisa bagian fokus sumber air yang dipakai dalam kegiatan pembesaran untuk diuji dan dibandingkan nilai – nilai kualitas airnya yang lebih lengkap dan lebih rinci. Serta dapat melakukan treatment terlebih dahulu terhadap media kolam terpal agar dapat mengantisipasi perubahan suhu air yang fluktuatif di dalam kolam, bahwa bahan terpal lebih cepat panas dan dingin jika terjadi perubahn suhu maka peneliti dapat menyarankan untuk dilakukan penambahan atap – atap atau sejenisnya agar dapat mengontrol kondisi suhu pada perairan kolam. Penulis juga memberikan saran agar melakukan treatment pada sumber air agar pada saat di masukkan ke kolam budidaya keadaan air sudah dalam kondisi baik

    Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan Publik Terhadap Investasi Research And Development Serta Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Dan Perusahaan Jasa Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016)

    No full text
    Pemisahan antara fungsi kepemilikan dan fungsi pengendalian sebagai bentuk efisiensi dalam perusahaan seringkali menimbulkan masalah-masalah agensi antara pemegang saham dan manajer perusahaan. Masalah yang timbul dari pemisahan tersebut adalah perbedaan orientasi terkait keputusan strategis perusahaan. Keputusan strategis yang dimaksud yakni investasi research and development yang dapat memunculkan konflik kepentingan. Konflik kepentingan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan mekanisme corporate governance. Mekanisme corporate governance yang paling penting adalah struktur kepemilikan saham karena menentukan sifat dari masalah agensi dalam perusahaan. Konsentrasi kepemilikan merupakan mekanisme tata kelola internal yang dapat mengawasi kinerja manajemen. Ditambah adanya proporsi kepemilikan publik akan semakin memudahkan dalam memberikan pengawasan dan intervensi pada manajer. Hal itu untuk menciptakan kemakmuran pemegang saham yang tergambar dari nilai perusahaan. Ukuran nilai perusahaan tercermin dari rasio Tobin’s Q. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Konsentrasi Kepemilikan Publik terhadap Investasi Research and Development serta dampaknya terhadap Nilai Perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016. Analisis data dilakukan dengan menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konsentrasi Kepemilikan Publik tidak berpengaruh terhadap Investasi Research and Development; 2) Konsentrasi Kepemilikan Publik berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q, sementara Investasi Research and Development tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan Indonesia memiliki struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi. Oleh karena itu, perusahaan Indonesia mungkin memiliki tipe yang berbeda dari masalah agensi yang dihadapi perusahaan. Namun demikian, konsentrasi kepemilikan publik menimbulkan adanya efek pemantauan yang efektif sehingga keputusan yang diambil oleh pihak manajemen untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham

    Implementasi Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2000 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Kota Malang (Studi Dinas Pasar Kota Malang)

    No full text
    Penelitian ini dijelaskan dengan tujuan untuk Mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Perna Nomor 1 tahun 2000 terhadap para PKL di kota Malang. Adanya pengaturan dan pembinaan PKL di kota Malang memunculkan berbagai dinamikan kepentingan antara para PKL, warga sekitar dan pemerintah kota Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknis analisis data model interakrif (Miles,hubarman dan moleong), serta berfokus pada Implementasi peraturan daerah nomor 1 tahun 2000 terhadapa PKL di kota Malang, serta faktor penghambat implementasi perda nomor 1 tqhun 2000 terhadap PKL dikota malang. Hasil penelitian menenjukkan, bahwa implementasi perda nomor 1 tahun 2000 terkait dengan pembinaan para PKL kota Malang, belum terimplementasikan secara maksimal, seperti minimnya petugas, belum terlaksanakan bimbingan untuk memperoleh dan meningkatkan permodalan. Kurangannya anggara pembinaan PKL untuk memperoleh dan meningkatkan permodalan. Hambatan yang ada pada pengimplementasian perda nomor tahun 2000, antara lain adanya implementator dan pihak target group mengindikasikan kuranganya unsur komunikasi. Disamping komunikasi yang tidak berjalan dengan baik sikap/disposisi dari para implementator yang cenderung permasalahan yang terjadi didalam pasar secara berlangsung tanpa adanya usaha untuk menyelesaikannya. Untuk sumberdaya masi belum memadai secara keseluruhan baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya keuangan. Tekanan-tekanan dari pihak berkepentingan dan untuk faktor lingkuangan, keberadaan PKL membuat lingkungan menjadi tidak bersih, semrawut dan membuat jalan menjadi macet

    Peran Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sampah Berdasarakan Pasal 42 Peraturan Daerah Kota Nomor 32 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah (Studi Di Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, Dan Pertamanan Kota Pasuruan Dan Tempat Pengolahan Sampah Di Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan)

    No full text
    Peran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat diperlukan, berbagai komponen masyarakat dari sektor terkecil hingga tingkat terbesar, dari peran masyarakat tingkat rukun tetangga hingga masyarakat khususnya kota pasuruan. Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Pasuruan bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan membentuk suatu peraturan daerah kota pasuruan nomor 32 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah. Berdasarkan undang-undang tersebut maka banyak sekali dijelaskan mengenai program pengelolaan sampah serta pentingnya peran masyarakat dalam keikutsertaanya mengelola sampah. Sesuai dengan pasal 42 peraturan daerah kota pasuruan nomor 32 tahun 2011 tentang pengelolaan sampah wujud peran masyarakat meliputi mаsyаrаkаt dihаrаpkаn menjаgа kebersihаn lingkungаn; аktif dаlаm kegiаtаn pengurаngаn, pengumpulаn, pemilаhаn, pengаngkutаn, dаn pengolаhаn sаmpаh; dаn pemberiаn sаrаn, usul, pengаduаn, pertimbаngаn, dаn pendаpаt dаlаm upаyа peningkаtаn pengelolааn sаmpаh di Kotа. Sesuai dengan pasal tersebut maka Pemerintah Kota Pasuruan yang di wakili oleh dinas lingkungan hidup dan pertamanan kota pasuruan membuat program-program dalam pengelolaan sampah dan memfasilitasi masyarakat dalam perannya menjaga kebersihan dari sampah dan yang ikut mengelola sampah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah kota dalam mengelola sampah namun pada kenyataanya masyarakat masih ada yang belum sadar akan bahaya sampah serta pemanfaatan sampah yang besar sekali, hal ini dibuktikan dengan berbagai dampak yang ditimbulkan akibat sampah di kota pasuruan seperti banjir yang masih terjadi di suatu daerah yang ada di kota pasuruan akibat penimbunan sampah liar serta perilaku masyarakat dengan membuang sampah ke sungai. Hal inilah yang menjadi dasar penelitian ini
    bkg
    Repository Dashboard
    Do you manage bkg? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!