Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tingkat Keberhasilan Usaha Penggilingan Gabah di Kabupaten Sidrap yang Dipengaruhi oleh Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan
Sidrap Regency is a rice production center in South Sulawesi. The abundant rice production impacts the increase in the rice milling industry and the community's economic growth. Government policy aims to protect farmers by maintaining high rice prices, but on the other hand, it must protect farmers by maintaining high rice prices. On the other hand, it must protect consumers by lowering rice prices. Entrepreneurial knowledge is an important variable in studying its influence on business success. This study aims to describe the entrepreneurial knowledge of rice milling managers in Sidrap Regency, describe the level of success of rice milling businesses, and analyze the effect of entrepreneurial knowledge on the success of rice milling businesses. The survey was conducted using the saturated sampling method on 32 rice milling business units. Quantitative descriptive and multiple regression analyses were used to test the research hypothesis. The results showed that entrepreneurial knowledge scored 1,065, meaning that rice milling business managers have knowledge of business, roles, responsibilities, personality, self-ability, management, and organization. In addition, the level of success of rice milling businesses scored 403, including the flourishing category. It showed increased sales volume, business profits, and labor utilization. The entrepreneurial knowledge variable also has a significant and positive influence on the success of the rice milling business.Kabupaten Sidrap merupakan sentra produksi beras di Sulawesi Selatan. Akibat produksi beras yang melimpah, berdampak pada meningkatnya industri penggilingan gabah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kebijakan pemerintah bertujuan melindungi petani dengan tetap mempertahanan harga gabah yang tinggi, namun di sisi lain harus melindungi petani dengan tetap mempertahankan harga gabah yang tinggi, namun di sisi lain harus melindungi konsumen dengan menurunkan harga beras. Pengetahuan kewirausahaan menjadi variabel yang penting untuk diteliti pengaruhnya terhadap keberhasilan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan kewirausahaan manajer penggilingan gabah di Kabupaten Sidrap, mendeskripsikan tingkat keberhasilan usaha usaha penggilingan gabah, dan menganalisis pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha penggilingan gabah. Survei dilakukan pada 32-unit usaha penggilingan gabah, menggunakan metode sampling jenuh. Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan memperoleh skor 1.065, artinya manajer usaha penggilingan gabah memiliki pengetahuan tentang usaha, peran, tanggung jawab, kepribadian, dan kemampuan diri, serta manajemen dan organisasi. Selain itu tingkat keberhasilan usaha penggilingan gabah memperoleh skor 403, termasuk kategori berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa volume penjualan, keuntungan usaha, dan penggunaan tenaga kerja meningkat. Variabel pengetahuan kewirausahaan juga berpengaruh signifikan dan positif terhadap keberhasilan usaha penggilingan gabah
Pengaruh Dedak Padi Terfermentasi Menggunakan Fermentor Berbeda dalam Pakan Ikan Nila
One way to increase tilapia aquaculture production is to produce feed. Materials are easy to obtain, do not compete with the community and are cheap wrongthe other is rice bran. This study aims to determine the effect of fermented rice bran flour using various types of fermenters on the growth performanceand feed utilization efficiency of tilapia. This research was conducted inSidenreng Rappang Regency. The test animals used were tilapia larvae measuring ± 1.05 g. The maintenance container is a tarpaulin pond with a size of 1 m x 1 m x 1 m filled with 85 L of fresh water. The study was designed using a completely randomized design consisting of four treatmentsand three replications, thus there were 12 experimental units. The treatment was determined based on the fermenter used for fermenting rice bran flour, namely Bacillus sp., Lactobacillus sp., Aspergillus nigers and Yeast.The test feed was given to tilapia larvae whichwere stocked with 20 fish per container for 60 days of rearing. The data on specific growth rate and feed efficiency of tilapia were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and water quality was analyzed descriptively based on the viability of tilapia.The results showed that tilapia fed fermented rice bran feed using Aspergillus nigers fermenter a significant effect on the specific growth rate and feed efficiency of tilapia. The optimal fermenter for hydrolyzing rice bran flour is using Aspergillus nigers.Salah satu cara untuk meningkatkan produksi budidaya ikan nila adalah menghasilkan pakan dan bahan bakunya mudah didapatkan, tidak bersaing dengan masyarakat dan murah, salah satunya yaitu dedak padi. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh tepung dedak padi terfermentasi menggunakan berbagai jenis fermentor terhadap kinerja pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan pada ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hewan uji yang digunakan adalah larva ikan nila berukuran ±1,05 g. Wadah pemeliharaan adalah kolam terpal dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m yang diisi air tawar sebanyak 85 L. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan, dengan demikian terdapat 12 satuan percobaan. Perlakuan ditentukan berdasarkan fermentor yang digunakan untuk fermentasi tepung dedak padi yaitu Bacillus sp., Lactobacillus sp.,Aspergillus nigers dan Ragi. Pakan uji diberikan pada larva ikan nila yang ditebar 20 ekor setiap wadah selama 60 hari pemeliharaan. Data laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pakan ikan nila yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan kualitas air dianalisis secara deskriptif berdasarkan kelayakan hidup ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang diberi pakan dengan kandungan dedak padi terfermentasi menggunakan fermentor Aspergillus nigers memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pakan ikan nila. Fermentor yang optimal untuk menghidrolisis tepung dedak padi yaitu menggunakan Aspergillus nigers
Analisis Produktivitas Budidaya Tambak Ikan Bandeng Berdasarkan Karakteristik Sosial Ekonomi Pembudidaya di Desa Cangkring, Indramayu
The study was conducted in Cangkring Village, Cantigi District, Indramayu Regency, with respondents who were milkfish farming farmers. The purpose of this study was to analyze the level of productivity of milkfish farming businesses and the relationship between farmers' socio-economic characteristics and productivity. Data was collected using the purposive sampling method and analyzed using quantitative descriptive analysis. The calculation of data analysis used was productivity analysis based on costs and land area and the Pearson product-moment correlation test using SPSS. The results of the productivity analysis per unit area of ??stocking density were 6,602.7 fish/ha/year; for production, the value was 3.31 tons/ha/year, while based on costs, it was Rp—11,407,556.4/ton/year. The results of the Pearson product-moment correlation test analysis of the experience variable had a fragile relationship with productivity, and there was no significant relationship. The analysis results of the variables age, education level, and land area each had a weak relationship with productivity, and only the land area variable had a significant relationship. The analysis results of the stocking density variable had a moderate relationship with productivity, and there was a significant relationship. The analysis results of the variables of business capital and income each have a solid relationship to productivity, and both variables have a significant relationship. The R/C ratio obtained a value of 2.01. It shows that milkfish farming in Cangkring Village has advantages, so it is feasible to run.Penelitian dilakukan di Desa Cangkring Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu dengan responden pembudidaya tambak pembesaran ikan bandeng. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat produktivitas usaha budidaya ikan bandeng dan analisis hubungan karakteristik sosial ekonomi pembudidaya terhadap produktivitas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling, dan dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Perhitungan analisis data yang digunakan adalah analisis produktivitas berdasarkan biaya dan luas lahan dan uji korelasi pearson product moment menggunakan SPSS. Hasil analisis produktivitas per satuan luas padat tebar adalah 6.602,7 ekor/ha/tahun, untuk produksi didapatkan nilai sebesar 3,31 ton/ha/tahun, sedangkan berdasarkan biaya adalah Rp.11.407.556,4/ton/tahun. Hasil analisis uji korelasi pearson product moment variabel pengalaman memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap produktivitas dan tidak terdapat hubungan signifikan. Hasil analisis variabel usia, tingkat pendidikan, dan luas lahan masing-masing memiliki hubungan yang lemah terhadap produktivitas dan hanya variabel luas lahan yang terdapat hubungan signifikan. Hasil analisis variabel padat tebar memiliki hubungan yang sedang terhadap produktivitas dan terdapat hubungan signifikan. Hasil analisis variabel modal usaha dan pendapatan masing-masing memiliki hubungan yang kuat dan sangat kuat terhadap produktivitas dan kedua variabel terhadap hubungan signifikan. R/C rasio diperoleh nilai sebesar 2,01. Hal ini menunjukkan pembesaran ikan bandeng di Desa Cangkring memiliki keuntungan sehingga layak dijalankan
Respon Imun Ikan Nila Salin (Oreochromis Niloticus) Terhadap Pakan yang Diperkaya dengan Probiotik Bacillus Subtilis
Tilapia is a widely favored type of fish because it has thick meat and a delicious taste. The use of probiotics in tilapia maintenance can increase immunity from disease attacks through the addition of probiotics can increase the nutritional content of feed protein and maintain the balance of digestive tract microbes. The study aims to provide feed enriched with Bacillus subtilis probiotics to see parameters in the form of immune responses through blood pictures in tilapia, survival rates, and daily growth rate values. Tilapia seeds (5-7cm) were maintained in maintenance tanks with 5 treatments and 3 repetitions in the form of treatment without additional B. subtilis, addition of B. subtilis 10³ CFU / mL, addition of B. subtilis 105 CFU / mL, addition of B. subtilis 107 CFU / mL, and treatment with the addition of B. subtilis 109 CFU / mL. The results obtained showed that the addition of B. subtilis probiotics to saline tilapia fish feed with a concentration of 107 CFU/mL could increase the number of erythrocytes and was able to increase the survival value, as well as the daily growth rate of saline tilapia fish (O. niloticus) significantly. However, they did not affect the number of fish leukocytes during maintenance.Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang banyak digemari karena memiliki daging yang tebal serta rasa yang enak. Penggunaan probiotik pada pemeliharaan ikan nila mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit, melalui penambahan probiotik dapat meningkatkan kandungan nutrisi protein pakan, serta menjaga keseimbangan mikroba saluran pencernaan. Tujuan penelitian dengan pemberian pakan yang diperkaya dengan probiotik Bacillus subtilis untuk melihat parameter berupa respon imun melalui gambaran darah pada ikan nila, tingkat kelangsungan hidup dan nilai laju pertumbuhan harian. Benih ikan nila (5-7cm) dipelihara pada bak pemeliharaan dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan berupa: perlakuan dengan tidak menggunakan tambahan B. subtilis, penambahan B. subtilis 10³ CFU/mL, penambahan B. subtilis 105 CFU/mL, penambahan B. subtilis 107 CFU/mL, dan perlakuan penambahan B. subtilis 109 CFU/mL. Hasil yang diperoleh menunjukkan penambahan probiotik B. subtilis pada pakan ikan nila salin dengan konsetrasi 107 CFU/mL dapat meningkatkan jumlah eritrosit, dan mampu meningkatkan nilai kelangsungan hidup, serta laju pertumbuhan harian ikan nila salin (O. niloticus) secara signifikan, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah leukosit ikan selama pemeliharaan
Analisis Erosi Tanah Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan di Sub DAS Krueng Meuh Aceh
Erosion is the main problem that causes land degradation. Erosion causes many problems, such as reduced soil fertility and shallowing of reservoirs, loss of soil nutrients, environmental ecological damage, and decreased agricultural productivity. The Krueng Peusangan watershed has experienced land degradation through flooding, causing erosion. The flooding problem that occurs every year in the Krueng Peusangan watershed, especially in the Krueng Meuh sub-watershed, as a result of the conversion of forest land, impacts the community and the environment. The research aims to map the distribution of erosion areas in the Kreung Meuh Sub-watershed. The research method uses RUSLE spatial analysis. RUSLE analysis uses data on rain erosivity, soil erosivity, slope length, slope, and land use and conservation measures. The research results show that the Krueng Meuh sub-watershed has experienced erosion in light, medium, and heavy categories. Erosion is currently dominating the Krueng Meuh sub-watershed area, which has an area of 4,762.34 ha. Heavy erosion occurred on slopes >15% with an area of 1,675.27 ha. Meanwhile, very light erosion occurs on slopes <8% (flat) with forest land use with an area of 4,224.01 ha and 1,585.48 ha.Erosi menjadi permasalahan utama yang menyebabkan degradasi tanah. Erosi menimbulkan banyak permasalahan seperti berkurangnya kesuburan tanah, pendangkalan waduk, hilangnya unsur hara tanah, kerusakan ekologi lingkungan, dan penurunan produksivitas pertanian. Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan telah mengalami degradasi tanah dalam bentuk banjir sehingga menimbulkan erosi. Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di DAS Krueng Peusangan, khususnya di Sub DAS Krueng Meuh akibat dari alih fungsi lahan hutan menimbulkan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Tujuan penelitian untuk memetakan sebaran daerah erosi di Sub DAS Kreung Meuh. Metode penelitian menggunakan Analisis spasial RUSLE. Analisis RUSLE menggunakan data erosivitas Hujan, erosdibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, penggunaan lahan dan tindakan konservasi. Hasil penelitian menununjukkan Sub DAS Krueng Meuh telah mengalami erosi kategori sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Erosi sedang mendominasi wilayah Sub DAS Krueng Meuh dengan luas 4.762,34 ha. Erosi berat dan sangat berat terjadi pada kemiringan lereng >15% dengan luas 1.675,27 ha. Sedangkan erosi sangat ringan terjadi pada kemiringan lereng <8% (datar) dengan penggunaan lahan hutan dengan luas 4.224,01 ha dan 1.585,48 ha
Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan yang Berkearifan Lokal di Lahan Basah
Wetlands are essential in economic and ecological systems, especially in tropical regions. Economically, this land has the potential to be used for agriculture, fishery plantations, and animal husbandry. Ecologically, wetlands are ecosystems that are rich in biodiversity and function as carbon sinks, natural water filters, and providers of natural resources for surrounding communities. The management approach must involve not only modern technology but also local wisdom to realize sustainable plantations in wetlands. Local practices in wetland management that support sustainable plantations include local knowledge in choosing adaptive commodities, fire prevention, agroforestry systems, togetherness in society, rituals, traditions and community beliefs, cooperation in communities, and customary law. The wisdom values contained in this practice include respect for the environment, collaboration within the community, preservation of heritage and culture, adaptability and resistance to change, spiritual values, and respect for ancestors.Lahan basah memiliki peran penting dalam sistem perekonomian dan ekologi khususnya di kawasan tropis. Secara ekonomi lahan ini berpotensi dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Secara ekologis lahan basah adalah ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati dan berfungsi sebagai penyerap karbon, penyaring air alami, serta penyedia sumber daya alam bagi masyarakat sekitar. Untuk mewujudkan perkebunan di lahan basah yang berkelanjutan, pendekatan pengelolaan yang dilakukan tidak hanya melibatkan teknologi modern tetapi juga harus memperhatikan kearifan lokal. Praktek-praktek lokal dalam pengelolaan lahan basah yang mendukung perkebunan berkelanjutan antara lain pengetahuan lokal dalam memilih komoditas yang adaptif, pengetahuan tentang pencegahan kebakaran, sistem agroforestri, sifat kebersamaan dalam masyarakat, ritual, tradisi dan kepercayaan masyarakat, kerjasama dalam komunitas dan hukum adat. Nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam praktek tersebut antara lain penghormatan terhadap lingkungan, kerjasama dalam komunitas, pelestarian warisan dan budaya, kemampuan beradaptasi dan ketahanan terhadap perubahan, nilai-nilai spriritual serta penghormatan terhadap leluhur
Peran Modal Sosial terhadap Keberlanjutan Pembudidayaan Rumput Laut Menghadapi Perubahan Iklim
Climate change is a natural phenomenon that poses a risk of vulnerability in the sustainability of seaweed cultivation because it can reduce production and income. Therefore, a sustainability strategy is needed, as well as the role of social capital, which is the most important element in carrying out cultivation because it is a means to build communication and cooperation in overcoming obstacles from climate change. Social capital is an element that supports internal and external factors. The study's objectives are: (1). The role of social capital in the sustainability of seaweed cultivation (2)—the existence of a sustainability strategy in dealing with climate change. Therefore, the study was conducted by taking the location of the seaweed center in South Sulawesi in Laikang Village, Manggarabombang District, Takalar Regency, by taking 20 informants from the seaweed farming community, extension workers, village government, and the Fisheries and Marine Service. It was done by conducting observation actions and in-depth interviews with the FGD (forum discussion group) mechanism and documentation. Data analysis was carried out descriptively and qualitatively using a Likert scale. The sustainability strategy was compiled with a SWOT analysis by including internal and external factors in the seaweed business involving the farming community and supporting institutions. The study results showed that social capital was built to improve communication and strengthen networks (bonding and bridging). It was based on the norm of getting out of the shocks that arise in seaweed cultivation due to climate change. The strategy that can be applied from the SWOT analysis, namely the existence of partnerships that must be built so that seaweed businesses can be sustainable in facing shocks from climate change by involving local governments, educational research institutions, the Department of Fisheries and Marine Affairs, seaweed farmers, with strengthening financial institutions and markets.Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menimbulkan resiko kerentanan dalam keberlanjutan pembudidayaan rumput laut karena dapat menurunkan produksi serta pendapatan. Oleh karena itu diperlukan strategi keberlanjutan serta peran modal sosial yang merupakan unsur terpenting dalam melakukan pembudidayaan karena merupakan sarana untuk membangun komunikasi dan kerjasama dalam mengatasi hambatan dari adanya perubahan iklim. Modal sosial merupakan unsur yang mendukung faktor internal dan eksternal. Adapun tujuan penelitian: (1). Peran modal sosial dalam keberlanjutan pembudidayaan rumput laut (2). Adanya strategi keberlanjutan dalam menghadapi perubahan iklim. Maka dilakukan penelitian dengan mengambil lokasi sentra rumput laut di Sulawesi Selatan pada Desa Laikang, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, dengan mengambil informan 20 orang dari komunitas pembudidaya rumput laut, penyuluh, pemerintah desa, Dinas Perikanan dan Kelautan. Ini dilakukan dengan melakukan tindakan observasi, wawancara secara mendalam dengan mekanisme FGD (forum discussion group) serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala likert. Adapun strategi keberlanjutan yang disusun dengan analisis SWOT dengan memasukkan faktor internal dan eksternal pada usaha rumput laut yang melibatkan komunitas pembudidaya dan Lembaga pendukung. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial dibangun untuk peningkatan komunikasi dan memperkuat jaringan (bonding dan bridging). Ini didasari pada norma agar dapat keluar dari goncangan yang timbul dalam pembudidayaan rumput laut akibat adanya perubahan iklim. Sedangkan strategi yang dapat diterapkan dari analisis SWOT, yaitu adanya kemitraan yang harus dibangun agar usaha rumput laut dapat berkelanjutan dalam menghadapi goncangan dari adanya perubahan iklim dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan-penelitian, Dinas perikanan dan kelautan, pembudidaya rumput laut, dengan penguatan pada lembaga keuangan serta pasar
Keterkaitan Produksi dan Konsumsi Telur Ayam Ras dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan Hewani di Sulawesi Selatan
The research aims to analyze the factors that influence production and consumption and the relationship between the production and consumption of purebred chicken eggs in meeting animal food needs in South Sulawesi. The methods used in this research are descriptive analysis method and quantitative analysis. The sample in this research was 120 breeders and household consumers. The data collected is primary and secondary. Primary data was obtained from respondents through observation, interviews, and distribution of questionnaires. Primary data processing uses the SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Square) method. Secondary data was obtained from the Central Statistics Agency, Livestock Service, and South Sulawesi Agricultural Extension Center. The research results show that the R-squared value of egg production is 0.792. This value shows that feed, DOC, labor, and capital have a positive and significant effect on egg production of 79.2%. Furthermore, the R-squared value of egg consumption is 0.812. This value shows that price, income, population, and taste positively and significantly affect egg production by 81.2%. Furthermore, the R-Square value of Fulfillment of Animal Needs is 0.530, which means that Egg Consumption and Egg Production can explain or influence positively and significantly the Fulfillment of Animal Needs by 53% with a production coefficient value of ?= 0.479 > Consumption coefficient ?= 0.478
Perubahan Mata Pencaharian Petani sebagai Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian : (Kajian Penelitian di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare)
The population of Parepare City, South Sulawesi, has increased yearly. It causes a high need for housing. Unsurprisingly, land that is strategic for agriculture is then used as housing. The economic level of society also influences the conversion of agricultural land. People who cannot meet their daily needs through sales of agricultural activities, which are generally low, try to find other forms of business that can improve their welfare. This research aims to determine the pattern of changes in farmers' livelihoods due to the conversion of agricultural land. This research uses a quantitative descriptive approach. The samples taken were 52 farmers who had sold their agricultural land. Then, the next stage of analysis uses the Wilcoxon test analysis. The research results show that 26.92% of farmers whose land has been converted still work in the agricultural sector, 65.39% in the non-agricultural sector, and 7.69% do not. The conversion of agricultural land to non-agricultural land was expected to improve farmers' economic conditions. However, these conditions are not what is happening in society. The research results show no real influence between the farmers' income before and after the land is converted
Perbedaan Lama Perendaman Sari Belimbing Wuluh terhadap pH, Kadar Air, dan Daya Ikat Air Daging Dada Itik Magelang
Duck is one type of waterfowl that has a higher nutritional content than chicken. The high nutritional value causes the duck meat to be easily damaged perishable food due to the high water content, the pH value is close to neutral and sufficient food is available for microbes. An alternative effort is needed for natural ingredients that are safe but can inhibit microbial growth in duck meat. One of the natural ingredients that can be used is star fruit (Averrhoa bilimbi L.) because it has a high acid content. This study aims to determine the difference in the duration of soaking Magelang duck meat with starfruit juice on the pH value, water holding capacity and water content. The research method was carried out using a completely randomized experimental design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, and using a 40% concentration of starfruit juice with a soaking time of 0, 20, 40, 60 minutes. The data obtained were analyzed by analysis of variance and if different results were obtained, it was continued with the Duncan Multiple Rang Test (DMRT) further test. The results showed that the immersion time for 20-60 minutes can lower the pH value (5,83-4,67) and water content (67,05-63,68%), but had no effect on water holding capacity (48,47-54,63%). It is concluded that the immersion time of 60 minutes with starfruit juice with a concentration of 40% in can be used as a method of preserving Magelang duck breast meat.
Itik merupakan salah satu jenis unggas air yang memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam. Kandungan gizi yang tinggi pada daging itik menyebabkan daging lebih mudah rusak (perishable food) karena tersedia cukup makanan untuk mikroba sehingga daging itik tidak dapat disimpan telalu lama. Upaya alternatif untuk menghambat aktivitas mikroba dalam daging itik yaitu penambahan bahan alami yang aman pada daging. Salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) karena memiliki kandungan asam yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama perendaman daging itik Magelang dengan sari belimbing wuluh terhadap nilai pH, daya ikat air dan kadar air. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, serta menggunakan konsentrasi sari belimbing wuluh 40% dengan lama perendaman 0, 20, 40, 60 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Rang Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman selama 20-60 menit menurunkan nilai pH (4,30-4,67) dan kadar air (63,83-64,07%) menurun dengan waktu 40-60 menit, namun tidak mempengaruhi daya ikat airnya (54,63-48,47%). Lama perendaman 40-60 menit dengan sari belimbing wuluh dengan konsentrasi 40% dapat digunakan sebagai alternatif metode pengawetan pada daging dada itik Magelang