Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare
Abstract
Climate change is a natural phenomenon that poses a risk of vulnerability in the sustainability of seaweed cultivation because it can reduce production and income. Therefore, a sustainability strategy is needed, as well as the role of social capital, which is the most important element in carrying out cultivation because it is a means to build communication and cooperation in overcoming obstacles from climate change. Social capital is an element that supports internal and external factors. The study's objectives are: (1). The role of social capital in the sustainability of seaweed cultivation (2)—the existence of a sustainability strategy in dealing with climate change. Therefore, the study was conducted by taking the location of the seaweed center in South Sulawesi in Laikang Village, Manggarabombang District, Takalar Regency, by taking 20 informants from the seaweed farming community, extension workers, village government, and the Fisheries and Marine Service. It was done by conducting observation actions and in-depth interviews with the FGD (forum discussion group) mechanism and documentation. Data analysis was carried out descriptively and qualitatively using a Likert scale. The sustainability strategy was compiled with a SWOT analysis by including internal and external factors in the seaweed business involving the farming community and supporting institutions. The study results showed that social capital was built to improve communication and strengthen networks (bonding and bridging). It was based on the norm of getting out of the shocks that arise in seaweed cultivation due to climate change. The strategy that can be applied from the SWOT analysis, namely the existence of partnerships that must be built so that seaweed businesses can be sustainable in facing shocks from climate change by involving local governments, educational research institutions, the Department of Fisheries and Marine Affairs, seaweed farmers, with strengthening financial institutions and markets.Perubahan iklim merupakan fenomena alam yang menimbulkan resiko kerentanan dalam keberlanjutan pembudidayaan rumput laut karena dapat menurunkan produksi serta pendapatan. Oleh karena itu diperlukan strategi keberlanjutan serta peran modal sosial yang merupakan unsur terpenting dalam melakukan pembudidayaan karena merupakan sarana untuk membangun komunikasi dan kerjasama dalam mengatasi hambatan dari adanya perubahan iklim. Modal sosial merupakan unsur yang mendukung faktor internal dan eksternal. Adapun tujuan penelitian: (1). Peran modal sosial dalam keberlanjutan pembudidayaan rumput laut (2). Adanya strategi keberlanjutan dalam menghadapi perubahan iklim. Maka dilakukan penelitian dengan mengambil lokasi sentra rumput laut di Sulawesi Selatan pada Desa Laikang, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, dengan mengambil informan 20 orang dari komunitas pembudidaya rumput laut, penyuluh, pemerintah desa, Dinas Perikanan dan Kelautan. Ini dilakukan dengan melakukan tindakan observasi, wawancara secara mendalam dengan mekanisme FGD (forum discussion group) serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala likert. Adapun strategi keberlanjutan yang disusun dengan analisis SWOT dengan memasukkan faktor internal dan eksternal pada usaha rumput laut yang melibatkan komunitas pembudidaya dan Lembaga pendukung. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial dibangun untuk peningkatan komunikasi dan memperkuat jaringan (bonding dan bridging). Ini didasari pada norma agar dapat keluar dari goncangan yang timbul dalam pembudidayaan rumput laut akibat adanya perubahan iklim. Sedangkan strategi yang dapat diterapkan dari analisis SWOT, yaitu adanya kemitraan yang harus dibangun agar usaha rumput laut dapat berkelanjutan dalam menghadapi goncangan dari adanya perubahan iklim dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan-penelitian, Dinas perikanan dan kelautan, pembudidaya rumput laut, dengan penguatan pada lembaga keuangan serta pasar
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.