Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare
Abstract
Wetlands are essential in economic and ecological systems, especially in tropical regions. Economically, this land has the potential to be used for agriculture, fishery plantations, and animal husbandry. Ecologically, wetlands are ecosystems that are rich in biodiversity and function as carbon sinks, natural water filters, and providers of natural resources for surrounding communities. The management approach must involve not only modern technology but also local wisdom to realize sustainable plantations in wetlands. Local practices in wetland management that support sustainable plantations include local knowledge in choosing adaptive commodities, fire prevention, agroforestry systems, togetherness in society, rituals, traditions and community beliefs, cooperation in communities, and customary law. The wisdom values contained in this practice include respect for the environment, collaboration within the community, preservation of heritage and culture, adaptability and resistance to change, spiritual values, and respect for ancestors.Lahan basah memiliki peran penting dalam sistem perekonomian dan ekologi khususnya di kawasan tropis. Secara ekonomi lahan ini berpotensi dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Secara ekologis lahan basah adalah ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati dan berfungsi sebagai penyerap karbon, penyaring air alami, serta penyedia sumber daya alam bagi masyarakat sekitar. Untuk mewujudkan perkebunan di lahan basah yang berkelanjutan, pendekatan pengelolaan yang dilakukan tidak hanya melibatkan teknologi modern tetapi juga harus memperhatikan kearifan lokal. Praktek-praktek lokal dalam pengelolaan lahan basah yang mendukung perkebunan berkelanjutan antara lain pengetahuan lokal dalam memilih komoditas yang adaptif, pengetahuan tentang pencegahan kebakaran, sistem agroforestri, sifat kebersamaan dalam masyarakat, ritual, tradisi dan kepercayaan masyarakat, kerjasama dalam komunitas dan hukum adat. Nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam praktek tersebut antara lain penghormatan terhadap lingkungan, kerjasama dalam komunitas, pelestarian warisan dan budaya, kemampuan beradaptasi dan ketahanan terhadap perubahan, nilai-nilai spriritual serta penghormatan terhadap leluhur
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.