Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemanfaatan Kapur Cangkang Keong Mas pada Air Rawa Media Pemeliharaan Ikan Lele dengan Model Budikdamber

    No full text
    One of the currently developing urban farming models is budikdamber, which is a mutually beneficial combination of aquaculture and hydroponic systems with a bucket as a medium for cultivation. This research aims to find out the best dosage of golden snail shells lime for increasing the swamp water pH for rearing catfish (Clarias sp.) and kale using the budikdamber model. This research applied a completely randomized design with six treatments and three replications. The dosages of golden snail shells lime used as treatment consist of 0.00 mg L-1 equivalent to CaO (P0), 10 mg L-1 equivalent to CaO (P1), 20 mg L-1 equivalent to CaO (P2), 30 mg L-1 equivalent to CaO (P3), 40 mg L-1 equivalent to CaO (P4) and 50 mg L-1 equivalent to CaO (P5). The results of this study indicate that the best dose of golden snail shell lime is 20 mg L-1 equivalent to CaO (P2), which can optimize the swamp water pH from 4.80 to 6.78, survival rate 84 %, absolute weight growth of 18.44 g, absolute length growth of 6.15 cm and feed efficiency 132.49 %, and the total weight of the kale plant 11.33 g.  Satu dari beberapa model urban farming yang berkembang yaitu budikdamber, merupakan kombinasi sistem akuakultur dengan media ember sebagai wadah budidaya dan hidroponik yang saling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kapur cangkang keong mas dalam upaya meningkatkan pH air rawa lebak terhadap pemeliharaan ikan lele (Clarias sp.) dengan model budikdamber budidaya ikan dengan tanaman kangkung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan perbedaan dosis kapur cangkang keong mas yaitu 0,00 mg L-1 setara CaO (P0), 10 mg L-1 setara CaO (P1), 20 mg L-1 setara CaO (P2), 30 mg L-1 setara CaO (P3), 40 mg L-1 setara CaO (P4) dan 50 mg L-1 setara CaO (P5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis terbaik pada pemberian kapur cangkang keong mas yaitu dosis 20 mg L-1 setara CaO (P2), yang mampu mengoptimalkan pH air rawa lebak 4,80 menjadi 6,78, kelangsungan hidup 84 %, pertumbuhan bobot mutlak 18,44 g, pertumbuhan panjang mutlak 6,15 cm dan efisiensi pakan 132,49 %, serta menghasilkan panen total tanaman kangkung sebanyak 11,33 g

    PENAMBAHAN MULTI ASAM AMINO PADA MEDIA PEMELIHARAAN LARVA RAJUNGAN Portunus pelagicus UNTUK LAJU PERCEPATAN METAMORFOSIS STADIA ZOEA HINGGA MEGALOPA

    No full text
    The addition of multi-amino acids to the culture media for Portunus pelagicus crab larvae accelerates the metamorphosis rate from the zoea to megalopa stages. The research aims to examine the effect of adding multiple amino acids to the rearing media and determine the best dosage on the rate of acceleration of metamorphosis (stage transfer) of P. pelagicus crab larvae from zoea to megalopa stages. Test samples are taken daily to see the development of larvae or larval stage index. The test animals used in this research were zoea-1 stage crab larvae stocked at 100 individuals/L density. The container used in this research was a black plastic basin with a water volume of 30 liters. Treatment doses of amino acids were 0, 150, 200, and 250 ppm with 3 repetitions each. The research results show that administering multi-amino acids in the rearing media can accelerate the transfer rate of crab larvae stages. The fastest rate of acceleration of metamorphosis from zoea to megalopa was produced at a treatment dose of 250 ppm for 10 days, and the longest was produced at a dose of 0 ppm for 13 days. Stage transfer between sub-zoea takes 2-3 days for metamorphosis, and zoea to megalopa takes 10-13 days.Penambahan multi asam amino pada media pemeliharaan larva rajungan Portunus pelagicus untuk laju percepatan metamorfosis stadia zoea hingga megalopa. Nurul Mutmainnah 0904089501; 2023; Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan multi asam amino terhadap laju percepatan metamorphosis (perpindahan stadia) larva rajungan P.pelagicus. Pengambilan sampel uji dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan larva atau larva stage indeks. Hewan uji yang digunakan pada penelitan ini ialah larva rajungan stadia zoea-1 yang ditebar dengan kepadatan 100 ekor/L. Wadah yang digunakan pada penelitian ini ialah baskom plastic berwarna hitam dengan volume air 30 liter dan penelitian ini menggunakan  perlakuan dosis asam amino dengan masing-masing 3 ulangan. Keempat dosis tersebut ialah 0, 150, 200 dan 250 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian multi asam amino dapat mempercepat laju perpindahan stadia larva rajungan. Laju percepatan metamorphosis tercepat dihasilkan pada dosis perlakuan  250 ppm selama 10 hari dan terlama dihasilkan pada dosis 0 ppm selama 13 hari

    Respon Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Terhadap Pupuk Organik Cair Berbahan Lindi pada Lahan Marginal

    No full text
    Coastal land is identical to marginal land, namely having a low soil fertility level. Liquid organic fertilizer (LOF) made from leachate can be used to increase the availability of nutrients in the soil. This study focuses on increasing the growth and yield of cayenne pepper plants on marginal land using various doses of liquid organik fertilizer made from leachate. This study was conducted from May to September 2023. The treatment was the provision of LOF consisting of 4, namely without LOF, 20%, 40%, and 60%. The results of the study showed that the liquid organic fertilizer treatment was able to increase nutrients in the soil. Treatment without liquid organic fertilizer and 60% liquid organik fertilizer significantly affected plant height. Meanwhile, the treatment without liquid organic fertilizer and 20% liquid organic fertilizer was significant for stem diameter, number of fruits, and fruit weight of cayenne pepper plants. The 20% liquid organik fertilizer treatment is recommended to increase the growth and yield of cayenne pepper plants.Lahan pesisir merupakan lahan yang identik sebagai lahan marginal yakni memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Pupuk organik cair (POC) berbahan dasar lindi dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah. Penelitian ini berfokus pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah lahan marginal dengan menggunakan berbagai takaran pupuk organik cair (POC) berbahan lindi. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga September 2023. Perlakuan adalah pemberian POC terdiri 4 yaitu tanpa POC, 20% POC, 40% POC, dan 60% POC. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik cair mampu meningkatkan nutrisi dalam tanah. Perlakuan tanpa pupuk organik cair dan 60% pupuk organik cair berpengaruh signifikan pada tinggi tanaman. Sedangkan perlakuan tanpa pupuk organik cair dan 20% pupuk organik cair signifikan untuk diameter batang, jumlah buah, dan berat buah tanaman cabai rawit. Perlakuan 20% pupuk organik cair merupakan perlakuan rekomendasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit

    Analisis Pemasaran Ikan Konsumsi Keramba Jaring Apung Waduk Jatiluhur Zona 1, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta

    No full text
    Purwakarta Regency has aquaculture production reaching 94.5 thousand tons only from KJA cultivation, making it the area with the highest aquaculture production in West Java. One that has high potential to produce abundant fish cultivation production is the Jatiluhur Reservoir. However, the abundant production of food fish cultivation in the Jatiluhur Reservoir will suffer losses if it is not accompanied by a fast and precise marketing process. This research was carried out in Jatiluhur Reservoir zone 1, Purwakarta District, Purwakarta Regency with research time from October 2023 to February 2024. The aim of this research is to analyze curiosity channel patterns, marketing costs, profits, margins, farmer's share, benefit cost ratio and marketing efficiency of consumption fish cultivated using the KJA cultivation system in Jatiluhur Reservoir zone 1. Sampling in this research used purposive sampling and snowball sampling methods, meanwhile data was analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods. The results of this research are that the marketing channels for consumption fish are divided into three with marketing channel III being the most efficient, marketing for carp is more efficient than tilapia and the marketing business for consumption fish can be said to be feasible because it has an average BCR value of >1.Kabupaten Purwakarta memiliki hasil produksi perikanan budidaya mencapai 94,5 ribu ton hanya dari hasil budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) sehingga menjadi daerah dengan produksi budidaya tertinggi di Jawa Barat. Salah satu yang berpotensi tinggi untuk menghasilkan produksi budidaya ikan konsumsi yang melimpah adalah Waduk Jatiluhur. Namun, hasil produksi budidaya ikan konsumsi yang melimpah di Waduk Jatiluhur akan mengalami kerugian apabila tidak disertai dengan proses pemasaran yang cepat dan tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Waduk Jatiluhur zona 1, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta dengan waktu riset dari bulan Oktober 2023 – Februari 2024. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pola saluran pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan, margin, farmer's share, benefit cost ratio dan efisiensi pemasaran dari ikan konsumsi yang dibudidayakan dengan sistem budidaya KJA di Waduk Jatiluhur zona 1. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling, sementara itu data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu saluran pemasaran ikan konsumsi terbagi menjadi tiga dengan saluran pemasaran III yang paling efisien, pemasaran ikan mas lebih efisien dibandingkan ikan nila serta usaha pemasaran ikan konsumsi dapat dikatakan layak untuk dijalankan karena memperoleh nilai rata-rata BCR >1

    Efektifitas MA-11 dalam Meningkatkan Kecernaan Daun Kelapa Sawit Sebagai Pakan Ternak Alternatif

    No full text
    This study was conducted to determine the digestibility of Crude Protein (KcPK) and the digestibility of Crude Fiber (KcSK) of fermented oil palm leaves MA-11 with different incubation time treatments, namely 0 days, 3 days, 6 days, and 9 days. The observation data were processed using analysis of variance (ANOVA) from a Completely Randomized Design (CRD) and a follow-up test of Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The study was arranged with four-way repetitions, namely T0: fermented oil palm leaves MA-11 for 0 days, T1: fermented oil palm leaves MA-11 for 3 days, T2: fermented oil palm leaves MA-11 for 6 days, and T3: fermented oil palm leaves MA-11 for 9 days. The results showed that the highest digestibility of crude protein in fermented oil palm leaves MA-11 was at T3, 58.11%, and the lowest at T0, namely 19.48%. The highest digestibility of crude fiber from MA-11 fermented oil palm leaves was found in T3 at 67.08% and the lowest at T0 at 57.54%. Fermented oil palm leaves using 6 ml of MA-11 and incubated for 0 days, 3 days, 6 days, and 9 days significantly increased crude protein and fiber levels on the longest day.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kecernaan Protein Kasar (KcPK) dan kecernaan Serat Kasar (KcSK) daun kelapa sawit yang terfermentasi MA-11 dengan lama perlakuan waktu inkubasi yang berbeda yaitu 0 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari. Data hasil pengamatan diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjutan Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Penelitian disusun dengan pengulangan empat arah yaitu T0 : daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 selama 0 hari, T1 : daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 selama 3 hari, T2 : daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 selama 6 hari, dan T3 : daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 selama 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan kecernaan protein kasar daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 paling tinggi terdapat pada T3 58,11% dan terendah pada T0 yaitu 19,48%. Kecernaan serat kasar daun kelapa sawit terfermentasi MA-11 paling tinggi terdapat pada perkaluan T3 67,08%, dan terrendah pada T0 yaitu 57,54%. Daun kelapa sawit yang difermentasi menggunakan  6 ml MA-11 dan diinkubasi selama 0 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari secara nyata meningkatkan kadar protein kasar dan serat kasar pada hari terlama

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI PAKAN TERNAK DI MAMMINASATA POULTRY SHOP (PS)

    No full text
    The purpose of this study is to ascertain the impact of feed quality, price, promotion and location factors on consumer decisions to buy animal feed at Mamminasata Poultry Shop (PSA quantitative descriptive method was used for the research which included 55 respondents as a sample. The date was collected using the questionnaire method and check information used was multiple linear regression analysis with the help of SPSS 16.0 for windows. The results of this study show that the value of product quality coefficient (X1) is 0.0017, price (X2) is 0.002, promotion (X3) is 0.283 and location (X4) is 0.886. So it can be concluded that partially the product feed factor (X1) and price (X2) have a significant effect (P<0.05) on consumer decisions while promotional factors (X3) and location (X4) do not have a significant effect (P>0.05) on consumer decisions to buy animal feed. While the results of simultaneous test (F) showed that the Fcalculate value qas 4.809 with a significant level of 0.05 and the Ftable value was 2.786. Therefore, it is concluded that product feed (X1), price (X2), promotion (X3) and location (X4) have important influence on consumers decisions to buy animal feedPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak faktor terhadap pilihan konsumen, kualitas produk, harga, promosi dan lokasi dalam membeli pakan ternak di Mamminasata Poultry Shop (PS).  Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian menggunakan 55 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan metode  kusioner dan pemeriksaan informasi yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 16.0 windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien kualitas pakan (X1) sebesar 0.017, harga (X2) sebesar 0.002, promosi (X3) sebesar 0.283 dan lokasi (X4) sebesar 0.886. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum faktor kualitas pakan (X1) dan Harga (X2) berpengaruh secara signifikan  (P<0.05) terhadap Keputusan konsumen sementara faktor promosi (X3) dan lokasi(X4) tidak berpengaruh secara signifikan (P>0.05) terhadap Keputusan konsumen membeli pakan ternak. Sedangkan hasil uji simultan (F) menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 4.809 dengan tingkat siginifikan 0.05 dan nilai Ftabel sebesar 2.786. Maka dari itu disimpulkan bahwa kualitas pakan (X1), harga (X2), Promosi (X3) dan lokasi (X4) berpengaruh penting bagi Keputusan konsumen membeli pakan ternak

    Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Media Tanam Kompos Limbah Organik Perkebunan

    No full text
    The underutilization of oil palm midrib and fruit fiber, which are abundant in oil palm plantations and the manufacturing field, encourages them to be converted into more valuable products. The goals of this experiment were to create planting media out of oil palm midrib and fiber, as well as to find the best compost formulation of oil palm midrib (MR) and fiber (FF) for seedlings in prenursery. The treatments were arranged in a non-factorial completed randomized design, with 15 treatments. The treatments are  : P0 (100% top soil), P1 (50% MR + 50% CW + Activator 1), P2 (50% MR + 50% CW + Activator II), P3 (50% MR + 50% CW + POME); P4 (100% MR + Activator II); P5 (100% MR + LCPKS), M1 (50% FF : 50% CW + Activator 1); M2 (50%  FF : 50% CW + Activator II); M3 (50%  FF : 50% CW + POME); M4 (100%  FF + Activator II); M5 (100%  FF + POME), PM1 (50% MR-FF + 50% CW + Activator I); PM2 (MR-FF + 50% CW + POME); PM4 (100% MR-FF + Activator II); PM5 (100% MR-FF + POME). The results showed that oil palm midrib and fiber composting media significantly affected morphological responses of oil palm seed growth (plant height, stem diameter and leaf area seedlings), and physiological responses of oil palm seed growth (biomass and stomata conductance). These results could be promoted as a new challenge to formulating the lignocellulose-based planting media.Pemanfaatan yang terbatas terhadap produk samping berupa pelepah dan serat buah kelapa sawit, yang tersedia melimpah di perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit, mendorong penggunaannya menjadi produk yang lebih bernilai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat media tanam dari pelepah dan serat kelapa sawit, serta untuk mendapatkan formulasi kompos pelepah kelapa sawit (MR) dan serat (FF) terbaik untuk pembibitan di prenursery. Perlakuan disusun dalam rancangan acak lengkap non faktorial, dengan 15 perlakuan. Perlakuannya adalah : P0 (100% top soil), P1 (50% MR + 50% CW + Activator 1), P2 (50% MR + 50% CW + Activator II), P3 (50% MR + 50% CW + POME); P4 (100% MR + Aktivator II); P5 (100% MR + LCPKS), M1 (50% FF : 50% CW + Aktivator 1); M2 (50% FF : 50% CW + Aktivator II); M3 (50% FF : 50% CW + POME); M4 (100% FF + Aktivator II); M5 (100% FF + POME), PM1 (50% MR-FF + 50% CW + Aktivator I); PM2 (MR-FF + 50% CW + POME); PM4 (100% MR-FF + Aktivator II); PM5 (100% MR-FF + POME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam kompos pelepah dan serat berpengaruh nyata terhadap respons morfologi pertumbuhan benih kelapa sawit (tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun bibit), dan respons fisiologis pertumbuhan benih kelapa sawit (biomassa dan jumlah stomata). Hasil ini merupakan tantangan baru untuk membuat formulasi media tanam berbasis limbah lignoselulosa

    Pengaruh Suhu dan Lama Penyangraian Terhadap Sifat Fisik Kopi Robusta Tempur

    No full text
    Coffee roasting is a step in shaping the aroma and flavor of coffee beans, which is done through heating at high temperatures. Only now, information on the optimal roasting method to create quality coffee is limited. In some conditions, there is a decrease in coffee quality due to the overroast process. This study was conducted to determine the effect of temperature and roasting time on changes in the physical properties of Robusta coffee. The research design used was a Factorial Completely Randomized Design (CRD) with the treatment of variations in temperature and roasting time consisting of three levels, namely roasting temperature consisting of 100 °C, 110 °C, and 120 °C. In contrast, the roasting time consisted of 75 minutes, 80 minutes, and 85 minutes. Each treatment was replicated three times so that 27 experimental units were obtained. Based on the results of research on temperature treatment and roasting time, 100 °C treatment for 85 minutes gave better results on the parameters of water content, solubility, color, taste, and overall. It was followed by 110 °C temperature treatment for 75 minutes

    Pengolahan Ikan Berbasis Bahan Lokal untuk Makanan Tambahan Pencegah Stunting

    No full text
    Diversity of complementary food intake for children aged 6-24 months is crucial to reducing new stunting rates. The combination of the three ingredients, flying fish, millet flour, and moringa leaves, is expected to be a PMT (Supplementary Food Provision) menu to fulfill nutrition for children aged 6-24 months and prevent stunting. The study aimed to analyze the level of preference and quality of the functional food formula for nuggets through organoleptic tests and nutrient content in nuggets. This study was conducted in July - August 2024. In this study, nugget formulations, organoleptic tests, and analysis of nutrient content in nuggets were carried out. The results of the organoleptic test of the level of preference for nuggets obtained an average value of 3.67 for color and aroma, 3.43 for taste, and 3.5 for texture. The results of the proximate test showed that nuggets contain complete nutrients. Nuggets contain 20.41% protein, 0.47% fat, 2.56% ash content, 25.59% carbohydrate, 50.71% water content, 29.045 mg/kg iron (Fe), 21.01 mg/kg zinc (Zn), and 120.21 mg/kg calcium (Ca). Overall, the assessment of the level of preference for nuggets made from flying fish, millet flour, and moringa leaves is above 3, which means that the nugget product is acceptable to the panelists. Nuggets contain complete nutrition, a reasonably high protein content, and essential minerals needed to reduce the risk of stunting.Keragaman asupan makanan pendamping ASI untuk anak usia 6-24 bulan adalah salah satu cara penting untuk mengurangi angka stunting baru. Kombinasi ketiga bahan yaitu ikan terbang, tepung jewawut, dan daun kelor diharapkan dapat menjadi menu PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sebagai upaya pemenuhan gizi untuk anak usia 6-24 bulan dan pencegahan stunting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kesukaan dan mutu formula pangan fungsional nugget melalui uji organoleptik dan kandungan nutrien pada nugget. Hasil uji organoleptik tingkat kesukaan nugget mendapatkan nilai rata-rata 3,67 untuk warna dan aroma, sebesar 3,43 untuk rasa, dan 3,5 untuk tekstur. Nugget mengandung protein 20,41%, lemak 0,47%, kadar abu 2,56%, karbohidrat 25,59%, kadar air 50,71%, zat besi (Fe) 29,045 mg/kg, zinc (Zn) 21,01 mg/kg, dan kalsium (Ca) 120,21 mg/kg. Secara keseluruhan, penilaian tingkat kesukaan terhadap nugget berbahan dasar ikan terbang, tepung jewawut, dan daun kelor diatas 3 yang berarti produk nugget dapat diterima oleh panelis. Kandungan gizi dalam nugget sesuai dengan standar mutu nugget ikan. Nugget mengandung zat gizi yang lengkap dengan kandungan protein yang cukup tinggi, selain itu mengandung mineral penting yang diperlukan untuk mengurangi resiko stunting. Kata kunci:   daun kelor; ikan terbang; stunting; tepung jewawut

    Keberlanjutan Usaha Peternakan Domba Kisar dan Strategi Pengembangannya di Pulau Kisar Provinsi Maluku

    No full text
    This study aims was to analyze the sustainability index and status of the Kisar sheep business and establish a strategy for the sustainability of Kisar sheep development. This study was implemented in Kisar Island, Maluku Province, using 95 Kisar Sheep farms and 15 expert respondents selected by purposive sampling. The data collection methods are literature study, Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews, and surveys. The research variables are 48 sustainable Kisar sheep development attributes from ecological, sociocultural, economic, technology-infrastructure, and legal-institutional dimensions. The data was analyzed using the Rap-DOMKI coordination technique through the Multi-dimensional Scaling (MDS) method to measure the sustainability indexes and status, Leverage analysis, and Monte Carlo analysis. The study results showed that the business was sustainable in ecological, sociocultural, economic, and technological infrastructure dimensions. However, it needed to be more sustainable in the institutional-legal dimension. It was found that 13 attributes sensitively influence business sustainability. Monte Carlo analysis showed that the difference in the sustainability index value of the five sustainability dimensions was very small or less than one (at a confidence level of 95%), which indicates a high precision level. The MDS Rap-DOMKI analysis showed that the stress value was 13-14% and the coefficient determination (R2) of 0.95. It indicates that the MDS Rap-DOMKI analysis model is adequate for estimating the sustainability of Kisar sheep development. It has a high confidence level and can be used as an evaluation tool for fast analysis of sheep development sustainability in one region.Tujuan Penelitian ini menganalisis indeks dan status keberlanjutan, mengetahui atribut yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usaha Domba Kisar ditinjau dari dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi, teknologi-infrastruktur, hukum-kelembagaan, dan menetapkan strategi keberlanjutan pengembangan Domba Kisar. Penelitian dilaksanakan di Pulau Kisar Provinasi Maluku, menggunakan 95 peternakan Domba Kisar dan 15 responden expert yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data: studi literatur, Focus Group Discussion, wawancara mendalam, survey. Variabel penelitian adalah 48 atribut pengembangan Domba Kisar berkelanjutan dari dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi, teknologi-infrastruktur dan hukum-kelembagaan. Analisis data menggunakan teknik ordinasi Rap-DOMKI melalui metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) untuk mengukur indeks dan status keberlanjutan, Analisis Leverage dan Monte Carlo. Hasil penelitian menujukkan status keberlanjutan dimensi ekologi, sosial budaya, ekonomi dan teknologi-infrastruktur berkelanjutan. Status dimensi kelembagaan-hukum kurang berkelanjutan. Ditemukan 13 atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan yang perlu diintervensi dengan strategi yang tepat sehingga dapat meningkatkan status indeks dan keberlanjutan. Analisis Monte Carlo menunjukkan nilai indeks keberlanjutan pada tingkat kepercayaan 95%, (selisih < 1), koefisien determinasi (R2) sebesar 95,00%. Model analisis MDS Rap-DOMKI cukup memadai untuk memperkirakan keberlanjutan pengembangan Domba Kisar, memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi, dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk penilaian cepat analisis keberlanjutan pengembangan domba di suatu wilayah

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇