13 research outputs found

    ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN/PENGGUNAAN LAHAN KABUPATEN BANGKA SELATAN TAHUN 2015-2020

    Get PDF
    Perubahan tutupan/penggunaan lahan merupakan akibat dari kegiatan manusia dan fenomena alam. Perubahan tutupan/penggunaan lahan adalah peralihan bentuk dan lokasi penggunaan lahan lama menjadi yang baru atau perubahan fungsi lahan pada waktu yang berbeda. Analisis perubahan/tutupan lahan ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan lahan yang terjadi di Kabupaten Bangka Selatan. Analisis perubahan/tutupan lahan ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode tumpang tindih atau Overlay. Kelas tutupan/penggunaan lahan tanah terbuka merupakan kelas tutupan/penggunaan lahan yang mengalami perubahan dan penurunan luasan tertinggi dari segi luasan sebesar 27.286,9 ha, sawah/persawahan merupakan dari segi persentase penambahan luas lahan dari tahun sebelumnya sebesar 216,92% dari tahun 2015, dan pertanian lahan kering campur semak merupakan kelas tutupan/penggunaan lahan yang mengalmi peningkatan luasan tertinggi dari tahun sebelumnya sebesar 15.572,2 ha. Perubahan tutupan/penggunaan lahan didominasi oleh faktor ekonomi, selain faktor sosial dan budaya, suksesi, dan kebijakan pemerintah

    Analisis Kecamatan Prioritas untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana di Kawasan Pasca Tambang Timah Kabupaten Bangka Selatan

    Get PDF
    Tin-mining has raised the local economy and income of South Bangka Selatan Regency, thus should have contributed to the development of infrastructure around tin-mine areas in the province. Positive impacts of tin-mining to infrastructure have not always been received by area around the tin-mine. The aim of this research is to determine priority districts for infrastructure development at post tin-mine areas in South Bangka Regency. The methods of the research were on-screen digitation, Scalogram and TOPSIS. The results of research shows that the land area of post tin-mine in South Bangka Regency covers 11,224.8 hectares, with Toboali District as the widest (5,053.3 hectares). Districts with the the most number of villages in hierarchy 1 was Toboali District (4 villages), while in hierarchy 3 was Air Gegas District (6 villages). Tin-mining has not always given positive effects to the development of regional infrastructure around tin-mine areas. Villages at Air Gegas Village and Toboali District are the priorities of infrastructure development, thus infrastructure development around tin-mining areas will be done equitable and gradually to resolve limited fund for future

    Pelatihan Virtual Lab Khusus Pembelajaran Bidang Teknik Untuk Guru SMK Negeri 1 Simpang Katis Guna Mendukung Program Pemerintah Menekan Penularan Covid – 19

    Get PDF
    Community service activities carried out was non-research-based community services. The service activity was motivated by Covid-19 pandemic in Indonesia and whole the world. During the Covid-19 pandemic, Minister of Education and Culture Nadiem Anwar Makarim published an online learning policy and forbiden face-to-face meetings and applies to all levels of education. To support limited face-to-face learning and online learning, the Service Team of the Department of Electrical Engineering, University of Bangka Belitung planned to a Virtual Lab Training Special for Engineering Learning for Teachers of SMK Negeri 1 Simpangkatis to Support the Government's Program to Suppress the Transmission of Covid-19. This service has several stages which must be followed starting from collaborating with partners and willingness to become partners, making proposals for community service activities so that they can be funded, conducting training activities and guiding partners in developing Virtual Lab-based technical learning, evaluating and making final reports and targeting one of them to be able to publish in National Journal of Community Service. In the future, with the implementation of this activity, it is hoped that it can become a pilot for the implementation of virtual labs for other SMKs in Central Bangka Regency in particular and the Province of the Bangka Belitung Islands in general.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan merupakan pegabdian masyarakat berbasis non riset. Kegiatan pengabdian dilatarbelakangi oleh pandemi Covid – 19 yang sedang berlangsung di Indonesia dan seluruh dunia. Pada masa pandemi Covid -19 ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring dan melarang pertemuan tatap muka dan berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Untuk mendukung pembelajaran baik tatap muka terbatas dan pembelajaran daring, maka tim pengabdian Jurusan Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung berencana mengadakan Pelatihan Virtual Lab Khusus Pembelajaran Bidang Teknik untuk Guru  SMK Negeri 1 Simpangkatis Guna Mendukung Program Pemerintah Menekan Penularan Covid – 19. Pengabdian ini memiliki beberapa tahapan yang harus diikuti dimulai dari melakukan kerjasama dengan mitra dan kesediaan menjadi mitra, membuat proposal kegiatan pengabdian agar dapat didanai, melakukan kegiatan pelatihan dan membimbing mitra dalam mengembangkan pembelajaran teknik berbasis Virtual Lab, melakukan evaluasi dan pembuatan laporan akhir serta menargetkan salah satunya dapat melakukan publikasi di jurnal nasional pengabdian masyarakat. Kedepannya, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan agar bisa menjadi percontohan pelaksanaan virtual lab bagi SMK – SMK lainnya yang ada di Kabupaten Bangka Tengah khususnya dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Umumnya. &nbsp

    Efisiensi Perikanan Tangkap Skala Kecil di Wilayah Konflik Kabupaten Bangka

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas dan efisiensi perikanan tangkap skala kecil di wilayah konflik pesisir timur Kabupaten Bangka. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2021 dengan lokasi penelitian adalah sentra nelayan kecil yang meliputi Desa Deniang (Kecamatan Riau Silip) serta Desa Rebo dan Desa Matras (Kecamatan Sungailiat). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 67 nelayan yang terdiri atas nelayan bagan tancap sebanyak 21 orang, nelayan pancing ulur sebanyak 29 orang, dan nelayan jaring insang hanyut sebanyak 17 orang. Pada musim puncak (April—Oktober), produktivitas rata-rata nelayan bagan tancap mencapai 857,1 kg/trip, nelayan pancing ulur rata-rata 41,1 kg/trip, dan nelayan JIH rata-rata 24,8 kg/trip. Sementara itu, pada musim paceklik (November—Maret), rata-rata produktivitas nelayan turun sebesar 92%. Efisiensi rata-rata nelayan kecil di pesisir timur Kabupaten Bangka cukup baik dengan rata-rata nilai rasio R/C > 1, yaitu nelayan bagan tancap 1,15; nelayan pancing ulur 1,36; dan nelayan JIH dengan nilai 1,35. Nilai efisiensi alat tangkap di wilayah konflik tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nilai efisiensi alat tangkap yang sama di wilayah bukan konflik, seperti Desa Tanjung Pura di Kabupaten Bangka Tengah dan Pulau Celagen di Kabupaten Bangka Selatan. Produktivitas nelayan skala kecil di pesisir timur Kabupaten Bangka dapat lebih ditingkatkan melalui inovasi alat bantu rumpon portabel, pengembangan aplikasi untuk mencari titik lokasi ikan, pemanfaatan koperasi perikanan, pengelolaan pesisir berbasis RZWP3K, revitalisasi perairan laut yang terkena dampak aktivitas penambangan, perluasan kawasan konservasi, serta dukungan dan pelindungan nelayan kecil dalam rangka mendukung capaian target indikator SDG 14.Title: Small-Scale Fisheries Efficiency in Conflict Areas in Bangka RegencyThis study aims to analyze the productivity and efficiency of small-scale fisheries in the conflict areas of the eastern coast of Bangka Regency. The research was conducted in a small fishing center, including Deniang Village (Riau Silip Subdistrict), Rebo Village, and Matras Village (Sungailiat Subdistrict) in 2021. The research employs descriptive-quantitative. The respondents were 67 fishers consisting of 21 stationary lift net fishers, 29 hand-line fishers, and 17 drift gill net fishers. During the in-season (April - October), the average productivity of stationary lift net fishers hand-line fisher and drift gill net fishers was 857.1 kg/trip, 41.1 kg/trip, 24.8 kg/trip, respectively. Meanwhile, during the out-of-season (November - March), the average productivity of fishers decreased by 92%. The average efficiency values of the small-scale fishers on the eastern coast of Bangka Regency were moderate, with an average value of R/C ratio > 1, where RC ratio for the stationary lift net, hand-line and drift gill net was 1.15, 1.36 and 1.35, respectively. The efficiency value of fishing gear in the conflict area was lower than that of the same fishing gear in non-conflict areas, such as in Tanjung Pura Village of Central Bangka Regency and Celagen Island of Southeast Bangka. The productivity of small-scale fishers can be further improved through the innovation of portable fishing aggregating device (FAD), the development of applications to find fish location points, utilization of fishery cooperatives, coastal management based on RZWP3K, and revitalization of marine waters affected by mining activities, expansion of conservation areas, as well as support and protection of small-scale fishers in order to support the achievement of SDG 14 indicator targets

    ARAHAN REHABILITASI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN BANGKA SELATAN

    Get PDF
    Tin Mining raised economic people in South Bangka regency, however mining produced marginal land and was be must be fixed. The research aimed to arrange a direction of rehabilitation post-mine-tin land of environmental, economic, and social aspects for regional development in Bangka Selatan regency. Methods using were on-screen digitation, forestry ministerial rule 60th the year 2009, NPV, BCR, IRR, interview, AHP, TOPSIS, and GDP. Post-mine-tin land in the cultivation area was 11,224.8 hectares. Based on the assessment of forestry ministry rule 60th year 2009 score of oil palm was 72, and the rubber was 71.96. NPV, BCR, and IRR score of oil palm were Rp. 425,629,907.13, 2.83 and 44%, while rubber were Rp. 23,440,706.38, 1.19, and 11%. Rubber was selected by 12 stakeholders, while oil palm was two stakeholders. Based on TOPSIS, the rehabilitation plant was oil palm. District of Tukak Sadai (0.56), Toboali (0.52), and Air Gegas (0.51) were a category of very priority. District of Payung (0.44) and Simpang Rimba (0.40) were a priority. The District of Pulau Besar (0.32) was a moderate priority. District of Lepar Pongok (0.13) was a low priority, and a district of pongok islands (0.0) was a very low priority for rehabilitation. The estimated GDP per year of oil palm was Rp. 501,824,095,033.34

    The Analysis of Unsignalized Intersection Road Performance at Manukan Wetan Surabaya City

    Get PDF
    Surabaya is the capital of the province of East Java and is the second largest city in Indonesia after Jakarta. As a city that will continue to develop, the mobility of the people is getting higher, as well as the progress of the current means of transportation which is increasing, causing traffic problems, one of which occurs at intersections. One of the intersections that will be reviewed is the Raya Manukan intersection. This study uses the MKJI 1997 guideline, with primary data collection by means of traffic conditions survey and secondary collection, namely data on the number of vehicle growth from the Department of Population and Civil Registry of Surabaya City. This study aims to determine the performance of the unsigned intersection at the Raya Manukan intersection. With this research data, as well as from the results of traffic analysis at the Raya Manukan intersection with the boundary from the Amd Street Intersection to the Buntaran Street Intersection. From the calculation results, it is obtained that the intersection capacity is 3750.9 pcu / hour, with a degree of saturation value of 0.8254. From the results of the analysis, the calculations that have been carried out have not been able to reach the desired degree of saturation value, which is as suggested by MKJI 1997.Therefore then an alternative is made with road widening engineering and produces a saturation degree value of 0.7493, so that the road widening on Raya Manukan Kulon is the best alternative in solving the capacity problem of Intersection Manukan

    Optimasi Sistem Monitoring Penghitung Produk Gula dengan Menggunakan SCADA Berbasis Distributed Control System (DCS)

    Get PDF
    Distributed Control System (DCS) adalah sistem yang dapat mendistribusikan fungsi yang berbeda dan dapat digunakan untuk mengontrol suatu variabel proses dengan berbagai fungsi kontrol, seperti pemantauan dan optimasi dengan skala yang besar. Pada sebuah industri, penghitungan dan pencatatan produk barang yang keluar dari pengepakan  akan disimpan ke dalam gudang merupakan proses yang sangat menyita banyak waktu serta tenaga, hal itu tentunya mempengaruhi tingkat efisiensi pada proses produksi. Pada salah satu industri gula yang dijadikan sebagai tempat penelitian, proses penghitungan dan pencatatan produk gula yang sudah di packing dan nantinya akan di simpan di dalam gudang saat ini masih dilakukan oleh tenaga manusia secara manual dalam pencatatannya. Dalam situasi tersebut, proses produksi akan terhambat, dan permintaan untuk proses produksi yang lebih cepat tidak akan terpenuhi. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan membahas tentang permasalahan tersebut dengan judul “Optimasi Sistem Monitoring Penghitung Produk Gula Dengan Menggunakan SCADA Berbasis Distributed Control System (DCS)”. Penelitian ini bertujuan agar dapat menigkatkan produktivitas dalam hal pencatatan dan pendataan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan dukungan software ABB Compact Control Builder sebagai media untuk melakukan proses simulasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil simulasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan, serta sistem monitoring penghitungan produk gula bekerja dengan baik, mendapatkan data produksi gula paling banyak yaitu pada saat masa giling Raw Sugar, tanggal 23 Februari 2022, Shift 3, yang berjumlah 6.109. Sedangkan data produksi gula paling rendah didapatkan pada tanggal 11 Oktober 2021, Shift 2, yang berjumlah 3.897. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah pekerjaan operator dalam melakukan pencatatan dan pendataan. Kata Kunci: ABB Compact Control Builder, DCS, Monitoring, SCAD

    Understanding history, historical thinking, and historical consciousness, in learning history: An ex post-facto correlation

    Get PDF
    This study aims to analyze the relationship between historical understanding, historical thinking, towards historical consciousness in learning history. This type of research is ex post-facto with a correlational design. The population is class X high school students in Yogyakarta, with a sample of 177. The side technique uses cluster random sampling. Data collection uses instruments in the form of historical understanding tests, historical thinking tests, and historical consciousness questionnaires. Data analysis was carried out through partial correlation and multiple correlations with a significance level of 0.05, and the prerequisite test analysis used normality, linearity, and multicollinearity tests. The results show that the relationship between historical understanding, historical thinking, and historical consciousness in history learning has a strong and significant correlation. These three components should not be separated from the history learning process so that history learning is more meaningful for its historical values

    PENERBITAN NOMOR IZIN BERUSAHA (NIB) PELAKU UMKM DI DESA AEK SONGSONGAN

    Get PDF
    Kuliah Kerja Nyata Tematik sudah terlaksana bertempat di Desa Aek songsongan, Kecamatan aeksongsongan, Kabupaten Asahan Sumatera Utara terhitung sejak tanggal 13 Mei 2022  hingga 12 juni 2022. KKNT mula-mulanya dilakukan perencanaan dan pencanganan berbagai program yang akan dilaksanakan melalui tahapan pengamatan berbagai objek sekitar atau disebut sebagai observasi.  Setelah itu, menentukan program yang akan dipilih dalam kegiatan melalui proses dinamika kelompok KKNT untuk bermusyawarah, melakukan diskusi dengan perangkat desa maupun pihak yang mempunyai keterkaitan sdalam program yang akan diselenggarakan. Pelaksanaan kegiatan melalui berbagai tahapan yang dilakukan dengan optimal melalui perencanaan, pelaksanaan, dan terdapat evaluasi agar memunculkan perbaikan. Dampak dari kegiatan KKNT ini menghasilkan berbagai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar yakni memberikan peningkatkan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan untuk memunculkan kreativitas dan inovatif tinggi dalam memaksimalkan peluang yang ada untuk bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa. Dalam bidang ekonomi, pengembangan konsep pengemasan dan pelabelan serta pemasaran online sampai penerbitan NIB untuk produk UMKM berjalan dengan baik. Kata Kunci: Pengemasan, Pelabelan, Pemasaran Onlin
    corecore