2,075 research outputs found

    Multi-Tier Annotations in the Verbmobil Corpus

    Get PDF
    In very large and diverse scientific projects where as different groups as linguists and engineers with different intentions work on the same signal data or its orthographic transcript and annotate new valuable information, it will not be easy to build a homogeneous corpus. We will describe how this can be achieved, considering the fact that some of these annotations have not been updated properly, or are based on erroneous or deliberately changed versions of the basis transcription. We used an algorithm similar to dynamic programming to detect differences between the transcription on which the annotation depends and the reference transcription for the whole corpus. These differences are automatically mapped on a set of repair operations for the transcriptions such as splitting compound words and merging neighbouring words. On the basis of these operations the correction process in the annotation is carried out. It always depends on the type of the annotation as well as on the position and the nature of the difference, whether a correction can be carried out automatically or has to be fixed manually. Finally we present a investigation in which we exploit the multi-tier annotations of the Verbmobil corpus to find out how breathing is correlated with prosodic-syntactic boundaries and dialog acts. 1

    Interpretasi Musik Barok Pada Lagu The Trumpet Shall Shound Karya Handel

    Get PDF
    The reason behind the research of Baroque era music interpretation analysis in The Trumpet Shall Sound by Handel is there are many trumpet players and music students who do not have deep understanding in interpreting the baroque era music correctly. The purpose of this research is to find out the music form and music structure from The Trumpet Shall Sound Song by Handel, also to find out the interpretation of trumpet music instrument in The Trumpet Shall Sound Song by Handel. The method used in this research is qualitative method research since there are no use of numbers as its data source. The research object is focused on the interpretation of the song itself by applying some theories i.e., music form, music structure, the rules of music interpretation of baroque era and the music expression of Baroque era. The data collection was done by observation, interview, and documentation. The analysis is from the interpretation which is analyzed through music interpretation rules of Baroque era which is expected to have an outcome by playing The Trumpet Shall Sound song by Handel with correct music interpretation of Baroque era

    Gaya Belajar Siswa Tunanetra Kelas X dalam Pembelajaran Piano di Smalb Pajajaran Bandung

    Full text link
    Pembelajaran piano membutuhkan indra penglihatan, peraba serta pendengaran. Hal ini sulit dilakukan oleh siswa yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya belajar siswa tunanetra dan tunanetra ganda dalam pembelajaran piano kelas X di SMALB Negeri Pajajaran Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif. Dari data yang ada, ditemukan bahwa gaya belajar siswa dipengaruhi oleh latar belakang pribadi dan proses belajar siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Latar belakang pribadi siswa lebih mempengaruhi gaya belajar diantaranya, minat, motivasi dan fasilitas. Diantara latar belakang pribadi siswa, minat paling mempengaruhi hasil belajar siswa

    The One Smart Piano Classroom: Integrasi Teknologi dalam Sekuen Belajar Piano

    Get PDF
    Sebagai salah satu cara alternatif yang berperan membentuk keterampilan bermain piano, konsep kelas pintar The One Smart Piano Classroom dinilai mempunyai keuntungan kompetitif yang mempunyai fungsi triggering, accelerating, dan sharpening. Triggering karena penggunaan teknologi membuat lompatan masuk ke dunia musik dari titik manapun seseorang belajar. Accelerating mempercepat pengembangan musikalitas murid, dan sharpening karena mampu mempertajam pedagogi musik konvensional sehingga lebih berorientasi dengan dunia nyata. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi integrasi The One dalam sekuen belajar piano dan kemudian berimplikasi pada skill pianistik yang terbentuk. Ditandai dengan adanya substitusi skor piano cetak dengan skor piano digital, teknologi diintegrasikan dalam setiap tahap dalam sekuen. Dengan kata lain, seluruh sekuen tidak lepas dari keberadaan jaringan berkabel dan nirkabel dalam teknologi The One. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, analisis dilakukan dengan mengoperasionalkan kerangka pemikiran Ruben Puentedura tentang teori integrasi teknologi pendidikan SAMR. Hasil menunjukkan adanya integrasi The One berimplikasi pada beberapa hal di antaranya peralatan, perlengkapan, infrastruktur, hingga skill pianistik meliputi pemahaman dan pengaplikasian konten tonal, konten ritme, aural, asosiasi verbal. Diketahui pula jika ditinjau dari prosesnya menuju target hasil belajar, integrasi dalam The One Smart Piano Classroom berlangsung hingga tahap redefinisi dengan beberapa catatan pergeseran makna. The One Smart Piano Classroom: Integration of Technology in Piano Learning ABSTRACT As an alternative way that plays a role in shaping pianistic skills, the concept of The One Smart Piano Classroom is considered to have a competitive advantage that has the functions of triggering, accelerating, and sharpening. Triggering because of the use of technology makes the leap into the world of music from any point someone learns. Accelerating, accelerating the development of student musicality, and sharpening because it is able to sharpen conventional music pedagogy so that it is more oriented to the real world. This paper aims to evaluate The One's integration in piano learning sequences and then have implications for the formed pianistic skills. Characterized by the substitution of printed piano scores with digital piano scores, technology is integrated at each stage in the sequence. In other words, the whole sequence is inseparable from the existence of wired and wireless networks in The One technology. Using a case study approach, the analysis was carried out by operationalizing Ruben Puentedura's framework of the theory of integration of SAMR education technology. The results show the integration of The One has implications for several things including equipment, equipment, infrastructure, to pianistic skills including understanding and applying tonal content, rhythmic content, aural, verbal associations. It is also known that when viewed from the process towards the target of learning outcomes, integration in The One Smart Piano Classroom goes to the redefinition stage with some notes of shifting meaning

    Analisis Penjarian Dan Penggesekan Pada Sonata A Mayor Untuk Biola Dan Piano Karya Cesar Frank Edisi G. Henle Dan Wiener Urtext

    Get PDF
    Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak ditemukan berbagai edisi dalam suatu karya musik. Setiap edisi dalam repertoar biola memiliki penjarian dan penggesekan yang berbeda yang akan menghasilkan pada intensi musikal dan teknikal yang berbeda. Penulis mengamati bahwa karya Sonata A Mayor untuk Biola dan Piano karya Cesar Franck menjadi salah satu karya yang sering dimainkan khususnya oleh mahasiswa musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta, namun dikarenakan karyanya yang sulit secara teknik dan interpretasi, pemain kurang bisa menyampaikan ide musikal dengan baik. Terdapat dua edisi yang ditemukan yaitu edisi G. Henle Verlag dan Wiener Urtext. Penulis melakukan analisis perbedaan penjarian dan penggesekan pada kedua edisi untuk mencari intensi musikal dan teknikal apa yang diperoleh dari pemilihan penjarian dan penggesekan dari masing-masing edisi. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan referensi bagi pemain yang akan memainkan karya sonata ini secara interpretasi maupun teknis, terutama bagi mahasiswa jurusan musik ISI Yogyakarta agar dapat memainkan karya sonata ini dengan lebih mudah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik yaitu dokumentasi, observasi, wawancara. Kata kunci: Penjarian, penggesekan, edisi, sonata UPT Perpustakaa

    Pembelajaran Piano Untuk Anak Autisme Di Sekolah Musik Moritza

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran piano untuk anak autisme di Sekolah Musik Moritza. Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan guru piano di Sekolah Musik Moritza. Sedangkan objek penelitiannya adalah pembelajaran piano di Sekolah Musik Moritza. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan yaitu, teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano untuk anak Autisme di Sekolah Musik Moritza terdiri dari kegiatan menyapa murid, me-riview pelajaran yang dilakukan selama 3 menit, memberikan materi, guru melakukan evaluasi kepada murid, dan mengajarkan bernyanyi kepada murid di waktu 5 menit terakhir. Materi yang digunakan merupakan buku I (easy part piano 01) dan buku II (easy part piano 02). Selain itu, ada pula lagu pop dan lagu anak-anak. Metode yang diajarkan berupa reading,hearing, memory singing, dan finger drill. Reading yaitu tahap melatih murid untuk membaca notasi balok. Hearing yaitu tahap dimana murid mendengar dan peka terhadap dinamika maupun aksen dalam musik. Memory singing yaitu murid menyanyikan lagu yang sudah pernah bahkan sering dinyanyikan sebelumnya (notation singing) guna melatih daya ingat murid. Pada metode finger drill melatih keterampilan dan penjarian murid dalam bermain piano, yang diawali dengan memainkan tangga nada C mayor. Terdapat pula metode Q yang memiliki komponen diantaranya; murid harus paham tujuan belajar mereka dan apa yang sedang dan akan mereka lakukan, guru menjelaskan materi secara visual dan matematikal, guru mengajarkan satu materi dalam satu waktu, guru mengajarkan yang mudah terlebih dahulu, guru melakukan review pelajaran sebelumnya, guru melakukan kritik permainan yang bersifat positif, dan guru harus mampu membesarkan kepercayaan diri murid

    The Virtual Philharmonic Orchestra - Produktion klassischer Orchestermusik am Computer

    Get PDF
    "Elektronische Klangerzeugung und digitale Musikbearbeitungs-Werkzeuge sind in der Unterhaltungsmusik seit langem weit verbreitet. In der klassischen Musikszene jedoch setzt sich die Anwendung solcher Methoden nur langsam durch, da meist die individuelle Interpretation der Musik durch den K√ľnstler im Vordergrund steht und nicht die absolute ‚ÄěErzeugung‚Äú von Musik. Die Verf√ľgbarkeit von qualitativ hochwertigen Instrumentalsamples zu g√ľnstigen Preisen hat jedoch in den letzten Jahren v√∂llig neue M√∂glichkeiten der Musikerzeugung er√∂ffnet und diese einem weiteren Kreis verf√ľgbar gemacht. In erster Linie haben diese Technologien den Musik-Kompositionsproze√ü ver√§ndert: Sequenzer-Software erm√∂glicht dabei das einfache Erstellen auch komplexer Partituren, und durch realistisch klingende Instrumentalsamples kann der gew√ľnschte Klangeindruck durch Simulation erzielt werden. Jedoch k√∂nnen diese Technologien auch zur Erstellung einer interpretativen Musikaufnahme verwendet werden. Waren urspr√ľnglich solche ‚ÄěRenditions‚Äú durch die limitierte Klangqualit√§t der Instrumentalsamples eher als schematische Skizzen der Musik zu verstehen, so ergeben sich jetzt die M√∂glichkeiten einer eigenst√§ndigen musikalisch vollwertigen Interpretation einer klassischen Musikkomposition. Dies erlaubt im Prinzip, da√ü ein einzelner K√ľnstler ein ganzes Orchester ‚Äěspielen‚Äú kann. In diesem Paper wird gezeigt, da√ü die computer-gest√ľtzte Generierung von ‚Äěklassischer Musik‚Äú, insbesondere komplexe Orchestermusik, sehr wohl m√∂glich ist und auch √§sthetischen Anspr√ľchen an Klangqualit√§t und Interpretation gerecht werden kann, falls in dem Generierungsprozess einige grundlegende Prinzipien beachtet werden.

    PENERAPAN TEKNIK CONDUCTING PADA KARYA MUSIK ‚ÄúDOLCE A KITTY‚ÄĚ

    Get PDF
    Kartun merupakan salah satu bentuk hiburan yang digemari banyak orang. Hello Kitty merupakan kartun yang diproduksikan oleh perusahaan Jepang, yaitu Sanrio. Hello Kitty merupakan karakter kartun yang lembut dan lucu. Hello Kitty adalah karakter yang berbicara lewat hati dengan kelembutan sifatnya. Berdasarkan rasa ketertarikan terhadap kartun Hello Kitty, komposer terinspirasi dengan karakternya yang lembut, manis, ceria, dan bersahabat. Maka dibutuhkan peran seorang conductor dalam penyajian karya musik “Dolce A Kitty” sebagai sebuah personifikasi bahwa untuk mencapai karakter yang lembut dan manis sifatnya serta bersahabat, diperlukan teknik conducting dengan gaya sikap badan dan tangan dari conductor kepada pemain. Conductor adalah seseorang yang bertindak sebagai pemimpin pertunjukan musik melalui gerak isyarat. Tugas conductor tidak hanya memimpin saat pertunjukan tetapi menyusun program dan  memimpin latihan.Karya musik “Dolce A Kitty”merupakan musik instrumental dan progamatik dengan gaya dan teknik klasik yang memiliki 134 birama dengan durasi 5 menit. Karya musik ini memiliki tiga bagian besar yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B Kompleks) dan Ck (C kompleks). Karya musik “Dolce A Kitty” dimainkan dengan tempo Moderato, Andante, dan Allegro. Adapun tangga nada yang dimainkan adalah D mayor dan A mayor.Teknik Conducting yang digunakan oleh conductor dalam karya musik “Dolce A Kitty” mengalami beberapa tahapan diantaranya yaitu studi partitur, penyusunan formasi pemain, proses latihan, teknik conducting dengan baton dan terakhir adalah penerapan teknik conducting yang digunakan diantaranya yaitu isyarat matra lagu, isyarat persiapan (attack), dan isyarat mengakhiri lagu (release). Isyarat matra lagu dalam karya musik “Dolce A Kitty” memiliki 2 matra lagu yaitu 6/8 dan 4/4. Attack digunakan oleh conductor dalam persiapan memulai lagu, perpindahan tempo, dan dinamika. Release pada karya musik “Dolce A Kitty” adalah bentuk release dengan tanda fermata.Kata Kunci: Teknik Conducting, Dolce A Kitty, Conducto
    • ‚Ķ
    corecore