University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8296 research outputs found
Sort by
Analisis putusan nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/Pn Pgp terhadap penjatuhan pidana anak sebagai pelaku persetubuhan ditinjau dari asas kepastian hukum
Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pgp membahas penjatuhan pidana terhadap anak dalam kasus persetubuhan menggunakan Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan sanksi minimum 5 tahun dan paling banyak 15 tahun penjara dengan denda maksimal lima miliar rupiah. Penjatuhan pidana akhir pada kasus memberikan hukuman berupa pidana penjara selama 7 bulan dan pelatihan kerja selama 3 bulan. Penelitian ini membahas penjatuhan sanksi pidana pada Putusan Nomor 11/Pid.Sus Anak/2023/PN Pgp ditinjau dari asas kepastian hukum dan dasar pertimbangan hakim serta bertujuan untuk mengetahui bagaimana penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh anak ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Peneliti menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu penjatuhan pidana dalam kasus persetubuhan anak pada putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pgp dipengaruhi oleh ketentuan khusus Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 sehingga tidak berlaku ketentuan minimum khusus bagi anak dan tetap menjamin kepastian hukum dan pertimbangan hakim dalam memutuskan putusan mencakup pertimbangan secara yuridis berupa Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, Sosiologis pertimbangan masa depan anak, dan Filosofis bahwa sistem hukum sudah mengarah ke arah pemulihan rehabilitatif bukan retributif
Analisis Dwelling Time Dan Effective Time Peti Kemas Di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang
Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang merupakan pintu masuk utama pergerakan barang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan sarana angkutan laut berupa kapal. Aktivitas utama di pelabuhan ini adalah bongkar muat barang berupa peti kemas. Setiap tahunnya penggunaan peti kemas di pelabuhan ini semakin meningkat sehingga berdampak pada tingkat pelayanan peti kemas berupa dwelling time dan effective time peti kemas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor -faktor dwelling time dan effective time peti kemas, serta menghitung kapasitas daya tampung peti kemas berdasarkan luasan penumpukan yang ada di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang. Metode untuk analisis dwelling time peti kemas menggunakan pendekatan operasional pelayanan peralatan penanganan peti kemas. Sementara itu, untuk analisis effective time peti kemas berdasarkan time sheet 8 kapal angkutan peti kemas. Perhitungan kapasitas daya tampung peti kemas mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 53 Tahun 2002. Hasil analisis menunjukkan dwelling time peti kemas di Pelabuhan Pangkalbalam paling singkat sebesar 0,08 jam dan paling lama sebesar 72,10 jam. Effective time peti kemas paling singkat sebesar 4,5 jam dan paling lama sebesar 18,4 jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi dwelling time dan effective time peti kemas di Pelabuhan Pangkalbalam antara lain, peralatan penanganan peti kemas, jumlah tenaga kerja bongkar muat, masa penumpukan peti kemas, jumlah gang kerja, jumlah muatan, dan letak peti kemas. Kapasitas daya tampung peti kemas berdasarkan luasan penumpukan yang ada di Pelabuhan Pangkalbalam sebesar 3.329 box atau 5.659 TEUs. Kapasitas daya tampung peti kemas per tahun sebesar 101.520 box atau 172.585 TEUs
Analisis inter regional input output Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Dengan menggunakan pendekatan input-output, penelitian ini membahas hubungan ekonomi antarwilayah di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari penelitian yang dilakukan, bisa dilihat bahwa ketenagalistrikan merupakan sektor utama di kedua wilayah tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya keterkaitan sektor ketenagalistrikan dengan sektor-sektor lainnya, baik sebagai penyedia maupun pengguna, yang menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Kepulauan Riau memiliki indeks daya penyebaran sebesar 1,14 dan indeks derajat kepekaan sebesar 1,21. Di Bangka Belitung, nilainya bahkan lebih tinggi, dengan indeks daya penyebaran 1,53 dan indeks derajat kepekaan 1,91. Artinya, sektor ketenagalistrikan memiliki dampak yang signifikan dan sangat bergantung pada sektor lainnya dalam proses produksi. Sebaliknya, perkebunan semusim dan tahunan memiliki efek pengganda output tertinggi, dengan 100,01 di Kepulauan Riau dan 113,92 di Bangka Belitung. Akibatnya, sektor perkebunan dan ketenagalistrikan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan dalam jangka panjang
Pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana perjudian (studi putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 48/PID.B/2024/PN PGP)
Pertimbangan hakim merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan terwujudnya nilai dari suatu putusan yang mencerminkan keadilan, kepastian hukum, serta kemanfaatan bagi para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana perjudian dan penafsiran hukum oleh hakim dalam tindak pidana perjudian dalam Putusan Nomor 48/Pid.B/2024/PN PGP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan perbandingan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta wawancara dengan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana mencakup aspek yuridis, yakni berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, serta aspek non yuridis, seperti keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Dalam Putusan Nomor 48/Pid.B/2024/PN Pgp, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana perjudian sebagai mata pencaharian. atas perbuatannya, ia dijatuhi pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Namun, vonis yang dijatuhkan hakim dinilai sangat ringan, terlebih lagi terdakwa merupakan seorang residivis. Dalam menjatuhkan putusan, hakim menafsirkan bahwa praktik togel termasuk dalam kategori perjudian yang dilarang, dengan menggunakan penafsiran gramatikal dan sosiologis
Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pangkalpinang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja pegawai yang belum maksimal karena adanya faktor-faktor seperti lingkungan kerja, motivasi kerja dan disiplin kerja yang mempengaruhi upaya pegawai dalam mencapai kinerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di kantor BPBD kota Pangkalpinang. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 110 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung kepada seluruh responden terpilih dalam penelitian. Metode analisi data yang digunakan dalam penelitian adalah Partial Least Square (SEM-PLS). Analisis ini dibantu dengan program Smart PLS 4.1.0.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pangkalpinang
Perilaku Pembelian Rokok Oleh Generasi Z Di Kota Pangkalpinang
Jumlah perokok aktif di kalangan generasi muda di Kota Pangkalpinang, khususnya Generasi Z, menunjukkan tren peningkatan sebesar 0,36% yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Fenomena ini mendorong pentingnya penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh faktor psikologis dan sosial terhadap keputusan pembelian rokok dan kepuasan konsumen di kalangan Generasi Z di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Responden merupakan individu Generasi Z berusia 15–30 tahun yang aktif membeli dan mengonsumsi rokok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan kepuasan konsumen, baik secara langsung maupun melalui keputusan pembelian sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, faktor sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian maupun kepuasan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Keputusan pembelian juga terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Tingkat Pelayanan Ruas Jalan (Studi Kasus: Jl. Kampung Melayu Kota Pangkalpinang)
Ruas Jalan Kampung Melayu Kota Pangkalpinang merupakan ruas jalan dengan sisi badan jalannya dimanfaatkan sebagai lapak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyebabkan banyaknya aktivitas ekonomi terhadap lapak UMKM disepanjang badan jalan, menyebabkan kendaraan yang melakukan aktivitas ekonomi tersebut parkir di badan jalan sehingga menjadi hambatan samping dan berpotensi mengurangi tingkat pelayanan jalan terutama pada jam puncak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi hambatan samping dan tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Kampung Melayu Kota Pangkalpinang. Data yang digunakan adalah data hasil survei lalu lintas berupa volume kendaraan dan jumlah hambatan samping. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Berdasarkan hasil analisis, jenis hambatan samping dengan jumlah yang besar adalah kendaraan keluar dan masuk (EEV) dan kendaraan parkir atau berhenti (PSV). Tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Kampung Melayu pada hari kerja adalah “D” pada periode pagi, “C” pada periode siang, “D” pada periode sore, kemudian untuk hari libur adalah “D” pada periode pagi, “D” pada periode siang, “E” pada periode sore
Perencanaan Ruang Parkir Kendaraan di Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin Tanjungpandan
Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin Tanjungpandan adalah merupakan satu-satunya bandar udara yang menjadi penghubung Pulau Belitung dengan berbagai pulau besar lainnya. Menjadi satu-satunya transportasi udara mengakibatkan peningkatan jumlah penumpang setiap tahunnya, terutama pada hari besar keagamaan, hari libur sekolah dan hari libur nasional. Meningkatnya jumlah penumpang tentunya akan mempengaruhi daya tampung ruang parkir kendaraan yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian terhadap kondisi eksisting dan merencanakan ruang parkir kendaraan agar memenuhi kebutuhan untuk waktu rencana 5 tahun ke depan hingga tahun 2030. Data primer meliputi data observasi lapangan dan jumlah kendaraan masuk dan keluar. Data sekunder meliputi data jumlah penumpang, gambar layout parkir, dan data luas ruang parkir eksisting. Peramalan jumlah penumpang didapatkan dengan metode Winter’s Exponential Smoothing. Metode tersebut dipilih berdasarkan data jumlah penumpang tiga tahun sebelumnya yang cenderung fluktuatif. Hasil perhitungan peramalan jumlah penumpang di tahun 2030 sebanyak 459.634 penumpang. Perhitungan kebutuhan parkir kendaraan mengacu pada ketentuan SKEP.347/XII/1999 tentang Standar Rancang Bangun dan/ atau Rekayasa Fasilitas dan Peralatan Bandar Udara BAB II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir pada parkir kendaraan roda empat tidak dapat menampung kendaraan, pada parkir kendaraan roda dua masih bisa menampung kendaraan. Pada parkir kendaraan roda empat jumlah petak parkir yang semula berjumlah 140 petak parkir ditambahkan menjadi 165 petak parkir. Pada kendaraan roda dua jumlah petak parkir yang semula 32 petak parkir menjadi 48 petak parkir. Pola parkir menggunakan pola parkir tegak lurus (sudut 900)
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan di Koperasi Unit Desa Bina Tani Sejahtera Tempilang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja karyawan yang belum maksimal, yang disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi karyawan dalam upaya mencapai kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana dan Lingkungan Kerja Non Fisik terhadap Kinerja Karyawan Di Koperasi Unit Desa Bina Tani Sejahtera Tempilang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, yang ditentukan dengan menggunakan metodel sampel jenuh. Model analisis yang digunakan yaitu model analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana dan lingkungan kerja non fisik secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Koperasi Unit Desa Bina Tani Sejahtera Tempilang. Hasil uji secara simultan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana dan lingkungan kerja non fisik secara bersama – sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di Koperasi Unit Desa Bina Tani Sejahtera Tempilang
Analisis Kuat Tekan Beton Menggunakan Abu Cangkang Kerang Lokan Dengan Perawatan Air Laut
Perkembangan infrastuktur beton di Indonesia yang semakin pesat akan meningkatkan produksi semen sebagai bahan perekat beton. Produksi semen yang berkepanjangan akan berakibat meningkatnya polusi karbon dioksida (CO2). Beton menjadi pilihan terbaik untuk digunakan di wilayah laut. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa air laut laut yang agresif dapat menurunkan kuat tekan beton. Penelitian ini meninjau penggunaan abu cangkang kerang lokan sebagai substitusi atau pengganti sebagian semen karena cangkang kerang lokan memiliki bahan penyusun yang sama dengan semen. Penelitian ini juga meninjau perawatan beton (curing) menggunakan air laut guna melihat pengaruh nilai kuat tekan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu cangkang kerang lokan sebagai susbtitusi semen dan perawatan beton (curing) menggunakan air laut terhadap kuat tekan beton. Variasi abu cangkang kerang lokan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0%, 4%, 6% dan 8%. Perawatan beton (curing) menggunakan air tawar dan air laut. Beton yang digunakan berbentuk silinder dengan tinggi 15 cm dan diameter 30 cm. Umur beton yang digunakan adalah 14 hari. Hasil penelitian dengan kuat tekan tertinggi yaitu pada beton normal dengan perawatan air tawar. Nilai kuat tekan tertinggi dengan penggunaan abu cangkang kerang kerang lokan yaitu pada variasi 6% dengan perawatan air tawar. Penggunaan abu cangkang kerang lokan menurunkan persentase penurunan nilai kuat tekan beton dan perawatan beton dengan air laut memiliki kuat tekan lebih rendah dibandingkan perawatan beton dengan air tawar. Namun, penggunaan abu cangkang kerang lokan dapat menstabilkan kuat tekan beton di air laut