Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang merupakan pintu masuk utama pergerakan barang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan sarana angkutan laut berupa kapal. Aktivitas utama di pelabuhan ini adalah bongkar muat barang berupa peti kemas. Setiap tahunnya penggunaan peti kemas di pelabuhan ini semakin meningkat sehingga berdampak pada tingkat pelayanan peti kemas berupa dwelling time dan effective time peti kemas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor -faktor dwelling time dan effective time peti kemas, serta menghitung kapasitas daya tampung peti kemas berdasarkan luasan penumpukan yang ada di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang. Metode untuk analisis dwelling time peti kemas menggunakan pendekatan operasional pelayanan peralatan penanganan peti kemas. Sementara itu, untuk analisis effective time peti kemas berdasarkan time sheet 8 kapal angkutan peti kemas. Perhitungan kapasitas daya tampung peti kemas mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 53 Tahun 2002. Hasil analisis menunjukkan dwelling time peti kemas di Pelabuhan Pangkalbalam paling singkat sebesar 0,08 jam dan paling lama sebesar 72,10 jam. Effective time peti kemas paling singkat sebesar 4,5 jam dan paling lama sebesar 18,4 jam. Faktor-faktor yang mempengaruhi dwelling time dan effective time peti kemas di Pelabuhan Pangkalbalam antara lain, peralatan penanganan peti kemas, jumlah tenaga kerja bongkar muat, masa penumpukan peti kemas, jumlah gang kerja, jumlah muatan, dan letak peti kemas. Kapasitas daya tampung peti kemas berdasarkan luasan penumpukan yang ada di Pelabuhan Pangkalbalam sebesar 3.329 box atau 5.659 TEUs. Kapasitas daya tampung peti kemas per tahun sebesar 101.520 box atau 172.585 TEUs
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.