University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8296 research outputs found
Sort by
Inovasi sosial: perempuan dan perilaku menyimpang (studi pada remaja perempuan yang mengonsumsi minuman keras di Desa Kayu Arang Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat)
Perilaku menyimpang di kalangan remaja mulai muncul secara
tidak langsung di lingkungan tempat tinggal. Perilaku menyimpang
merupakan hasil sosialisasi yang tidak sempurna baik didalam
keluarga maupun lingkungan. Kelompok yang paling rentan dalam
proses perilaku menyimpang adalah para remaja, terlibatnya
remaja perempuan yang mengkonsumsi minuman keras
merupakan suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat Desa
Kayu Arang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
mengapa remaja perempuan melakukan tindakan menyimpang
serta faktor yang mempengaruhi serta menggambarkan label yang
diberikan masyarakat. Adapun penelitian ini menggunakan teori
labeling dari Howard S Backer yang memaparkan dua perspektif
yaitu mengapa dan bagaimana seseorang dapat diberikan cap atau
label dan bagaimana pengaruh label terhadap konsekuensi dari
perilaku yang dilakukan oleh remaja perempuan yang
mengkonsumsi minuman keras. Metode penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terdapat
sumber data primer dari wawancara mendalam dengan informan.
Penelitian ini mengambil informan sebanyak 21 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling.
Hasil temuan pada penelitian ini yaitu terdapat
faktor-faktor yang menyebabkan remaja
perempuan melakukan tindakan menyimpang
yang terdiri dari faktor internal dan eksternal.
Selain itu juga membahas bentuk pelabelan
yang diberikan oleh masyarakat terhadap
remaja perempuan yang mengkonsumsi
minuman keras. seperti dengan melabelkan
remaja perempuan tersebut dengan label
“Mentinak Jalir dan Dayang Arek
Distribusi hama serangga pada tanaman lada di Kabupaten Bangka Selatan
Produktivitas tanaman lada cenderung terus menurun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Salah satu faktor yang
paling umum ditemukan di perkebunan lada di Bangka adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi serangga hama di perkebunan lada Kabupaten Bangka Selatan yang
menjadi sentra produksi lada di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini dilakukan melalui observasi pada
kebun contoh dengan pengambilan kebun contoh menggunakan metode purposive samping. Hasil penelitian ditemukan
2 (dua) famili serangga yang mendominasi di perkebunan lada yaitu famili coreidae yang merupakan famili dari
kelompok hama Dasynus piperis atau hama penghisap buah dan famili formicidae (bukan kelompok hama). Indeks
keanekaragaman serangga pada kategori rendah sampai sedang, indeks kekayaan dengan kategori rendah dan indeks
kemerataan kategori sedan
Peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembibitan dan pembuatan baglog jamur tiram putih di Desa Pagarawan, Bangka
Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur tiram putih yang mempunyai manfaat dari segi kesehatan, lingkungan dan ekonomi. Permintaan pasar tinggi sementara petani jamur tiram putih di Pulau Bangka masih sedikit. Desa Pagarawan, Bangka dengan ikon jamur tiram putih mencoba menjawab tantangan tersebut, namun terkendala dengan keterbatasan keterampilan masyarakat terutama dalam produksi bibit dan baglog jamur. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PkM) melalui kegiatan budiaya jamur tiram putih skala rumah tangga dengan konsep budidaya dari mulai pembuatan bibit sampai produksi menawarkan alternatif solusi untuk mewujudkan ikon tersebut di Desa Pagarawan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan bibit F0, F1, F2 jamur tiram putih dan baglog. Media F0 menggunakan agar kentang, media F1/F2 menggunakan jagung sementara media baglog terdiri atas serbuk kayu, kapur pertanian, gipsum, dedak, dan dekomposer EM4.
Hasil pembuatan bibit F0 dari 500 mL media agar kentang adalah 7 buah bibit, namun semua hasilnya mengalami kontaminasi. Dari media jagung 1,2 kg dihasilkan 8 buah bibit F2 jamur tiram. Baglog yang dihasilkan dari 116 kg serbuk kayu adalah 119 baglog dengan komposting dan 97 baglog tanpa komposting. Keberhasilan pembuatan bibit dan media produksi (baglog) jamur tiram putih ditentukan oleh pemahaman terkait teknik sterilisasi. Peningkatan keterampilan masyarakat terkait teknik budidaya jamur tiram terutama pada pembuatan bibit dan baglog sedikit demi sedikit mengalami kemajuan, yang terbukti dengan adanya inisiatif tinggi dari mitra produksi untuk membuat bibit jamur tiram secara mandir