Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare
Abstract
One of the currently developing urban farming models is budikdamber, which is a mutually beneficial combination of aquaculture and hydroponic systems with a bucket as a medium for cultivation. This research aims to find out the best dosage of golden snail shells lime for increasing the swamp water pH for rearing catfish (Clarias sp.) and kale using the budikdamber model. This research applied a completely randomized design with six treatments and three replications. The dosages of golden snail shells lime used as treatment consist of 0.00 mg L-1 equivalent to CaO (P0), 10 mg L-1 equivalent to CaO (P1), 20 mg L-1 equivalent to CaO (P2), 30 mg L-1 equivalent to CaO (P3), 40 mg L-1 equivalent to CaO (P4) and 50 mg L-1 equivalent to CaO (P5). The results of this study indicate that the best dose of golden snail shell lime is 20 mg L-1 equivalent to CaO (P2), which can optimize the swamp water pH from 4.80 to 6.78, survival rate 84 %, absolute weight growth of 18.44 g, absolute length growth of 6.15 cm and feed efficiency 132.49 %, and the total weight of the kale plant 11.33 g.
Satu dari beberapa model urban farming yang berkembang yaitu budikdamber, merupakan kombinasi sistem akuakultur dengan media ember sebagai wadah budidaya dan hidroponik yang saling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kapur cangkang keong mas dalam upaya meningkatkan pH air rawa lebak terhadap pemeliharaan ikan lele (Clarias sp.) dengan model budikdamber budidaya ikan dengan tanaman kangkung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan perbedaan dosis kapur cangkang keong mas yaitu 0,00 mg L-1 setara CaO (P0), 10 mg L-1 setara CaO (P1), 20 mg L-1 setara CaO (P2), 30 mg L-1 setara CaO (P3), 40 mg L-1 setara CaO (P4) dan 50 mg L-1 setara CaO (P5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis terbaik pada pemberian kapur cangkang keong mas yaitu dosis 20 mg L-1 setara CaO (P2), yang mampu mengoptimalkan pH air rawa lebak 4,80 menjadi 6,78, kelangsungan hidup 84 %, pertumbuhan bobot mutlak 18,44 g, pertumbuhan panjang mutlak 6,15 cm dan efisiensi pakan 132,49 %, serta menghasilkan panen total tanaman kangkung sebanyak 11,33 g
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.