Bina Manfaat Ilmu: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
66 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS VI SDN KEMAYORAN 16 PETANG JAKARTA PUSAT
Ketrampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang harus diperhatikan dan dikembangkan agar dapat mengantisipasi berbagai tantangan dan kemajuan jaman masa depan. Untuk mewujudkan kemampuan siswa tersebut tentu sangat diperlukan suatu lingkungan yang dapat menunjang dimana siswa menerima sejumlah pengalaman pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuannya. Agar pembelajaran berbicara dapat dengan mudah dipahami oleh siswa diperlukan sebuah metode dalam pembelajaran. Adapun metode yang akan digunakan adalah menggunakan metode Rolle Playing. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis menggunakan siklus, setiap siklus melalui lima tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, Tindakan, Pengamatan, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketrampilan berbicara, setelah dilakukan tindakan pada siklus kesatu mencapai 73 %, siklus kedua mencapai 83 % dan siklus ketiga 87% Adapun observasi tindakan guru dalam pembelajaran Role Playing siklus kesatu 61,8 % dan pada siklus kedua 87 %. Secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan Rolle Playingsehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada pelajaran Bahasa Siswa kelas VI SDN Kemayoran 16 Petang Kemayoran Jakarta Pusat.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SMA ISLAM HASMI TAMANSARI BOGOR
Indikator lembaga pendidikan yang bermutu memiliki konsep manajemen pembiayaan keuangan yang baik, karena tanpa pengelolaan keuangan yang baik maka perencanaan yang akan dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik, dan semakin matang pengelolaan keuangan maka seluruh program kegiatan Pendidikan akan berjalan dengan lancar. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang manajemen pembiayaan pendidikan di SMA ISLAM HASMI Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penerapan manajemen Pembiayaan Pendidikan tersebut meliputi: (1) Perencanaan Anggaran, (2) Pelaksanaan dan pengembangan pembiayaan sekolah, (3) Evaluasi Pembiayaan dan Pertanggungjawaban pembiayaan sekolah
Strategi Pendirian Pesantren (Penelitian Di Pesantren Al Mawa Bogor)
Penelitian ini fokus pada proses penyempurnaan rencana strategis pendirian Pesantren Al Mawa yang ada di Bogor. Pendukung rencana strategis yang sudah dikerjakan adalah hasil analisis keadaan sekarang dan keadaan yang diharapkan di masa depan, hasil analisis SWOT Pesantren, Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pesantren Al Mawa, menjadi pedoman dalam upaya realisasi pendirian Pesantren Al Mawa yang ideal dan sesuai dengan Panduan Pendirian Pesantren
Menentukan Luas Permukaan Tabung Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning di SMP Negeri 244 Jakarta
Belajar matematika menjadi sangat mengasikan apalagi jika harus mengetahui luas atau volume benda disekitar kita. Peserta didik SMP Negeri 244 akan tertarik manakala pembelajaran matematika di sajikan dengan memberi peluang keikutsertaan kepada topik yang saat ini sesuai kalender pendidikan berlangsung. Keingintahuan untuk menenetukan luas permukaan tabung menjadi pematik dalam pelajaran bab ini. Dalam hal menentukan luas permukaan tabung penulis mengemukakan pengalaman terbaiknya yaitu dengan model pembelajaran problem based learning. Dalam pengalaman terbaik ini di bagikan betapa menariknya saat pembelajaran dikelas saat menentukan luas permukaan tabung dengan model pembelajaran problem based learning apalagi saat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (belajar dari rumah). Dengan sintaks yang tepat peserta didik diberi stimulus problem yang mematik pola pikiran mereka sehingga timbul motivasi bagaimana menyelesaikan luas permukaan tabung. Tentu ada kendala sehubungan dengan pembelajaran jarak jauh (belajar dari rumah). Kesimpulan bahwa teori Pareto yaitu 80% peserta didik mengalami motivasi yang tinggi dan dapat menyelesaikan menentukan luas tabung dengan model pembelajaran problem based learning dan 20 % prlu mendapat bimbingan sehingga interaktif antara guru dan peserta didik lebih maksimal. Begitu juga intraktif antara anggota kelompok. Sehingga best practice ini dapat dibagikan dengan thesis menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menentukan luas tabung
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF SISWA KELAS III SDN CEMPAKA BARU 12 JAKARTA PUSAT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Dalam pembelajaran menulis siswa sering sekali menemukan kekurangan terutama menulis kata atau kalimat sederhana sehingga dalam menulis wacana atau cerita dalam merangkai kalimat belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplemtasikan pendekatan model pembelajaran kontekstual dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis. Penelitian di Sekolah Dasar Negeri Cempaka Baru 12 Jakarta Pusat, yang dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2019 dengan subyek penelitian berjumlah 29 siswa yang duduk di kelas III. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan siklus. Setiap siklus melalui lima tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis kreatif, setelah dilakukan tindakan pada siklus kesatu mencapai 58%, pada siklus kedua mencapai 64,3 % dan pada siklus ketiga 74 %. Adapun observasi tindakan guru dalam pembelajaran kontekstual pada siklus kesatu 70%, pada siklus kedua 80%, dan pada siklus ketiga mencapai 87%. Secara statistik terjadi peningkatan yang signifikan dalam persentase kemampuan menulis dan penggunaan pendekatan kontekstual pada siklus kesatu, kedua, dan ketiga baik sebelum dilakukan tindakan maupun sesudah dilakukan tindakan. Pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan menulis kreatif siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Cempaka Baru 12 Jakarta Pusat sebesar 15,5%
Upaya Meningkatkan Efektifitas Belajar Pecahan dengan Menggunakan Media Audio Visual Kelas Vi SDN Cempaka Baru 09 Pagi Jakarta Pusat
Dilatarbelakangi oleh adanya upaya meningkatkan efektifitas belajar pecahan dengan menggunakan media audio visual pembelajaran matematika di kelas VI. Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis menggunakan siklus, setiap siklus melalui lima tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, Tindakan, Pengamatan, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengembangan kognitif dalam bentuk hasil belajar dan sikap siswa dalam pembelajaran matematika telah mengalami peningkatan efektifitas yang cukup signifikan dengan menggunakan media audio visual. Pada siklus I rata-rata hasil belajar matematika yang diperoleh adalah sebesar 51,5 %. Pada siklus II rata-rata hasil belajar Matematika yang diperoleh meningkat menjadi 77,3% ini menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 25,8%. Dengan demikian secara statistik terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil belajar matematika di Sekolah Dasar Negeri Cempaka Baru 09 Pagi dengan penggunaan Media Audio Visual
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SDN PASEBAN 03 MELALUI BUKU CARA CEPAT BELAJAR MEMBACA
Berbagai upaya dilakukan agar pembelajaran membaca permulaan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa diperlukan sebuah pendekatan dalam pembelajaran. Melalui buku cepat belajar membaca adalah pendekatan dimana proses pembelajaran yang digunakan secara aktif, kretif, efektif, dan menyenangkan bagi siswa. Dengan pendekatan ini siswa terlibat di dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan belajar melalui berbuat. Dengan mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis menggunakan siklus, setiap siklus melalui lima tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan membaca permulaan, setelah dilakukan tindakan pada siklus kesatu mencapai 58%, siklus kedua mencapai 62 % Adapun observasi tindakan guru dalam pembelajaran menggunakan buku cara cepat membaca pada siklus kesatu 80, pada siklus kedua 90. Secara statistik terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan penggunaan buku cara cepat membaca siswa sebelum dilakukan tindakan dengan sesudah dilakukan tindakan baik pada siklus kesatu dan kedua. Dengan menggunaan buku cara cepat membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 13 % di Sekolah Dasar Negeri Paseban 03
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Pendekatan Kontekstual di Kelas V SDN Cempaka Baru 12 Jakarta Pusat
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Pendekatan Kontekstual dalam kegiatan pembelajaran Matematika sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian Tindakan Kelas melalui tiga siklus, setiap siklus ada empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar, setelah dilakukan tindakan pada siklus kesatu mencapai 6,38, siklus kedua mencapai 7,18 dan siklus ketiga mencapai 7,31 Adapun hasil pengamatan tindakan guru dalam pendekatan kontekstual pada siklus kesatu 57,8, pada siklus kedua 80 dan siklus ketiga 88,8. Secara statistik terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil belajar matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendekatan Kontekstual di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cempaka Baru 12 Jakarta Pusat
Efektivitas Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Media Digital pada Mata Pelajaran Matematika
Pandemi covid-19 berdampak pada bidang pendidikan. Penerapan pembelajaran jarak jauh, guru harus mampu memilih model dan media yang sesuai dan mudah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas pembelajaran daring masa pandemi covid-19 menggunakan media digital mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang fokus pada evaluasi pembelajaran daring menggunakan media digital. Populasi penelitian yaitu seluruh peserta didik SMP Marie Joseph kelas IX. Sampel penelitian peserta didik kelas IX dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan google form. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan pembelajaran daring matematika menggunakan media digital sangat efektif (10%), efektif (43,3%), dan cukup efektif (46,7%). Usaha guru kedepannya agar pembelajaran matematika lebih efektif , guru dapat menerapkan saran-saran yang diberikan, yaitu (1) Pemberian permainan dan kuis ; (2) merekomendasikan buku pelajaran ; (3) Pemberian materi dalam bentuk animasi; (4) Pemberian tugas dikurangi dan ditambahkan tugas kelompok; (5) Pemberian materi lebih bervariasi; (6) Penjelasan contoh soal dimasukkan di classroom ; (7) Pembelajaran dilaksanakan tatap muka ; (8) Memberikan inti rumus ; (9) Peserta didik aktif teribat dalam proses pembelajaran ; (10) waktu pembelajaran daring dikurangi
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS VIII MELALUI KONSELING EKLEKTIK DENGAN PERILAKU ATTENDING DI SMP NEGERI 231 JAKARTA
Kedisiplinan merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku individu yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Guru Bimbingan Konseling mempunyai tanggungjawab terhadap kedisiplinan peserta didik. Konseling eklektik dengan menerapkan teknik perilaku attending merupakan keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 231 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif (mixed methods research design), dan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Pada pra siklus dihasilkan skor observasi 13 artinya kedisiplinan peserta didik rendah. Pada siklus I di peroleh skor 28 artinya kedisiplinan peserta didik sedang. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik sedikit demi sedikit. Pada siklus II diperoleh skor 37 artinya kedisiplinan peserta didik sangat tinggi. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik, separti siswa dapat berangkat dan pulang sekolah tepat waktu, dan siswa sudah mentaati peraturan sekolah, serta mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan disipli