Kedisiplinan merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku individu yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Guru Bimbingan Konseling mempunyai tanggungjawab terhadap kedisiplinan peserta didik. Konseling eklektik dengan menerapkan teknik perilaku attending merupakan keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 231 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif (mixed methods research design), dan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Pada pra siklus dihasilkan skor observasi 13 artinya kedisiplinan peserta didik rendah. Pada siklus I di peroleh skor 28 artinya kedisiplinan peserta didik sedang. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik sedikit demi sedikit. Pada siklus II diperoleh skor 37 artinya kedisiplinan peserta didik sangat tinggi. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik, separti siswa dapat berangkat dan pulang sekolah tepat waktu, dan siswa sudah mentaati peraturan sekolah, serta mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan disipli
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.