Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
Not a member yet
    55728 research outputs found

    HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 1 BENGKALIS

    Get PDF
    Status gizi merupakan keadaan kesehatan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi, absorpsi, dan penggunaan zat gizi yang ditentukan melalui Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi, diantaranya konsumsi fast food dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bengkalis pada Bulan Oktober 2024. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja kelas XI sebanyak 98 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling. Data yang dikumpulkan berupa data status gizi IMT/U dengan menggunakan alat ukur microtoice dan timbangan berat badan. Data karakteristik siswa konsumsi fast food dan aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan form FFQ, data karakteristik siswa dan aktivitas fisik dengan mengguanakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa (30,6%) memiliki konsumsi fast food yang sering, aktivitas fisik pada siswa dalam kategori sedang (41,8%), dan persentase status gizi remaja dengan kategori gizi sebesar 25,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan status gizi remaja (p=0,002) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi remaja (p=0,000). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Bengkalis

    TANGGUNG JAWAB PT. TUNGGAL MITRA PLANTATION TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KECAMATAN PUJUD KABUPATEN ROKAN HILIR

    Get PDF
    Pencemaran lingkungan akibat aktivitas perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu isu yang berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. PT. Tunggal Mitra Plantation sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam, memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 32 Tahun 2007 tentang Pencemaran lingkungan. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan kewajiban tersebut seringkali tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, sehingga menimbulkan kesenjangan antara ketentuan normatif dan realitas faktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana PT. Tunggal Mitra Plantation melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya dalam mengatasi pencemaran yang terjadi. Dan untuk mengetahui hambatan yang di hadapi dalam pelaksanaan program tanggung jawab dan memenuhi hak masyarakat di Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Metode yang digunakan meliputi teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak manajemen perusahaan, karyawan, serta masyarakat yang terdampak, dilengkapi dengan observasi langsung di lapangan dan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan teknik penarikan kesimpulan deduktif, yaitu dari ketentuan umum menuju kondisi khusus di lapangan. Kesimpulan penelitian ini adalah: pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa PT. Tunggal Mitra Plantation belum sepenuhnya melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara optimal sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Kedua, hambatan yang di hadapi perusahaan antara lain adalah anggaran yang masih terbatas, jangkauan wilayah atau daerah yang cukup luas, masih banyak nya sarana yang perlu di bangun dan di renovasi, serta hasil produksi yang tidak stabil sehingga perusahaan mengalami hambatan dalam memenuhi permintaan yang di ajukan oleh masyarakat

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP/MTsPENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP/MTs

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E dan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemandirian belajar siswa SMP Negeri 30 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain factorial experiment dengan teknik sampel Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes kemampuan berpikir kritis, angket kemandirian belajar, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi, sedang dan rendah, 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle 7E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari kemandirian belajar siswa SMP Negeri 30 Pekanbaru

    Pengaruh Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa di SMAN 1 Sungai Apit

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 1 Sungai Apit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimen tipe Non-Equivalent control group design. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Purposive Sampling dengan berjumlah 2 kelas yaitu kelas XI 4 sebagai kelas eksperimen dan XI 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif,uji T-Test dan uji Effect size. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMAN 1 Sungai Apit. Rata-rata peningkatan kemampuan berfikir kratif siswa (pre test dan post test) pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol, dengan perbandingan rata-rata kemampuan berfikir kreatif siswa kelas ekperimen sebesar 11,26 meningkat menjadi 20,26 dengan persentase kenaikan sebesar 79,45%. Hasil uji-t kelas eksperimen pretest dan posttest yang menunjukkan nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 17,863 > 1,668. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa ada Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata setelah pengujian output analisis t-test, diperoleh nilai thitung sebesar 17,863 yang mana lebih besar dari nilai ttabel yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Besar pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif siswaa memiliki nilai 1,654 termasuk kategori strong effect. Kata kunci : Model Contextual teaching and Learning, Kemampuan Berpikir Kreati

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI MAN 4 KAMPAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Geografi di MAN 4 Kampar. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan isi, proses,produk,lingkungan belajar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk menyesuaikan isi, proses, produk, dan lingkungan belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Faktor pendukung meliputi pemahaman guru terhadap kebutuhan siswa melalui assesment diagnostik,penyediaan materi yang sesuai, lingkungan belajar yang inklusif.Namun, Faktor Penghambat meliputi persiapan yang membutuhkan waktu yang lebih lama, kendala teknologi dan kesulitan menarik kesimpulan akibat variasi metode pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi implementasi model pembelajaran yang adaptif dan relevan dalam konteks pendidikan modern

    IMPLEMENTASI LAYANAN INFORMASI DALAM MENCEGAH DAMPAK NEGATIF GADGET TERHADAP SISWA DI SMP NEGERI 40 PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK Fadilah, (2025): Implementasi Layanan Informasi dalam Mencegah Dampak Negatif Gadget Terhadap Siswa di SMP Negeri 40 Pekanbaru Penggunaan gadget secara berlebihan sering menjadi penghambat bagi prestasi dan perkembangan diri siswa. Layanan informasi dimanfaatkan untuk membantu siswa mengurangi ketergantungan terhadap gadget serta menghindari dampak negatif yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui Implementasi Layanan Informasi dalam Mencegah Dampak Negatif Gadget Terhadap Siswa di SMP Negeri 40 Pekanbaru. 2) Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat pada Implementasi Layanan Informasi dalam Mencegah Dampak Negatif Gadget Terhadap Siswa di SMP Negeri 40 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang Guru BK dan 4 siswa, masing-masing 1 siswa dari kelas VII dan VIII, serta 2 siswa dari kelas IX. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa 1) Implementasi Layanan Informasi dalam Mencegah Dampak Negatif Gadget Terhadap Siswa di SMP Negeri 40 Pekanbaru sudah dilakukan melalui 3 tahapan yaitu a) perencanaan b) pelaksanaan, c) evaluasi. 2) Faktor Pendukung pada Implementasi Layanan Informasi dalam Mencegah Dampak Negatif Gadget Terhadap Siswa meliputi a) partisipasi aktif siswa b) metode yang terstruktur. Faktor penghambatnya meliputi a) keterbatasan waktu b) kurangnya kontrol diri siswa. Kata Kunci : Implementasi , Layanan Informasi, Dampak Negatif Gadge

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN IPAS TEMA AKU BAGIAN DARI MASYARAKAT PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktalitas, validitas dan efektivitas penggunaan Bahan Ajar dalam peningkatan Kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPAS kelas III SD IT Raudhatur Rahmah Pekanbaru tema aku bagian dari masyarakat. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas III SD IT Raudhatur Rahmah Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh S. Thagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Model ini terdiri dari 4 tahap yaitu Define ,Design, Develop dan Disseminate. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: hasil dari validasi ahli materi dengan nilai 80% kategori Valid, ahli bahasa dengan nilai 90% kategori Valid dan ahli media dengan nilai 90%. Uji praktikalitas dilakukan dengan uji terbatas yang melibatkan 2 guru dengan hasil 100% dan 26 siswa dengan hasil 97,3% dengan kategori Valid. Uji efektifitas sederhana dengan hasil 90%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk penelitian bahan ajar dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran di SD IT Raudhatur Rahmah Pekanbaru

    PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF PADA SISWA MTS AL-MUSLIMUN BANDAR SEKIJANG

    Get PDF
    Yuni Serly (2025): Pengaruh Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskriptif Pada Siswa Mts Al-Muslimun Bandar Sekijang Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang perlu dimilik oleh siswa, terutama pada siswa Mts. Namun kenyataanya keterampilan menulis siswa Mts masih dikatakan rendah. Hal ini disebabkan oleh kurang menariknya model pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) terhadap keterampilan menulis karangan deskriptif pada siswa kelas VII Mts Al-Muslimun Bandar Sekijang. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII Mts Al-Muslimun Bandar Sekijang yang berjumlah 104 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 peserta didik yang terdiri dari 2 kelas. Kelas VIIA sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 25 orang dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes kemampuan menulis karangan deskriptif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji hipotesis statistik parametrik (uji t), dengan menggunakan bantuan SPSS 25 for windows. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui yang pertama, nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 82,40 dengan kategori nilai baik. Kedua, nilai rata-rata post-test kelas kelas kontrol sebesar 72,36 dengan kategori nilai cukup. Ketiga, berdasarkan dari hasil uji hipotesis nilai thitung > ttabel (5,115 > 1.677 ) dengan taraf sig α = 0,05 dan nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05. Maka dapat disumpulkan terdapat pengaruh penggunaan model cooperative integrated reading and composition terhadap keterampilan menulis karangan deskriptif pada siswa kelas VII Mts Al-Muslimun Bandar Sekijang. Kata Kunci: Cooperative Integrated Reading and Composition, Keterampilan Menulis, Karangan Deskripti

    ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN MORAL PADA FILM MIRACLE IN CELL NO 7 VERSI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pesan moral yang disampaikan melalui media film, khususnya dalam adaptasi Indonesia dari film Korea Selatan Miracle in Cell No. 7. Film ini dipilih karena sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, keadilan, persahabatan, dan ketidakadilan sosial, namun belum banyak dikaji secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna pesan moral dalam film tersebut melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan fokus pada tanda-tanda visual, verbal, dan non-verbal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi film dan analisis dokumen, kemudian dianalisis berdasarkan tiga tingkat makna Barthes: denotasi, konotasi, dan mitos. Dan dalam hal ini penulis juga melibatkan para ahli di bidang film yaitu Moch. Taufik Hidayatullah M.A selaku Penulis, Produser Kreatif dan Pengkaji Film Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan moral yang kuat melalui simbol-simbol seperti hubungan ayah-anak (kasih sayang), ketidakadilan sistem hukum (keadilan), solidaritas narapidana (persahabatan), serta diskriminasi terhadap kelompok marginal (ketidakadilan sosial). Kesimpulannya, Miracle in Cell No. 7 tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil menyampaikan kritik sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dengan masyarakat Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya empati, keadilan, dan perlindungan bagi kelompok rentan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian semiotika dan dunia perfilman dengan menawarkan perspektif mendalam tentang bagaimana tanda-tanda dalam film membangun makna moral

    STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PADA PERTANAMAN PADI KAMPUNG TUAH INDRAPURA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

    Get PDF
    STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PADA PERTANAMAN PADI KAMPUNG TUAH INDRAPURA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK Reni Seviyanti (12180223287) Di bawah bimbingan Ahmad Taufiq Arminudin dan Novita Hera INTISARI Pertanaman padi merupakan salah satu agroekosistem utama yang menjadi habitat berbagai jenis serangga dengan peran ekologis yang beragam, seperti hama, predator, parasitoid, dan detritivor. Struktur komunitas serangga yang terbentuk dalam ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan praktik budidaya yang diterapkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis struktur komunitas serangga pada ekosistem tanaman padi di Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2025 di Kampung Tuah Indrapurra, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif yaitu pengambilan sampel serangga langsung dari tiga petak sawah berbeda. Pengambilan sampel menggunakan jaring ayung serangga dan perangkap cahaya. Hasil penelitian menunjukkan struktur komunitas serangga memiliki nilai keanekaragaman pada kategori sedang (H’= 2,08 -2,23) dan nilai dominansi tergolong rendah (0,13-0,15). Serangga yang ditemukan memiliki peran ekologis yang beragam, seperti hama, predator dan detritivor yang secara keseluruhan mendukung keseimbangan ekosistem pertanian. Kata kunci: ekosistem padi, keanekaragaman spesies, struktur komunitas serangg

    55,386

    full texts

    55,730

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇