PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP/MTsPENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP/MTs

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Learning Cycle 7E dan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemandirian belajar siswa SMP Negeri 30 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain factorial experiment dengan teknik sampel Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes kemampuan berpikir kritis, angket kemandirian belajar, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi, sedang dan rendah, 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle 7E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari kemandirian belajar siswa SMP Negeri 30 Pekanbaru

Similar works

This paper was published in Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.