6 research outputs found

    KARAKTERISASI INTENSITAS CAHAYA PADA SERAT OPTIK DENGAN CLADDING POLIMER UNTUK IDENTIFIKASI JENIS GAS MENGGUNAKAN MULTILAYER PERCEPTRON NEURAL NETWORK

    Get PDF
    Sensor gas telah banyak digunakan di berbagai bidang seperti pendeteksian kebocoran gas pada industri kimia, stasiun pengisian gas, dan rumah tangga. Namun pada umumnya sensor gas yang telah digunakan rentan terhadap interferensi medan elektromagnetik. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sensor gas berbasis serat optik dengan prinsip perambatan cahaya. Sensor serat optik dirancang berdasarkan perubahan medan evanescent pada daerah batas inticladding akibat berubahnya indek bias ketika berinteraksi terhadap gas. Konfigurasi sensor berupa deret serat optik dengan lapisan polimer sebagai pengganti cladding asli. Cladding asli dihilangkan dengan metode etsa kimia, kemudian polimer Squalane, Apiezone M, dan PEG 20M digunakan sebagai cladding pengganti. Pengujian sensor serat optik dilakukan dengan cara memaparkan gas dan membiarkan serat optik berinteraksi dengan gas. Jenis gas yang digunakan adalah uap amonia, alkohol, bensin, chloroform, solar, dan minyak yang mudah menguap. Cahaya dari Light Emitting Diode biru dengan panjang gelombang 450 nm diterima oleh fotodioda sehingga menghasilkan data tegangan. Data perubahan tegangan selanjutnya diolah dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan untuk proses identifikasi jenis gas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa deret sensor yang terdiri dari sekumpulan serat optik berselaput polimer yang berbeda dan pengenal pola Jaringan Syaraf Tiruan dapat mengidentifikasi jenis gas dengan tingkat keberhasilan 92% terhadap cladding 2cm dan 73.6% terhadap cladding 3cm

    THE EFFECT OF USING PROTEUS SOFTWARE AS A VIRTUAL LABORATORY ON STUDENT LEARNING OUTCOMES

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengetahui pengaruh penggunaan software proteus sebagai laboratorium virtual pada mata pelajaran elektronika dasar. Objek pada penelitian ini berjumlah 32 mahasiswa di kelas eksperimen dan 32 mahasiswa di kelas kontrol. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah quasi eksperimental dengan tipe non-equivalent control group. Dalam teknik analisis data, uji-t digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar di kelas dengan menggunakan laboratorium virtual rata-rata adalah 73,5, standar deviasi 9,66, dan tingkat tren nilai tertinggi 18,75%. Sedangkan nilai kelas yang tidak menggunakan laboratorium virtual rata-rata adalah 67,84, standar deviasi 10,00, dan tingkat tren nilai tertinggi 6,25%. Hasil uji-t hasil belajar mata pelajaran elektronika dasar diperoleh t-hitung> t-tabel (2,3>1,999) yang artinya penggunaan laboratorium virtual berdampak positif atau meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata pelajaran elektronika dasar. Penggunaan software proteus sebagai laboratorium virtual dapat menjadi solusi alternatif atas keterbatasan peralatan dan bahan untuk praktikum. Abstract: This study aimed to measure and determine the effect of using Proteus software as a virtual laboratory on basic electronics subjects. Object The population in this study was 32 students in the experimental class and 32 students in the control class. The research method applied was quasi-experimental with the type of non-equivalent control group. In data analysis techniques, the t-test is used to determine differences in student learning outcomes. The results showed that the mean value of learning outcomes in class using virtual laboratories was 73.5, the standard deviation was 9.66, and the highest trend level was 18.75%. Meanwhile, the average score for the class that did not use virtual laboratories was 67.84, the standard deviation was 10.00, and the highest trend level was 6.25%. The t-test learning outcomes of basic electronics subjects obtained t-count> t-table (2,3> 1,999), which means that virtual laboratories have a positive or increased impact on student learning outcomes in basic electronics subjects. The use of proteus software as a virtual laboratory can be an alternative solution to the practicum's limited equipment and materials

    Pengukuran Daya Keluaran DSSC Terhadap Ketebalan Titanium Dioksida Berbasis Internet of Things

    Get PDF
    Topography and geographical conditions in Indonesia are very supportive in the effort to use solar energy as a producer of electrical energy. In this research, Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) was fabricated using the doctor blading deposition method for coating TiO2 onto the substrate. The research focused on the effect of varying TiO2 thickness. TiO2 as an electron jumping pathway and binders for dye molecules, dye to absorb photons which will help generate electricity. the iodide / triiodide redox pair as electrolyte, and carbon as the counter electrode on the DSSC. TiO2, organic dyes, electrolytes, and counter electrodes are arranged and combined with a layered structure as a donor-acceptor layer. In testing the output power measurement using the Internet of Things, where testing cells at a thickness of 292 micrometers using a 7 watt LED lamp produces the maximum power reaches 4429.8 x 10-9 W

    Penerapan Penyemprot Tanaman Elektrik untuk Lahan Pertanian di Desa Kuta Dame

    Get PDF
    Desa Kuta Dame terletak di Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Dimana sebagian besar masyarakat di Desa Kuta Dame berprofesi sebagai petani. Komoditas utama pertanian di Desa Kuta Dame adalah padi, jagung, dan cabai merah. Pemerintah daerah melalui dinas pertanian telah berusaha untuk meningkatkan hasil pertanian, salah satunya dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan. Namun penyuluhan tersebut tidak menyentuh aspek teknologi tepat guna yang efektif dan efisien. Salah satu teknologi yang perlu diterapkan di lahan pertanian adalah sistem penyemprot tanaman elektrik. Sistem penyemprotan otomatis sangat dibutuhkan karena mayoritas petani menggunakan alat penyemprot manual (pompa diafragma) tipe gendong. Kualitas tekanan pompa dengan sistem diafragma bergantung terhadap operator dalam menggerakkan tuas pompanya. Hal ini berakibat terhadap kualitas butiran semprotan menjadi tidak halus dan tidak merata mengenai permukaan daun. Karena permasalah tersebut program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan untuk menerapkan sistem penyemprot tanaman elektrik. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dimulai dari perencanaan kegiatan, penyuluhan, praktek penggunaan alat, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah sepuluh dari lima belas peserta menyatakan sangat puas, karena sistem penyemprot otomatis dapat menghemat tenaga, waktu, pupuk, dan pestisida

    Teknologi Identifikasi Objek Berbasis Drone Menggunakan Algoritma Sift Citra Digital

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang secara geografis berada pada jalur khatulistiwa dengan morfologi yang beraneka ragam dari daratan sampai perguruan tinggi. Kekayaan alam Indonesia dengan luas wilayahnya, merupakan sumber yang harus dijaga kelestariannya. Hanya saja terkadang semakin berkembangnya negara Indoesia, semakin banyak dibuat pembangunan, perubahan dan sebagainya sehingga manusia sendiri sering menanggung akibatnya, salah satunya bencana.Penggunaan Teknologi dalam mendeteksi suatu objek sangat popular pada saat ini mulai dari kebutuhan dalam mendeteksi objek seperti wajah, sidik jari dan sejenisnya menjadi awal dalam pengembangan aplikasi olah citra digital yang lebih efisien dan modern. Dalam kajian ini membahas tentang bagaimana sebuah Drone (DSAR) yang dilengkapi dengan teknologi identifikasi objek dengan menggunakan sebuah algoritma SIFT pada citra digital dalam membantu petugas Tim SAR (Search and Rescue) mengidentifikasi objek dan gambar melalui sebuah Drone pada sebuah area yang mengalami suatu bencana atau kecelakaan, yang kemudian dikirimkan ke Komputer untuk diproses. Dengan ini Tim akan mudah dalam melakukan Pemetaan Objek dan dapat mengkordinatkan lokasi yang akan di Cari dan di Evakuasi

    DISEMINASI TEKNOLOGI MESIN MIXER DAN STEAMER DALAM PEMBUATAN BAGLOG HALAL PADA PETANI JAMUR TIRAM DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

    No full text
    Kegiatan ini dilaksanakan pada Mitra Kelompok Jamur Tiram Indonesia berada di Kabupaten Serdang Bedagai berjarak kurang lebih 88,3 kilo meter dari Universitas Negeri Medan. Dalam aktivitas Perekonomian kelompok masyarakat kurang mendapatkan keuntungan yang memadai untuk bertahan hidup dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi pada proses Produksi Kelompok yang tidak senantiasa berkesinambungan sehingga mempengaruhi pendapatan kelompok masyarakat tersebut. Permasalahan lain meliputi: 1). Membuat pelatihan pembuatan baglog jamur tiram, 2). Rendahnya Produksi baglog Jamur tiram masih manual dengan tangan manusia dan alat sterilisasi baglog masih dengan kapasitas yang kecil. Berdasarkan permasalahan tersebut maka Solusi yang dilakukan: 1). Membuat pelatihan dan pendampingan tentang pembibitan jamur tiram. 2) Memberikan alat teknologi Tepat Guna (TTG) Mesin Mixer dan Steamer Baglog dengan kapasitas yang besar. Tujuan dari program ini adalah masyarakat petani jamur tiram dapat menggunakan teknologi tepat guna serta peningkatan kualitas dan kuantitas baglog jamur tiram. Kegiatan yang dilakukan yaitu pendekatan Metode pendidikan, penyuluhan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, rancang bangun, dan pendampingan kepada mitra dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas sehingga mitra dapat siap dan mandiri. Kegiatan ini menghasilkan alat mixer dan Steamer baglog jamur tiram yang dapat meningkatkan produksi baglog jamur tiram dari 700 baglog menjadi 1.000 baglog jamur tiram dengan kualitas yang baik
    corecore