Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    33446 research outputs found

    Pemilihan Framework Enterprise Architecture Pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur menggunakan Metode Multiple Criteria Decision Analysis ( MCDA )

    No full text
    Dalam mengembangkan Enterprise Architecture (EA), maka perlu mengadopsi atau memilih Framework EA untuk Pengembangan Enterprise Architecture. Khususnya untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan Blueprint layanan Teknologi Informasi baik untuk layanan akademik maupun non akademik. Banyak berbagai Framework yang dapat digunakan untuk pengembangan Enterprise Architecture yang digunakan di antaranya adalah TOGAF, Zachman Framework dan DoDaf. Beberapa dari Framework EA ini dikembangkan untuk area yang sangat spesifik, sementara yang lain memiliki fungsi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk memilih Framework EA untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah menggunakan perhitungan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP) meliputi 5 kriteria EA dari Penelitian sebelumnya yaitu Kriteria Reasoned, Cohesive, Adaptable, Vendor-independent dan Technology-independent kemudian di proses menggunakan metode TOPSIS, Analytical Hierarchy Process dan Analytic Network Process. Hasil perhitungan dengan metode TOPSIS, AHP dan ANP menunjukkan bahwa TOGAF merupakan Framework EA yang direkomendasikan untuk di implementasikan Pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah karena memenuhi kriteria dan Metode TOPSIS sebagai metode yang mempunyai Nilai optimum. ================================================================================================================================= In developing Enterprise Architecture (EA), it is necessary to adopt or choose an EA Framework for Enterprise Architecture Development. Particularly for Muhammadiyah Higher Education in the development of Blueprints for Information Technology services for both academic and non-academic services. There are many frameworks that can be used for Enterprise Architecture development, including TOGAF, Zachman Framework and DoDaf. Some of these EA Frameworks were developed for very specific areas, while others have a broader range of functions. This study aims to select an EA Framework for Muhammadiyah Higher Education using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Analytic Network Process (ANP) methods by covering 5 EA criteria from previous research including Reasoned, Cohesive, Adaptable, Vendor-independent and Technology-independent criteria. processed using the TOPSIS method, Analytical Hierarchy Process (AHP) and Analytic Network Process (ANP). The results of calculations using the TOPSIS, AHP and ANP methods show that TOGAF is an EA Framework that is recommended to be implemented at Muhammadiyah Higher Education because it meets the criteria and the TOPSIS method as a method that has optimum value

    Analisis Proses Pengajuan Akta Kelahiran Dispendukcapil Surabaya Menggunakan Process Mining untuk Mempercepat Waktu Proses

    No full text
    Latar Belakang: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya merupakan sebuah unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang didorong untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan publik. Untuk menjawab hal tersebut Dispendukcapil Surabaya meluncurkan beberapa inovasi layanan, salah satunya adalah sistem KNG. Namun, ternyata pada sistem KNG masih terdapat banyak keluhan yang masuk dan ketidaksesuaian waktu proses dengan SOP. Oleh karena itu, pada Maret 2023 Dispendukcapil Surabaya meluncurkan sistem KNG V2. Sistem ini merupakan bentuk realisasi mandat dari walikota untuk memberdayakan pihak kelurahan dalam memberikan layanan adminduk langsung ke masyarakat. Permasalahan: Pada sistem KNG V2 seluruh ajuan akta kelahiran akan langsung ditangani oleh petugas di masing - masing kelurahan. Perubahan sistem ini menimbulkan tantangan baru karena beban kerja setiap kelurahan akan berbeda - beda sesuai dengan ajuan yang masuk. Selain itu, petugas kelurahan juga dituntut untuk segera beradaptasi dan memahami sistem KNG V2 untuk mengerjakan semua layanan. Saat ini Dispendukcapil Surabaya belum mengetahui bagaimana performa dari sistem KNG V2 secara pasti, khususnya pada proses pengajuan akta kelahiran baik pada periode sebelum maupun sesudah dibuka ajuan secara mandiri oleh masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis lebih dalam terkait proses bisnis dan waktu proses pengajuan serta pengerjaan layanan akta kelahiran. Hasil analisis tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi apakah sistem KNG V2 mampu meningkatkan kinerja Dispendukcapil Surabaya dan dapat menyelesaikan permasalahan pada proses pengajuan akta kelahiran yang terjadi pada sistem KNG sebelumnya. Tujuan: Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk memberikan rekomendasi peningkatan dan perbaikan proses pengajuan layanan akta kelahiran pada Dispendukcapil Surabaya sehingga dapat mempercepat waktu proses pengerjaan layanan akta kelahiran serta menyelesaikan permasalahan pada sistem sebelumnya. Dari penyusunan tugas akhir ini, diharapkan dapat membantu Dispendukcapil Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaik terkait pencatatan sipil khususnya pada layanan akta kelahiran. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan process mining dengan memanfaatkan data event log dari proses pengajuan akta kelahiran. Data event log yang digunakan mencakup nomor e-kitir, kategori layanan, role petugas, activity, waktu mulai, waktu selesai, dan waktu pembatalan. Data tersebut diekstraksi dari sistem basis data KNG V2 yang kemudian akan diolah menggunakan tool Apromore. Model proses aktual yang dihasilkan akan dianalisis untuk menemukan lama waktu pengerjaan dari setiap kaetgori dan aktivitas, kesesuaian dengan aturan yang digunakan oleh Dispendukcapil Surabaya, dan perbandingan dengan sistem sebelumnya untuk melihat peningkatan performa. Selanjutnya akan dilakukan root cause analysis untuk mengetahui akar penyebab masalah yang ditemukan serta Menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil: Dari analisis process mining yang telah dilakukan diketahui bahwa secara keseluruhan waktu pengerjaan akta kelahiran pada KNG V2 lebih baik jika dibandingkan dengan sistem KNG. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah kasus yang selesai di bawah satu hari kerja dan tujuh hari kerja. Selain itu, waktu tunggu terbesar pada sistem KNG V2 ini berada antara aktivitas ajuan diberikan ke petugas verifikasi dan akivitas verifikasi. Jika dibandingkan dengan KNG durasi waktu tunggu menjadi lebih singkat. Dari semua temuan yang didapatkan kemudian dilakukan root cause analysis untuk menemukan akar penyebab masalah serta menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan. Terdapat empat aspek peningkatan, yaitu aspek sumber daya manusia, aspek sistem, aspek proses, dan aspek material. Dari aspek sumber daya manusia, Dispendukcapil disarankan untuk memberikan pelatihan yang rutin dan terstruktur untuk seluruh petugas kelurahan, melakukan pengalokasian petugas berdasarkan beban kerja dan tingkat kompleksitas dari pekerjaan yang dilakukan, serta melakukan monitoring kinerja petugas. Dari aspek sistem, disarankan untuk menambah fungsi refresh manual, penambahan fitur notifikasi, livechat, dan perbaikan pertanyaan atau alur komunikasi di CakTakon. Dari aspek proses diusulkan untuk membuat standar kinerja dari petugas serta pembuatan SOP yang telah disesuaikan dengan kondisi sistem KNG V2. Terakhir dari aspek material diusulkan untuk melakukan perbaikan dan penyempuranan dokumen Panduan Penggunaan Aplikasi KNG. Manfaat: Penelitian ini memberikan kontribusi terkait penerapan process mining pada sektor publik di Indonesia dalam menganalisis waktu proses pengerjaan akta kelahiran. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran pemanfaatan process mining untuk menganalisis proses bisnis secara berkelanjutan. Bagi pihak Dispendukcapil Surabaya, penelitian ini memberikan gambaran terkait proses yang sebenarnya terjadi dan performa dari layanan akta kelahiran pada sistem KNG V2, serta beberapa rekomendasi yang dapat digunakan untuk mempercepat waktu proses dan menyelesaikan permasalahan pada sistem sebelumnya. ================================================================================================================================= Background: Surabaya City Office for Population Administration and Civil Registration (COPARCR) is an element of government affairs in the field of population administration and civil registration that encouraged to improve and enhance public services. To answer this, the Surabaya COPARCR has launched several service innovations, one of which is the KNG system. However, it turns out that in the KNG system there are still many incoming complaints and discrepancies in the processing time with the SOP. Therefore, in March 2023 Dispendukcapil Surabaya launched the KNG V2 system. This system is a form of realization of the mayor's mandate to empower kelurahan parties to provide administrative services directly to the community. Problem: In the KNG V2 system, all requests for birth certificates will be directly handled by officers in each sub-district. This system change creates new challenges because the workload for each sub-district will vary according to the applications received. Apart from that, sub-district officers are also required to immediately adapt and understand the KNG V2 system to carry out all services. Currently, Dispendukcapil Surabaya does not yet know exactly how the KNG V2 system will perform, especially in the birth certificate application process, both in the period before and after the application was opened independently by the public. Therefore, a deeper analysis is needed regarding business processes and the processing time for submitting and processing birth certificate services. The results of this analysis will be used to identify whether the KNG V2 system is able to improve the performance of the Surabaya Population and Civil Registration Department and can resolve problems in the birth certificate application process that occurred in the previous KNG system. Purpose: The purpose of this research is to provide recommendations for improving and improving the process of applying for birth certificate services at the Surabaya COPARCR so that it can speed up the process of providing birth certificate services and resolve problems with the previous system. From the preparation of this final assignment, it is hoped that it can help the Surabaya COPARCR in providing the best services related to civil registration, especially birth certificate services. Methods: This research uses a process mining approach by utilizing event log data from the birth certificate application process. The event log data used includes e-kitir number, service category, officer role, activity, start time, end time and cancellation time. The data is extracted from the KNG V2 database system which will then be processed using the Apromore tool. The resulting actual process model will be analyzed to find the length of time for each category and activity, compliance with the rules used by the Surabaya Population and Civil Registration Department, and comparison with the previous system to see performance improvements. Next, a root cause analysis will be carried out to find out the root causes of the problems found and prepare recommendations for improvement. Results: From the process mining analysis that has been carried out, it is known that the overall time for processing birth certificates on KNG V2 is better when compared to the KNG system. This is proven by the increasing number of cases completed in under one working day and seven working days. Apart from that, the biggest waiting time in the KNG V2 system is between the application activity given to the verification officer and the verification activity. When compared to KNG, the waiting time is shorter. From all the findings obtained, a root cause analysis was then carried out to find the root cause of the problem and become the basis for preparing recommendations for improvement. There are four aspects of improvement, namely human resource aspects, system aspects, process aspects, and material aspects. From the aspect of human resources, Dispendukcapil is advised to provide routine and structured training for all sub-district officers, allocate officers based on workload and level of complexity of the work carried out, and monitor officer performance. From a system aspect, it is recommended to add a manual refresh function, add notification features, live chat, and improve questions or communication flow in CakTakon. From the process aspect, it is proposed to create performance standards for officers and create SOPs that have been adapted to the conditions of the KNG V2 system. Lastly, from the material aspect, it is proposed to make improvements and refine the KNG Application Usage Guide document. Benefits: This research makes a contribution regarding the application of process mining in the Indonesian public sector in analyzing the processing time for birth certificates. Apart from that, this research also provides an overview of the use of process mining to analyze business processes in a sustainable manner. For the Surabaya Population and Civil Registration Department, this research provides an overview of the actual process and performance of the birth certificate service on the KNG V2 system, as well as several recommendations that can be used to speed up the processing time and resolve problems with the previous system

    Rekayasa Dashboard Prediksi Peluang Tubrukan Kapal Menggunakan Bayesian Network

    No full text
    Tubrukan kapal atau kecelakaan kapal akibat tubrukan menjadi salah satu jenis kecelakaan kapal dengan kerugian yang sangat besar karena memiliki dampak langsung pada kekuatan struktur kapal. Tubrukan bisa terjadi antara dua atau lebih kapal yang saling menabrak satu sama lain. Tubrukan antar kapal yang mengakibatkan kerusakan parah pada kapal dapat mengancam keselamatan para penumpang dan awak kapal pada setiap kapal yang terlibat, kecelakaan semacam ini menimbulkan kerugian yang lebih besar daripada kecelakaan tunggal. Terjadinya tubrukan pada kapal dapat dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu faktor alam (force majeur), kelalaian manusia (human error factor) dan faktor lainnya (others factor). Informasi yang didapatkan dari faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap tubrukan kapal dapat digunakan untuk membangun model Bayesian Network. Bayesian Network dapat memberikan informasi mengenai peluang terjadinya tubrukan kapal, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengurangi risiko yang ditimbulkan dari tubrukan kapal. Dalam melakukan analisis dan prediksi peluang tubrukan kapal sebagai pengambilan keputusan menggunakan Bayesian Network diperlukan langkah analisis yang cukup panjang. Maka dari itu pembuatan dashboard akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan. Pembentukan model dilakukan dengan menghitung Probabilitas awal, Probabilitas Bersyarat dan Probabilitas Bersama dari struktur yang terbentuk. Model Bayesian Network kemudian diimplementasikan pada dashboard agar dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Sehingga, didapatkan kesimpulan berdasarkan model yang terbentuk dalam melakukan prediksi peluang terjadinya tubrukan kapal di Indonesia didapatkan tingkat akurasi model sebesar 96,97%, spesifisitas sebesar 90,00% dan sensitivitas sebesar 100%. Dashboard yang dapat digunakan sebagai alat pembuat keputusan (decision making) berdasarkan model prediksi peluang tubrukan kapal menggunakan Bayesian Network dibuat menggunakan aplikasi Rstudio dengan package shiny. Dashboard memuat menu tampilan karakteristik data, prediksi tubrukan kapal dengan kondisi tertentu, kronologi tubrukan kapal di Indonesia, dan input data baru ================================================================================================================================= Ship collisions or ship accidents due to collisions are one type of ship accident with very large losses because it has a direct impact on the strength of the ship's structure. Collisions can occur between two or more ships crashing into each other. Collisions between ships that cause severe damage to ships can threaten the safety of the passengers and crew on each vessel involved, such accidents cause greater losses than a single accident. The occurrence of collisions on ships can be influenced by 3 factor, namely due to natural factors (force majeur), human error factors and due to other factors. Information obtained from factors that are thought to affect ship collisions can be used to build Bayesian Network models. Bayesian Network can provide information about the possibility of ship collisions, so that decision making can be made to prevent or reduce the risks posed by ship collisions. In analyzing and predicting ship collision opportunities as decision making using Bayesian Network, a long analysis step is needed. Therefore, making a dashboard will be very helpful in decision making. The formation of the model is carried out by calculating the initial probability, conditional probability, and joint probability of the formed structure. The Bayesian Network model is then implemented on the dashboard so that it can be used easily and quickly. Thus, conclusions were obtained based on the model formed in predicting the chance of ship collisions in Indonesia, the model accuracy rate was 96.97%, specificity of 90.00% and sensitivity of 100%. A dashboard that can be used as a decision-making tool based on a ship collision opportunity prediction model using Bayesian Network is created using the Rstudio application with a shiny package. The dashboard contains a menu of data characteristics display, ship collision predictions with certain conditions, chronology of ship collisions in Indonesia, and new data input

    Analisis District Meter Area (DMA) di Area Pelayanan Utara Perumda Air Minum Kota Padang untuk Penurunan Kehilangan Air

    No full text
    NRW Perumda Air Minum Kota Padang pada rentang Tahun 2018-2022 nilainya masih cukup tinggi, secara berurutan NRW sebesar 29,71%, 29,10%, 28,20%, 28,95% dan 28,02%. Jika dilihat dari tingkat NRW untuk setiap area pelayanan, Area Pelayanan Utara tingkat NRWnya masih cukup tinggi. NRW Area Pelayanan Utara pada Januari-April 2023 yaitu sebesar 27,85%, 18,51%, 36,07% dan 27,66%. Pada Area Pelayanan Utara saat ini sudah terbangun 7 DMA, akan tetapi NRW masing-masing DMA tersebut masih cukup tinggi termasuk diantaranya DMA 02 Utara Perumnas Belimbing dan DMA 07 Utara Pasir Putih yaitu 64,99% dan 46,63% dengan penyebab kehilangan air terbesar adalah kehilangan air fisik masing-masing DMA yaitu sebesar 60,69% dan 39,89%. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis DMA 02 Utara dan DMA 07 Utara untuk penurunan kehilangan air. Penelitian diawali dengan analisis kondisi eksisting DMA. Selanjutnya dilakukan analisis alternatif strategi untuk penurunan kehilangan air pada DMA dengan pemodelan menggunakan Epanet 2.2. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis kelayakan finansial terhadap alternatif strategi yang akan diterapkan untuk penurunan kehilangan air pada DMA. Serta analisis kapasitas kelembagaan untuk penguatan kelembagaan dalam upaya penurunan kehilangan air. Hasil penelitian menunjukkan tekanan yang cukup tinggi pada jam minimum. Tekanan pada jam minimum di DMA 02 Utara dan DMA 07 Utara sebesar 22,27 mka dan 22,88 mka. Strategi penurunan kehilangan air pada kedua DMA yaitu melakukan pengendalian untuk mengurangi tekanan pada jam minimum. Alternatif strategi pada DMA 02 Utara menghasilkan penurunan kehilangan air fisik sebesar 16,41% pada alternatif 1 dan 20,43% pada alternatif 2. Sementara itu, alternatif strategi pada DMA 07 Utara menghasilkan penurunan kehilangan air fisik sebesar 24,06% pada penerapan alternatif 1 dan 38,90% pada penerapan alternatif 2. Secara finansial, alternatif 1 pada DMA 02 Utara memberikan payback period lebih cepat dibandingkan alternatif 2. Sementara itu, imbal balik alternatif 2 DMA 07 utara lebih baik dibandingkan dengan alternatif 1. Dari aspek kelembagaan, perlu upaya peningkatan pada manajemen organisasi dan manajemen SDM dalam upaya penurunan kehilangan air. ================================================================================================================================= The NRW of Perumda Air Minum Kota Padang in the range of 2018-2022 is still high at 29.71%, 29.10%, 28.20%, 28.95% and 28.02%. When viewed from the NRW level for each service area, the North Service Area NRW level is above limit. The NRW of the Northern Service Area in January-April 2023 is 27.85%, 18.51%, 36.07% and 27.66%. In the Northern Service Area, currently 7 DMAs have been built, but the NRW of each DMA is still quite high, including DMA 02 Utara Perumnas Belimbing and DMA 07 Utara Pasir Putih, which are 64.99% and 46.63% with the biggest cause of water loss is physical water loss in each DMA, which is 60.69% and 39.89% respectively. This research will analyze DMA 02 Utara and DMA 07 Utara to reduce water loss. The research begins with an analysis of the existing conditions of the DMAs. Furthermore, alternative strategies for reducing water loss in the DMAs were analyzed by modeling using Epanet 2.2. This study also analyzed the financial feasibility of alternative strategies to be implemented to reduce water loss in the DMA. As well as institutional capacity analysis for institutional strengthening in efforts to reduce water loss. The results showed that the pressure was quite high at the minimum hour. The pressure at minimum hours in DMA 02 Utara and DMA 07 Utara is 22.27 m and 22.88 m. The strategy to reduce water loss in both DMAs is to control pressure to reduce pressure at minimum hours. Alternative strategies in DMA 02 Utara resulted in a decrease in physical water loss of 16.41% in alternative 1 and 20.43% in alternative 2. Meanwhile, alternative strategies in DMA 07 Utara resulted in a decrease in physical water loss of 24.06% in the application of alternative 1 and 38.90% in the application of alternative 2. Financially, alternative 1 in DMA 02 Utara provides a faster payback period than alternative 2. Meanwhile, the return on alternative 2 DMA 07 Utara is better than alternative 1

    Pemetaan Risiko Produk Asuransi Kendaraan Bermotor PT X di Pulau Jawa

    No full text
    PT X merupakan salah satu perusahaan asuransi umum terbesar di Indonesia yang menyediakan produk asuransi kendaraan bermotor. Dalam kurun waktu 2018 hingga 2022, pemegang polis dari produk asuransi ini terpusat di pulau Jawa dan histori klaim menunjukkan adanya kecenderungan yang lebih tinggi bagi group policy untuk melakukan klaim dibandingkan dengan individual policy. Oleh karena itu, penting bagi PT X untuk mengetahui persebaran risiko dari group policy tersebut di pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan risiko group policy dari asuransi kendaraan bermotor PT X di pulau Jawa dan membandingkannya terhadap pembagian wilayah risiko dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017. Pemetaan risiko dilakukan dengan menginterpolasi frekuensi klaim, besar klaim, years of exposure, dan klaim per masa pertanggungan dari tahun 2018 hingga 2022 dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW), Ordinary Kriging, dan Triangular Irregular Network (TIN). Pada metode IDW, weighting power yang digunakan adalah 2, 3, 4, 5, dan 6 sedangkan pada metode Ordinary Kriging, tuning parameter semivariogram teoritis dilakukan dengan menggunakan trial and error. Adapun penentuan model terbaik dilakukan dengan menggunakan Leave-One-Out Cross Validation. Interpolasi dilakukan di 10.000 titik yang tersebar secara merata ke seluruh pulau Jawa dengan bantuan software R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, model interpolasi terbaik diperoleh dengan menggunakan Ordinary Kriging, dengan nilai rata-rata Root Mean Squared Error (RMSE) sebesar 1,0027. Berdasarkan hasil interpolasi, dapat disimpulkan bahwa risiko group policy tertinggi berasal dari polis-polis di daerah barat pulau Jawa, seperti Banten dan DKI Jakarta, sedangkan daerah Jawa Barat merupakan daerah berisiko menengah, dan Jawa tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur termasuk ke dalam daerah dengan risiko rendah. Hasil visualisasi peta tematik ini sesuai dengan pembagian wilayah risiko dari OJK sehingga dapat disimpulkan bahwa Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 masih relevan terhadap claim experience yang dialami PT X selama tahun 2018 hingga 2022 ==================================================================================================================================== PT X is one of the largest general insurance companies in Indonesia, specializing in motor vehicle insurance products. Between 2018 and 2022, policyholders of this insurance product were predominantly concentrated on Java Island, and the claims history indicates a higher tendency for group policyholders to file claims compared to individual policyholders. Therefore, it is imperative for PT X to understand the risk distribution of these group policies on the Java Island. This research aims to map the risk associated with group policies for PT X's motor vehicle insurance on Java and compare it with the regional risk distribution outlined in the Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017. Risk mapping is conducted by interpolating claim frequencies, claim amounts, years of exposure, and claims per coverage period from 2018 to 2022 using the Inverse Distance Weighting (IDW), Ordinary Kriging, and Triangular Irregular Network (TIN) methods. In the IDW method, weighting powers of 2, 3, 4, 5, and 6 are employed, while in the Ordinary Kriging method, tuning the parameter of the theoretical semivariogram is done through trial and error. The determination of the best model is performed using Leave-One-Out Cross Validation and interpolation is carried out at 10,000 evenly distributed points across the Java island. The results indicated that Ordinary Kriging was the most effective interpolation model, with an average Root Mean Squared Error (RMSE) of 1.0027. The highest risk for group policies was identified in the western part of Java, including Banten and DKI Jakarta, while West Java posed a medium risk, and Central Java, DI Yogyakarta, and East Java were deemed low-risk areas. These findings aligned with the regional risk distribution outlined by OJK, affirming the continued relevance of Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 to PT X's claim experience from 2018 to 202

    Implementasi Buffer Berbasis S3-FIFo Pada Femu

    No full text
    Pada penelitian ini kami mengajukan Implementasi Buffer Berbasis S3-FIFO Pada FEMU. Implementasi ini merupakan langkah dalam pengembangan emulator flash FEMU dengan fokus pada mode Blackbox SSD untuk mencapai emulasi SmartSSD pada FEMU. Penelitian ini bertujuan menerapkan buffer berbasis S3-FIFO efisiensi FEMU, yang merupakan media penelitian SSD berbasis QEMU, serta melakukan investigasi pada dampaknya diberbagai skenario I/O. Hasil sistem ini pada uji tulis pada skenario sekuensial menunjukkan peningkatan IOPS sebesar 170,82% dan penurunan latency hingga 63,55%. Pada pengujian acak terlihat bahwa implementasi belum optimal, dengan peningkatan performa pada 10 repetisi pengujian hanya terjadi pada repetisi pertama, yaitu peningkatan IOPS 46% dan penurunan latensi 32,38%. Pada pengujian melewati offset tertentu peningkatan IOPS 62% dan penurunan latensi 39%. Implementasi buffer S3-FIFO diharapkan dapat meningkatkan kinerja FEMU dalam manajemen data pada SSD untuk menjadi langkah kecil dalam persiapan emulasi SmartSSD pada FEMU, memberikan kontribusi positif terhadap riset pengembangan SSD di masa mendatang ===================================================================================================================================== Implementation in FEMU. This implementation is a step in the development of the FEMU flash emulator with a focus on Blackbox SSD mode to achieve SmartSSD emulation on FEMU. This research aims to apply the FEMU efficiency S3-FIFO based buffer, which is a QEMU based SSD research medium, as well as investigate its impact in various I/O scenarios. The results of this system in write tests in sequential scenarios show an increase in IOPS of 170.82% and a decrease in latency of up to 63.55%. In random testing, it can be seen that the implementation is not optimal, with an increase in performance in the 10 repetitions of testing only occurring in the first repetition, namely an increase in IOPS of 46% and a decrease in latency of 32.38%. In testing beyond a certain offset, IOPS increased by 62% and latency decreased by 39%. The implementation of the S3-FIFO buffer is expected to improve FEMU performance in data management on SSDs to be a small step in preparation for SmartSSD emulation on FEMU, making a positive contribution to future SSD development researchresearch

    Pemodelan Turnaround Pesawat di Bandara dengan Mempertimbangkan Ketidakpastian Cuaca, Penerbangan Teralihkan, dan Alokasi Resources

    No full text
    Aviasi menjadi aspek yang penting bagi kehidupan manusia. Dengan berkembangnya dunia aviasi, manusia menjadi semakin dipermudah untuk pergi ke tempat yang jauh dengan durasi sesingkat mungkin dan biaya serendah mungkin. Akan tetapi, kegiatan aviasi sangat rentan terhadap kejadian tak pasti yang bersifat disruptif seperti keadaan cuaca dan penerbangan teralihkan. Salah satu kegiatan aviasi yang terdampak pada kedua kejadian ini adalah turnaround operations. Turnaround operations merupakan sebuah kegiatan di antara kedatangan dan keberangkatan pesawat yang bertujuan untuk mempersiapkan armada pesawat untuk keberangkatan selanjutnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi serta memperbaiki kinerja turnaround operations dengan mempertimbangkan ketidakpastian cuaca serta penerbangan teralihkan menggunakan simulasi kejadian diskrit sebagai pendekatan utama. Kinerja diukur melalui parameter bernama keterlambatan relatif turnaround operations (ΔT%) dan on time performance (OTP) bandara. Pada kondisi eksisting, diperoleh nilai ΔT% dan OTP bandara sebesar 44.43% dan 54.37% berturut-turut. Skenario perbaikan disusun menggunakan beberapa skenario dasar untuk memperbaiki kedua nilai ini. Dari analis skenario diperoleh bahwa skenario terbaik mampu memperbaiki nilai ΔT% dan OTP bandara menjadi 19.48% dan 55.83% secara berurutan. Analisis sensitivitas juga dilakukan untuk mengukur kekokohan model simulasi yang dibangun. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, diperoleh bahwa baik ΔT% maupun OTP bandara sangat sensitif terhadap jumlah pesawat per kedatangan penerbangan teralihkan, tingkat kedatangan pesawat, serta curah hujan. ================================================================================================================================= Aviation has become an important aspect of human life. With the development of the aviation world, it becomes easier for humans to travel to faraway places with duration as short as possible and the lowest cost possible. However, aviation activities are vulnerable to disruptive uncertain events such as weather conditions and diverted flights. One of aviation activities impacted by those two events is turnaround operations. Turnaround operations is a series of activities that lies between arrival and next departure with the goal to prepare aircraft for the next flight. This research is conducted to evaluate and improve turnaround operations performance by considering weather uncertainty and diverted flights by using discrete-event simulation (DES) as the primary approach. The performance is measured using parameter namely turnaround operations relative tardiness (ΔT%) and airport on time performance (OTP). In the existing condition, it is revealed that the values of ΔT% and airport OTP are 44.43% and 54.37% respectively. Improvement scenarios are developed based on basic scenarios used to improve these values. Based on scenario analysis, it is obtained that the selected best scenario could improve both ΔT% and airport OTP to become 19.48% and 55.83% consecutively. Sensitivity analysis is also performed to measure the robustness of constructed simulation model. Based on sensitivity analysis results, it is revealed that both ΔT% and airport OTP are sensitive towards number of airplanes per diverted flight event, airplane arrival rate, and precipitation rate

    Persepsi Wisatawan Muslim Generasi Z Terhadap Satisfaction dan Word of Mouth Pada Destinasi Wisata Halal di Indonesia (Studi Kasus: Destinasi Wisata Halal Daerah Istimewa Yogyakarta)

    No full text
    Destinasi wisata merupakan aspek penting dalam sektor pariwisata Indonesia. Wisata halal menjadi salah satu kategori destinasi wisata yang diprioritaskan untuk dilakukan optimalisasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak tahun 2014. Optimalisasi yang dilakukan pemerintah dan penanggung jawab destinasi wisata halal adalah dengan memperhatikan atribut halal seperti islamic facilities, halalness, dan general islamic morality pada objek wisata. Semakin optimal atribut halal pada objek destinasi wisata akan memberikan persepsi yang semakin baik juga dari wisatawan muslim yang berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh persepsi wisatawan generasi Z terhadap kepuasan dan keputusan word of mouth pada wisatawan halal. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data primer yang dihasilkan melalui penyebaran kuesioner baik secara online maupun offline. Kuesioner ditujukan kepada muslim generasi Z yang pernah atau sedang mengunjungi destinasi wisata halal di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu provinsi dengan destinasi wisata halal prioritas di Indonesia. Jumlah data sampel yang digunakan pada penelitian ini terdapat 150 responden yang sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Data kuesioner penelitian selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan jika islamic facilities, halalness, dan general islamic morality sebagai atribut halal memberikan pengaruh terhadap tourism satisfaction dan keputusan word of mouth. Pihak pengelola destinasi wisata halal di Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan atribut pada destinasi wisata halal guna meningkatkan kepuasan dan keputusan word of mouth wisatawan muslim. ===================================================================================================================================== Tourist destinations are an important aspect in the Indonesian tourism sector. Halal tourism has become one of the prioritized categories for tourist destinations to be optimized by the Minister of Tourism and Creative Economy since 2014. The optimization of halal tourist destinations carried out by the government and responsible parties consists of paying attention to halal attributes, such as Islamic facilities, halalness, and general Islamic morals at tourist attractions. More optimal halal attributes of tourist destinations will provide a better perception of Muslim tourists to visit the sites. This research intends to examine the influence of generation Z tourists' perceptions on satisfaction and word of mouth decisions among halal tourism. This research is a quantitative study with primary data obtained through distributing questionnaires both online and offline. The questionnaire is aimed at generation Z muslim who have visited or are currently visiting halal tourist destinations in the Special Region of Yogyakarta, as one of the provinces with priority halal tourist destinations in Indonesia. The amount of sample data used in this study were 150 respondents who have fulfilled the research sample criteria. The research questionnaire data is subsequently analyzed using the Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method through SmartPLS software. The results showed that Islamic facilities, halalness, and general Islamic morality as halal attributes have a influence on tourism satisfaction and word of mouth (WOM). The management of halal tourist destinations in the Special Region of Yogyakarta is expected to improve the attributes of halal tourist destinations in order to increase the satisfaction and word of mouth decisions of Muslim tourists

    Studi Eksperimen Pengaruh Jenis Reflektor Cermin Terhadap Kinerja Panel Surya Di Atap Gedung Departemen Teknik Mesin FT-IRS ITS

    No full text
    Departemen Teknik Mesin ITS telah memasang beberapa unit panel surya di lingkungan kampus sebagai usaha meningkatkan pemanfaatan potensial tersebut. Panel surya sendiri didukung oleh teknologi fotovoltaik yang merupakan perangkat semikonduktor dengan kemampuan mengubah sebagian radiasi matahari menjadi energi listrik dengan bantuan foton. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen untuk mendapatkan data intensitas radiasi matahari, tegangan dan arus luaran, temperatur permukaan, serta efisiensi konversi dari panel surya. Penelitian diawali dengan studi literatur, sebelum kemudian dilakukan perancangan dan pembangunan kerangka penopang panel surya dengan reflektor cermin. Perhitungan daya luaran dan efisiensi konversi panel surya dilakukan setelah pengambilan data untuk reflektor cermin datar dan reflektor cermin cekung. Data-data yang ada diolah dan dibandingkan, perbedaan nilai akan menunjukkan adanya peningkatan atau penurunan kinerja panel surya. Hasil eksperimen menunjukkan reflektor cermin datar meningkatkan rata – rata daya luaran panel surya sebesar 0,255 W atau 3,323% lebih besar dari reflektor cermin cekung. Reflektor cermin datar meningkatkan rata – rata temperatur permukaan panel surya sebesar 0,4oC atau 13,5% lebih tinggi dari reflektor cermin cekung. Reflektor cermin datar juga meningkatkan rata – rata efisiensi konversi panel surya sebesar 0,374% lebih baik dari reflektor cermin cekung. Pengaruh temperatur panel terhadap efisiensinya dinyatakan denga

    Pengurangan Emisi Karbon Perusahaan Pemanis Dengan Material Circularity Indicator (MCI) Dan Energy Value Stream Mapping (EVSM)

    No full text
    Peningkatan produktivitas operasional suatu perusahaan berkaitan erat dengan aktivitas pemanfaatan energi yang berkorelasi dengan emisi karbon. Hal tersebut dapat mengubah iklim secara drastis dan membahayakan masyarakat dunia. Preferensi konsumen yang sadar akan dampak lingkungan pun menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk mengurangi emisi karbon dalam operasional bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perbaikan untuk mengurangi emisi karbon PT LMN dengan material circularity indicator (MCI)—metode circular economy—dan energy value stream mapping—metode Lean. Gabungan metode tersebut telah menunjukkan efektivitasnya untuk menganalisis dan menjadi bahan pendukung diskusi root cause analysis dengan stakeholder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai MCI proses produksi sorbitol secara keseluruhan adalah 0,30 sedangkan nilai MCI proses produksi CWSS adalah 0,11—artinya sorbitol relatif lebih sirkular dibandingkan CWSS. Strategi pengurangan emisi karbon telah dirumuskan. Pada konteks sirkularitas material: starch recovery, reuse-recycle air, memaksimalkan nickel catalyst recovery, dan mengevaluasi kemungkinan menjual filter cake dan CWSS yang tidak sesuai spesifikasi sebagai pakan ternak. Pada konteksi utilisasi energi, penggantian PRV dan implementasi SMED diprioritaskan. Rekomendasi tersebut memiliki potensi pengurangan 2102 ton CO2e per tahun dan meningkatkan efisiensi energi keseluruhan hingga 10%. =============================================================================================================================== Increasing the productivity of a company is closely related to energy utilization activities which correlated to carbon emissions. It can drastically change the climate and harm world community. The preferences of consumers who are aware of environmental impacts are also the main impetus for many companies to reduce carbon emissions in its business operations. This study aims to plan an improvement strategy for reducing sweeteners’ company carbon emissions with the material circularity indicator (MCI)—a circular economy method—and the energy value stream mapping (EVSM)—a lean method. Those methods combined have shown their practicality in analyzing and triggering root cause analysis discussions with stakeholders. Results showed overall sorbitol processing MCI value is 0.30, while CWSS processing MCI value is 0.11—showing that sorbitol is relatively more circular than CWSS. Carbon emissions reduction strategy were developed. In terms of material circularity, it is suggested to recover starch, reuse-recycle water, maximize nickel catalyst recovery, and check the feasibility to sell filter cake and out-of-specification CWSS as animal feed. In terms of energy utilization, PRV replacement and SMED implementation were prioritized. Those combined has an opportunity of reducing 2102 tons-CO2e annualized and increase overall energy efficiency up to 10

    20,148

    full texts

    33,459

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇