34 research outputs found

    STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BUDIDAYA LELE DALAM UPAYA PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN ARJOWINANGUN

    Get PDF
    Budidaya ikan lele akhir-akhir ini menjadi primadona dalam sektor bisnis UMKM. Ikan lele dinilai mudah untuk dibudidayakan, pertumbuhan cepat, mampu bertahan terhadap penyakit serta membutuhkan biaya yang relatif terjangkau. Potensi tersebut yang berusaha ditangkap oleh pembudidaya di Indonesia. Usaha budidaya ikan lele sudah banyak dikenal dengan menerapkan teknologi dalam pengolahannya. Akan tetapi proses pemasaran menjadi masalah inti yang dihadapi oleh pembudidaya yang ada di Puri Cempaka Putih I Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan bantuan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat. Bantuan langsung yang dapat dilakukan berupa pelatihan dasar mengenai pemasaran digital bagi pemula sebanyak 15 peserta, yakni belajar serta mengenal Google My Business, dalam pengenalan digital marketing dalam pengembangan usaha budidaya ikan lele. Bentuk capaian dari kegiatan ini adalah branding produk, tautan Google My Business, serta penjualan produk lele melalui aplikasi Marketplace yang digunakan sebagai strategi tepat guna agar dapat memasarkan ikan lele secara efektif dan efisien. Metode pencapaian hasil dari kegiatan ini diketahui dari kuesioner yang menunjukkan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan hasil penjualan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat menjadi lebih baik

    PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK EM-4 PADA PAKAN IKAN LELE (Clarias sp) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DI DESA KEMANTREN, KEC, GEDEG, KOTA MOJOKERTO, JAWA TIMUR.

    Get PDF
    JUSMEN LANI KOGOYA, NPM (3219500005). “Pengaruh Pemberian Probiotik EM-4 Pada Pakan Ikan Lele (Clarias sp) Terhadap Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup” di Desa Kemantren, Kec, Gedeg, Kota Mojokerto, Jawa Timur. (Pembimbing Nurjanah, dan Ninik Umi Hartanti). Ikan lele (Clarias sp) merupakan salah satu komoditas air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan produksinya setiap tahun meningkat. Untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatka produksi, salah satunya dengan peningkatan nutrisi pakan menggunakan probiotik EM-4. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pakan yang difermentasi dengan probiotik EM-4 terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp), yang dipelihara dengan teknologi bioflok. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan, adapun perlakuannya yaitu A1 (dosis EM-4 sebanyak 6 ml/kg pakan), B1 (dosis EM-4 sebanyak 8 ml/kg pakan), C1 ( dosis EM-4 sebanyak 10 ml/kg pakan) dan K (tanpa probiotik EM-4). Ikan uji yang digunakan yaitu benih ikan lele berukuran 7-9 cm dengan padat tebar 500 ekor/M3 , ketinggian air 50 cm dengan volume air 3,5325 kubik air. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari (pagi jam 09 00, sore jam 16 00 dan malam jam 09 00) sebanyak 5% dari bobot ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian EM-4 pada pakan dengan dosis berbeda memberikan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot individu mutlak, laju pertumbuhan harian dan mingguan dan rasio konversi pakan, namun tidak berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup. Hasil yang terbaik adalah perlakuan C2 (dosis EM-4 sebanyak 10 ml/kg pakan) dengan pertumbuhan bobot individu mutlak 270,5 g, laju pertumbuhan harian 123,5%, laju pertumbuhan mingguan 370,5%, konversi pakan 3,43, dan tingkat kelangsungan hidup 97%. Kata kunci : Clarias sp, EM-4, Bioflo

    Teknologi Bioflok untuk Ikan Rawa

    Get PDF
    Abror M, Tiawati E, Manurung CN, Khairunnisa M, Susilo TS, Vivin V. 2022. Biofloc technology for swamp fish. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 621-627. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Swamp fish cultivation is currently a special attraction for fish farmers, but its production is still not optimally utilized, it can be increased by using a biofloc system. The biofloc system is a technology that utilizes bacteria that are able to destroy waste and maintain water quality with the advantage of being able to maximize narrow land, environmentally friendly, feed efficiency and high productivity. Therefore, the use of a biofloc system for swamp fish farming is very helpful for farmers because they can get increased yields from a limited pond area and save on feed costs. So the cultivation technology using a biofloc system is highly recommended to be developed in swamp fish farming. This study aimed to study the effect of the biofloc system on the productivity of swamp fish farming production. This activity is carried out by looking at and comparing several related scientific journals and then getting the best knowledge for the biofloc system in swamp fish

    Effects of difference C/N ratio on water quality of white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) cultivation

    Get PDF
    Biotechnology is used to apply technology to the C/N ratio by stimulating the activities of heterotrophic microorganisms, which derive food from carbon and nitrogen substrates in a certain ratio. The goal of this research was to see how the optimal carbon-nitrogen ratio affected water quality and floc volume in white leg shrimp (Litopenaeus vannamei) farming. This study took place in the UPT Integrated Laboratory Unkhair in Ternate City in July and August 2021. A fully randomized design (CRD) with four treatments and three replications was used in this investigation. Different C/N ratios had an effect on ammonia, nitrite, nitrate, floc volume, and feed conversion ratio, according to the research. The water quality parameters are still suitable for white leg shrimp cultivation. In white leg shrimp culture, the addition of C-organic molasses (different C/N ratios) was able to reduce the concentrations of (NH3), (NO2), and (NO3), and also greatly increase the flock volume and streamline the feed conversion ratio. Keywords: C/N Ratio Vannamei Wastewater Bioflo

    Efectos de Bacillus sp. como bacterias biofloculantes en el cultivo del camarón

    Get PDF
    Antecedentes: Dentro de las bacterias usadas como probiótico en acuicultura, el género Bacillus se encuentra entre las más estudiadas, además de la actividad biofloculante puede ofrecer otros beneficios como el reciclamiento de nitrógeno en el estanque de cultivo. Objetivo. Realizar una revisión sobre la aplicación de Bacillus en el cultivo del camarón, con énfasis en su efecto biofloculante en Sistemas Biofloc. Desarrollo: Bacillus sp. producen un amplio rango de sustancias poliméricas extracelulares (SPE) y péptidos antimicrobianos contra una variedad de microorganismos y para mejorar la respuesta inmune de los animales cultivados, por lo que mejoran el crecimiento de los animales cultivados y para el control de enfermedades. El potencial biofloculante de especies de Bacillus, hacen de estas bacterias buenos candidatos para ser usadas como inóculo en sistemas Biofloc de Penaeus vannamei. Conclusiones: No obstante, se hace necesario el aislamiento y caracterización de nuevas cepas de Bacillus biofloculantes, así como, evaluar el efecto de los biofloculantes en el metabolismo y la respuesta inmune de Penaeus vannamei

    PENGGUNAAN HORMON TIROKSIN PADA PAKAN UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik pemberian hormon tiroksin pada pakan pelet terhadap pertumbuhan benih ikan nila&nbsp;(Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Jurusan Perikanan Universitas Palangka Raya pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (penambahan hormon tiroksin 0,9 mg/kg pakan), perlakuan C (penambahan hormon tiroksin 1,8 mg/kg pakan) dan perlakuan D (penambahan hormon tiroksin 2,7 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon tiroksin berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat mutlak, dan laju pertumbuhan spesifik masing-masing sebesar &nbsp;4,0 cm, 6,02 g, dan&nbsp;4,06&nbsp;%/hari. &nbsp;Perlakuan terbaik adalah perlakuan pemberian hormon tiroksin tertinggi dengan dosis 2,7 mg/kg pakan&nbsp;sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan dosis optimal

    Pembudidayaan Lele Hemat Air dengan Sistem Bioflok Pada Kolam Terpal, di Kelompok Tani Pucangwolu-Giriwono, Kabupaten Wonogiri

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Pucangwolu, Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri dalam pembudidayaan lele dengan sistem bioflok dengan kolam terpal. Keterbatasn lahan dan air irigasi merupakan permasalahan yang dihadapi petani di lokasi kegiatan, terutama pada musim kemarau. Salah satu pilihan agar petani mendapatkan sumber protein serta kesempatan memperoleh pendapatan tambahan adalah membudidayakan lele. Adanya keterbatasan lahan dan air di lingkungan Pucangwolu, maka pemeliharaan lele yang dilakukan pada kolam/bak kecil dari terpal dengan sistem bioflok adalah pilihan yang tepat. Program ini dilakukan dengan metode pelatihan dan percontohan. Pelatihan meliputi cara budidaya lele dengan sistem bioflok, sedangkan percontohan dilakukan dengan pembuatan bak pemeliharaan dari terpal ukuran 1,5 × 1 m. Tiga puluh buah kolam kecil terpal, dipasang pada lima anggota kelompok tani. Sumberdaya probiotik menggunakan limbah organik rumah tangga dan mikroba efektif yang ada di pasaran. Pemeliharaan lele sistem bioflok pada kolam terpal ini juga dikombinasi dengan sayuran akuaponik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan lele dengan sistim bioflok yang hemat lahan dan air. Pada kolam bioflok juga ditanam sayuran kangkung dengan sistem akuaponik. Melalui kegiatan ini, masyarakat telah memiliki kesempatan untuk mendapatkan sumber pangan alternatif dan juga ada harapan tambahan pendapatan baru di sela-sela pekerjaan pokok sebagai petani atau pekerjaan lainny

    RESTRIÇÃO ALIMENTAR DE MACROBRACHIUM ROSENBERGII CULTIVADO EM SISTEMA DE BIOFLOCOS

    Get PDF
    O objetivo deste trabalho foi avaliar o desempenho zootécnico do camarão-daMalásia, Macrobrachium rosenbergii criados em sistema de biofloco e submetidos àrestrição alimentar. Foram utilizadas 400 pós-larvas do camarão distribuídas em doistratamentos; camarões alimentados sete dias na semana (controle) e camarõesalimentados com restrição nos finais de semana (sábado e domingo não foi ofertadadieta). Tanto os parâmetros zootécnicos como os parâmetros de qualidade de águanão apresentaram diferenças significativas entre os tratamentos controle e restriçãoalimentar. Portanto, o manejo de restrição pode ser utilizado como alternativa pararedução de custos com alimentação artificial e mão-de-obra

    Pembudidayaan Lele Hemat Air dengan Sistem Bioflok Pada Kolam Terpal, di Kelompok Tani Pucangwolu-Giriwono, Kabupaten Wonogiri

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga di Pucangwolu, Kelurahan Giriwono, Kabupaten Wonogiri dalam pembudidayaan lele dengan sistem bioflok dengan kolam terpal. Keterbatasn lahan dan air irigasi merupakan permasalahan yang dihadapi petani di lokasi kegiatan, terutama pada musim kemarau. Salah satu pilihan agar petani mendapatkan sumber protein serta kesempatan memperoleh pendapatan tambahan adalah membudidayakan lele. Adanya keterbatasan lahan dan air di lingkungan Pucangwolu, maka pemeliharaan lele yang dilakukan pada kolam/bak kecil dari terpal dengan sistem bioflok adalah pilihan yang tepat. Program ini dilakukan dengan metode pelatihan dan percontohan. Pelatihan meliputi cara budidaya lele dengan sistem bioflok, sedangkan percontohan dilakukan dengan pembuatan bak pemeliharaan dari terpal ukuran 1,5 × 1 m. Tiga puluh buah kolam kecil terpal, dipasang pada lima anggota kelompok tani. Sumberdaya probiotik menggunakan limbah organik rumah tangga dan mikroba efektif yang ada di pasaran. Pemeliharaan lele sistem bioflok pada kolam terpal ini juga dikombinasi dengan sayuran akuaponik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan lele dengan sistim bioflok yang hemat lahan dan air. Pada kolam bioflok juga ditanam sayuran kangkung dengan sistem akuaponik. Melalui kegiatan ini, masyarakat telah memiliki kesempatan untuk mendapatkan sumber pangan alternatif dan juga ada harapan tambahan pendapatan baru di sela-sela pekerjaan pokok sebagai petani atau pekerjaan lainny
    corecore