Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI
The problem in this study is the low interest in learning in class X accounting majors at SMK Negeri 2 Balige due to low parental attention. The purpose of this study was to determine the effect of parental attention on the interest in learning of class X students in the Accounting Department at SMK Negeri 2 Balige. This research was conducted at SMK Negeri 2 Balige. The population in this study were all 107 students of class X Accounting Department at SMK Negeri 2 Balige. The sampling technique is total sampling so that the number of samples used is 107 respondents. The data obtained were analyzed using the PLS (Partial Least Square) analysis technique through SmartPLS software. The data collection technique in this study was in the form of a questionnaire. The data obtained were analyzed using the PLS Algorithm test, PLS Bootstrapping and hypothesis testing using the t-test. The results of the analysis obtained that the average reflected is above 0.5 and the outer loading indicator is higher than 0.6. The data from the calculation for the research hypothesis where parental attention affects students' learning interest is obtained from the p-value of 0.000 while the real level or is 0.05. Thus, it can be concluded that parental attention has an effect on students' interest in learning.Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar pada siswa kelas X Jurusan akunatansi SMK Negeri 2 Balige dikarenakan rendahnya perhatian orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 2 Balige. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Balige. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Akuntansi SMK Negeri 2 Balige yang berjumlah 107 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 107 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis PLS (Partial Least Square) melalui software SmartPLS. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji PLS Algoritma, PLS Bootstrapping dan pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji-t. Hasil analisis yang diperoleh rata-rata direfleksikan diatas 0,5 dan indikator outer loading lebih tinggi dari 0,6. Data dari perhitungan untuk hipotesis penelitian dimana perhatian orang tua berpengaruh terhadap minat belajar siswa diperoleh dari nilai p-value sebesar 0,000 sedangkan taraf nyata atau α sebesar 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
 
Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Kota Palu Pada Masa Pandemi Covid-19
Abstract: The research aims to know the achievement of learning outcomes and the factors that influence it. The research method used was descriptive qualitative research. The research subjects were 223 students of grade VI SD at Palu city. Data collection techniques were carried out are tests and interviews. The results obtained from the research that has been done are that of the 223 students who took the test, only 52 students (23%) correctly answered the short answer questions and only 7 students (3%) were able to answer the essay questions about the circumference of plane materials. The learning outcomes of Palu City Elementary School students are in the poor category. From the results of interviews with students, teachers, and school principals, information was obtained that the factors causing low learning outcomes during the COVID-19 pandemic were the decreased level of student discipline, the difficulty of controlling students and teachers, BDR for a long time caused students to easily forget, absorb low online face-to-face material, excessive public concern about COVID-19, support from parents and the unequal economy of parents.
Keywords: analysis, mathematics learning outcomes, COVID-19 pandemicAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian hasil belajar serta faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VI SD Kota Palu sebanyak 223 siswa. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan yaitu dari 223 siswa mengikuti tes hanya 52 siswa (23%) siswa yang menjawab benar soal isian singkat dan hanya 7 siswa (3%) yang mampu menjawab soal uraian materi keliling bangun datar. Capaian hasil belajar siswa SD Kota Palu kategori kurang. Dari hasil wawancara terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah, diperoleh informasi bahwa faktor penyebab rendahnya hasil belajar pada masa pandemi COVID-19 yaitu tingkat kedisiplinan siswa yang menurun, sulitnya kontrol siswa dan guru, BDR dalam waktu yang lama menyebabkan siswa mudah lupa, serapan materi pada tatap muka online yang rendah, kekhawatiran masyarakat terhadap COVID-19 yang berlebihan, dukungan dari orang tua serta ekonomi orang tua yang tidak sama.
Kata-kata Kunci: analisis, hasil belajar matematika, pandemi COVID-19.
 
Efektivitas Model Pembelajaran Daring dan Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Semester IV STAB Kertarajasa
Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the learning model on student achievement in the fourth semester of STAB Kertarajasa in the Covid-19 pandemic period for the 2020/2021 academic year. The design used for the research is in the from of an experiment with a quantitative approach. The instrument used in this study was a questionnaire distributed 23 fourth semester student of STAB Kertarajasa. The data that has been obtained from the questionnaire distribution is then analyzed using a likert scale and the GPA value of online and conventional learning model is analyzed by t-test.
The result of this research is that the online learning model is classified as easy with 59% achievement percentage. for conventional learning models are also classified as easy with a percentage of 69% achievement. based on the t-test the GPA values of online and conventional learning models are in the real area.
Keywords: online learning, conventional learning, learning achievementAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa semester IV STAB Kertarajasa di Masa Pandemi Covid-19 tahun akademik 2020/2021. Desain yang digunakan untuk penelitian berbentuk eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang disebarkan kepada 23 responden mahasiswa semester IV STAB Kertarajasa. Data yang telah diperoleh yaitu dari penyebaran angket kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan nilai IPK dari model pembelajaran daring dan konvensional dianalisis dengan uji-t.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran daring ternyata tergolong dalam kategori mudah dengan persen capaian sebesar 59%. Untuk model pembelajaran konvensional juga tergolong dalam kategori mudah dengan persen capaian sebesar 69%. Sedangkan berdasarkan uji-t nilai IPK dari Model pembelajaran daring dan konvensional ternyata berada didaerah nyata (N). Jadi diharapkan mahasiswa terus belajar dengan baik dan tidak bermalas-malasan, sehingga pelaksanaan kegiatan belajar dengan model pembelajaran daring maupun konvensional maka akan mendapat prestasi yang baik.
Kata-kata Kunci: pembelajaran daring, pembelajaran konvensional, prestasi belaja
Pengaruh Pengajaran Oleh Aṭṭhasīlanī Terhadap Minat Belajar Siswa Buddhis Di SD Taman Harapan
Abstract: This research was conducted to determine the effect of Atthasilani's teaching on the learning interest of Buddhist students at Taman Harapan Elementary School. References to determine student learning interest can be measured through seven indicators according to Bahri (1-4) and according to Slameto (5-7), namely (1) feelings of pleasure, (2) student interaction, (3) interest, (4) student attention , (5) positive feelings while studying, (6) there is comfort while studying, and (7) the capacity to make decisions while studying. The design of this research is quantitative research which is supported by qualitative research. The instrument used is a written statement (questionnaire) with a Likert scale calculation and the t-test is supported by a list of interviews stated to 6 informants. The results of this study show that the interest in learning of Buddhist students in the teaching carried out by atthasilani mostly has an effective interest. However, based on the overall Likert scale calculation, teaching by subject teachers has the highest score of 40 and teaching by atthasilani has the lowest score of 25. Partially, there are several indicators that state high scores, some are moderate and some are even less. Thus, there are differences in teaching by atthasilani and teachers who state high gains on teachers so that there is no influence of teaching by atthasilani.
Keywords: Teaching, Interest in learningAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Pengajaran Oleh Atthasilani Terhadap Minat Belajar Siswa Buddhis SD Taman Harapan. Acuan untuk mengetahui minat belajar siswa dapat diukur melalui tujuh indikator menurut Bahri (1-4) dan menurut Slameto (5-7), yaitu (1) perasaan senang, (2) keterlibatan siswa, (3) ketertarikan, (4) perhatian siswa, (5) perasaan positif saat belajar, (6) adanya kenyamanan saat belajar, dan (7) adanya kapasitas dalam membuat keputusan saat belajar. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang didukung dengan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan penelitian survei. Instrumen yang digunakan adalah pernyataan tertulis (kuisioner) dengan penghitungan skala likert dan Uji-t didukung oleh daftar wawancara yang ditanyakan kepada 6 informan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa minat belajar siswa Buddhis pada pengajaran yang dilakukan oleh atthasilani sebagian besar memiliki minat yang efektif. Akan tetapi, berdasarkan penghitungan skala likert secara keseluruhan bahwa pengajaran oleh guru mata pelajaran memiliki skor tertinggi sebesar 40 dan pengajaran oleh atthasilani memiliki skor terendah 25. Secara parsial, ada beberapa indikator menyatakan nilai yang tinggi, ada yaang sedang bahkan ada yang kurang. Dengan demikian, adanya perbedaan pengajaran oleh atthasilani dan guru yang menyatakan perolehan tinggi pada guru sehingga tidak ada pengaruh pengajaran oleh atthasilani.
Kata Kunci: Pengajaran, Minat Belajar  
EFEKTIVITAS MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI WHATSAPP GROUP DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
This study aims to determine the effectiveness of the application of the contextual teaching and learning model through whatsaap groups in class IV mathematics learning by taking into account the indicators of achieving effectiveness, namely: learning implementation, student learning activities, and student responses. The type of this research is descriptive research. The population is all fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Sorong City for the 2021/2022 academic year. The sampling technique used cluster random sampling. Data collection techniques using observation and questionnaires. Observations were used to describe the implementation of learning and student learning activities, while questionnaires were used to describe student responses. Data analysis was carried out by describing the average achievement of effectiveness indicators consisting of the implementation of learning, student learning activities, and student responses. The results of the study indicate that the indicators of achievement of effectiveness, implementation of learning have been carried out well starting from the initial, core, and closing activities. Indicators of student learning activities are classified as very active. Indicators of student response are classified as very positive. Based on this, the application of the contextual teaching and learning model through whatsaap groups in fourth grade mathematics learning is effective.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model contextual teaching and learning melalui whatsaap group dalam pembelajaran matematika kelas IV dengan memperhatikan indikator ketercapaian efektivitas, yaitu: keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Jenis dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Populasi seluruh peserta didik kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Sorong tahun pelajaran 2021/2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Observasi digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas belajar peserta didik, sedangkan angket digunakan untuk mendeskripsikan respons peserta didik. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan rata-rata ketercapaian indikator efektivitas yang terdiri dari keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator ketercapaian efektivitas, keterlaksanaan pembelajaran telah terlaksana dengan baik mulai dari kegiatan awal, inti, dan penutup. Indikator aktivitas belajar peserta didik tergolong sangat aktif. Indikator respons peserta didik tergolong sangat positif. Berdasarkan hal itu, maka penerapan model contextual teaching and learning melalui whatsaap group dalam pembelajaran matematika kelas IV, efektif untuk diterapkan
Analisis Kecerdasan Verbal Linguistik Peserta Didik Dalam Pembelajaran Kooperatif
Abstract: Education is a tool that everyone needs to acquire knowledge. Through education, students gain a lot of knowledge through the learning process. The learning process takes place as a form of processing information that students get from the surrounding environment. The process of obtaining and processing information requires good communication skills. This research method is descriptive qualitative. The purpose of this paper is to provide an overview of students' linguistic communication skills. The results of this study indicate that linguistic intelligence can be improved through several strategies implemented by educators.
Keywords: Education, Communication Skills, Verbal LinguisticsAbstrak: Pendidikan ialah sarana yang dibutuhkan semua orang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Melalui pendidikan, banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan peserta didik melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung sebagai bentuk pemrosesan informasi yang didapatkan peserta didik dari lingkungan di sekitarnya. Proses memperoleh dan mengolah informasi memerlukan kemampuan komunikasi yang baik. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tujuan dari tulisan ini ialah memberikan gambaran tentang kemampuan komunikasi linguistik peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan linguistik dapat ditingkatkan melalui beberapa strategi yang diterapkan oleh pendidik.
Kata-kata Kunci: Pendidikan, Kemampuan Komunikasi, Verbal Linguistik
Manajemen Pembelajaran Berbasis Studi Kasus (Case Method)
Abstract: Policies regarding key performance indicators have encouraged them to be able to implement problem-based and collaborative learning. Therefore, there is need for innovation in learning with learning methods empower students is cases method. The purpose of this research is to find out the management of learning in case studies of college level students who use expost facto. This study obtained data through observation, tests and questionnaires. The sample in this study was 132 students of the Elementary School Teacher Education study program. The results of the planning stage of the questionnaire with a percentage of 75.48% in the good category, the implementation stage by obtaining a percentage of 92.30% in the very good category, and the evaluation stage by obtaining a percentage of 87.90% in the very good category. The results of case study-based learning that are applied in class management courses, which are acceptable to students, are considered helpful and effectively applied in learning.
Keywords: Case Method, Learning ManagementAbstrak: Kebijakan mengenai indicator kinerja utama menyebabkan terus didorong untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang berbasis permasalahan dan kolaboratif. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam pembelajaran dengan metode pembelajaran yang memberdayakan peserta didik (student center learning), salah satunya dengan berbasis kasus (cases method). Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui manajemeni pembelajaran berbasis studi kasus terhadap mahasiswa jenjang perkuliahan yang menggunakan expost facto. Penelitian ini memperoleh data melalui observasi, tes dan angket. Sampel pada penelitian ini adalah 132 mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil dari angket tahap perencanaan dengan presentase yaitu 75,48% dengan kategori baik, tahap pelaksanaan dengan memperoleh presentase yaitu 92,30% dengan kategori sangat baik, dan tahap evaluasi dengan memperoleh presentase yaitu 87,90% dengan kategori sangat baik. Hasil pembelajaran berbasis studi kasus yang diterapkan dalam mata kuliah manajamen kelas yaitu dapat diterima oleh mahasiswa dinilai membantu dan efektif diterapkan dalam pembelajaran.
Kata-kata kunci: Studi kasus, Manajemen Pembelajara
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran E-Learning Dengan Media Google Meet
Abstract: This research is an effort to improve science learning outcomes through an e-learning model using google meet media for class VIII-1 of Marsudirini Tualang Junior High School. This is because many students do not understand the teacher through google meet. The provision of learning materials delivered by the teacher through google meet causes science learning outcomes to be relatively low or stil below minimum completeness criteria, which is 70. This study uses classromm action research in the form of implementing e-learning model with google meet media with the aim of improving student learning outcomes for class VIII-1 Marsudirini Tualang Junior High School which consists of two cycles and each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class VIII-1 Marsudirini Tualang Junior High School. The number of students is 28 students consisting of 14 male students and 14 female students. The results showed that the application of the e-learning model with google meet media could improve science learning outcomes for class VIII-1 students of Marsudirini Tualang Junior High School. Judging from the results of the pre-cycle students who completed minimum completeness criteria, only 12 students (42,8%) and 16 students (57,2%) who had not. In the first cycle there are 17 students (60,7%) who have completed and 11 students (39,3%) have not completed, and in the second cycle there are 25 students (89,2%) who have completed and there are 3 students (10,8%) unfinished. From the improve in learning outcomes, this classroom action research was stopped in cycle II because it had reached the classical completeness criteria, namely 85% of the total number of students who had completed learning and were declared successful in improving science learning outcomes for class VIII-1 students of Marsudirini Tualang Junior High School.
Keywords: Students learning outcomes, E-learning model, Google Meet media
Abstrak: Penelitian ini merupakan upaya dalam meningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran e-learning dengan media Google Meet pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Hal ini dikarenakan banyak Siswa yang belum memahami pembelajar melalui Google Meet. Pemberian materi pembelajaran yang disampaikan guru melalui Google Meet menyebabkan hasil belajar IPA masih terbilang rendah atau masih dibawah KKM yaitu 70. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa penerapan model Pembelajaran e-learning dengan media Google Meet dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus tediri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Jumlah siswa 28 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran e-learning dengan media Google Meet dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang. Dilihat dari hasil Pra siklus siswa yang tuntas KKM hanya 12 siswa (42,8%), dan 16 siswa (57,2%) yang belum tuntas. Pada siklus I terdapat 17 siswa (60,7%) yang tuntas dan 11 siswa (39,3%) yang belum tuntas, dan pada siklus II terdapat 25 siswa (89,2%) yang tuntas dan terdapat 3 siswa (10,8%) yang belum tuntas. Dari peningkatan hasil belajar tersebut penelitian tindakan kelas ini di hentikan di siklus II karena telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu ≥ 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajar dan dinyatakan berhasil untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa Kelas VIII-1 SMP Marsudirini Tualang.
Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran E-Learning, Media Google Mee
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 MANDAU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN READING GUIDE
The purpose of this research was to increase students' learning motivation through the Reading Guide learning model. The participants of this investigation were the students of class XI IPA 2 SMAN 2 Mandau. The implementation of this research was carried out in 2 cycles, with the stages of planning, implementing, observing and reflecting. At the Pre Test stage, the students' motivation level was 59.2% (low category). These results could be seen from the learning motivation questionnaire that had been made. Then after the implementation of the first cycle, the level of student learning motivation rose to 74.16% (medium category), and in the second cycle showed that the student's learning motivation increased to 82.02%. In addition to this, an increase also occurred in the teacher's observation sheet. Where in the first cycle obtained 67.85% and in the second cycle of 82.14%. The increase of student motivation was concluded that the application of the Reading Guide learning model could increase student learning motivation.
Keywords: Learning motivation, Reading Guide, Teacher, improvementTujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran Reading Guide. Objek penyidikan ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMAN 2 Mandau. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap Pre Test diperoleh tingkat motivasi siswa sebesar 59,2% (kategori rendah). Hasil tersebut tampak dari angket motivasi belajar yang telah dibuat. Kemudian setelah dilaksanakannya siklus I, tingkat motivasi belajar siswa naik menjadi 74,16% (kategori sedang), selanjutnya pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat menjadi 82,02%. Disisi lain peningkatan juga terjadi pada lembar observasi guru. Dimana pada siklus I diperoleh 67,85% dan pada siklus II sebesar 82,14%. Dengan adanya peningkatan motivasi siswa, maka didapati kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Reading Guide dapat menaikkan motivasi belajar siswa.
Kata kunci: Motivasi belajar, Reading Guide, Guru, siste
KEMAMPUAN MEMBACA PUISI PESERTA DIDIK KELAS IIA SDN 1 KARANGSARI KABUPATEN BANYUWANGI DI ERA NEW NORMAL
Abstract: The background of this research was finding out of students who had not have the ability of reading poetry well. This research aimed (1) to describe IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, in new normal era, and (2) the factors that affect IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, in new normal era. The type of this research was qualitative descriptive research. The subject of this research was IIA grade students of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, academic year 2021/2022 consisting of 22 students in the class. The research method used was interview and observation. The technique of data analysis used was qualitative descriptive statistics. The result of this research showed that (1) IIA grade students' reading poetry ability of SDN 1 Karangsari, Banyuwangi, included in enough categories. The percentage of IIA grade students' reading poetry ability based on the percentage calculation result of reading poetry ability was (a) 1 student was included in very good category with the percentage 4,54%; (b) 4 students were included in good category with the percentage 18,18%; (c) 14 students were included in enough category with the percentage 63,64%; (d) 3 students were included in less category with the percentage 13,64%, and (2) there were two kinds of factor that affect it, (a) internal factors were from students' them-selves, as like students’ interest, talent, motivation, self confidence, fear, rush, reading fluency, and student focus, dan (b) external factors consisted of the school environment and family.
Key words: reading poetry ability, factors, new normal era.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi atas ditemukannya peserta didik yang belum mampu membaca puisi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi di era ner normal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 22 peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Teknis analisi data menggunakan analisis data statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, yaitu (1) kemampuan membaca puisi peserta didik kelas IIA SDN 1 Karangsari Kabupaten Banyuwangi masuk kategori cukup. Hasil penghitungan persentase kategori kemampuan membaca puisi, yaitu (a) 1 peserta didik masuk kategori sangat baik dengan persentase 4,54%; (b) 4 peserta didik masuk kategori baik dengan persentase 18,18%; (c) 14 peserta didik masuk kategori cukup dengan persentase 63,64%; dan (d) 3 peserta didik masuk kategori kurang dengan persentase 13,64%; dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu (a) faktor internal yang terdiri atas minat, bakat, motivasi, rasa percaya diri, rasa malu, rasa takut, terburu-buru, kelancaran membacanya, serta kefokusan peserta didik, dan (b) faktor eksternal yang terdiri atas lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.
Kata-kata kunci: kemampuan membaca puisi, faktor-faktor, era new norma