Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
    345 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SISTEM PERNAPASAN MELALUI MOODLE YANG BERORIENTASI MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA

    Get PDF
    Digital literacy is an important skill in the era of industry 4.0 because digital technology is affecting many aspects of life. As an executive institution of the education system, schools have to play a role in the citizens’ digital literacy by implementing a learning programme that is oriented towards the improvement of students digital literacy. To support that affair, this research is aimed to develop a respiratory system teaching material that is oriented to improve students’ digital literacy. The development model used in this research is the ADDIE model that consists of five stages; analyze, design, develop, implement and evaluate. Teaching material was going through feasibility tests on the concept, media, and language aspects by two validators in each aspect. The test and trial process is executed by the students of SMAN 23 Jakarta and two biology teachers. The results of feasibility tests are the following; 3,40 on concept aspect, 3,47 on media aspect and 3,70 on language aspect that indicates a very valid criterion. The trial test results also shown a very valid criterion with the following values; 3,32 on students’ trial test and 3,75 on teachers’ trial test. The overall result of the respiratory systems teaching material is 3,53 which is indicating that the product is very feasible to be used as a learning material in schools and expected to improve students digital literacy: Literasi digital sangat penting di era industri 4.0 karena hampir semua aspek kehidupan saat ini dipengaruhi oleh teknologi digital. Sebagai pelaksana pendidikan, sekolah dapat berperan dalam peningkatan literasi digital masyarakat salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran yang berorientasi kepada peningkatan literasi digital peserta didik. Untuk mendukung hal tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan bahan ajar yang berorientasi untuk meningkatkan kompetensi literasi digital peserta didik. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi.  Uji kelayakan dilakukan pada tiga aspek yaitu materi, media dan bahasa yang dilakukan oleh dua validator pada masing-masing aspek. Bahan ajar yang dikembangkan diujicobakan pada peserta didik kelas XI SMAN 23 Jakarta dan dua guru biologi. Uji kelayakan ketiga aspek menunjukkan hasil sangat valid dengan nilai aspek materi sebesar 3,40, aspek media sebesar 3,47 dan aspek bahasa sebesar 3,70. Uji coba pada peserta didik dan guru biologi juga menunjukkan hasil sangat valid dengan nilai uji coba peserta didik sebesar 3,32 dan nilai uji  coba guru biologi sebesar 3,75. Nilai rata-rata dari keseluruhan penilaian yang dilakukan adalah sebesar 3,53 sehingga produk yang dikembangkan dari penelitian ini dinilai sangat valid dan layak untuk digunakan di sekolah dan diharapkan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik

    PROFIL GURU MATEMATIKA DI SMP DITINJAU DARI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

    Get PDF
    The teaching profession is an effort by the Government to improve the quality of teachers through improving teacher welfare. Teachers who have passed the teacher professional test will be given a professional allowance of one time of basic salary as a form of government efforts to improve teacher welfare. The purpose of this study was to determine the profile of junior high school mathematics teachers in terms of Continuing Professional Development (PKB). This research is a descriptive-qualitative research, namely research conducted using quantitative and qualitative approaches. The research sample was junior high school mathematics teachers and school principals in the city of Semarang. From the results of this study indicate that the profile of junior high school teachers in the city of Semarang, aspects: (1) aspects of self-development, 58% of teachers have good intentions and motivation to participate in these activities, whether organized by schools or other agencies, (2) in the aspect of scientific publications, 32% of teachers carry out scientific publications very well but most of the teachers still having difficulty doing classroom action research and writing scientific articles, and (3) on the aspect of innovative work, 16% of teachers are not interested in making teaching aids, especially IT-based learning media.: Profesi guru merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan mutu guru melalui peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang telah lulus uji profesi guru akan diberi tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil guru matematika di SMP ditinjau dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian adalah guru  matematika SMP dan kepala sekolah di Kota Semarang. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil guru SMP di Kota Semarang, aspek: (1)  aspek pengembangan diri,  sebesar 58% guru mempunyai kemauan dan motivasi yang baik untuk mengikuti kegiatan ini baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun instansi lain, (2) pada aspek publikasi ilmiah, sebesar 32 % guru melaksanakan publikasi ilmiah dengan sangat baik namun sebagian besar guru masih kesulitan melakukan penelitian tindakan kelas dan menulis artikel ilmiah, dan (3) pada aspek karya inovatif sebesar 16% guru tidak berminat membuat alat peraga, terutama media pembelajaran berbasis IT

    Konseling Rasional Emotif Perilaku Untuk Menurunkan Kecemasan Dalam Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi Pada Siswa Sma, Efektivkah? : Konseling Rasional Emotif Perilaku, Kecemasan, Siswa SMA

    Get PDF
    Abstract: Fear of failure when choosing a major will lead to extreme anxiety, low self-esteem, depression, aggression and even suicidal tendencies. Choosing the right major will lead them to success in the future. But if they choose the wrong major, it will be a big scourge for them. Counseling Rational Emotive Behavior is to help individuals realize that they can live more rationally and more productively. The purpose of this study is that REB counseling is effective in reducing anxiety in choosing majors in higher education for high school students. The form of experimental research is one-group pre-test – post-test design by running a quantitative strategy. The research sample was 6 students. Collecting data using a questionnaire. The results of the study showed that the Rational Emotive Behavior counseling method to reduce anxiety was very effective in terms of the significant effect because the t-test calculation determined that Rational Emotive Behavior Counseling was -5.295 > 2.871 had a significant number of 0.003 < 0.05, and large decreased anxiety of class XII students with Rational Emotive Behavior Therapy Counseling by 37.91%. Keywords: Rational Emotive Behavior Counseling , Anxiety, Student SMAAbstrak: Ketakutan terhadap rasa gagal saat memilih jurusan akan menimbulkan kecemasan yang ekstrim, rendah diri, depresi agresi dan bahkan kecenderungan bunuh diri. Memilih jurusan yang tepat akan membawa individu pada keberhasilan dimasa depan. Namun apabila mereka salah dalam memilih jurusan hal itu akan menjadi problematika besar bagi individu. Konseling rasional emotif perlaku membantu individu menyadari bahwa mereka dapat hidup dengan lebih rasioanal dan lebih produktif. Tujuan penelitian ini bahwa Konseling rasional emotif perlaku efektif dalam menurunkan kecemasan dalam memilih jurusan di perguruan tinggi pada siswa SMA. Bentuk penelitian eksperimen one-group pre-test – post-test design. Sampel penelitian sebanyak 6 siswa. Pengambilan data dengan menggunakan angket. Hasil dari penelitian didapat bahwa metode konseling rasional emotif perlaku efektif menurunkan kecemasan dilihat dari pengaruh signifikan karenapada hitungan uji-t menentukanbahwa Konseling rasional emotif perlaku yaitu -5,295> 2,871 memiliki angka yang signifikan r sebesar 0,003 < 0,05, dan besar penurunankecemasan siswa dengan Konseling rasional emotif perlaku sebesar 37,91%. Kata-kata Kunci: Konseling Rasional Emotif Perilaku, Kecemasan, Siswa SM

    STUDI CURIOSITY, EPISTEMIC CURIOSITY, DAN KEBERHASILAN BELAJAR DALAM KONTEKS AKADEMIK

    Get PDF
    Abstract: The role of learning is pretty diverse has provided convenience in wading into human life. It is not in a doubt, learning cannot be obtained easily, because it takes various elements that can accelerate success during the process. This can very least be realized by the existence of curiosity. Scientists believe that curiosity can create a more dynamic learning atmosphere, such as to conduct deep exploration and avoid the adequacy of acquiring basic knowledge only. Therefore, an understanding of all subjects involved in the process of developing curiosity while learning is required. This literature study will also be presented a lot of information about the four dimensions in curiosity, including diversive curiosity, specific curiosity, perceptual curiosity, and epistemic curiosity. Of these four dimensions, the study of epistemic curiosity becomes a key point of learning success in an academic setting. Epistemic curiosity is a type of curiosity in the form of a desire to acquire knowledge that motivates learners to learn new ideas, minimize information gaps, and solve complex problems that require critical thinking. Although learning is not always connected to school and academics, the academic world that is the main focus regarding becoming an insight that complementing study of epistemic curiosity itself. Based on reconfirmed information, epistemic curiosity is the dimension playing the most role in improving the learning achievement. Keywords: academic, learning, curiosity, epistemic curiosityAbstrak: Peran belajar yang sangat beragam telah memberikan kemudahan dalam mengarungi kehidupan manusia. Tentu saja, belajar tidak dapat diperoleh dengan mudah, karena dibutuhkan berbagai unsur yang dapat mengakselerasi kesuksesan selama prosesnya. Hal ini yang setidaknya dapat terwujud dengan keberadaan curiosity. Para ilmuwan percaya bahwa curiosity dapat menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, seperti untuk melakukan eksplorasi mendalam dan menghindari kecukupan perolehan pengetahuan dasar saja. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dari seluruh subjek yang terlibat dalam proses mengembangkan curiosity saat belajar. Dalam studi literatur akan banyak disajikan informasi mengenai empat dimensi dalam curiosity, diantaranya diversive curiosity, specific curiosity, perceptual curiosity, dan epistemic curiosity. Dari keempat dimensi ini, kajian terhadap epistemic curiosity menjadi titik kunci kesuksesan belajar dalam konteks akademik. Epistemic curiosity merupakan jenis curiosity berupa keinginan untuk memperoleh pengetahuan yang memotivasi peserta didik untuk mempelajari ide-ide baru, meminimalkan kesenjangan informasi, dan memecahkan masalah kompleks yang memerlukan pemikiran kritis. Walaupun belajar nyatanya tidak selalu melekat dengan sekolah dan akademik, tetapi dunia akademik yang menjadi fokus utama dalam hal ini menjadi sudut pandang yang melengkapi kajian epistemic curiosity. Bahkan berdasarkan penelusuran, epistemic curiosity adalah dimensi yang paling berperan dalam peningkatan prestasi peserta didik. &nbsp

    RECEPTIVE LANGUAGE OF AUTISM-DEAF STUDENT: Study case at SLB Kembar Karya Pembangunan II

    No full text
    This study aims to determine the receptive language shown by autism-deaf students. The subject in this study was an autism-deaf student at SLB Kembar Karya Pembangunan II. The research method used in this research is a case study with a qualitative research approach. The data was collected by observing, interviewing and documenting further data analysis in the field using the Miles and Huberman model. The results showed that the autistic-deaf students showed several receptive languages ​​that they had. The results shown are being able to match pictures, knowing nouns, being able to group colors and being able to follow instructions. These results indicate that autism-deaf students have receptive language and can develop language skills such as receptive and expressive language. Therefore, parents and teachers need to know the needs and abilities of autism-deaf students so that they can design appropriate activities and provide appropriate teaching and activities so that autistic-deaf students can develop receptive language skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa reseptif yang ditunjukkan oleh peserta didik autis-tunarungu. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang peserta didik autis-tunarungu di SLB Kembar Karya Pembangunan II. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi selanjutnya analisis data di lapangan dilakukan dengan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik autis-tunarungu menunjukkan beberapa bahasa reseptif yang dimiliki. Hasil yang ditunjukkan seperti mampu menyamakan gambar, mengetahui kata benda, mampu mengelempokkan warna dan dapat mengikuti intruksi. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta didik autis-tunarungu memiliki bahasa reseptif dan dapat mengembangkan kemampuan bahasa seperti bahasa reseptif dan ekspresif. Oleh sebab itu, orang tua dan guru perlu mengetahui kebutuhan dan kemampuan peserta didik autis-tunarungu sehingga dapat merancang kegiatan yang tepat dan memberikan pengajaran dan kegiatan yang sesuai agar peserta didik autis-tunarungu dapat mengembangkan kemampuan bahasa reseptif

    the THE EFFECT OF STAD TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL ON THE LEARNING OUTCOMES OF VIHARA DHAMMAPHALA SUNDAY SCHOOL- TANGERANG

    No full text
    This research was conducted based on the low value of the learning outcomes of Vihara Dhammapala Sunday school. The low learning outcomes are due to several factors, one of which is the ineffective learning model, therefore the existence of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) learning model is one of the cooperative learning models in which there are several groups of students with different levels of academic ability. work together to realize learning objectives. This study aims to determine the effect of the STAD cooperative learning model on the learning outcomes of students at the Dhammaphala Vihara Sunday School. The design used in this research is in the form of an experiment with a quantitative approach. The instruments used in this study were questionnaires, documents and interviews. The questionnaire was distributed to 20 students. The data that has been obtained from the distribution of questionnaires were analyzed using the Likert scale and the learning outcomes of the pretest and posttest were analyzed using the paired t test. The results of this study indicate that the STAD learning model has a very strong effect on the learning outcomes of Buddhism, when viewed from the percent achievement of 91.75% then from the response evaluation answers with a total score of 1468 and a percent achievement of 91.81%. Furthermore, based on the paired t test the values before and after Dhammaphala Vihara Sunday School  with a score of 14.82 turned out to be very significant with an average difference of 17.55. So,  STAD learning model greatly enhances the value of learning outcomes at the Vihara Dhammaphala sunday school.Penelitian ini dilakukanberdasarkan nilai hasil belajar SMB Vihara Dhammapala tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar dikarenakan beberapa faktor salah satunya model pembelajaran yang kurang efektif maka dari itu dengan adanya model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok peserta didik dengan level kemampuan akademik berbeda-beda yang kemudian bekerjasama untuk merealisasikan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar peserta didik Sekolah Minggu Vihara Dhammaphala. Desain yang digunakan dalam penelitian berbentukeksperimen dengan pendekatan kuantitaif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dokumen dan wawancara. Angket disebarkan kepada 20 peserta didik. Data yang telah diperoleh dari penyebaran angket dianalisis menggunakan skala likert dan hasil belajar pretest posttest dianalisii menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh sangat kuat terhadap hasil belajar agama Buddha, jika ditinjau dari persen capaian sebesar 91,75% kemudian dari jawaban evaluasi respon dengan skor total 1468 dan persen capaian 91,81%.  Selanjutnya berdasarkan uji t berpasangan nilai before dan after Sekolah Minggu Vihara Dhammaphala dengan skor 14,82 ternyata berpengaruh sangat nyata dengan selisih rata-rata 17,55. Maka model pembelajaran STAD sangat meningkatkan nilai hasi belajar SMB Vihara Dhammaphala

    DAMPAK PENGHARGAAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI: THE IMPACT OF REWARDS IN LEARNING OF SOCIAL SCIENCES IN CLASS V PUBLIC ISLAMIC PRIMARY SCHOOL

    Get PDF
    Tercapainya tujuan pembelajaran tidak terlepas dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran, salah satu dari kreativitas tersebut adalah dengan guru memberikan reward. Pemberian penghargaan atau reward kepada siswa merupakan sesuatu hal yang penting karena dapat membangkitkan atau mengembangkan minat siswa. Pemberian reward memberikan dampak pada proses pembelajaran terutama pada masa anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar seperti siswa merasa senang dan mereka akan bangga dengan apa yang sudah dikerjakan. Dengan adanya rasa seperti ini maka siswa akan termotivasi untuk mengembangkan minatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS siswa kelas V MI Negeri di Lombok Barat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari guru mata pelajaran IPS dan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Lombok Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian ditemukan bahwa, dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS adalah meningkatnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusias belajar siswa, meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, siswa lebih bisa dikendalikan tingkah lakunya ketika proses pembelajaran berlangsung.   Achieving learning objectives is inseparable from the creativity of teachers in the learning process, one of the creativity is giving rewards by teachers. Awarding or rewarding students is important because it can awaken or develop students' interest. Reward giving has an impact on the learning process, especially for elementary school children because the reward will make theem feeling happy and proud of what has been done. This study aims to find out how the impact of rewarding in the learning process of IPS subject for class V students of MI Negeri 1 Lobar using descriptive qualitative research. Data source consists of subject teachers and students of class V MI Negeri I Lobar. Data collection techniques used are observation, interview and documentation.  The results of the study conclude that rewarding impacts learning process such as increasing attention, enthusiasm, participation of students and were more able to control their behavior during the learning process.Tercapainya tujuan pembelajaran tidak terlepas dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran, salah satu dari kreativitas tersebut adalah dengan guru memberikan reward. Pemberian penghargaan atau reward kepada siswa merupakan sesuatu hal yang penting karena dapat membangkitkan atau mengembangkan minat siswa. Pemberian reward memberikan dampak pada proses pembelajaran terutama pada masa anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar seperti siswa merasa senang dan mereka akan bangga dengan apa yang sudah dikerjakan. Dengan adanya rasa seperti ini maka siswa akan termotivasi untuk mengembangkan minatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS siswa kelas V MI Negeri di Lombok Barat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari guru mata pelajaran IPS dan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Lombok Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian ditemukan bahwa, dampak pemberian reward dalam proses pembelajaran IPS adalah meningkatnya perhatian siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusias belajar siswa, meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, siswa lebih bisa dikendalikan tingkah lakunya ketika proses pembelajaran berlangsung.   Achieving learning objectives is inseparable from the creativity of teachers in the learning process, one of the creativity is giving rewards by teachers. Awarding or rewarding students is important because it can awaken or develop students' interest. Reward giving has an impact on the learning process, especially for elementary school children because the reward will make theem feeling happy and proud of what has been done. This study aims to find out how the impact of rewarding in the learning process of IPS subject for class V students of MI Negeri 1 Lobar using descriptive qualitative research. Data source consists of subject teachers and students of class V MI Negeri I Lobar. Data collection techniques used are observation, interview and documentation.  The results of the study conclude that rewarding impacts learning process such as increasing attention, enthusiasm, participation of students and were more able to control their behavior during the learning process

    PENGEMBANGAN SEBUAH PENGAJARAN RESPONSIF BUDAYA (CRT) PADA KELAS DRAMA (SEBUAH KOLABORASI MAHASIWA DALAM PEMENTASAN DRAMA CERITA LOKAL)

    No full text
    DEVELOPING A CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) ON TEACHING DRAMA ( A COLLABORATION ON STUDENTS’ LOCAL STORY DRAMA PERFORM)                                                                           ESNHAbstract: This study is meant to investigate how lecturer develop a culturally responsive teaching on drama class especially students’ collaborative of local story drama perform. The problem of this research is formulated as how does the lecturer develop CRT on teaching drama? The study was stimulated by the writer’s interest to examine the CRT on a collaboration of 5th semester students’ local story drama performance by understanding the local story through drama teaching whereas nowadays teaching also touch about the local content.  The research subjects are 5th semester students from 3 different classes that the writer collaborate them in a collaboration team.  The writer randomly collaborate the students by means of getting them to adapt, cooperate and create their own acting to be more fearless, creative in front of the stage. A qualitative research was conducted by observing the students’ activity and watching the video documenting students’ performance. From the data result the writer found that the drama class based CRT are the students learn within the context of different culture, students being the center in teaching and learning process, students adjusted the learning with the group members and the teacher being the mediator to succeed the students’ project. The conclusion is the students enrich their knowledge of historical story from different ethnics as well as they authentically know the differences local story among them. The suggestions are the educators should convey the local content in teaching and learning process in class based culturally responsive teaching. Keywords: Developing, Culturally Responsive Teaching (CRT), Teaching Drama, CollaborationPENGEMBANGAN SEBUAH PENGAJARAN RESPONSIF BUDAYA (CRT) PADA KELAS DRAMA            (SEBUAH KOLABORASI MAHASIWA DALAM PEMENTASAN DRAMA CERITA LOKAL) Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dosen mengembangkan pengajaran yang responsif budaya pada kelas drama khususnya kolaborasi siswa dalam pertunjukan drama cerita lokal. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai bagaimana dosen mengembangkan CRT pada pengajaran drama? Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis untuk mengkaji CRT pada kolaborasi pementasan drama cerita lokal mahasiswa semester 5 dengan memahami cerita lokal melalui pengajaran drama sedangkan pengajaran saat ini juga menyentuh muatan lokal. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 5 dari 3 kelas yang berbeda yang penulis mengkolaborasikannya dalam tim kolaborasi. Penulis secara acak mengkolaborasikan siswa dengan cara membuat mereka beradaptasi, bekerja sama dan menciptakan akting mereka sendiri agar lebih berani, kreatif di depan panggung. Penelitian kualitatif dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa dan menonton video dokumentasi penampilan siswa. Dari hasil data penulis menemukan bahwa kelas drama berbasis CRT adalah siswa belajar dalam konteks budaya yang berbeda, siswa menjadi pusat dalam proses belajar mengajar, siswa menyesuaikan pembelajaran dengan anggota kelompok dan guru menjadi mediator untuk mensukseskan. proyek siswa. Kesimpulannya adalah siswa memperkaya pengetahuan mereka tentang cerita sejarah dari etnis yang berbeda serta mereka mengetahui secara otentik perbedaan cerita lokal di antara mereka. Saran yang diberikan adalah sebaiknya pendidik menyampaikan muatan lokal dalam proses belajar mengajar di kelas berbasis pengajaran yang responsif budaya.   Keywords: menciptakan, Pengajaran Responsive budaya (CRT), Kelas Drama, Kolaborasi &nbsp

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA KOLASE PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR: THE IMPROVEMENT OF FOURTH GRADE PRIMARY SCHOOL STUDENTS' THEMATIC LEARNING OUTCOMES THROUGH COLLAGE MEDIA

    Get PDF
    Berbagai macam media pembelajaran berfungsi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai hasil belajar, termasuk penggunaan media kolase. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatnya hasil belajar pada siswa kelas IV SD pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur yang dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2020. Prosedur penelitian yang digunakan adalah model John Elliot yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian melaporkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata siswa dari pra siklus 74,89 meningkat menjadi 76,30 pada siklus pertama, dan meningkat menjadi 79,00 pada siklus kedua. Persentase ketuntasan belajar dilaporkan meningkat pada setiap siklusnya, dari 52% pada pra siklus, menjadi 68% pada siklus pertama, dan menjadi 90% pada siklus kedua. Secara klasikal telah tercapai indikator yang ditetapkan yaitu persentase ketuntasan belajar siswa mencapai ≥ 75% siswa dengan nilai ≥ 75. Aktivitas belajar siswa dan mengajar guru selama proses pembelajaran menggunakan media kolase berkategori sangat baik. Saran penelitian adalah perlu dilakukannya kegiatan pendampingan pada guru dalam memilih, menggunakan, dan memanfaatkan media pembelajaran.   There are various media to support learning and improve learning outcomes, including collage media. This research aims to describe the outcomes of fourth-grade primary school students' thematic learning using collage media. This research is a classroom action research that was conducted for 3 months in 2020 at SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur. The research procedure used is the John Elliot model which includes the stages of planning, observation, and reflection. The results reported the increase of students’ mean score from the pre-cycle 74,89 to 76,30 in the first cycle and increased to 79,00 in the second cycle. The percentage of learning completion reported to have increased in each cycle, from 52% in the pre-cycle, to 68% in the first cycle, and 90% in the second cycle. Classically, the proposed indicators have been achieved with student learning completion reaching ≥ 75% with ≥ a 75 score. Teacher and student learning activities with collage media are categorized very well. The research suggests that teachers must study the selecting, using, and utilizing learning media process.Berbagai macam media pembelajaran berfungsi untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai hasil belajar, termasuk penggunaan media kolase. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatnya hasil belajar pada siswa kelas IV SD pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur yang dilaksanakan selama 3 bulan pada tahun 2020. Prosedur penelitian yang digunakan adalah model John Elliot yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian melaporkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata siswa dari pra siklus 74,89 meningkat menjadi 76,30 pada siklus pertama, dan meningkat menjadi 79,00 pada siklus kedua. Persentase ketuntasan belajar dilaporkan meningkat pada setiap siklusnya, dari 52% pada pra siklus, menjadi 68% pada siklus pertama, dan menjadi 90% pada siklus kedua. Secara klasikal telah tercapai indikator yang ditetapkan yaitu persentase ketuntasan belajar siswa mencapai ≥ 75% siswa dengan nilai ≥ 75. Aktivitas belajar siswa dan mengajar guru selama proses pembelajaran menggunakan media kolase berkategori sangat baik. Saran penelitian adalah perlu dilakukannya kegiatan pendampingan pada guru dalam memilih, menggunakan, dan memanfaatkan media pembelajaran.   There are various media to support learning and improve learning outcomes, including collage media. This research aims to describe the outcomes of fourth-grade primary school students' thematic learning using collage media. This research is a classroom action research that was conducted for 3 months in 2020 at SDN 02 Margo Mulyo OKU Timur. The research procedure used is the John Elliot model which includes the stages of planning, observation, and reflection. The results reported the increase of students’ mean score from the pre-cycle 74,89 to 76,30 in the first cycle and increased to 79,00 in the second cycle. The percentage of learning completion reported to have increased in each cycle, from 52% in the pre-cycle, to 68% in the first cycle, and 90% in the second cycle. Classically, the proposed indicators have been achieved with student learning completion reaching ≥ 75% with ≥ a 75 score. Teacher and student learning activities with collage media are categorized very well. The research suggests that teachers must study the selecting, using, and utilizing learning media process

    ANALISIS KESUKSESAN KARIR ALUMNI PROGRAM MAHASISWA BERPRESTASI DI PERGURUAN TINGGI: CAREER SUCCESS ANALYSIS OF OUTSTANDING STUDENT PROGRAM ALUMNI AT UNIVERSITY

    Get PDF
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat nasional sejak 2004. Kompetisi ini mencakup aspek penilaian komprehensif yang meliputi kemampuan akademik, kemampuan berbahasa asing, capaian unggulan, kemampuan menulis ilmiah, dan kepribadian. IPB University merupakan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik dalam ajang tersebut. Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, menganalisis kompetensi alumni berdasarkan kriteria PILMAPRES dan karir pascakampus, serta menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kesuksesan karir alumni program PILMAPRES. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berupa survei dan studi dokumen dari berbagai hasil kajian yang relevan. Partisipan penelitian merupakan 45 orang alumni Mahasiswa Berprestasi yang mewakili semua fakultas dan sekolah di IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diberikan melalui internet kepada responden. Data diolah dengan metode analisis deskriptif dan SEM PLS. Mayoritas alumni bekerja sebagai karyawan swasta dengan masa tunggu rata-rata empat bulan. Dari analisis SEM-PLS diketahui bahwa variabel capaian unggulan dan kepribadian berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan karier, sedangkan kemampuan akademik, kemampuan bahasa asing dan kemampuan penulisan ilmiah tidak berpengaruh signifikan.   The Ministry of Education and Culture has held National Outstanding Students Selection (PILMAPRES) since 2004. This competition covers comprehensive aspects such as academic abilities, foreign language skills, non-academic achievements, scientific writing abilities, and personality. IPB University has a good reputation in this event. This research was conducted at the Directorate of Student Affairs and Career Development of IPB with the objectives to identify the characteristics of outstanding student alumni, analyse alumni competencies based on PILMAPRES criteria and career, and analyse the influence of competence on career success. The approach used is quantitative with primary data from survey and secondary data from various relevant studies. Research participants were 45 outstanding student alumni representing all faculties and schools in IPB. Data collection was carried out by means of a questionnaire given via the internet to respondents. The data were processed using descriptive analysis and SEM-PLS. The majority of alumni work as private employees with a maximum average waiting period of four months. From the SEM-PLS analysis, it is known that the variables of achievements and personality have a significant effect on career success, while academic abilities, foreign language skills, and scientific writing abilities do not have any significant effect.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat nasional sejak 2004. Kompetisi ini mencakup aspek penilaian komprehensif yang meliputi kemampuan akademik, kemampuan berbahasa asing, capaian unggulan, kemampuan menulis ilmiah, dan kepribadian. IPB University merupakan perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik dalam ajang tersebut. Penelitian ini dilakukan pada Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB dengan tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, menganalisis kompetensi alumni berdasarkan kriteria PILMAPRES dan karir pascakampus, serta menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kesuksesan karir alumni program PILMAPRES. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berupa survei dan studi dokumen dari berbagai hasil kajian yang relevan. Partisipan penelitian merupakan 45 orang alumni Mahasiswa Berprestasi yang mewakili semua fakultas dan sekolah di IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diberikan melalui internet kepada responden. Data diolah dengan metode analisis deskriptif dan SEM PLS. Mayoritas alumni bekerja sebagai karyawan swasta dengan masa tunggu rata-rata empat bulan. Dari analisis SEM-PLS diketahui bahwa variabel capaian unggulan dan kepribadian berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan karier, sedangkan kemampuan akademik, kemampuan bahasa asing dan kemampuan penulisan ilmiah tidak berpengaruh signifikan.   The Ministry of Education and Culture has held National Outstanding Students Selection (PILMAPRES) since 2004. This competition covers comprehensive aspects such as academic abilities, foreign language skills, non-academic achievements, scientific writing abilities, and personality. IPB University has a good reputation in this event. This research was conducted at the Directorate of Student Affairs and Career Development of IPB with the objectives to identify the characteristics of outstanding student alumni, analyse alumni competencies based on PILMAPRES criteria and career, and analyse the influence of competence on career success. The approach used is quantitative with primary data from survey and secondary data from various relevant studies. Research participants were 45 outstanding student alumni representing all faculties and schools in IPB. Data collection was carried out by means of a questionnaire given via the internet to respondents. The data were processed using descriptive analysis and SEM-PLS. The majority of alumni work as private employees with a maximum average waiting period of four months. From the SEM-PLS analysis, it is known that the variables of achievements and personality have a significant effect on career success, while academic abilities, foreign language skills, and scientific writing abilities do not have any significant effect

    310

    full texts

    345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Perspektif Ilmu Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇