34 research outputs found

    TOPOGRAFI SETRA TUNON DESA ADAT PEJATEN, KECAMATAN KEDIRI, KABUPTEN TABANAN, BALI

    Get PDF
    Desa Adat Pejaten terletak di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Setra Tunon yaitu tempat pemakaman sementara bagi masyarakat Hindu untuk menunggu waktu yang tepat dalam melaksanakan upacara ngaben. Saat ini kondisi dinding penahan tanah yang ada telah mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, untuk menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan diupayakan untuk dilakukan pembuatan serta perbaikan dinding penahan tanah. Desa Adat Pejaten berencana untuk melaksanakan renovasi secara bertahap untuk mencegah keruntuhan tanah yang lebih parah. Pentahapan renovasi yang akan dilaksanakan di mulai dengan merenovasi/membangun ulang dinding penahan tanah di sisi utara kemudian dilanjutkan dengan pembangunan di sisi timur nya. Sebelum di lakukannya renovasi/pembangunan perlu dilakukan pemetaan topografi tanah untuk mendapatkan informasi mengenai kontur tanah atau tinggi rendah permukaan. Peta topografi adalah salah satu jenis peta yang menggambarkan bentuk relief permukaan bumi, meliputi tinggi rendahnya kawasan dengan gambaran garis-garis. Garis yang dimaksud adalah garis kontur, yaitu garis yang menghubungkan daerah dengan ketinggian yang sama. Dengan adanya garis tersebut, maka akan memudahkan pengguna peta memahami ketinggian suatu tempat sehingga dapat memperkirakan kecuraman atau kemiringan lereng. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakan ini adalah Melakukan Pengukuran untuk pemetaan counter tanah menggunakan Total Station (TS). Hasil topografi/pemetaan tanah akan digunakan untuk keperluan desain/perencanaan dinding penahan tanah.  dan menyususun rencana anggaran biaya (RAB) pada kegiatan pengabdian selanjutnya sehingga permasalahan yang dihadapi oleh mitra bisa terselesaikan dengan tuntas

    EVALUATION OF PROJECT IMPLEMENTATION PERFORMANCE WITH EARNED VALUE METHODS

    Get PDF
    Planning and controlling the execution of a project is part of the overall construction project management. In addition to assessment in terms of quality, achievement of a project can be assessed in terms of cost and time. Earned value method is the integrated cost control and project schedule. This method provides project performance status information in terms of cost and time in the project reporting period. In evaluating the performance of the development project of Villa Shimamoto Ryosaku, the performance of the cost aspect shows the savings from the plan, This is shown from the value Cost Performance Index (CPI) > 1 On monthly reporting3 = 1.39, the monthly 6 = 1.97, and the monthly 11 = 1.73 While the performance of the schedule aspect shows the delay of the plan, this is shown from the value Schedule Performance Index (SPI) < 1 on monthly reporting 3= 0.79,the monthly 6 = 0.93, and the monthly 11 = 0.94. Estimate Temporary Cost (ETC) is Rp 480,175,422.16, and  Estimation At  Completion (EAS) is  Rp2,026,445,457.16, while Budgeted At  Completion (BAC) is  Rp3,502,000,000.00 so get Variance at Compeltioan (VAC) is   Rp1,409,621,615.49 and Estimation Temporary Schedule (ETS) is 3.2 month, and Estimation At Schedul (EAS) is 14.2 Month while the time specified in the contract during 14 month, So the project is delayed during 0.2 month (1 week)

    PENATAAN MATA AIR BEJI KALER DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI BERKELANJUTAN

    Get PDF
    Keberadaan mata air bagi masyarakat Hindu di Bali mempunyai makna yang sangat penting disamping sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari juga mempunyai makna yang sangat penting yaitu sebagai air suci (tirta) dalam kegiatan upacara keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pola penataan&nbsp; mata air Beji Kaler&nbsp; sesuai corak masyarakat Desa Ababi dengan mengaplikasikan bangunan berlandaskan konsep arsitektur tradisional Bali yang berkelanjutan. Metode yang dilakukan dalam&nbsp; penelitian ini dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta tokoh dan masyarakat setempat serta kajian literatur. Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan desain penataan&nbsp; bangunan dengan filosofi desain arsitektur tradisional Bali yang sudah ada di masyarakat serta dengan pemakaian bahan-bahan yang ada di sekitar wilayah mata air tersebut.&nbsp; Pola penataan dengan mengadopsi nilai-nilai yang sudah tertanam di masyarakat serta dengan pemakaian material bangunan yang ada di sekitar lokasi menjadikan pola penataan yang dilakukan menyatu dengan semua unsur baik lingkungan, masyarakat serta pola tradsis yang sudah berkembang di wilayah setempat. Pola penataan yang dibutuhkan dalam penataan mata air Beji Kaler adalah pembuatan Tembok keliling (Penyengker), Bangunan Piasan dan Candi Bentar dengan material batu padas hitam Besakih

    SUBAK SEBAGAI KESATUAN MASYARAKAT HUKUM ADAT (KMHA): PERSPEKTIF KEMAJEMUKAN HUKUM

    Get PDF
    Peraturan daerah tentang Subak yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Bali dapat dikatakan sebagai kebijakan politik untuk menunjukkan dan melindungi identitas lokal masyarakat Bali. Peraturan tentang Subak yang terdapat peran negara, agama, dan masyarakat lokal tersebut yang kaya nilai-nilai pluralisme hukum tentunya menarik untuk dikaji menggunakan pendekatan pluralisme hukum. Penelitian ini mengangkat dua topik bahasan yakni: Subak sebagai kesatuan masyarakat hukum adat dan Pengaturan Subak dalam bingkai Pluralisme Hukum. Analisis menggunakan teori Negara hukum dan pluralisme hukum dengan metode penelitian hukum normatif. Hasil pembahasan menunjukkan Subak sebagai organisasi tradisional yang mengatur pengairan di Bali tergolong dalam Kesatuan Masyarakat Hukum Adat sehingga Negara (pemerintah Daerah) perlu mengatur dalam rangka melindungi dan mengayominya. Subak di atur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 yang khusus mengatur tentang Subak dilihat dari substansinya secara tertulis telah mengatur prinsip pluralisme hukum, dimana tertuang peran hukum Negara, hukum agama dan hukum adat di dalamnya

    THE COST OBTAINED BY APPLYING PRECEDENCE DIAGRAM METHOD TOWARD THE TIME OPTIMIZATION ON BUILDING DEVELOPMENT PROJECTS

    Get PDF
    The complexity of the project expands along with the progress of human civilization. The problems that appear will be more numerous and complicated. The role of project management is indispensable in order to address and prevent these problems, so that the cost,the  quality and the time agreed upon can be realized. Cost and time relationship is not directly proportional, so it is necessary to determine the optimal time by optimum cost. Optimization is a best effort undertaken by planning various alternative methods of implementation, in order to obtain optimal timing of projects with optimum cost. Planning and scheduling are the backbone of the entire project, which is based on clear objectives. Microsoft Project as one of the scheduling software based on Precedence Diagram Method (PDM) provides many advantages, one of which scheduling can be done more quickly and thoroughly.In this research, it is created six alternative models as follows: In the first alternative ,it is  acquired  the project period of 256 days , at a cost of Rp2,190,234,913.43 ; In the second alternative , the was obtained the project period of 150 days , with a cost of Rp1,903,674,873.6 ; In the third alternative , it was obtained the project period of 102 days , at a cost of Rp1,873,215,897.61 ; In the alternative IV , it was obtained  the project period of  99 days , at a cost of Rp1,895,159,526.12 ; In the alternative V , the project period was 96 days , at a cost of Rp2,019,623,191.13 ; In alternate VI , the project period was 89 days at a cost of Rp2,090,543,033.77. From the above calculation, then the result is interpolated in order to obtain the optimum time for the development project. The optimum time obtained is 120 calendar days, at a cost of Rp. 1,884,638,013.61

    Analysis of The Implementation of Occupational Health and Safety Management System on Workers Productivity on Structural Finishing Works of Reinforced Concrete Columns

    Get PDF
    The implementation of the project from year to year is significantly improved on implementation aspects of cost, quality, and time, in order to manage the use of human resources to be realistic. Occupational health and safety in a company is often ignored especially for companies which are doing project developments. This also affects the occupational safety of the workers and occupational illness arisen after the projects have been implemented. So in running safe business, occupational health and safety management Systemshould be implemented consistently. The research was conducted in the project of Dialog Villa Petitenget, Cendrawasihstreet, Denpasar, with 15 workers as sample. The implementation of occupational health and safety management systemcan ease the workload of the workers of the structural finishing works of reinforced concrete columns. This is proved by analysis on the treatment group ((p-value< 0.05). This shows that the workloads felt by group P1 (group which implement occupational health and safety management System are lighter than the ones felt by group P0 (group which do not implement the system). The decrease in workload felt by group P1 is 4%. The implementation of occupational health and safety management system can increase work productivity on the construction project of reinforced concrete structure columns. This is proven by the productivity analysis result which shows that the productivity increase experienced by group P1 is 25% with significance level (p-value<0.05). Thus, the implementation of occupational health and safety management system on the structural finishing works of reinforced concrete columns is proven to be able to improve work productivit

    Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal KARTUN SOMPRET

    Get PDF
    Kata Pengantar Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan buku dengan judul Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal Kartun SOMPRET ini tepat pada waktunya sebagai salah satu luaran Penelitian Dosen Muda (PDM) dengan tahun pelaksanaan penelitian tahun 2021. Kartun Sompret karya I Wayan Sadha jika dibandingkan dengan karya kartunis Indonesia maupun Bali pada khususnya memiliki ciri khas tersendiri. Pertama, kekhasan itu adalah keterikatannya dengan budaya Bali. Penghayatannya yang mendalam pada budaya Bali menghadirkan kartun Sompret sebagai representasi opininya terhadap berbagai persoalan yang melanda budaya tradisional Bali. Kartun Sompret memberikan kritik dalam berbagai aspek kehidupan. Kedua, dari segi penggunaan bahasa, Kartun Sompret karya I Wayan Sadha juga menunjukan keunggulannya. Dialog-dialog bahasa Indonesia yang ditampilkan dengan campuran ungkapan-ungkapan dan ekspresi-ekspresi yang khas milik orang Bali, bukan milik budaya-budaya lain. Ketiga, tokohtokoh kartunnya benar-benar merepresentasikan masyarakat Bali dengan berbagai persoalan kehidupan keseharian. Keempat, Kartun-kartun yang dihadirkan merupakan potret kehidupan masyarakat Bali yang paradoks tentang budaya Bali dan masukan arus globalisasi. Dengan catatan diatas, dapat dikatakan bahwa sebagai produk budaya popular, Kartun Sompret menjadi menarik untuk diperiksa visualisasi dan maknanya. Kartun ini semakin penting untuk dikaji karena wacana yang dihadirkan menjadi situs perjuangan ideologi. Subjek kajian penelitian ini adalah Kartun Sompret Karya I Wayan Sadha tahun 1992 sampai dengan tahun 2008. Objek penelitian ini difokuskan pada elemen grais yang menyangkut ilustrasi, tipograi, warna dan layout, serta analisis makna denotasi, makna konotasi, mitos dan ideologi. Objek penelitian tersebut didasarkan pada analisis teori semiotika Roland Barthes. Kartun Sompret meanghadirkan kartun satu panel dengan menghadirkan ilustrasi masyarakat Bali, tipograi scrip, tanpa memanfaatkan warna dengan layout cara pandang perspektif sejajar pandangan mata. Makna denotasi tentang narasi kehidupan masyarakat Bali yang berkonotasi adanya pengaruh arus budaya global pada nilai tradisi. Mitos tentang masyarakat konsumsi dihadirkan dengan ideologi kapitalisme. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi; Secara Teoritis, melalui kajian semiotika kartun akan dapat menambah pengetahuan tentang kartun opini, serta mampu memberikan penjelasan atau paparan tentang pembacaan bentuk visual kartun, mitos dan ideologi kartun, hubungan tanda dan makna terhadap kartun-kartun pada koran serta menambah kajian keilmuan desain komunikasi visual. Secara Praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti yang lain, sehingga hasil penelitian ini sangat tepat dijadikan bahan kajian maupun perbandingan dalam melakukan penelitian lain yang sejenis. Bagi masyarakat, diharapkan mampu memberikan pemikiran dan wacana terhadap kartun sebagai salah satu media komunikasi visual yang memiliki peranan penting di masyarakat. Bagi Institut Seni Indonesia Denpasar, penelitian ini akan berguna sebagai bahan ajar dalam perkuliahan. Dengan pengumpulan data, kajian ideologi/ semiotika, dapat mengungkap cara bercerita kartun dan maknamakna terhadap kartun opini. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dan sumbangan pemikiran berkenaan dengan pengembangan desain komunikasi visual.Buku ini terdiri dari pembahasan; Kartun Sompret itu Unik, Landasan Teori, Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal Kartun Sompret, dan Simpulan. Semua bab pada buku ini merupakan hasil penelitian penulis. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh Direktorat Riset dan pengabdian Masyarakat_Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan_Kementerian Riset, Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional, Institut Seni Indonesia Denpasar, para narasumber dan informan, Ida Ayu Dwita Krisna Ari untuk sarannya, teman-teman di Jurusan Desain Komunikasi Visual, FSRD- ISI Denpasar, juga kepada teman-teman lainnya yang telah memberikan saran, wawasan dan pengetahuannya kepada penulis untuk memperkaya buku ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pimpinan dan staf LP2MPP ISI Denpasar, dan teman-teman lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis mohon masukan, kritik dan saran dalam penyempurnaan buku ini. Denpasar, Oktober 2021 Penuli

    Dampak Revitalisasi Pasar Rakyat Gianyar sebagai Pasar Termegah di Indonesia Terhadap Omzet Pedagan

    Get PDF
    Menyadari pentingnya peran pasar umum, pemerintah Indonesia melakukan revitalisasi pasar secara masif, salah satunya adalah Pasar Umum Gianyar di Provinsi Bali yang saat ini dianggap sebagai yang termegah di Indonesia. Namun ternyata pasar tersebut justru sepi pengunjung dan pedagang, serta memberikan eksternalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah revitalisasi fisik Pasar Umum Gianyar mampu memberikan manfaat dalam peningkatan omzet pedagang sebagaimana salah satu tujuan utama revitalisasi. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan analisis Propensity Score Matching berdasarkan data dari responden yang terdiri dari pedagang di Pasar Umum Gianyar (kelompok treatment) dan pedagang pasar umum yang belum direvitalisasi namun masih berada di wilayah Kabupaten Gianyar (kelompok control). Selain itu, juga dilakukan wawancara dengan pedagang dan pengunjung di Pasar Umum Gianyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi fisik secara masif di Pasar Umum Gianyar tidak menyebabkan adanya perubahan signifikan pada omzet pedagang. Pemerintah perlu memikirkan kembali detail alokasi ruang dan tata tempat di Pasar Umum Gianyar untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Selain itu, revitalisasi non fisik juga perlu mengimbangi revitalisasi fisik yang telah dilakukan.Kata Kunci – Keputusan Pemerintah, Pasar Umum, Revitalisasi Fisik, Propensity Score Matching (PSM

    Pemetaan Topografi Pura Pakendungan, Desa Beraban, Kediri, Tabanan Bali

    Get PDF
    Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan yang menjadi wadah kegiatan adat bagi masyarakat yang hingga kini senantiasa menjaga budaya warisan leluhur. Saat ini kondisi dinding penahan tanah sungai yang ada telah mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, untuk menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan diupayakan untuk dilakukan pembuatan serta perbaikan dinding penahan tanah. Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan berencana untuk melaksanakan renovasi secara bertahap untuk mencegah keruntuhan tanah yang lebih parah. Sebelum di lakukannya renovasi/pembangunan perlu dilakukan pemetaan topografi tanah untuk mendapatkan informasi mengenai counture tanah atau tinggi rendah permukaan. Hasil Pemetaan topografi tanah akan digunakan untuk keperluan desain dan perencanaan dinding penahan tanah. Dengan adanya data countur tanah / topografi yang memadai diharapkan hasil desain dapat optimal. Untuk itu Panitia Pembangunan/Renovasi Penataan Pura Pakendungan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan meminta Tim Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali untuk melakukan pemetaan topografi tanah
    corecore