PUSAT PENERBITAN LP2MPP INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
Abstract
Kata Pengantar
Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/ Tuhan Yang
Maha Esa, berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan
buku dengan judul Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal
Kartun SOMPRET ini tepat pada waktunya sebagai salah
satu luaran Penelitian Dosen Muda (PDM) dengan tahun
pelaksanaan penelitian tahun 2021.
Kartun Sompret karya I Wayan Sadha jika dibandingkan
dengan karya kartunis Indonesia maupun Bali pada khususnya
memiliki ciri khas tersendiri. Pertama, kekhasan itu adalah
keterikatannya dengan budaya Bali. Penghayatannya yang
mendalam pada budaya Bali menghadirkan kartun Sompret
sebagai representasi opininya terhadap berbagai persoalan
yang melanda budaya tradisional Bali. Kartun Sompret
memberikan kritik dalam berbagai aspek kehidupan. Kedua,
dari segi penggunaan bahasa, Kartun Sompret karya I Wayan
Sadha juga menunjukan keunggulannya. Dialog-dialog
bahasa Indonesia yang ditampilkan dengan campuran
ungkapan-ungkapan dan ekspresi-ekspresi yang khas milik
orang Bali, bukan milik budaya-budaya lain. Ketiga, tokohtokoh
kartunnya
benar-benar
merepresentasikan
masyarakat
Bali
dengan berbagai persoalan kehidupan keseharian.
Keempat, Kartun-kartun yang dihadirkan merupakan potret
kehidupan masyarakat Bali yang paradoks tentang budaya
Bali dan masukan arus globalisasi. Dengan catatan diatas,
dapat dikatakan bahwa sebagai produk budaya popular,
Kartun Sompret menjadi menarik untuk diperiksa visualisasi
dan maknanya. Kartun ini semakin penting untuk dikaji
karena wacana yang dihadirkan menjadi situs perjuangan
ideologi. Subjek kajian penelitian ini adalah Kartun Sompret
Karya I Wayan Sadha tahun 1992 sampai dengan tahun
2008. Objek penelitian ini difokuskan pada elemen grais yang menyangkut ilustrasi, tipograi, warna dan layout, serta
analisis makna denotasi, makna konotasi, mitos dan ideologi.
Objek penelitian tersebut didasarkan pada analisis teori
semiotika Roland Barthes. Kartun Sompret meanghadirkan
kartun satu panel dengan menghadirkan ilustrasi masyarakat
Bali, tipograi scrip, tanpa memanfaatkan warna dengan
layout cara pandang perspektif sejajar pandangan mata.
Makna denotasi tentang narasi kehidupan masyarakat Bali
yang berkonotasi adanya pengaruh arus budaya global pada
nilai tradisi. Mitos tentang masyarakat konsumsi dihadirkan
dengan ideologi kapitalisme.
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi;
Secara Teoritis, melalui kajian semiotika kartun akan dapat
menambah pengetahuan tentang kartun opini, serta
mampu memberikan penjelasan atau paparan tentang
pembacaan bentuk visual kartun, mitos dan ideologi kartun,
hubungan tanda dan makna terhadap kartun-kartun pada
koran serta menambah kajian keilmuan desain komunikasi
visual. Secara Praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi peneliti yang lain, sehingga hasil
penelitian ini sangat tepat dijadikan bahan kajian maupun
perbandingan dalam melakukan penelitian lain yang
sejenis. Bagi masyarakat, diharapkan mampu memberikan
pemikiran dan wacana terhadap kartun sebagai salah satu
media komunikasi visual yang memiliki peranan penting di
masyarakat. Bagi Institut Seni Indonesia Denpasar, penelitian
ini akan berguna sebagai bahan ajar dalam perkuliahan.
Dengan pengumpulan data, kajian ideologi/ semiotika,
dapat mengungkap cara bercerita kartun dan maknamakna
terhadap
kartun
opini.
Penelitian
ini
juga
diharapkan
mampu
memberikan
kontribusi
dan
sumbangan
pemikiran
berkenaan
dengan pengembangan desain komunikasi
visual.Buku ini terdiri dari pembahasan; Kartun Sompret itu Unik,
Landasan Teori, Membaca Tanda Visual dan Tanda Verbal
Kartun Sompret, dan Simpulan. Semua bab pada buku ini
merupakan hasil penelitian penulis.
Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
atas segala bantuan yang diberikan oleh Direktorat Riset
dan pengabdian Masyarakat_Deputi Penguatan Riset dan
Pengembangan_Kementerian Riset, Teknologi/ Badan Riset
dan Inovasi Nasional, Institut Seni Indonesia Denpasar, para
narasumber dan informan, Ida Ayu Dwita Krisna Ari untuk
sarannya, teman-teman di Jurusan Desain Komunikasi Visual,
FSRD- ISI Denpasar, juga kepada teman-teman lainnya yang
telah memberikan saran, wawasan dan pengetahuannya
kepada penulis untuk memperkaya buku ini. Ucapan terima
kasih juga kami sampaikan kepada pimpinan dan staf
LP2MPP ISI Denpasar, dan teman-teman lainnya yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu. Penulis mohon masukan,
kritik dan saran dalam penyempurnaan buku ini.
Denpasar, Oktober 2021
Penuli