Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
ANALISIS HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK PADA KONSENTRASI MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI (PTKIN): THE ANALYSIS OF DIAGNOSTIC ASESMENT RESULT ON STUDENT CONCENTRATION IN THE PROCESS OF ONLINE LEARNING AT ISLAMIC STATE UNIVERSITIES
Pembelajaran daring selama pandemik Covid-19 berhadapan dengan sejumlah permasalahan. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan bagi penelitian terkait permasalahan konsentrasi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data untuk menegakkan diagnosis melalui tes asesmen diagnostik bahwa telah terjadi permasalahan pada konsentrasi mahasiswa selama proses pembelajaran daring, yang akan menjadi dasar dalam tindakan penyelesaian atau intervensi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner melalui googleform selama seminggu di Bulan Juni 2020. Pertanyaan bersifat tertutup dan terstruktur yang disesuaikan dengan karakteristik asesmen diagnostik berupa selected response. Kuesioner yang lengkap terisi sebanyak 163 buah. Partisipan penelitian adalah 163 mahasiswa dari PTKIN, dengan rincian 122 dari UIN, 36 mahasiswa dari IAIN, dan 5 mahasiswa STAIN. Hasil asesmen diagnostik terhadap konsentrasi mahasiswa dalam pembelajaran daring menunjukkan bahwa terdapat permasalahan konsentrasi belajar mahasiswa baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, yang menjadi alat ukur konsentrasi dalam belajar. Hasil tersebut, menegakkan diagnosis bahwa telah terjadi permasalahan pada konsentrasi mahasiswa PTKIN saat mengikuti pembelajaran daring. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan intervensi pada proses pembelajaran terkait konsentrasi mahasiswa dalam belajar.
This study aims to proof that there is concentration problem faced by students during online learning process. This research is a preliminary study of a research focusing on students concentration problems. The data was collected through survey with a questionnaire which sent to the participants via google form. The questionnaire distribution was started on June 21 to June 26, 2020. The participants who completed the questionnaire were 163 students with details of 122 students from UIN, 36 students from IAIN, and 5 STAIN students. The results of the diagnostic assessment show that there is a problem with student concentration in online learning on three aspects, namely cognitive, affective, and psychomotor as the measuring tools for concentration in learning. These results proofed the diagnosis that there has been a problem with the concentration of PTKIN students while participating in online learning. Based on the result showed, this study recommended further intervention to overcome the problems faced by the students.Pembelajaran daring selama pandemik Covid-19 berhadapan dengan sejumlah permasalahan. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan bagi penelitian terkait permasalahan konsentrasi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data untuk menegakkan diagnosis melalui tes asesmen diagnostik bahwa telah terjadi permasalahan pada konsentrasi mahasiswa selama proses pembelajaran daring, yang akan menjadi dasar dalam tindakan penyelesaian atau intervensi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner melalui googleform selama seminggu di Bulan Juni 2020. Pertanyaan bersifat tertutup dan terstruktur yang disesuaikan dengan karakteristik asesmen diagnostik berupa selected response. Kuesioner yang lengkap terisi sebanyak 163 buah. Partisipan penelitian adalah 163 mahasiswa dari PTKIN, dengan rincian 122 dari UIN, 36 mahasiswa dari IAIN, dan 5 mahasiswa STAIN. Hasil asesmen diagnostik terhadap konsentrasi mahasiswa dalam pembelajaran daring menunjukkan bahwa terdapat permasalahan konsentrasi belajar mahasiswa baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, yang menjadi alat ukur konsentrasi dalam belajar. Hasil tersebut, menegakkan diagnosis bahwa telah terjadi permasalahan pada konsentrasi mahasiswa PTKIN saat mengikuti pembelajaran daring. Penelitian ini merekomendasikan untuk dilakukan intervensi pada proses pembelajaran terkait konsentrasi mahasiswa dalam belajar.
This study aims to proof that there is concentration problem faced by students during online learning process. This research is a preliminary study of a research focusing on students concentration problems. The data was collected through survey with a questionnaire which sent to the participants via google form. The questionnaire distribution was started on June 21 to June 26, 2020. The participants who completed the questionnaire were 163 students with details of 122 students from UIN, 36 students from IAIN, and 5 STAIN students. The results of the diagnostic assessment show that there is a problem with student concentration in online learning on three aspects, namely cognitive, affective, and psychomotor as the measuring tools for concentration in learning. These results proofed the diagnosis that there has been a problem with the concentration of PTKIN students while participating in online learning. Based on the result showed, this study recommended further intervention to overcome the problems faced by the students
EFIKASI DIRI MAHASISWA PESERTA KEGIATAN PERTUKARAN PELAJAR MELALUI PERKULIAHAN JARAK JAUH: SELF-EFFICACY OF UNS-UNY EXCHANGE STUDENTS IN DISTANCE LEARNING
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang salah satu kegiatannya adalah pertukaran pelajar. Namun adanya pandemik Covid-19 menyebabkan perkuliahan pada kegiatan pertukaran pelajar dilaksanakan secara jarak jauh (daring). Pembelajaran jarak jauh sering menimbulkan masalah bagi mahasiswa seperti academic burnout, stres, dan kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri mahasiswa pada kegiatan pertukaran pelajar dalam pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan menyebar kuesioner pada 20 mahasiswa dan wawancara pada 6 mahasiswa peserta kegiatan pertukaran pelajar di program studi PGSD UNS-UNY. Lima faktor untuk melihat efikasi diri dalam menyelesaikan pembelajaran daring; berinteraksi secara sosial dengan teman sekelas; menangani alat di CMS (Course Management System); berinteraksi dengan instruktur di pembelajaran daring; dan berinteraksi dengan teman sekelas untuk tujuan akademis (Shen et al., 2013). Hasil penelitian menunjukkan tingkat efikasi diri mahasiswa pertukaran pelajar pada masa pembelajaran jarak jauh dalam kategori tinggi dan cukup tinggi. Mahasiswa memiliki keyakinan atau kepercayaan diri yang baik untuk mengikuti program transfer kredit dan berada pada kriteria tinggi.
The Ministry of Education and Culture launched merdeka belajar kampus merdeka program which one of the activities is student exchange. However, during the COVID-19 pandemic, the lecture activities in the meant programs is carried out remotely (online). Distance learning often poses problems for students such as academic burnout, stress, emotional fatigue. This study aims to determine the level of self-efficacy of the students who took part in the exchange program which conducted online. The method used in this research is mixed between survey and interview. Questionnaire was given to twenty students of PGSD UNS-UNY who join the exchange program through google form and six of them were interviewed. The results showed that the level of self-efficacy of UNS-UNY exchange student during distance learning is in moderate and high categories. It means that students have good self-confidence and in high criteria to join the credit transfer program. Researchers recommend further research to deepen information.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang salah satu kegiatannya adalah pertukaran pelajar. Namun adanya pandemik Covid-19 menyebabkan perkuliahan pada kegiatan pertukaran pelajar dilaksanakan secara jarak jauh (daring). Pembelajaran jarak jauh sering menimbulkan masalah bagi mahasiswa seperti academic burnout, stres, dan kelelahan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri mahasiswa pada kegiatan pertukaran pelajar dalam pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengumpulan data dengan menyebar kuesioner pada 20 mahasiswa dan wawancara pada 6 mahasiswa peserta kegiatan pertukaran pelajar di program studi PGSD UNS-UNY. Lima faktor untuk melihat efikasi diri dalam menyelesaikan pembelajaran daring; berinteraksi secara sosial dengan teman sekelas; menangani alat di CMS (Course Management System); berinteraksi dengan instruktur di pembelajaran daring; dan berinteraksi dengan teman sekelas untuk tujuan akademis (Shen et al., 2013). Hasil penelitian menunjukkan tingkat efikasi diri mahasiswa pertukaran pelajar pada masa pembelajaran jarak jauh dalam kategori tinggi dan cukup tinggi. Mahasiswa memiliki keyakinan atau kepercayaan diri yang baik untuk mengikuti program transfer kredit dan berada pada kriteria tinggi.
The Ministry of Education and Culture launched merdeka belajar kampus merdeka program which one of the activities is student exchange. However, during the COVID-19 pandemic, the lecture activities in the meant programs is carried out remotely (online). Distance learning often poses problems for students such as academic burnout, stress, emotional fatigue. This study aims to determine the level of self-efficacy of the students who took part in the exchange program which conducted online. The method used in this research is mixed between survey and interview. Questionnaire was given to twenty students of PGSD UNS-UNY who join the exchange program through google form and six of them were interviewed. The results showed that the level of self-efficacy of UNS-UNY exchange student during distance learning is in moderate and high categories. It means that students have good self-confidence and in high criteria to join the credit transfer program. Researchers recommend further research to deepen information
OPTIMALISASI KEBUTUHAN MURID DAN HASIL BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Abstract: Differentiated learning is an attempt to adjust the learning process in the classroom to meet the individual learning needs of each student. Differentiated learning is an adjustment to interests, learning profiles, and student readiness in order to achieve increased learning outcomes. Through differentiated learning activities, all their needs are accommodated according to their interests or learning profiles. In classes that apply differentiation learning, teachers must think that students have diverse learning needs and differ from one another. There are four (4) components of differentiated learning, namely: content, process, product, and learning environment. Differentiated learning is able to help students achieve optimal learning outcomes, because the products they will produce are according to their interests. Differentiated learning process must provide ample space for students to demonstrate what they have learned. Products produced by students can be presented in an article, song, poem, infographic, poster, video performance, video animation or other forms according to the skills and interests of each group.Abstrak: Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap minat, profil belajar, kesiapan murid agar tercapai peningkatan hasil belajar.Melalui kegiatan pembelajaran berdiferensiasi, semua kebutuhan mereka terakomodir sesuai minat atau profil belajar yang mereka miliki.Pada kelas yang menerapkan pembelajaran diferensiasi, guru harus berpikir bahwa murid-murid memiliki kebutuhan belajar yang beragam dan berbeda satu dengan yang lainnya. Terdapat empat (4) komponen pembelajaran berdiferensiasi, yaitu: isi, proses, produk, dan lingkungan belajar. Pembelajaran berdiferensiasi mampu membantu murid mencapai hasil belajar optimal, karena produk yang akan mereka hasilkan sesuai minat mereka. Proses pembelajaran berdiferensiasi harus memberikan ruang yang luas kepada murid untuk mendemostrasikan apa-apa yang telah mereka pelajari. Produk yang dihasilkan oleh murid dapat disajikan dalam sebuah artikel, lagu, puisi, infografis, poster, video performance, video animasi atau bentuk lain sesuai keterampilan dan minat kelompok masing-masing
PELAKSANAAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI MADRASAH TSANAWIYAH DI JAWA BARAT: THE IMPLEMENTATION OF PRINCIPALS ACADEMIC SUPERVISION IN SECONDARY ISLAMIC SCHOOL IN WEST JAVA
Supervisi akademik yang diterapkan kepala sekolah dapat efektif memberikan bantuan, membimbing dan membina guru agar mereka dapat bekerja lebih baik dalam membimbing peserta didik serta dapat memperbaiki kinerjanya dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pendekatan self-reflection sebagai kebaharuan (novelty) dalam supervisi akademik. Tujuan penelitian ini untuk melaporkan program, implementasi, efektivitas, kendala dan tindaklanjut supervisi akademik kepala sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipaparkan secara deskriptif analitik. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan 2 orang guru mata pelajaran di satu Madrasah Tsanawiyah di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan program supervisi akademik meliputi penentuan tujuan, pengembangan kurikulum, evaluasi perangkat pembelajaran, metode mengajar, kegiatan pembelajaran, pengembangan pengalaman belajar siswa, 2) supervisi dilakukan dengan pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi, 3) pelaksanaan supervisi akademik di sekolah sudah efektif, 4) terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu kendala internal dan eksternal, 5) tindak lanjut supervisi akademik dengan melakukan pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan inspirasi bagi kepala sekolah untuk melakukan pembaharuan kegiatan supervisi akademik menggunakan pendekatan self-reflection.
Academic supervision by the principals could effectively help, guide, and build teachers to guide students and improve their performance in school learning through a self-reflection approach as a novelty in academic supervision. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytic method. Data collected through interviews, observation, and documentation. Participants consist of Supervisors, Principals, and deputy heads of the curriculum at the madrasah in Sumedang Regency, West Java. Data analyzed reduction, presentation, drawing conclusions, and testing the validity of the data with triangulation. The results of this study indicate that 1) The implementation of the academic supervision program in this madrasah consists of setting goals, curriculum development, learning tools evaluation, teaching methods, learning activities, and developing student learning experiences 2) supervision conducted at this madrasah through the steps of pre-observation, observation, and post-observation, 3) The implementation of academic supervision in this madrasah has been effective, 4) Obstacles to the implementation of academic supervision includes internal constraints and external constraints 5) Follow-up activity of academic supervision in this school consists of direct and indirect construction. The follow-up activity includes improving academic supervision instruments, consists of the learning process and supervision instruments construction. The research contribution is to inspire the principals for the renewal of the self-reflection approach in supervision activities.Supervisi akademik yang diterapkan kepala sekolah dapat efektif memberikan bantuan, membimbing dan membina guru agar mereka dapat bekerja lebih baik dalam membimbing peserta didik serta dapat memperbaiki kinerjanya dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah dengan menggunakan pendekatan self-reflection sebagai kebaharuan (novelty) dalam supervisi akademik. Tujuan penelitian ini untuk melaporkan program, implementasi, efektivitas, kendala dan tindaklanjut supervisi akademik kepala sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang dipaparkan secara deskriptif analitik. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan 2 orang guru mata pelajaran di satu Madrasah Tsanawiyah di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan program supervisi akademik meliputi penentuan tujuan, pengembangan kurikulum, evaluasi perangkat pembelajaran, metode mengajar, kegiatan pembelajaran, pengembangan pengalaman belajar siswa, 2) supervisi dilakukan dengan pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi, 3) pelaksanaan supervisi akademik di sekolah sudah efektif, 4) terdapat kendala dalam pelaksanaannya yaitu kendala internal dan eksternal, 5) tindak lanjut supervisi akademik dengan melakukan pembinaan secara langsung dan tidak langsung. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan inspirasi bagi kepala sekolah untuk melakukan pembaharuan kegiatan supervisi akademik menggunakan pendekatan self-reflection.
Academic supervision by the principals could effectively help, guide, and build teachers to guide students and improve their performance in school learning through a self-reflection approach as a novelty in academic supervision. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytic method. Data collected through interviews, observation, and documentation. Participants consist of Supervisors, Principals, and deputy heads of the curriculum at the madrasah in Sumedang Regency, West Java. Data analyzed reduction, presentation, drawing conclusions, and testing the validity of the data with triangulation. The results of this study indicate that 1) The implementation of the academic supervision program in this madrasah consists of setting goals, curriculum development, learning tools evaluation, teaching methods, learning activities, and developing student learning experiences 2) supervision conducted at this madrasah through the steps of pre-observation, observation, and post-observation, 3) The implementation of academic supervision in this madrasah has been effective, 4) Obstacles to the implementation of academic supervision includes internal constraints and external constraints 5) Follow-up activity of academic supervision in this school consists of direct and indirect construction. The follow-up activity includes improving academic supervision instruments, consists of the learning process and supervision instruments construction. The research contribution is to inspire the principals for the renewal of the self-reflection approach in supervision activities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LURING DAN MODEL PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA METTA SCHOOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara model pembelajaran luring dan model pembelajaran daring terhadap prestasi belajar siswa SD Metta School Surabaya. Desain yang digunakan dalam penelitian berbentuk eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang disebarkan kepada 44 siswa SD dari kelas III-VI dan dokumen berupa nilai raport siswa. Data yang telah diperoleh dari penyebaran angket kemudian dianalisis menggunakan skala likert dan diuji dengan menggunakan uji-z.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran luring dan model pembelajaran daring ada pengaruh terhadap prestasi belajar, jika ditinjau dari persen capaian sebesar 95% dan 79,75%. Selanjutnya berdasarkan uji-z diperoleh nilai signifikansi 6,827> , sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang sangat nyata pada model pembelajaran luring dan model pembelajaran daring terhadap prestasi belajar. Jadi, peran guru dalam proses pembelajaran sangat penting untuk memancing motivasi belajar anak. Hal tersebut, juga harus didorong oleh usaha peserta didik dalam kegiatan belajar, sehingga pengalaman yang diperolehnya dapat memberikan manfaat dalam belajar.
Kata-kata Kunci: Luring, Daring, Prestasi Belajar
Abstract: The study aims to determine the difference in the effect of offline learning model and online learning model on student achievement at Metta School Surabaya Elementary School. The design used in this research is in the form of an experiment with a quantitative approach. The instrument used in this study was a questionnaire distributed to 44 elementary school students from grades III-VI and a document in the form of student report cards. Data obtained from questionnaire distribution and then analyzed using a Likert scale and tested using the z-test.
The results of this study indicate that the offline learning model and online learning model have an influence on learning achievement, when viewed from the percentage of achievement of 95% and 79,75%. Furthermore, based on the z-test, a significance value of 6,827> was obtained, so it can be concluded that there is a very significance effect on the offline learning model and online learning model on learning achievement.
Keywords: Offline Learning Model, Online Learning Model, Learning Achievemen
The STUDI KOMPARATIF KINERJA DOSEN BERSTATUS PABBAJITA DENGAN GHARAVĀSA DI SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA (STAB) KERTARAJASA
STAB Kertajasa is a Buddhist college which has two types of lecturer status, namely lecturer with the status of pabbajita and gharavāsa. The purpose of this study was to determine the differences in the performance of lecturers with the status of pabbajita and gharavāsa. The research design used was a survey form. The instrument used in this study was a questionnaire distributed to 27 second semester students and 27 semester VI students. Data were tabulated and analyzed using a Likert scale and t-test. The results of this study indicate that the second semester lecturers generally get higher performance scores than gharavāsa. Acquisition of values on a continuum line said that lecturers with the status of pabbajita received the criteria for SB (Very Good), while those with status of gharavāsa ranged from B (Good) to SB (Very Good) with a total score and percent of achievement of each lecturer, namely 1803 (89.04%) for lecturers A, 1759 (86.86%) for lecturers B, 1637 (80.84%) for lecturers D, and 1597 (77.96%) for lecturers C. gharavāsa has performance with the criteria of SB (Very Good) which has a total score and percent of achievement, namely 1901 (93.88%) for lecturer E, 1759 (86.86%) for lecturer F, 1642 (81.09%) for lecturer G , and 1812 (89.48%) for lecturers H. The difference in performance between lecturers with the status of pabbajita and gharavāsa semester II is in real areas and semester IV lecturers have very real differences. From this research, it is hoped that it can improve the performance of lecturers so that STAB Kertarajasa becomes better by having good quality lecturer performance.STAB Kertajasa merupakan salah satu sekolah tinggi agama Buddha yang mempunyai dua jenis status dosen yaitu dosen berstatus pabbajita dan gharavāsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja dosen yang berstatus pabbajita dan gharavāsa. Desain penelitian yang digunakan adalah bentuk survei. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang disebar kepada 27 mahasiswa semester II dan 27 mahasiswa semester IV. Data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan skala Likert dan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosen semester II pada umumnya perolehan nilai kinerja dosen berstatus pabbajita lebih tinggi dibandingkan dengan gharavāsa. Perolehan nilai secara garis kontinum mengatakan dosen berstatus pabbajita mendapat kriteria SB (Sangat Baik), sedangkan yang berstatus gharavāsa berkisar B (Baik) sampai SB (Sangat Baik) dengan skor total dan persen capaian masing-masing dosen yaitu 1803 (89,04%) untuk dosen A, 1759 (86,86%) untuk dosen B, 1637 (80,84%) untuk dosen D, dan 1597 (77,96%) untuk dosen C. Dosen semester IV pada umumnya secara keseluruhan baik dosen berstatus pabbajita maupun gharavāsa mempunyai kinerja dengan kriteria SB (Sangat Baik) yang mempunyai skor total dan persen capaian yaitu 1901 (93,88%) untuk dosen E, 1759 (86,86%) untuk dosen F, 1642 (81,09%) untuk dosen G, dan 1812 (89,48%) untuk dosen H. Perbedaan kinerja antara dosen berstatus pabbajita dan gharavāsa semester II berada di daerah nyata dan dosen semester IV mempunyai perbedaan yang sangat nyata. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dosen sehingga STAB Kertarajasa menjadi semakin baik dengan memiliki kualitas kinerja dosen yang baik
PENERAPAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DALAM MEMFASILITASI KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN BOLA BASKET UNTUK SISWA TUNAGRAHITA KELAS XI SMALB-C: THE IMPLEMENTATION OF DIRECT LEARNING TO FACILITATE BASKETBALL TECHNIQUE SKILLS FOR SECOND-GRADE STUDENTS OF HIGH SCHOOL FOR STUDENTS WITH INTELLECTUAL DISABILITIES
Kondisi Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi keterampilan teknik bermain bola basket pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (Penjaskes) pada siswa tunagrahita dengan menggunakan metode pembelajaran langsung. Partisipan penelitian adalah 7 orang siswa kelas XI SMALB-C, dan seorang guru. Tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus di mana setiap siklus berlangsung dalam 2 kali pertemuan. Setiap siklus mempunyai empat kegiatan utama yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar keterampilan Penjaskes materi teknik permainan bola basket pada anak tunagrahita kelas XI SMALB-C, yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran langsung. Pembelajaran anak tunagrahita perlu mempertimbangkan penggunaan prinsip keperagaan, pengulangan dan individualisasi. Penelitian ini melaporkan bahwa metode pembelajaran langsung dapat digunakan untuk memfasilitasi keterampilan teknik bermain bola basket pada siswa tunagrahita.
This research aims to facilitate basketball technique skills in physical education, sports, and health subject for students with intellectual disability using direct learning methods. The participants of this research are seven second-grade students and a teacher of high school for students with intellectual disabilities. The actions were carried out in 2 cycles, where every cycle lasts for 2 sessions. Every cycle has four main activities; planning, action, observation, and reflection. The results showed an improvement in the learning outcomes of basketball technique skills of physical education, sports, and health subject for second-grade high school students with intellectual disability using the direct learning method. Learning for students with an intellectual disability needs to regard the use of modeling, repetition, and individualization principles. This research reported that the direct learning method could be used to facilitate basketball technique skills for students with intellectual disabilities.Kondisi Penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi keterampilan teknik bermain bola basket pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (Penjaskes) pada siswa tunagrahita dengan menggunakan metode pembelajaran langsung. Partisipan penelitian adalah 7 orang siswa kelas XI SMALB-C, dan seorang guru. Tindakan dilakukan sebanyak 2 siklus di mana setiap siklus berlangsung dalam 2 kali pertemuan. Setiap siklus mempunyai empat kegiatan utama yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar keterampilan Penjaskes materi teknik permainan bola basket pada anak tunagrahita kelas XI SMALB-C, yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran langsung. Pembelajaran anak tunagrahita perlu mempertimbangkan penggunaan prinsip keperagaan, pengulangan dan individualisasi. Penelitian ini melaporkan bahwa metode pembelajaran langsung dapat digunakan untuk memfasilitasi keterampilan teknik bermain bola basket pada siswa tunagrahita.
This research aims to facilitate basketball technique skills in physical education, sports, and health subject for students with intellectual disability using direct learning methods. The participants of this research are seven second-grade students and a teacher of high school for students with intellectual disabilities. The actions were carried out in 2 cycles, where every cycle lasts for 2 sessions. Every cycle has four main activities; planning, action, observation, and reflection. The results showed an improvement in the learning outcomes of basketball technique skills of physical education, sports, and health subject for second-grade high school students with intellectual disability using the direct learning method. Learning for students with an intellectual disability needs to regard the use of modeling, repetition, and individualization principles. This research reported that the direct learning method could be used to facilitate basketball technique skills for students with intellectual disabilities
PENGARUH SELF-MANAGEMENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAB KERTARAJASA, BATU
Abstrak
Penelitian ini dilakukan berdasarkan nilai hasil belajar mahasiswa berupa IPK. Rendahnya hasil belajar dikarenakan beberapa faktor salah satunya faktor dari dalam diri. Self-management dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai hasil belajar mahasiswa. Self-management merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh individu dalam mencapai tujuan yang dirumuskan dengan cara mengelola, mengatur, dan memaksimalkan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan pengaruh Self-management terhadap prestasi belajar mahasiswa sāmaṇera/Aṭṭhasīlani dan reguler STAB Kertarajasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Variabel penelitian ini meliputi Self-management (variabel bebas) dan prestas belajar (variabel terikat). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berjumlah 28 orang. Metode pengambilan data yang digunakan adalah skala Self-management dan nilai Indeks Prestasi Komulatif. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis Uji t dan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Self-management berpengaruh sangat efektif terhadap prestasi belajar, jika ditinjau dari persen capaian sebesar 76%. Berdasarkan analisis uji t nilai IPK Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani dan Reguler menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata antara IPK mahasiswa Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani dengan reguler karena t hitung (2,564) t 0,05 = 2,056 t 0,01 (=2,779). Hal ini karena Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani memiliki disiplin yang lebih baik.
Kata kunci: self-management, prestasi belajar, mahasiswa.
Abstract
This research was conducted based on the value of student learning outcomes in the form of GPA. The low learning outcomes are due to several factors, one of which is internal factors. Self-management can affect the high and low value of student learning outcomes. Self-management is an effort made by individuals in achieving the goals formulated by managing, regulating, and maximizing their potential. This study aims to determine the level and influence of self-management on student achievement sāmaṇera/Aṭṭhasīlani and regular STAB Kertarajasa. This research is a quantitative research. The variables of this study include self-management (independent variable) and learning achievement (dependent variable). The subjects in this study were 28 students. The data retrieval method used is the Self-management scale and the value of the Cumulative Achievement Index. The data analysis technique of this research used t test analysis and Likert scale. The results of this study indicate that self-management has a very effective effect on learning achievement, when viewed from the percentage of achievement of 76%. Based on the t-test analysis of Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani and Regular GPA values, it shows that there is a significant difference between the GPA of Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani students and regular students because t count (2.564) > t 0.05 = 2.056 < t 0.01 (=2.779). This is because Sāmaṇera/Aṭṭhasīlani have better discipline.
Keywords: self-management, learning achievement, students
PENERAPAN METODE MATERNAL REFLEKTIF (MMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN: APPLICATION OF MATERNAL REFLECTIVE METHODS TO IMPROVE READING COMPREHENSION FOR STUDENTS WITH HEARING IMPAIRMENTS
The purpose of this classroom action research was to improve the reading comprehension of students with hearing impairments through the application of Maternal Reflective Methods (MMR) in the learning activity. Based on the results of observations and initial tests on students with hearing impairment in grade 4 of school for students with disabilities, it is evident that students reading comprehension skills need to be improved further. The Maternal Reflective Method is utilized to improve reading comprehension for students with hearing impairments. The research participants consisted of a male and three females with hearing impairment students. The research was held in two cycles. Each cycle consists of 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. The data were obtained through classroom observation, reading comprehension tests, and supplementary documents. The results showed that the utilization of the Maternal Reflective Method in learning activity could significantly improve reading comprehension for students with hearing impairments.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan hambatan pendengaran melalui penerapan Metode Maternal Reflektif (MMR) dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes kemampuan awal yang dilakukan pada siswa dengan hambatan pendengaran kelas IV di SLB yang menjadi partisipan penelitian, dapat dilihat bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 1 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dalam setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode dalam pengumpulan data berupa observasi kelas, tes kemampuan membaca pemahaman, dan dokumentasi data pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MMR dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan hambatan pendengaran secara signifikan.
The purpose of this classroom action research was to improve the reading comprehension of students with hearing impairments through the application of Maternal Reflective Methods (MMR) in the learning activity. Based on the results of observations and initial tests on students with hearing impairment in grade 4 of school for students with disabilities, it is evident that students reading comprehension skills need to be improved further. The Maternal Reflective Method is utilized to improve reading comprehension for students with hearing impairments. The research participants consisted of a male and three females with hearing impairment students. The research was held in two cycles. Each cycle consists of 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. The data were obtained through classroom observation, reading comprehension tests, and supplementary documents. The results showed that the utilization of the Maternal Reflective Method in learning activity could significantly improve reading comprehension for students with hearing impairments
HUBUNGAN KEBERSYUKURAN DENGAN TEACHER WELL-BEING PADA GURU YANG MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR INKLUSI
This research aims to find the relationship between gratitude and teacher well-being for teachers who teach in inclusive elementary schools. The research method used is quantitative with descriptive analysis techniques and correlation analysis. The sample in this study was 185 inclusive elementary school teachers obtained by purposive sampling technique. The gratitude variable was measured using The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) developed by McCullough, Emmons, and Tsang (2002) and the teacher well-being variable was measured using the Teacher Well-Being Scale (TWBS) developed by Collie et al. (2015). The results of the correlation analysis show that there is a significant relationship towards positive gratitude with teacher well-being for teachers who teach in inclusive elementary schools. The positive relationship between gratitude and teacher well-being is defined as the higher the gratitude, the higher the teacher well-being of teachers who teach in inclusive elementary schools.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kebersyukuran dengan teacher well-being pada guru yang mengajar di sekolah dasar inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 185 orang guru sekolah dasar inklusi yang didapat dengan teknik purposive sampling. Variabel kebersyukuran diukur dengan menggunakan The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) yang dikembangkan oleh McCullough, Emmons, dan Tsang (2002) dan variabel teacher well-being diukur menggunakan Teacher Well-Being Scale (TWBS) yang dikembangkan oleh Collie et al., (2015). Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan ke arah positif kebersyukuran dengan teacher well-being pada guru yang mengajar di sekolah dasar inklusi. Hubungan positif antara kebersyukuran dengan teacher well-being diartikan sebagai semakin tinggi kebersyukuran maka akan semakin tinggi pula teacher well-being pada guru yang mengajar di sekolah dasar inklusi