7,685 research outputs found
SISTEM FILTRASI DENGAN KARBON AKTIF KAYU SENGON, KERIKIL AKTIF SUNGAI KRASAK, DAN PASIR AKTIF PANTAI INDRAYANTI PADA AIR SUMUR DI LPPMP UNY SEBAGAI AIR MINUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Pengaruh volume absorben dan
jenis absorben terhadap intensitas transmisi cahaya, total disolved solid (TDS) / total zat
padat terlarut , dan pH dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY. (2)
Pengaruh jenis absorben terhadap kadar Fe dalam proses filtrasi sampel air sumur di
LPPMP UNY. (3) Pengaruh variasi jenis absorben terhadap Intensitas transmisi cahaya,
TDS, pH, dan kadar Fe dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY. (4)
Pengaruh daya serap sistem FAS (Filtrasi, Absorbsi, Sedimentasi) terhadap penurunan
kadar total coliform dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY.
Penelitian ini menggunakan sistem penjernihan air FAS (Filtration, Absorbstion,
and Sedimentation water purification system). Sistem ini menggunakan 5 kolom pipa dan
air dialirkan melalui pipa pralon. Filtrasi dan absorbsi terjadi pada semua pipa, sedangkan
sedimentasi terjadi saat air mengalir ke atas. Pada saat itu logam berat yang massa
jenisnya lebih besar dengan air mengalami sedimentasi. Absorben yang digunakan dalam
penelitian ini adalah karbon aktif kayu sengon, kerikil aktif Sungai Krasak, dan pasir aktif
Pantai Indrayanti. Hasil proses filtrasi air sumur dari groundtank LPPMP UNY ini diukur
menggunakan alat transmisi cahaya lux meter untuk uji kejernihan air, dengan TDS meter
digital untuk uji total zat padat terlarut, pH meter digital untuk uji derajat keasaman, dan
uji kadar Fe dan uji total coliform di Laboratorium STTL.\ud
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Efisiensi transmisi cahaya untuk variasi
volume tertinggi adalah karbon aktif kayu sengon (92 ± 1) %. TDS untuk variasi volume
yang terbaik yaitu karbon aktif kayu sengon 150 ppm. Hasil pengukuran pH adalah sama
yaitu pH 6,9. (2) Efisiensi penyerapan kadar Fe tertinggi yaitu karbon aktif kayu sengon
(96,88 ± 0,32)%. (3) ET pada variasi komposisi yang tertinggi adalah variasi karbonkarbon-
pasir-pasir (90 ± 1)%. TDS pada variasi komposisi yang terbaik adalah variasi
komposisi karbon-karbon-pasir-pasir 151 ppm. Hasil pengukuran pH sebelum proses
FAS dan setelah proses FAS adalah sama yaitu 6,9. EP tertinggi untuk variasi komposisi
absorben adalah variasi komposisi karbon-pasir-pasir-kerikil dan karbon-pasir-kerikilkerikil
yaitu (93,75 ± 0,09)%. (4) Hasil untuk total coliform yang diujikan pada variasi
volume dan variasi komposisi absorben yang mempunyai efisiensi penyerapan kadar besi
(Fe) paling baik dan efisiensi transmisi cahaya paling baik adalah absorben jenis karbon
aktif kayu sengon sebesar (43 MPN/100mL sampel).
Kata Kunci: karbon aktif kayu sengon, kerikil aktif sungai krasak, pasir aktif pantai
indrayanti, filtrasi, absorbsi
PEMANFAATAN KARBON AKTIF BAMBU, PASIR AKTIF PANTAI INDRAYANTI, DAN KERIKIL AKTIF KALI KRASAK SEBAGAI ABSORBENT PADA PROSES PENJERNIHAN AIR LPPMP UNY UNTUK AIR MINUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh volume dan jenis
absorbent (karbon aktif Bambu, pasir aktif pantai Indrayanti, dan kerikil aktif kali
Krasak) terhadap efisiensi transmisi cahaya (EP), TDS (Total Dissolved Solids),
dan pH dalam proses penjernihan air LPPMP UNY. (2) Pengaruh jenis absorbent
terhadap efisiensi penyerapan Fe dalam proses penjernihan air LPPMP UNY. (3)
Pengaruh variasi komposisi jenis absorbent terhadap efisiensi transmisi cahaya,
TDS, pH, dan efisiensi penyerapan Fe dalam proses penjernihan air LPPMP
UNY. (4) Pengaruh daya serap sistem FAS (Filtrasi, Absorbsi, dan Sedimentasi)
terhadap penurunan kadar coliform dalam proses penjernihan air LPPMP UNY.
Proses pertama pembuatan karbon aktif, pasir aktif, dan kerikil aktif pada
penelitian ini adalah karbonisasi bambu, penggerusan, pengayakan dengan ukuran
2,38 mm untuk karbon; 0,639 mm untuk pasir; dan 3,4 mm untuk kerikil,
pencucian, dan pengeringan. Selanjutnya, proses aktivasi fisika dengan
pemanasan dalam oven pada suhu 200
oC selama 60 menit. Proses penyaringan air
dengan ketiga absorbent menggunakan pipa FAS, yaitu dengan mengalirkan air
ke pipa FAS yang sudah diberi absorbent. Variasi volume yang digunakan untuk
karbon aktif adalah 490 ml, 980 ml, 1470 ml, 1960 ml, dan 2450 ml. Volume
pasir aktif sebesar 660 ml, 1320 ml, 1980 ml, 2640 ml, dan 3300 ml. Volume
kerikil aktif sebesar 540 ml, 1080 ml, 1620 ml, 2160 ml, dan 2700 ml. Perlakuan
ini diulangi dengan perbandingan volume komposisi jenis absorbent, dimana K
adalah karbon aktif, P adalah pasir aktif, dan Kr adalah kerikil aktif, yaitu
K:K:P:P, K:K:Kr:Kr, P:P:Kr:Kr, K:K:P:Kr, K:P:P:Kr, dan K:P:Kr:Kr. Langkah
selanjutnya, yaitu pengukuran intensitas transmisi cahaya, jumlah zat padat
terlarut, suhu, pH pada semua sampel air hasil penyaringan. Setelah itu, dilakukan
pengukuran kadar Fe dan total coliform pada sampel yang ditentukan.
Hasil Penelitian menunjukan EP karbon aktif, pasir aktif, dan kerikil aktif
terhadap partikel pengotor air cenderung naik, TDS cenderung turun, dan pH
cenderung sama dengan kenaikan volume. Efisiensi penyerapan Fe terbaik pada
karbon aktif bambu sebesar (90,3±0,2) %. EP tertinggi pada perbandingan
K:K:P:P dengan nilai (90±1) %. TDS terbaik pada perbandingan K:K:Kr:Kr
dengan nilai 141 ppm. Efisiensi penyerapan logam Fe terbaik pada perbandingan
K:K:P:P dan K:K:Kr:Kr dengan nilai (90,3±0,2) %. Terjadinya penurunan kadar
coliform menjadi 0 MPN/100ml pada air hasil penyaringan menggunakan karbon
aktif bambu dengan volume 2450 ml
Studi Pelaksanaan PPL Mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY di SMK
Studi Pelaksanaan PPL Mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang berhubungan dengan sosialisasi, jumlah kesanggupan (kuota) dan observasi pada proses pelaksanaan Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FE UNY di SMK Bisnis dan Manajemen DIY tahun 2017. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK yang menjadi tempat PPL di DIY dan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrai Perkantoran yang melaksanakan PPL tahun 2017 di SMK se DIY. Subyek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru pembimbing PPL 21 orang dan mahasiswa 72 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan kegiatan sosialisasi PPL terdapat permasalahan yang menghambat yaitu pihak sekolah mitra merasa menghadiri kegiatan sosialisasi mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah, informasi yang diterima pada saat sosialiasi tidak jelas, informasi yang disampaikan pada saat sosialisasi kurang sesuai dengan kebutuhan sekolah, informasi pada saat sosialisasi tidak mudah dimengerti oleh peserta, guru-guru yang terlibat kegiatan PPL kurang senang menerima informasi sosialisasi dan sosialisasi PPL tahun ini tidak mampu memecahkan permasalahan PPL tahun sebelumnya, informasi yang disampaikan pada saat sosialisasi implementasinya bergeser atau tidak sama dengan pelaksanaan PPL. (2) proses penetapan kuota PPL mengalami permasalahan yaitu keterlambatan pengiriman kuota. (3) Permasalahan dalam pelaksanaan observasi sekolah tanpa didampingi oleh dosen pembimbing membuat mahasiswa tidak percaya diri, tidak mampu menyelesaikan permasalahan, tidak mampu menyampaikan kebutuhan selama PPL, merasa bingung dalam melaksanakan observasi sekolah
LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk pendidikan
dengan cara memberikan pengalaman belajar di lapangan secara langsung kepada
mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan akademis maupun praktis dalam
dunia pendidikan, memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi
yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian dan
bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. Kompetensi mahasiswa sebagai
calon pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi profesional, dan kompetensi sosial juga dikembangkan dalam kegiatan
ini. Dengan adanya kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini diharapkan
mahasiswa mempunyai bekal dan pengalaman sebagai calon pendidik yang
berkualitas. Program PPL di SMA Negeri 7 Purworejo, dilaksanakan pada tanggal 10
Agustus sampai dengan 12 September 2015.
Sebelum merencanakan dan menyusun program PPL, dilakukan observasi,
pembelajaran di kelas. Kegiatan PPL ini berupaya untuk meningkatkan kemampuan
mengajar khususnya mencakup variabel dinamis, antara lain: pemahaman
karakteristik peserta didik, kemampuan merancang pembelajaran, kemampuan
mengelola kelas, kemampuan mengembangkan media, strategi pembelajaran, dan
kemampuan evaluasi. PPL sebagai muara dari seluruh program pendidikan prajabatan guru. PPL dilaksanakan secara terjadwal setelah mahasiswa mendapatkan
bekal yang memadai dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai
guru yang telah dipelajari secara bertahap sejak semester awal khususnya melalui
pembekalan dan kuliah micro teaching sebagai modal awal pengalaman mengajar.
Melalui PPL, mahasiswa calon guru diterjunkan ke sekolah untuk mengamati,
mengenal dan belajar mempraktikkan semua kompetensi mengajar yang telah
dipelajari di bangku kuliah, sehingga mendapatkan pengalaman kependidikan secara
faktual di lapangan dengan bimbingan dan arahan dari guru pembimbing, dosen
pembimbing dan koordinator PPL di Sekolah.
Dalam kegiatan PPL di SMA Negeri 7 Purworejo, penyusun mendapatkan
kesempatan praktik mengajar di kelas X-IBB, XI-IBB, dan XI-IIS3. Materi yang
diajarkan kepada peserta didik kelas X yaitu materi Se Presenter, sedangkan materi
yang diajarkan kepada peserta didik kelas XI yaitu La Famille dan Les Adjectifs
Possesif dan Les Adjectif Qualificati
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SMK NEGERI 4 YOGYAKAKARTA
Tujuan dilaksanaakannya PPL: 1) memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang kegiatan mengajar di SMK Negeri 4 Yogyakarta dalam rangka melatih, mengembangkan kompetensi keguruan. 2) Memberikan kesempatan kepada mahasiswa unutk mengenal, mempelajari, menghayati permasalahan sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran. 3) Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai selama kuliah secara menyeluruh ke dalam pembelajaran di sekolah.
Dalam pelaksanaan PPL ada beberapa metode atau alur yang harus diikuti yaitu 1) Pengajaran Mikro, 2) Pembekalan PPL, 3) Pelaksanaan PPL, 4) Evaluasi PPL. Selama pelaksanaan PPL ada tahap sebelum hingga selesai seperti Observasi di SMK Negeri 4 Yogyakarta, Rencana Program Kegiatan, Konsultasi Program, Penetapan Program, Pelaksanaan Program hingga Pembuatan Laporan PPL.
Pelaksanaan PPL yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Yogyakarta selama 5 minggu dapat diperoleh hasil sebagai berikut 1) Mahasiswa mendapatkan pengalaman mengajar baik teori maupun praktik guna memenuhi kompetensi keguruan yang berupa mengajar teori dan praktik di kelas X Boga 1, X Boga 2 dan X Boga 3 dengan mata pelajaran Boga dasar secara pararel tiga kelas dan Pengetahuan Bahan Makanan satu kelas. 2) Mahasiswa dapat mengenal, mempelajari, menghayati, dan memberikan solusi terkait dengan proses pembelajaran. 3) Mahasiswa mengalami peningkatan dalam penerapan ilmu dan keterampilan yang mungkin sebelum PPL masih dirasa kurang. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2013. Selama pelaksanaan PPL telah terlaksana 5 kali pertemuan setiap minggunya dengan pararel tiga kelas dengan 2 kali teori dan 1 kali praktik setiap RPP untuk mata pelajaran Boga dasar dan 5 kali teori pada mata pelajaran Pengetahuan bahan makanan. Pencapaian evaluasi pembelajaran rata-rata mendapat predikat Baik dari ranah Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap. Secara umum pelaksanaan PPL berjalan lancar sesuai harapan, apabila ada hambatan bukan masalah yang berarti
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SEMESTER KHUSUS 10 AGUSTUS 2015 – 12 SEPTEMBER 2015 SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN
Mata kuliah praktik pengajaran lapangan (PPL) adalah mata kuliah yang
diadakan dengan cara terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan
mengajaran sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengetahui kondisi dunia
pendidikan secara aktual. Dengan adanya PPL ini diharapkan mahasiswa dapat
mengembangkan kompetensi, meningkatkan keterampilan, kemandirian,
tanggungjawab, dan kemampuan memecahkan masalah. Sebelum melaksanakan
kegiatan PPL, perlu diadakan observasi yang berkaitan dengan pembelajaran di
kelas. Adapun program kegiatan praktik mengajar meliputi penyiapan administrasi
guru, materi, media pembelajaran, dan perangkat lainnya yang berhubungan dengan
pembelajarna. Perangkat-perangkat tersebut sebelumnya harus dikonsultasikan
terlebih dahulu kepada guru pembimbing sebelum digunakan dalam praktik
pembelajaran di kelas. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas
Negeri Yogyakarta secara terpadu dilaksanakan mulai dari tanggal 10 Agustus
sampai dengan 12 September 2015 bertujuan untuk mendapatkan pengalaman
pengajaran pada kondisi yang sesungguhnya. Sehingga mahasiswa memiliki
pengalaman nyata tentang proses mengajar dan diharapkan agar PPL ini dapat
menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai tenaga
kependidikan yang profesional pada saat memasuki dunia kerja. Lokasi pratikan
melaksanakan PPL adalah di SMK Negeri 1 Depok Sleman yang beramatkan di Jl.
Ringroad Utara, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta Telp. 0274-885663
Secara umum, pelaksanaan program KKN-PPL berjalan sesuai dengan apa
yang telah direncanakan. Meskipun demikian, ada beberapa program yang
mengalami perubahan dalam hal waktu dan sasaran.
Untuk program PPL secara umum dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan
yang cukup berarti. Banyak manfaat yang telah didapat dengan adanya pelaksanaan
praktik pengajaran lapangan yang telah dilakukan.
Progam-program yang telah terlaksana tersebut, merupakan indikasi
keberhasilan semua pihak yang terkait. Keberhasilan pelaksanaan PPL ini,
hendaknya disikapi oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta dengan
mempertahankan dan meningkatkan jalinan komunikasi dan kerjasama dengan SMK
Negeri 1 Depok Sleman, agar PPL di masa mendatang akan lebih baik dan lebih
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan sekolah, siswa dan
mahasiswa sebagai praktikan
LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA
PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) merupakan salah satu wujud dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang berbunyi “Pendidikan dan Pengajaran”. Dengan adanya program ini mahasiswa dapat mengembangkan serta menerapkan ilmu yang telah didapatnya kepada para siswa di sekolah. Mahasiswa berperan sebagai guru yang sebenarnya di dalam kelas. Adapun kelas yang harus diajar adalah kela X, XI, XII. Mahasiswa berkoordinasi dengan penyelenggara PPL (LPPMP UNY) dan mendapat bimbingan atau pengarahan serta bekal sehingga mahasiswa tidak kebingungan dalam melaksanakan program PPL. Selalin itu, mahasiswa juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengurus administrasi serta mendapat guru pembimbing sesuai mata pelajaran yang akan diampu. Tidak kemudian dapat langsung mengajar di kelas, mahasiswa harus menyusun program pengajaran dan menyusun beberapa hal yang dibutuhkan untuk jalannya PPL.
Hal-hal yang perlu disusun merupakan dokumen-dokumen penting yang dapat menunjang proses pembelajaran serta kegiatan di luar pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Beberapa hal tersebut meliputi; RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), RPP ini sangat penting untuk kerapihan dan ketertiban proses pembelajaran. Guru mengeksplor semua bahan pembelajaran dan merencanakan penyampaiannya dengan baik sehingga pembelajaran di kelas berjalan sesuai target yang akan dicapai. Materi Pembelajaran, hal ini juga sangat penting untuk dipersiapkan karena tanpa adanya materi pembelajan RPP tidak memiliki konten. Media dan alat pembelajaran, keduanya sangat tergantung dengan kondisi kelas serta materi yang akan disampaikan. Walaupun materinya sama, disampaikan di kelas yang berbeda dengan atmosfir kelas yang berbeda pula, maka media dan alat pembelajarannya juga bisa jadi berbeda.
Pada pelaksanaan PPL ini, masing-masing mahasiswa tidak hanya mengampu satu kelas, namun ada yang mengampu lebih dari dua kelas. Sedangkan penulis sendiri mengampu dua kelas yang meliputi kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2. Kelas XII IPS 1 mengajar setiap hari Senin dan Kamis, dan kelas XII IPS 2 mengajar setiap hari Senin dan Kamis. Masing-masing kelas mendapat 3 jam pelajaran dalam satu minggu. Selain itu, mahasiswa juga menangani kegiatan-kegiatan di luar pembelajaran. Maka dari itu, pelaksanaan PPL ini menjadi lebih berguna dan lebih menguatkan potensi serta jiwa pendidik pada diri mahasiswa
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu pencetak lulusan calon guru memberikan pembekalan praktis kependidikan bagi mahasiswa yaitu. Program Pengalaman Lapangan (PPL). Tujuan dari kegiatan PPL adalah sebagai wahana pembentukan calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional. Kegiatan PPL dilakukan dengan menerjunkan mahasiswa untuk mempraktekkan semua kompetensi yang telah dikuasai selama perkuliahan. Sebelum kegiatan PPL dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu menempuh kegiatan pra-PPL yang meliputi kegiatan pembelajaran mikro dan observasi sekolah. Kegiatan PPL diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang proses mengajar dan diharapkan agar PPL ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai tenaga kependidikan yang profesional pada saat memasuki dunia kerja. Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berada di SMA Negeri 4 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Magelang, Karangwaru Lor, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta, berlangsung dari tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 17 September 2014. Kegiatan yang dilakukan praktikan adalah mengajar Mata Pelajaran Penjaskes dan Olahraga kelas X. Adapun rancangan kegiatan PPL terdiri dari tahap persiapan PPL, observasi di sekolah, kegiatan PPL, kegiatan insidental, penyusunan laporan, dan penarikan PPL. Tahap persiapan meliputi pengajaran mikro, pembekalan PPL, observasi pembelajaran di kelas dan kegiatan persiapan mengajar (koordinasi konsultasi dengan guru pembimbing, penguasaan materi,
pengembangan silabus, penyusunan RPP, pembuatan media pembelajaran dan alat evaluasi). Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti dari PPL yaitu pelaksanaan praktik mengajar di kelas. Praktik mengajar disesuaikan dengan jadwal mengajar guru pembimbing, adapun kemampuan yang dilatih meliputi dari pendahuluan, kegiatan inti, serta penutupan pembelajaran.
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dapat dijadikan proses pembelajaran bagi mahasiswa calon guru atau pendidik untuk meningkatkan serta mengembangkan diri. Semoga dengan adanya kegiatan PPL ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk menjadikan diri sebagai guru atau pendidik yang profesional, yaitu guru yang mempunyai nilai, sikap, kemampuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan bidangnya masing-masing. Untuk itu laporan PPL disusun untuk mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan PPL serta memberikan gambaran bagi pihak LPPMP dalam rangka memperbaiki serta mempertahankan program PPL
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SEMESTER KHUSUS 01 Agustus – 12 September 2015 SMKN 1 DEPOK
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan perguruan tinggi negeri
yang mempunyai tugas untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengabdian kepada
masyarakat serta membina tenaga kependidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut,
maka UNY memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa program
studi pendidikan pada salah satu mata kuliah yaitu Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL). Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta
secara terpadu dilaksanakan mulai dari tanggal 01 Agustus 2015 sampai dengan 12
September 2015 bertujuan untuk mendapatkan pengalaman pengajaran di kondisi
lapangan yang sesungguhnya. Sehingga mahasiswa memiliki pengalaman nyata
tentang proses mengajar dan diharapkan agar PPL ini dapat menjadi bekal bagi
mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai tenaga kependidikan yang profesional
pada saat memasuki dunia kerja. Lokasi pratikan melaksanakan PPL adalah di SMKN
1 Depok Sleman yang beramatkan di Ring Road Utara Maguwoharjo, Depok, Sleman,
Yogyakarta, 55282 Telp. (0274) 885663.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh penulis di mulai
pada tanggal tanggal 14 Agustus sampai 5 September 2014 di kelas XI Administrasi
Perkantoran 2, dan kelas XI Administrasi Perkantoran 2. Di kelas tersebut, kegiatan
belajar mengajar dilaksanakan selama 6 kali pertemuan, 4 (empat) kali pertemuan
untuk memberikan materi, 1 kali pertemuan untuk ulangan harian, dan 1 kali
pertemuan untuk remidi dan pengayaan. Dalam kegiatan Pembelajaran penulis perlu
melakukan persiapan diantaranya penyusunan RPP, handout, media pembelajaran,
administrasi guru, soal ujian, remidi, pengayaan, dan analisis butir soal. Selain
program mengajar, tim PPL juga aktif mengikuti kegiatan sekolah seperti lomba dan
upacara 17 agustus, hari ulang tahun kota Yogyakarta, dan peringatan hari olahraga
nasional.
Semoga dengan adanya kegiatan PPL ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk
menjadikan diri sebagai guru atau pendidik yang profesional yaitu guru yang
mempunyai nilai, sikap, kemampuan dan ketrampilan yang memadai sesuai dengan
bidangnya masing-masing. Keberhasilan pelaksanaan PPL ini, hendaknya disikapi
oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta dengan mempertahankan dan
meningkatkan jalinan komunikasi dan kerjasama dengan pihak SMKN 1 Depok,
supaya PPL di masa mendatang akan lebih baik dan lebih menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi pengembangan sekolah, siswa dan mahasiswa PPL
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK NEGERI 4 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan yang dilaksanakan
untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik atau tenaga
kependidikan. Sebagai dasar pengembangan program PPL/Magang III mahasiswa
dibimbing oleh dosen pembimbing dan guru pembimbing yang dilatih serta
mempunyai kualifikasi sebagai pembimbing PPL/Magang III.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilakukan di SMK Negeri 4 Yogyakarta
mulai dari tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 12 September 2015. Sekolah ini
berlokasi di Jalan Sidikan No. 60 Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan adalah 1)
Observasi dan 2) Praktik Mengajar Terbimbing. Praktik mengajar terbimbing
dilakukan di kelas XI Patiseri untuk mata pelajaran Produk Pastry & Bakery. Materi
yang diajarkan berupa teori dan praktik.
Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan
(PPL) adalah mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sebagai
persiapan membentuk tenaga pendidik yang profesioanal. Observasi yang dilakukan
sebelum pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sangat
membantu mahasiswa untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat karena
disesuaikan dengan karakteristik siswa, kelas dan lingkungan. Praktik mengajar
terbimbing dapat dilakukan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik. Hal ini
dapat dilihat dari antusias/kehadiran dan prestasi belajar siswa dimana semua siswa
dapat memperoleh nilai di atas KKM
- …
