SISTEM FILTRASI DENGAN KARBON AKTIF KAYU
SENGON, KERIKIL AKTIF SUNGAI KRASAK, DAN PASIR
AKTIF PANTAI INDRAYANTI PADA AIR SUMUR DI LPPMP
UNY SEBAGAI AIR MINUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Pengaruh volume absorben dan
jenis absorben terhadap intensitas transmisi cahaya, total disolved solid (TDS) / total zat
padat terlarut , dan pH dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY. (2)
Pengaruh jenis absorben terhadap kadar Fe dalam proses filtrasi sampel air sumur di
LPPMP UNY. (3) Pengaruh variasi jenis absorben terhadap Intensitas transmisi cahaya,
TDS, pH, dan kadar Fe dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY. (4)
Pengaruh daya serap sistem FAS (Filtrasi, Absorbsi, Sedimentasi) terhadap penurunan
kadar total coliform dalam proses filtrasi sampel air sumur di LPPMP UNY.
Penelitian ini menggunakan sistem penjernihan air FAS (Filtration, Absorbstion,
and Sedimentation water purification system). Sistem ini menggunakan 5 kolom pipa dan
air dialirkan melalui pipa pralon. Filtrasi dan absorbsi terjadi pada semua pipa, sedangkan
sedimentasi terjadi saat air mengalir ke atas. Pada saat itu logam berat yang massa
jenisnya lebih besar dengan air mengalami sedimentasi. Absorben yang digunakan dalam
penelitian ini adalah karbon aktif kayu sengon, kerikil aktif Sungai Krasak, dan pasir aktif
Pantai Indrayanti. Hasil proses filtrasi air sumur dari groundtank LPPMP UNY ini diukur
menggunakan alat transmisi cahaya lux meter untuk uji kejernihan air, dengan TDS meter
digital untuk uji total zat padat terlarut, pH meter digital untuk uji derajat keasaman, dan
uji kadar Fe dan uji total coliform di Laboratorium STTL.\ud
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Efisiensi transmisi cahaya untuk variasi
volume tertinggi adalah karbon aktif kayu sengon (92 ± 1) %. TDS untuk variasi volume
yang terbaik yaitu karbon aktif kayu sengon 150 ppm. Hasil pengukuran pH adalah sama
yaitu pH 6,9. (2) Efisiensi penyerapan kadar Fe tertinggi yaitu karbon aktif kayu sengon
(96,88 ± 0,32)%. (3) ET pada variasi komposisi yang tertinggi adalah variasi karbonkarbon-
pasir-pasir (90 ± 1)%. TDS pada variasi komposisi yang terbaik adalah variasi
komposisi karbon-karbon-pasir-pasir 151 ppm. Hasil pengukuran pH sebelum proses
FAS dan setelah proses FAS adalah sama yaitu 6,9. EP tertinggi untuk variasi komposisi
absorben adalah variasi komposisi karbon-pasir-pasir-kerikil dan karbon-pasir-kerikilkerikil
yaitu (93,75 ± 0,09)%. (4) Hasil untuk total coliform yang diujikan pada variasi
volume dan variasi komposisi absorben yang mempunyai efisiensi penyerapan kadar besi
(Fe) paling baik dan efisiensi transmisi cahaya paling baik adalah absorben jenis karbon
aktif kayu sengon sebesar (43 MPN/100mL sampel).
Kata Kunci: karbon aktif kayu sengon, kerikil aktif sungai krasak, pasir aktif pantai
indrayanti, filtrasi, absorbsi