Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
    79 research outputs found

    Strategi pendidikan antikorupsi kepada keluarga di Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta

    Get PDF
    Lingkungan keluarga merupakan yang paling utama untuk menentukan masa depan anak, demikian pula karakter anak yang baik dimulai dari keluarga. Dilihat dari tren usia koruptor yang terjerat kasus korupsi masih tergolong muda, yaitu di bawah 40 tahun. Uniknya lagi, tindakan korupsi mulai melibatkan hubungan kekeluargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pendidikan antikorupsi kepada kelurga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif menjadi subjek penelitian adalah keluarga di Kelurahan Prenggan Kotagede Yogyakarta dan yang objek adalah Sukarelawan Pendidikan Antikorupsi di Kelurahan Prenggan dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam studi ini menunjukkan bahwa strategi pendidikan antikorupsi yang dilakukan sukarelawan kepada keluarga adalah memberikan pendidikan antikorupsi secara langsung melalui kegiatan keluarga, baik secara individu maupun kelompok dengan media-media yang menyasar orang tua dan anak-anak. Upaya yang dilakukan oleh sukarelawan adalah menanamkan nilai kejujuran melalui ikatan antara suamu-istri, orangtua anak, maupun antartetangga. Penelitian ini dapat memperkaya pengalaman empiris strategi penanaman antikorupsi di dalam lingkungan keluarga

    Solidaritas sosial dalam gerakan kebaikan warga negara

    Get PDF
    Budaya tolong menolong dan kedermawanan warga negara Indonesia tumbuh subur di tengah pandemi. Budaya tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kajian kewarganegaraan sebagai rasa dan praktik. Tolong menolong dan kedermawanan yang melembaga merupakan bagian dari gerakan kebaikan warga negara yang berada pada domain sosiokultural pada kajian kewarganegaraan. Di tengah pandemi Covid-19 ini, beragam elemen bangsa turun tangan bahu membahu untuk berusaha membantu krisis yang melanda. Banyak aksi kedermawanan sosial telah dilakukan berbagai kalangan saat ini, baik perorangan, yayasan, kelompok, ataupun perusahaan. Artikel ini mengulas mengenai modal sosial bangsa Indonesia mengakar kuat dalam tradisi keseharian masyarakat Indonesia. Akar sosio-kultural bangsa Indonesia inilah yang menjadikan gerakan kebaikan tumbuh, berkembang, dan menyebar di saat pandemi. Gerakan kebaikan berhubungan erat dengan rasa kepedulian, solidaritas dan relasi sosial antara orang dalam masyarakat

    The Impact of Online Learning During the Covid-19 Pandemic on Citizenship Education Courses in Improving the Nationality Insights of Siliwangi University Students

    No full text
    The biggest challenge in learning Citizenship Education during the COVID-19 pandemic is achieving the goals of character development and indoctrination of national insight. This article conveys the formulation of how the impact of online learning during the covid-19 pandemic on Citizenship Education courses in improving the Nationality Insights of Siliwangi University Students? This research is a survey using a quantitative-descriptive approach. Respondents were Siliwangi University students in the even semester of the 2020/2021 academic year who contracted Citizenship Education courses. The research time starts from May 2021 to December 2021. The results show that the impact of the COVID-19 pandemic on Citizenship Education courses is at a satisfaction level of 85.07%. There are limitations of students in understanding the lecture material. However, all of that can be overcome by mutual understanding between student lecturers regarding techniques, time, and learning media. Lecturers try to design learning through various improvisations, use of media and innovations as well as learning techniques. Meanwhile, the increase in the national insight of Siliwangi University students is at a satisfaction level of 83.49%. Although there are still many shortcomings. However, the lecturers have tried their best to convince and provide the best to achieve the learning objectives Citizenship Education through various learning media to increase students' national insigh

    Membentuk Karakter Masyarakat Madani Indonesia di Era Industri 4.0

    No full text
    Masyarakat Madani tidak lepas dari sejarah islam yang berkembang pada zaman kenabian di suatu kota dengan masyarakat di Madinah yang pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW lebih jelasnya pada abad 14. Masyarakat Madani merupakan masyarakat yang mencerminkan adanya demokrasi, kesetaraan, transparansi, kemajemukan, perbedaan, intelektualistik. Dalam masyarakat madani juga dapat diartikan sebagai masyrakat yang memiliki pola hidup yang ideal. Masyarakat madani juga memiliki konsep diantaranya, hak asasi manusia,supremasi hokum, free public sphere, demokratis, pluralism atau menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari – hari, toleransi,demokratis,keadilan social (social justice). Keterkaitan antara masyarakat madani dengan era industry 4.0 sangatlah erat, karena sama sama menjunjung tinggi nilai modernisasi pada sebuah negara pemikiran tentang masyarakat madani sebenarnya bukanlah suatu konsep yang baru. Pada awal pengertian masyarakat madani dan Negara dianggap sama. Dimana dipakai istilah – istilah seperti koinonia politike, societies civilizes, burgerliche geselchaft, civil society dipakai secara bergantian dengan polis, civitas, etat, staat, stato, dan state. Dalam hal ini pasti tidak akan mudah dalam mewujudkan konsep dan karakteristik masyarakat yang ideal. Maka dari itu diperlukannya upaya – upaya yang tepat dan konsisten dari berbagai aspek, diantaranya dalam civic education

    Membangun keadaban digital warganet Indonesia dalam perspektif kewarganegaraan digital

    Get PDF
    ABSTRAKLaporan Civil, Safety, and Interactions Online pada tahun 2020 oleh Microsoft yang memuat hasil survey dari Digital Civility Index (DCI). Survey tersebut bertujuan untuk menakar bagaimana tingkat keberadaban digital dari pengguna internet di dunia saat mereka berkomunikasi secara online dan menempatkan indeks keberadaban warganet Indonesia berada di posisi yang terburuk pada Kawasan Asia Tenggara. Yang lebih mengejutkan adalah respon negatif yang ditunjukkan oleh warganet Indonesia itu sendiri, mereka menyerang akun Microsoft dan seakan melakukan self-fulfilling prophecy yang membenarkan bahwa laporan DCI itu adalah nyata adanya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait urgensi keadaban digital dalam berinteraksi secara daring agar terbentuk interaksi yang sehat dan konstruktif di kalangan warganet Indonesia dilihat dari perspektif kewarganegaraan digital. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil studi menunjukkan bahwa keadaban digital warganet Indonesia rendah dikarenakan mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup dan dibutuhkan untuk berinteraksi secara daring dalam perspektif kewarganegaraan digital. Warganet yang kompeten setidaknya harus mampu menangani tantangan yang baru dan tantangan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan, kemampuan kerja, inklusi dan partisipasi dalam masyarakat, menghormati hak asasi manusia (HAM), dan perbedaan antar budaya. Dalam usaha pengembangan keadaban digital tersebut juga dibutuhkan kompetensi kecerdasan digital yaitu empati digital dan literasi media dan informasi.

    Peran Pendidikan Pancasila dalam pembentukan karakter

    Get PDF
    This article was prepared with the aim of knowing how Pancasila as the basis of the state also has a role in shaping the nation's character. Indonesia can be said to be experiencing a moral and moral crisis, because cases often happen to the community and many of the perpetrators of these cases are still underage. This is certainly something that cannot be underestimated because if it is allowed to continue it will cause the loss of good character in the nation's generation. This article conveys several formulations including: 1) How important is Pancasila Education? 2) What are the values contained in Pancasila? 3) How are Pancasila values applied in shaping character? This study uses a qualitative approach, the method used in compiling this article is a literature study. Sources of data are taken by searching and then reading reference journals. The results of the study show that the application of Pancasila values has a role in shaping character, because in each value of the Pancasila precepts there are goals and ideals of the Indonesian nation. With this Pancasila education, it is hoped that the generation of the Indonesian nation has a character in accordance with the values contained in each item of the Pancasila precepts. The decline in the value of Pancasila as a result of the development of globalization and the development of science can threaten the nation's ideology. Strengthening the values of Pancasila must be carried out to maintain the existing values of Pancasila

    Media Sosial Sebagai Wadah Baru Mencari Keadilan

    No full text
    Berbagai macam  kasus hukum yang diunggah oleh sebagian masyarakat di media sosial belakangan ini menimbulkan kecemasan tentang penegakan hukum di Indonesia.  Tujuan penelitian ini  ingin mendeskripsikan  penggunaan media sosial sebagai wadah baru mencari keadilan. Metode Penelitian menggunakan jenis kualitatif, pendekatan yuridis normatif dan konseptual untuk menganalisis objek penelitian yaitu media sosial sebagai wadah baru mencari keadilan. Metode pengumpulan data bahan hukum primer dan sekunder. Analisis data kualitatif deskriptif dengan tahapan display data,  reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dijadikan wadah untuk mencari keadilan karena dianggap efektif  dapat memantik reaksi sosial atas apa yang dirasa korban, disebabkan perasaan hukum masyarakat dengan masalah yang  sedang dihadapi oleh setiap korban. Etika bermedia sosial diperlukan dengan berpedoman pada norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hukum

    Hubungan pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dengan sikap toleransi peserta didik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan sikap toleransi peserta didik di kelas VIII SMP Bruderan Purwokerto. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Bruderan Purwokerto tahun ajaran 2019/2020 yaitu sebanyak 40 peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan korelasi product momen. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran PPKn memiliki hubungan dalam mewujudkan sikap toleransi peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan sebesar 25%. Data tersebut diperoleh karena tujuan pembelajaran, muatan materi, metode, media, dan evaluasi pembelajaran PPKn memiliki muatan kompetensi sikap toleransi yang harus dimiliki peserta didik. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan sikap toleransi peserta didik melalui pemebelajaran PPKN

    Haji Abdul Malik Karim Amrullah thoughts about inter-religious tolerance

    No full text
    This study aims to analyze of Hamka's thoughts about inter-religious tolerance and its relevance to clause 29 verse (2) of the 1945 Constitution. The research used in this study is a qualitative descriptive method with the type of literature study. Data sources use primary data sources and secondary data sources. The data calibration technique in this research uses data triangulation and expert opinion. The data analysis technique uses reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that in Hamka's thoughts about inter-religious tolerance, it can be seen using the conception in understanding tolerance according to Rainer Forst, including: (1) Tolerance as an attitude of mutual respect includes no compulsion on someone in embracing religion; and not tarnish the purity of other religions. (2) Tolerance as an attitude of mutual esteem includes doing justice and being kind; equality of human rights; tolerance. In addition, its relevance to clause 29 verse (2) of the 1945 Constitution lies in the use of the concept of tolerance, such as equality of human rights, no compulsion on a person to embrace religion, justice, and tolerance as an instrument that can be used by the state to provide protection and guarantees for the people in the freedom to embrace religion and worship according to their beliefs. The conclusion from this research is Hamka's thoughts about inter-religious tolerance are only limited to social interactions such as in social and humanitarian activities

    Penegakkan hukum peraturan daerah nomor 01 tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian hukum tentang penegakkan hukum Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Fokus penelitian ini pada aspek hukum yang menjadi bagian dari solusi penanganan gelandangan dan pengemis di Yogyakarta pasca diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu pendekatan yuridis sosiologis, pendekatan kebijakan dan pendekatan nilai. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan kesimpulan diambil secara deduktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan gelandangan dan pengemis dari aspek hukum pidana di Yogyakarta pasca diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014 telah dilaksanakan sebagi bagian dari kebijakan secara lebih luas, integralistik, dan terpadu

    84

    full texts

    94

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇