Produksi mie mocaf yang terbuat dari lidah buaya memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal di Desa Sungai Bulan. Penggunaan metode Taguchi dalam desain eksperimen bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas mie dengan meminimalkan variabilitas dan meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang eksperimen pembuatan mie mocaf lidah buaya menggunakan metode Taguchi pada usaha gabungan kelompok tani di Desa Sungai Bulan. Fokus penelitian ini adalah pada tiga faktor utama yaitu jumlah penambahan tepung terigu, metode memasak, dan waktu istirahat. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mengatur eksperimen dengan tiga faktor utama: jumlah tepung terigu (60%, 70%, 80%), metode memasak (direbus dan dikukus), serta waktu istirahat (20 menit dan 40 menit). Untuk menilai kualitas mie yang dihasilkan, dilakukan uji tekstur, uji warna, dan uji elastisitas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA untuk menentukan pengaruh signifikan dari masing-masing faktor serta interaksi antar faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung terigu sebesar 80% memberikan kualitas terbaik dalam hal tekstur, warna, dan elastisitas mie. Metode memasak dengan cara direbus menghasilkan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) tertinggi, yang menunjukkan kualitas keseluruhan mie lebih baik dibandingkan dengan metode dikukus. Waktu istirahat selama 40 menit memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan tekstur, warna, dan elastisitas mie. Kombinasi optimal dari 80% tepung terigu, metode memasak direbus, dan waktu istirahat 40 menit menghasilkan mie dengan tekstur terbaik, warna paling menarik, dan elastisitas yang sesuai. Kata Kunci: aloe, kualitas, mie, mocaf, taguch
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.