Perspektif Ilmu Pendidikan
Not a member yet
345 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN DIRI SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KERJA SAMA DALAM PERTUKARAN PELAJAR DI PERGURUAN TINGGI: SELF-MANAGEMENT TO BUILD SOLID TEAMWORK ON THE STUDENT EXCHANGE PROGRAMS IN HIGHER EDUCATIONS
Masa pandemi saat ini mendorong seluruh bidang dan kegiatan di dalamnya dilakukan secara daring ataupun virtual, termasuk pada pelaksanaan program pertukaran pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Pengelolaan diri untuk membangun kerja sama pada program pertukaran pelajar di perguruan tinggi secara virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi partisipasi dan wawancara terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa PGSD semester 5 pada dua perguruan tinggi negeri di Jawa, yang mengikuti kegiatan pertukaran pelajar antar program studi di perguruan tinggi yang berbeda. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dengan pedoman yang didasarkan pada parameter mengenai pengelolaan diri dan kerja sama. Analisis terhadap hasil wawancara diperkuat dengan pengamatan karena peneliti terlibat langsung dalam keseharian orang yang sedang menjadi objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang terdiri atas aktivitas data reduction, data display, dan drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan tiap partisipan sudah memiliki Pengelolaan diri yang baik, ditunjukkan dengan cara mengatasi berbagai masalah kerja sama tim secara virtual dengan pengelolaan diri, cara membagi waktu, prioritas dan komunikasi yang baik, sehingga tercipta kerja sama tim yang baik. Pengelolaan diri yang baik akan menciptakan kerja sama tim yang baik pula, begitupun sebaliknya.
The current pandemic has prompted all fields and activities to be carried out online or virtually, including the implementation of student exchange programs. The research aims to determine the importance of self-management in building solid teamwork between students in exchange programs virtually. Data collected through structured interviews and participatory observation. Participants are 20 students of the 5th semester in Primary teacher education (PGSD) from two universities in Java that follow Student Exchange Programs in Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. Interview data were collected and classified according to interview guidelines based on self-management and solid teamwork indicators. The interview results were confirmed with direct observation by the researcher involved in the daily activities of research participants. The data analysis uses the Miles and Huberman model that consists of data reduction, data display, and drawing/verification activities. The results revealed that each participant experienced difficulties building virtual teamwork in terms of internet networks, individual interests, et cetera. Participants also carry out self-management to work together in teams by setting time, priorities, and other related to their performance to complete group tasks.Masa pandemi saat ini mendorong seluruh bidang dan kegiatan di dalamnya dilakukan secara daring ataupun virtual, termasuk pada pelaksanaan program pertukaran pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya Pengelolaan diri untuk membangun kerja sama pada program pertukaran pelajar di perguruan tinggi secara virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi partisipasi dan wawancara terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa PGSD semester 5 pada dua perguruan tinggi negeri di Jawa, yang mengikuti kegiatan pertukaran pelajar antar program studi di perguruan tinggi yang berbeda. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dengan pedoman yang didasarkan pada parameter mengenai pengelolaan diri dan kerja sama. Analisis terhadap hasil wawancara diperkuat dengan pengamatan karena peneliti terlibat langsung dalam keseharian orang yang sedang menjadi objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang terdiri atas aktivitas data reduction, data display, dan drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan tiap partisipan sudah memiliki Pengelolaan diri yang baik, ditunjukkan dengan cara mengatasi berbagai masalah kerja sama tim secara virtual dengan pengelolaan diri, cara membagi waktu, prioritas dan komunikasi yang baik, sehingga tercipta kerja sama tim yang baik. Pengelolaan diri yang baik akan menciptakan kerja sama tim yang baik pula, begitupun sebaliknya.
The current pandemic has prompted all fields and activities to be carried out online or virtually, including the implementation of student exchange programs. The research aims to determine the importance of self-management in building solid teamwork between students in exchange programs virtually. Data collected through structured interviews and participatory observation. Participants are 20 students of the 5th semester in Primary teacher education (PGSD) from two universities in Java that follow Student Exchange Programs in Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. Interview data were collected and classified according to interview guidelines based on self-management and solid teamwork indicators. The interview results were confirmed with direct observation by the researcher involved in the daily activities of research participants. The data analysis uses the Miles and Huberman model that consists of data reduction, data display, and drawing/verification activities. The results revealed that each participant experienced difficulties building virtual teamwork in terms of internet networks, individual interests, et cetera. Participants also carry out self-management to work together in teams by setting time, priorities, and other related to their performance to complete group tasks
PENGEMBANGAN MEDIA POWER POINT INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS V
This research aimed to produced an interactive powerpoint as the proper media in thematic learning process for five graders. Proper means this research able to produce a product that can be used in the thematic learning process for five graders. The resulting product aimed to make a flexible learning media. This research was a kind of research and development based on the model developed by Borg and Gall. This research was done by steps: preliminary studies, planning, development of draft media product, validation, one on one trials, small group trials, revision II. The developed media was validated by a material expert and a media expert before conducted direct trials at school. Subject of this research was SD N Trenten 2, Candimulyo, Magelang Regency, Jawa Tengah. The trials were conducted to a teacher for one on one trials, and to four students for the small group trials. Instruments used to collect data were unstructured observation, unstructured interview, and questionnaire (material expert validation, media expert validation, and product trial questionnaire). The result of this research shows that material expert validation gets 4,38 belongs to the very good category. The result of media expert validation gets 3,56 belongs to the good category. The result of one on one trials gets 4,17 belongs to the good category. The result of small group trials gets 4,23 belongs to the very good category. Based on those results, thematic learning interactive powerpoint which is packaged in the form of an interactive CD proper to be used in the subtheme 1 theme 5 thematic learning process for five gradersPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah powerpoint interaktif sebagai media yang tepat dalam proses pembelajaran tematik untuk siswa kelas lima. Layak berarti penelitian ini mampu menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran tematik untuk siswa kelas lima. Produk yang dihasilkan bertujuan untuk membuat media pembelajaran yang fleksibel. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan berdasarkan model yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draft produk media, validasi, uji coba satu lawan satu, uji coba kelompok kecil, revisi II. Media yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media sebelum dilakukan uji coba langsung di sekolah. Subjek penelitian ini adalah SD N Trenten 2, Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Uji coba dilakukan kepada seorang guru untuk uji coba satu lawan satu, dan kepada empat siswa untuk uji coba kelompok kecil. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi tidak terstruktur, wawancara tidak terstruktur, dan angket (validasi ahli materi, validasi ahli media, dan angket uji coba produk). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validasi ahli materi mendapat 4,38 termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil validasi ahli media didapatkan 3,56 termasuk dalam kategori baik. Hasil uji coba satu lawan satu mendapatkan 4,17 termasuk dalam kategori baik. Hasil uji coba kelompok kecil mendapatkan 4,23 termasuk kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran tematik powerpoint interaktif yang dikemas dalam bentuk CD interaktif layak digunakan dalam proses pembelajaran tematik subtema 1 tema 5 untuk siswa kelas lima.
 
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI TUTORIAL UJIAN TANDA KECAKAPAN KHUSUS PRAMUKA SEKOLAH DASAR : DEVELOPING ANIMATED VIDEO TUTORIAL OF ADVANCEMENT BADGES SCOUTING TEST FOR PRIMARY SCHOOL
Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities.Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities
KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH, EFEKTIFKAH? THE EFFECTIVITY OF REALITY GROUP COUNSELING IN IMPROVING ISLAMIC PRIMARY SCHOOL PUPILS’ LEARNING DISCIPLINE
is study aims to determine the effectiveness of reality group counseling in increasing pupils’ discipline in an islamic primary school. This study used an experimental design with a pretest and posttest control group design. The study was conducted for 6 months using a reality group counseling approach with metaphorical techniques and quality discussion. Data were analyzed using t-test. Based on the results of the study it was found that reality group counseling was effective to improve pupils’ learning discipline in the islamic primary school which was used as the research sample. Suggestions and recommendations from the results of this study include: 1) Guidance and Counseling teachers can apply the ralita group counseling service as an alternative to improving pupils’ discipline, 2) The next researcher can use other relevant techniques to test the effectiveness of reality group counseling.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita dalam meningkatkan kedisipilinan siswa di sebuah Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini, menggunakan rancangan eksperimen dengan desain pretest dan posttest control group. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan dengan menggunakan pendekatan konseling kelompok realita dengan teknik metafora dan diskusi kualitas. Data dianalisis menggunakan uji t-test. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa pada Madrasah Ibtidaiyah yang dijadikan sampel penelitian. Saran dan rekomendasi dari hasil penelitian ini antara lain: 1) Guru Bimbingan dan Konseling dapat menerapkan layanan konseling kelompok ralita sebagai alternatif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, 2) Peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik lain yang relevan untuk menguji keefektifan konseling kelompok realita
ANALISIS PENGGUNAAN BUKU TEKS PENDAMPING BAHASA INDONESIA KELAS X DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PERBUKUAN: ANALYSIS OF A BAHASA INDONESIA LESSON COMPANION BOOK FOR CLASS X THROUGH THE PERSPECTIVE OF BOOKKEEPING POLICIES
Buku teks pendamping merupakan salah satu media yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, sesuai dengan kebijakan perbukuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dalam perspektif kebijakan perbukuan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis konten dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu mencari sumber data, melakukan pencatatan, mereduksi data dengan cara menganalisis data dan menginferensi atau menarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X yang berjudul “Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X”, karya Engkos Kosasih yang diterbitkan oleh Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keselurahan, buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi peraturan pemerintah tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan. Pemenuhan peraturan pemerintah tersebut dilihat berdasarkan beberapa hal, sebagai berikut, (1) Buku tersebut sudah memenuhi syarat umum sebagai sebuah buku yang diterbitkan, (2) Buku tersebut termasuk buku yang berbentuk cetak dan berjenis buku teks pendamping, (3) Buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi standar buku, baik berdasarkan standar materi, standar penyajian, standar desain, maupun standar grafika, (4) Buku tersebut termasuk ke dalam buku pendidikan yang dinilai dan disahkan oleh menteri. Dengan begitu, buku teks pendamping tersebut layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah.Companion textbooks are one of the media that plays an important role in the success of learning in schools, in accordance with applicable bookkeeping policies. This study aims to analyze a companion textbook for Bahasa Indonesia lesson of class X in the perspective of book policy. This study is a content analysis research with qualitative descriptive analysis. The data analysis is carried out in several steps, namely looking for data sources, taking notes, reducing data in the form of analyzing data and inferring or drawing conclusions. The subject of this research is a companion textbook entitled "Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X", by Engkos Kosasih published by Erlangga. The results show that overall, the companion textbook has met government regulations regarding the implementing regulations of law number 3 of 2017 concerning the book system. The fulfillment of these government regulations is seen based on several things, as follows, (1) the book has met the general requirements as a published book, (2) the book includes books in printed form and types of companion textbooks, (3) the accompanying textbook has met book standards, both based on material standards, presentation standards, design standards, and graphic standards, (4) The book is included in the education book which is assessed and approved by the minister. Based on these requirement, the companion textbook is suitable for learning in schools.Buku teks pendamping merupakan salah satu media yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, sesuai dengan kebijakan perbukuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dalam perspektif kebijakan perbukuan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis konten dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu mencari sumber data, melakukan pencatatan, mereduksi data dengan cara menganalisis data dan menginferensi atau menarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah buku teks pendamping mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X yang berjudul “Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X”, karya Engkos Kosasih yang diterbitkan oleh Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keselurahan, buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi peraturan pemerintah tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan. Pemenuhan peraturan pemerintah tersebut dilihat berdasarkan beberapa hal, sebagai berikut, (1) Buku tersebut sudah memenuhi syarat umum sebagai sebuah buku yang diterbitkan, (2) Buku tersebut termasuk buku yang berbentuk cetak dan berjenis buku teks pendamping, (3) Buku teks pendamping tersebut sudah memenuhi standar buku, baik berdasarkan standar materi, standar penyajian, standar desain, maupun standar grafika, (4) Buku tersebut termasuk ke dalam buku pendidikan yang dinilai dan disahkan oleh menteri. Dengan begitu, buku teks pendamping tersebut layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah
DAMPAK COVID-19 TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN ONLINE DI SEBUAH PERGURUAN TINGGI KRISTEN DI INDONESIA: THE IMPACT OF COVID-19 ON ONLINE LEARNING ACTIVITIES OF A CHRISTIAN UNIVERSITY IN INDONESIA
COVID-19 is an outbreak of disease originating from China which spread rapidly throughout the world. COVID-19 spread in Indonesia in early March 2020. The spread of this virus caused losses to several countries, especially in the field of economic. In the field of education, it also changed the learning model drastically; all learning activities are carried out online starting from elementary school level to university level. This research is a qualitative descriptive study describing online learning activities at a Christian university after the stipulation of all learning activities carried out from home in online mode. Interview was used to collect the data from 3 students and 2 lecturers. Based on the interview results, online learning activities at this university have been effective by utilizing the Zoom, Google Classroom, Schoology, and Edmodo applications. Constraint in implementing online learning mostly is internet connection problems that less supportive.COVID-19 merupakan wabah penyakit yang berasal dari Tiongkok yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. COVID-19 menyebar di Indonesia pada awal Maret 2020. Penyebaran virus ini menyebabkan kerugian untuk banyak negara terutama dalam bidang ekonomi. Dalam bidang pendidikan, COVID-19 juga mengubah model pembelajaran secara drastis; seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif yang mendeskripsikan kegiatan pembelajaran daring di Universitas Kristen Satya Wacana setelah ditetapkannya seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah dengan mode daring. Subjek terdiri dari 3 mahasiswa dan 2 dosen Universitas Kristen Satya Wacana. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara, kegiatan pembelajaran dengan mode daring di Universitas Kristen Satya Wacana sudah efektif dengan memanfaatkan aplikasi Zoom, Google Classroom, Schoology, dan Edmodo. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu masalah koneksi internet yang kurang mendukung
STRATEGI ACADEMIC SELF-MANAGEMENT SISWA DALAM MENYELESAIKAN SEKOLAH SELAMA 2 (DUA) TAHUN DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) (STUDI PADA SISWA KELAS XI SMA): STUDENTS’ ACADEMIC SELF-MANAGEMENT STRATEGY IN COMPLETING STUDY WITHIN TWO YEARS THROUGH SEMESTER CREDIT SYSTEM
This research is based on problems related to self-management of students who are less organized, less motivated, and problems of learning interest. The purpose of this study is to describe the actual state of the objects studied systematically, actual, accurate and in-depth related to facts about the academic self-management strategies of students in learning to complete studies for 2 (two) years in the semester credit system program (SKS) . The method used in this research was qualitative with descriptive analysis type. Data collection techniques used in the form of participatory observation, interviews and documentation. While the data analysis technique used the Miles and Huberman models. The results showed that self-talk is one of the most contributing aspects in providing motivation to students. Other aspects that also contribute to motivating students such as the selection of learning methods in accordance with learning styles, the use of time based on priorities, deadlines, complexity of tasks, physical and social environment and the ability of students to evaluate themselves for learning purposes.Penelitian ini disandarkan pada permasalahan terkait manajemen diri peserta didik yang kurang terorganisir, bermotivasi rendah, serta permasalahan minat belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang objek yang diteliti secara sistematis, aktual, akurat dan mendalam terkait fakta-fakta tentang strategi academic self-management siswa dalam belajar untuk menyelesaikan studi selama 2 (dua) tahun dalam program sistem kredit semester (SKS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-talk (berbicara dengan diri sendiri) merupakan salah satu aspek yang paling berkontibusi dalam memberikan motivasi kepada siswa. Aspek lain yang juga berkontribusi dalam memotivasi siswa seperti adalah pemilihan metode belajar sesuai dengan gaya belajar, penggunaan waktu berdasarkan skala prioritas, deadline, kerumitan tugas, lingkungan fisik dan sosial serta kemampuan peserta didik dalam mengevaluasi diri untuk tujuan pembelajaran
PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP PENDEKATAN PEDAGOGI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN DARING: STUDENTS’ PERSPECTIVES ON THE SPIRITUAL PEDAGOGY APPROACH IN ONLINE LEARNING
Dalam masa pandemi sekarang ini, semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk daring atau tatap maya dengan bantuan gawai dan jaringan internet. Pada masa seperti ini, apakah pendekatan pedagogi spiritual dapat terjadi dan dirasakan oleh mahasiswa? Pedagogi spiritual adalah pendekatan pembelajaran yang berparadigma spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perspektif mahasiswa tentang pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur yang dilakukan terhadap subjek penelitian menggunakan media komunikasi whatsapp. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga yang berjumlah 15 orang dari berbagai program studi. Data hasil wawancara dikumpulkan dan dikategorikan menurut pedoman wawancara yang ada yang disarikan dari komponen karakteristik kelas yang melakukan pembelajaran dengan paradigma spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi spiritual pada pembelajaran daring dialami secara berbeda oleh mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa memiliki perspektif tidak merasakan dan mengalami pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring yang disebabkan oleh berbagai faktor yang terlibat dalam pembelajaran daring tersebut. Ada juga mahasiswa yang memiliki perspektif mengalami dan merasakan pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring, sehingga dapat memberi gambaran nilai spiritual dosen yang mendasari pembelajaran tersebut. Praktik pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring terus dicarikan bentuk yang sesuai kondisi dan kebutuhan mahasiswa.In the current pandemic era, all learning activities are carried out online with the help of electronic devices and internet networks. At times like this, can a spiritual pedagogical approach occur and be felt by students? Spiritual pedagogy is an approach to learning which put forward spiritual paradigm. This study aims to determine and describe student perspectives on spiritual pedagogy in online learning. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected through structured interviews conducted on participants using WhatsApp communication media. Participants in this research were 15 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) students in Salatiga from various study programs. Interview data were analyzed according to the existing interview guidelines which were extracted from the characteristic components of a class conducting learning with a spiritual paradigm. The results showed that the spiritual pedagogy of online learning was experienced differently by students. Most students have the perspective of not feeling and experiencing spiritual pedagogy in online learning which is caused by various factors involved in online learning. There are also students who have the perspective of feeling and experiencing spiritual pedagogy in online learning. So that it can give an idea of the spiritual value of the teacher that underlies the learning. Spiritual pedagogical practice in online learning continues to look for forms that suit the conditions and needs of students.Dalam masa pandemi sekarang ini, semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk daring atau tatap maya dengan bantuan gawai dan jaringan internet. Pada masa seperti ini, apakah pendekatan pedagogi spiritual dapat terjadi dan dirasakan oleh mahasiswa? Pedagogi spiritual adalah pendekatan pembelajaran yang berparadigma spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perspektif mahasiswa tentang pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur yang dilakukan terhadap subjek penelitian menggunakan media komunikasi whatsapp. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga yang berjumlah 15 orang dari berbagai program studi. Data hasil wawancara dikumpulkan dan dikategorikan menurut pedoman wawancara yang ada yang disarikan dari komponen karakteristik kelas yang melakukan pembelajaran dengan paradigma spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagogi spiritual pada pembelajaran daring dialami secara berbeda oleh mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa memiliki perspektif tidak merasakan dan mengalami pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring yang disebabkan oleh berbagai faktor yang terlibat dalam pembelajaran daring tersebut. Ada juga mahasiswa yang memiliki perspektif mengalami dan merasakan pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring, sehingga dapat memberi gambaran nilai spiritual dosen yang mendasari pembelajaran tersebut. Praktik pedagogi spiritual dalam pembelajaran daring terus dicarikan bentuk yang sesuai kondisi dan kebutuhan mahasiswa.In the current pandemic era, all learning activities are carried out online with the help of electronic devices and internet networks. At times like this, can a spiritual pedagogical approach occur and be felt by students? Spiritual pedagogy is an approach to learning which put forward spiritual paradigm. This study aims to determine and describe student perspectives on spiritual pedagogy in online learning. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected through structured interviews conducted on participants using WhatsApp communication media. Participants in this research were 15 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) students in Salatiga from various study programs. Interview data were analyzed according to the existing interview guidelines which were extracted from the characteristic components of a class conducting learning with a spiritual paradigm. The results showed that the spiritual pedagogy of online learning was experienced differently by students. Most students have the perspective of not feeling and experiencing spiritual pedagogy in online learning which is caused by various factors involved in online learning. There are also students who have the perspective of feeling and experiencing spiritual pedagogy in online learning. So that it can give an idea of the spiritual value of the teacher that underlies the learning. Spiritual pedagogical practice in online learning continues to look for forms that suit the conditions and needs of students
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK BERBASIS KARAKTER: THE DEVELOPMENT OF A CHARACTER BASED THEMATIC LESSON PLAN
The application of Character Education (PPK) is an education policy that aims to implement the values of religiosity, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. To be implemented in learning, it is necessary to develop lesson plans that are integrated with those values. The aim of this study was to produce a prototype of thematic Lesson Plan (RPP) that is specific to students in grade 2 of elementary school. This study is a simplified educational Research & Development (R&D). This study was carried out from June to October 2019, which took place at SD Muhammadiyah 24 Jakarta Timur. Product validation was done by experts and small groups. The results of the study in general show that the quality of the prototype based on the validation by instructional design and material experts were 76% and 98%. Additionally, based on the small-scale trials the quality of the prototype was 90%. These results indicate that the prototype of the Thematic Lesson Plan (RPP) developed can be applied in the learning process of grade 2 elementary schools’ students so that it can have an accompanying impact that will produce character of religiosity, nationalism, independence, mutual cooperation and integrity in accordance with The application of Character Education (PPK). Further research is needed to perfectly develop the prototype.Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk mengimplementasikan nilai religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Agar dapat terimplementasi di dalam pembelajaran diperlukan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan nilai-nilai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan prototipe produk RPP tematik yang dikhususkan untuk siswa kelas 2 SD. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research & Development (R&D) yang disederhanakan. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Juni sampai Oktober 2019, bertempat di SD Muhammadiyah 24 Jakarta Timur. Validasi produk dilakukan oleh ahli dan kelompok kecil. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kualitas prototipe yang dihasilkan berdasarkan validasi dari ahli desain pembelajaran dan ahli materi adalah sebesar 76% dan 98%. Sedangkan berdasarkan hasil ujicoba skala kecil kualitas yang didapatkan adalah 90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk prototipe RPP tematik yang dikembangkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran pada siswa kelas 2 SD sehingga dapat memberikan dampak pengiring yang akan menghasilkan karakter yang sesuai dengan PPK. Dan sebaiknya ada penelitian lanjutan yang akan mengembangkan produk ini menjadi lebih sempurna
PENGEMBANGAN MEDIA CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK KELAS X DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: DEVELOPMENT OF CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) MEDIA IN ENGLISH SUBJECT FOR CLASS X IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL
Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dirancang berdasarkan karakteristik pembelajaran dengan bantuan komputer atau CAI (Computer Assisted Instruction) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris di SMK. Media pembelajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Model pengmbangan yang digunakan untuk mengembangkan media CAI ini adalah model Hannafin and Peck. Data dikumpulkan menggunakan angket, wawancara, dokumen hasil pembelajaran dan tes. Hasil uji validasi pakar materi, media, desain instruktional, uji satu-satu, uji kelompok kecil serta hasil uji lapangan dengan menggunakan perhitungan t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media CAI. Dengan kata lain media CAI untuk pembelajaran Bahasa Inggris dinilai efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.The purpose of the study is to develop an interactive learning media that are designed based on the characteristics of learning with the help of computer or CAI (Computer Assisted Instruction) to improve English learning outcomes in vocational high school. This learning media was developed to help Vocational High School students who have not yet reached the competency standards set in English subjects. The research method used is a research and development method. The development model used to develop CAI media is the model from Hannafin and Peck . Data were collected using questionnaires, interviews, learning outcomes documents and tests. Validation test results for material, media and design experts instructional, one-on-one test, small group test and the results of field tests using t-test calculations showed that there were significant differences in student learning outcomes before and after using CAI media. In other words, CAI media for learning English was considered effective and can help improving students’ learning outcomes.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dirancang berdasarkan karakteristik pembelajaran dengan bantuan komputer atau CAI (Computer Assisted Instruction) untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris di SMK. Media pembelajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Model pengmbangan yang digunakan untuk mengembangkan media CAI ini adalah model Hannafin and Peck. Data dikumpulkan menggunakan angket, wawancara, dokumen hasil pembelajaran dan tes. Hasil uji validasi pakar materi, media, desain instruktional, uji satu-satu, uji kelompok kecil serta hasil uji lapangan dengan menggunakan perhitungan t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media CAI. Dengan kata lain media CAI untuk pembelajaran Bahasa Inggris dinilai efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.The purpose of the study is to develop an interactive learning media that are designed based on the characteristics of learning with the help of computer or CAI (Computer Assisted Instruction) to improve English learning outcomes in vocational high school. This learning media was developed to help Vocational High School students who have not yet reached the competency standards set in English subjects. The research method used is a research and development method. The development model used to develop CAI media is the model from Hannafin and Peck . Data were collected using questionnaires, interviews, learning outcomes documents and tests. Validation test results for material, media and design experts instructional, one-on-one test, small group test and the results of field tests using t-test calculations showed that there were significant differences in student learning outcomes before and after using CAI media. In other words, CAI media for learning English was considered effective and can help improving students’ learning outcomes