Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF TiO2-rGO HYDROTHERMAL AND PHOTOCATALYSIS ACTIVITY TEST OF METHYLENE BLUE DEGRADATION WITH VISIBLE LIGHT

    No full text
     TiO2-rGO synthesis has been carried out by hydrothermal method using Titanium Tetraisopropoxide (TTiP) precursors and graphite and hydrazine hydrate as reducing agents in the TiO2-rGO photocatalyst process. Reduced graphene oxide (rGO) is made by reducing the oxide group on graphene oxide using hydrazine hydrate. The formation of TiO2 and rGO occurred simultaneously so that 1.977 grams of TiO2-rGO powder was produced. The results of TiO2-rGO characterization by FTIR method show that absorption peaks at wavenumber 1630 cm-1 are characteristic of C-C vibrations of the graphite skeleton. And the results of activity tests using methylene blue with the help of visible light show that TiO2-rGO is able to degrade methylene blue by 59.168%, while TiO2 is only 14.995%, thus TiO2-rGO photocatalyst has the potential as a material to degrade dye waste

    UJI FITOKIMIA KELOMPOK METABOLIT SEKUNDER DAN UJI TOKSISITAS FRAKSI DIKLOROMETANA DARI RUMPUT LAUT Caulerpa sertularioides ASAL PANTAI SINGKAWANG

    No full text
    Rumput laut jenis Caulerpa jenis Caulerpa sertularioides banyak ditemui pada ekosistem laut Indonesia namun belum dibudidayakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan medis. Sebagai penelitian pendahuluan, telah dilakukan uji fitokimia terhadap fraksi diklorometana (DCM) dari rumput laut Caulerpa sertularioides asal perairan Singkawang menggunakan reagen spesifik seperti Wagner, Mayer, Dragendoff, Liberman Burchard (LB), FeCl3 1%, bubuk Magnesium (Mg)  untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa fraksi DCM positif mengandung jenis metabolit sekunder alkaloid, steroid/ terpenoid, saponin dan tanin. Hasil uji toksisitas dengan metode BLST terhadap Artemia salina menunjukkan bahwa fraksi DCM bersifat toksik dengan nilai LC50 52,97 ppm. Kategori toksik dan fraksi DCM berpotensi dikembangkan dan diarahkan ke uji sitotoksik terhadap sel kanke

    STUDI EKSPERIMENTAL SKALA PROTOTYPE ALAT DESTILASI UNTUK PRODUKSI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L. RENDLE)

    No full text
    Studi eksperimental peralatan sangat penting dalam proses pembuatan alat. Tahap perencanaan merupakan perwujudan awal dari sebuah proses pembuatan alat.Penyulingan merupakan cara untuk memisahakan dan memurnikan unsur- unsur organik untuk mengambil minyak atsiri yang terdapat pada tumbuhan, salah satu contohnya adalah serai wangi. Serai pada umumnya digunakan sebagai penghasil rasa untuk makanan, minuman dan obat-obatan tradisional .Serai Wangi memiliki kadar minyak yang cukup tinggi dengan aroma yang khas. Proses pengolahan sampel pascapanen bertujuan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, menguji alat penyuling minyak atsiri. Parameter yang diamati yaitu, kinerja alat, kapasitas alat, rendemen serta senyawa dalam sampel.Hasil penelitian diperoleh kapasitas efektif alat sebesar 87,5 ml/jam, kinerja alat sebesar 62,5 %, rendemen sebesar 0,87 % dan senyawa. Didalam sampel yang dihasilkan dari alat yang dibuat adalah terdiri dari senyawa utama seperti citronella (51,38%),geraniol (19,80 %) dan hexenol (11,68%

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR KAOLIN CAPKALA DENGAN VARIASI NaOH

    No full text
    Telah dilakukan penelitian terhadap pembuatan geopolimer dengan bahan dasar kaolin. Dalam penelitian ini, kaolin aktif yang digunakan berasal dari Desa Capkala yang berada di Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan NaOH pada rasio molar SiO2/Al2O3 dengan nilai tetap, menguji kuat tekan dan menganalisis karakteristik mikrostruktur dari geopolimer berbahan dasar kaolin Capkala. Kaolin Capkala yang digunakan adalah kaolin dari hasil kalsinasi dengan temperatur 850 oC selama 2 jam. Larutan aktivator yang digunakan adalah larutan alkali terdiri atas Na2SiO3 dan NaOH. Larutan pengaktiv dibuat dengan melarutkan NaOH didiamkan selama 24 jam, kemudian dicampurkan larutan Na2SiO3 dan didiamkan selama 6 jam sebelum digunakan. Pembuatan geopolimer dilakukan dengan mencampurkan kaolin terkalsinasi dengan larutan aktivator dimana konsentrasi  NaOH divariasikan menjadi  10M, 11M, 12M, 13M dan 14M. Setelah pencampuran geopolimer selesai dihasilkan pasta geopolimer yang kemudian dicetak dalam cetakan silender dengan ukuran 2,3 x 4,6 cm. Pasta geopolimer mengeras dalam waktu 24 jam dan dioven pada suhu 60oC selama 2 jam dan didiamkan selama 7 hari untuk proses curring. Geopolimer diuji kuat tekan dan diambil nilai tertinggi dari uji kuat tekan untuk analsisi XRD, FTIR dan SEM. Nilai kuat tekan tertinggi didapat dari NaOH 12 M adalah 2,287 MPa

    KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER DAN UJI TOKSISITAS PADA SPONS CLATHRIA (THALYSIAS) REINWARDTI (VOSMAER, 1880) ASAL PULAU SELUAS KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Keanekaragaman hayati peraira laut indonesia memberikan peluang yang tinggi sebagai sumber metabolit sekunder, salah satunya adalah spons. Spons merupakan salah satu biota laut yang memiliki potensi senyawa metabolit sekunder yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat toksisitas dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder dari spons Clathria (Thalysias) reinwardti (vosmaer, 1880). Proses karakterisasi metabolit sekunder dilakukan dengan cara spektrokopi sedangkan kandungan metabolit sekundernya dianalisis dengan uji skrining fitokimia.  dan isolat Z1 Berdasarkan spektrum dari isolat Z4A1FA5 menggunakan Proton Nuclear Magnetic Resonance (H-NMR) dalam pelarut pelarut CdCl3 pada frekuensi 500 MHz menunjukan adanya pergeseran kimia pada 1,61 ppm (m), 2,35 ppm (d), 2,61 ppm (s, 1H), 3,52 ppm (m, 8H), 4,29 ppm (m, 3H), 7,05 ppm (s, 1H), 7,16 ppm (d, 1H), 7,45 ppm (s, 1H), 7,54 ppm (d, 1H) dan 7,71 (d, 1H). Berdasarkan data-data tersebut dan dibandingkan dengan literatur diketahui bahwa isolat Z4A1FA5 memiliki kesamaan dengan struktur Clathrin C. Hasil karakterisasi fraksi Z1 menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukan bahwa komponen utama penyusun isolate Z1 adalah dioctyl adipate dengan luas area sebesar 51,26%. Hasil uji fitokimia terhadap fraksi etil asetat spons teridentifikasi mengandung alkaloid, steroid dan terpenoid sedangkan hasil uji toksisitas pada fraksi etil asetat menunjukan aktivitas sangat toksik

    PRODUCTION AND CHARACTERIZATION OF BIOCHARFROM RUBBER WOOD (Hevea braziliensis)

    No full text
    Biochar is a carbon-rich solid material that is formed through the process of burning organic matter or biomass without or limited oxygen known as pyrolysis . Rubberwood biochar is made by burning using a simple drum. The purpose of this research is to make biochar from rubberwood and to characterize biochar from rubberwood. The analysis showed that the obtained biochar had a pH of 9.5, with a moisture content of 5.73 ± 0.76%, and an ash content of 3.70 ±0.10%. measurements using fourier transform infared showed that biochar has alcohol groups 3787.08-3249.13 cm-1 and carboxylic acid 2666.23 cm-

    INVESTIGASI DAYA SERAP SILIKA GEL SEKAM PADI DAN SILIKA GEL KONVENSIONAL

    Get PDF
    In Indonesia, farmers usually use rice husks as organic fertilizer, but some are just thrown away. This causes rice husks to become waste generated from agriculture. This study aims to reduce rice husk waste while at the same time knowing the comparison of the absorption capacity of rice husk silica gel and conventional silica gel. Silica from rice husk was extracted using 4% NaOH solution and made a sol gel by adding 32% HCl solution. Based on the research results, rice husk silica gel has a greater absorption capacity than conventional silica gel at 30 and 40 minutes of immersion. For soaking times of 10, 20 and 50 minutes, conventional silica gel has greater absorption. From the results obtained, it can be concluded that the longer the silica immersion time, the greater the amount of absorption produced by silica

    SINTESIS KOMPLEKS Zn(II) DENGAN ASAM HUMAT MENGGUNAKAN VARIASI pH DAN KONSENTRASI

    Get PDF
    Asam humat merupakan senyawa yang dapat menghilangkan kandungan cemaran logam. Interaksi yang terjadi antara asam humat dengan Logam sangat kompleks. Logam Zn merupakan logam yang sangat sedikit dalam berikatan dengan asam humat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan karakteristik asam humat isolasi dari tanah gambut dan senyawa kompleks Zn-asam humat dengan variasi pH dan konsentrasi Zn. Asam humat isolasi memilki karakteristik gugus fungsi yang sama dengan asam humat standar. Berdasarkan analisis FTIR, senyawa kompleks Zn-humat variasi pH 4, 7 dan 10 yaitu memiliki karakteristik gugus fungsi dengan intensitas pada bilangan gelombang 1712 cm-1 menurun yang menandakan terjadinya deprotonasi gugus karboksilat COOH berikatan dengan logam Zn. Stabilitas senyawa kompleks Zn-humat variasi pH 4,7 dan 10 menunjukkan Zn-humat pH 7 adalah stabil yaitu memiliki nilai rasio E4/E6 yang rendah. Karakterisasi FTIR kompleks Zn-humat variasi konsentrasi 0,05 M; 0,1 M; 0,15 M dan 0,2 M menunjukkan karakteristik bilangan gelombang yang sama. Stabilitias Zn-humat pada variasi konsentrasi menyatakan Zn-humat 0.2 M yang paling stabil dikarenakan memiliki nilai rasio E4/E6 yang terendah diantara konsentrasi lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya konsentrasi ion logam Zn dan membentuk ikatan kompleks koordinasi antara logam Zn dengan asam humat.   

    ANALYSIS OF FRESH AND FERMENTED ALE-ALE (Meretrix sp.) PROXIMATE CONTENTS

    Get PDF
    Ale-ale shells are popular shellfish in the Ketapang coastal area. The local community uses the shellfish a lot as food processing, one of which is in the form of fermented products. In the fermentation process, the nutritional content of course will be different from fresh ale-ale because it has gone through the preservation process. In this study, several work procedures were carried out for proximate testing including measuring pH, determining water content, ash content, protein content, fat content and carbohydrate content. The proximate content in fermented products is different and tends to decrease, such as protein content, fat content, carbohydrates. This is due to the difference in preparations between fresh ale-ale and fermented ale-ale products. The purpose of testing proximate levels is to determine the difference in proximate content between fresh ale and ale ale that is processed by fermentation.Keywords: Ale-ale, Fermentation, Proximat

    UJI TOKSISITAS DAN UJI FITOKIMIA SPONS Haliclona sp. ASAL PULAU LEMUKUTAN KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Spons Haliclona sp. diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder dengan aktivitas sitotoksik yang tinggi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Dalam penelitian ini, telah dilakukan uji toksisitas dan uji fitokimia terhadap ekstrak metanol spons Haliclona sp. asal Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi maserasi dengan pelarut metanol, uji fitokimia dan uji toksisitas. Uji toksisitas terhadap ekstrak metanol dilakukan dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Potensi ekstrak metanol spons sebagai antikanker dapat diketahui melalui tingkat toksisitasnya terhadap Artemia salina L. yang merupakan skrining pendahuluan menuju tahapan pengujian selanjutnya terhadap sel kanker yaitu sitotoksisitas. Ekstrak metanol dari spons Haliclona sp. bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 70,1 ppm sehingga berpotensi dikembangkan dan diteliti lebih lanjut komponen aktifnya sebagai bahan baku obat antikanker. Kata Kunci: antikanker, Haliclona sp., toksisita

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇