Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    KARAKTERISASI EKSTRAK ZAT WARNA UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.)

    Get PDF
    Pada penelitian ini, telah dilakukan ekstraksi zat warna dari umbi bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 % yang telah diasamkan dengan asam sitrat. Hasil ekstraksi berupa cairan kental berwarna merah kecoklatan. Ekstrak kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR. Perubahan warna ekstrak pada kondisi asam, netral dan basa serta uji fitokimia juga telah dilakukan. Ekstrak zat warna umbi bawang dayak dalam air pada konsentrasi 1 g/L menunjukkan warna kuning disebabkan adanya serapan yang cukup kuat pada panjang gelombang 250-350 nm ketika diamati dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus –OH alkohol, C-H, C=C aromatik pada ekstrak. Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak zat warna umbi bawang dayak positif mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Perubahan pH menyebabkan terjadinya perubahan warna pada ekstrak dimana pada pH asam ekstrak cenderung tak berwarna hingga berwarna kuning sedangkan pada pH basa ekstrak cenderung berwarna merah kecoklatan.  Kata Kunci: Bawang Dayak, Eleutherine Americana Merr, zat warn

    SINTESIS KOMPOSIT ADSORBEN LATEKS KARET ALAM-SELULOSA AMPAS TEBU UNTUK PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN MINYAK LEMAK DARI LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT

    Get PDF
    Limbah lateks karet alam dan ampas tebu merupakan hasil buangan pabrik yang hanya dibuang ke lingkungan dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Limbah lateks karet alam memiliki kandungan protein yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Ampas tebu berpotensi sebagai bahan pengisi pada komposit karena memiliki pori dan gugus -OH yang terkandung di dalam selulosanya. Penelitian ini telah   dilakukan untuk mengetahui karakteristik adsorben komposit karet alam-selulosa ampas tebu menggunakan spektrofotometer FTIR serta efisiensi adsorpsinya pada limbah cair industri kelapa sawit untuk parameter COD dan minyak lemak. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus -OH sebagai penyusun selulosa pada bilangan gelombang 3441,01 cm-1dan gugus -C=C- penyusun lateks karet alam pada bilangan gelombang 1651,07 cm-1. Efisiensi adsorpsi pada parameter COD dan minyak lemak dilakukan pada variasi massa karet:selulosa 1:1; 1:2 dan 2:1 serta waktu kontak 15;30;45;60 dan 75 menit. Adsorpsi untuk parameter COD dan minyak lemak optimum pada variasi perbandingan massa 1:1, dan waktu kontak  30 menit, dengan efisiensi 85,91 % untuk parameter COD dan 96,80 % untuk parameter minyak lemak. Kata Kunci : COD, limbah cair kelapa sawit, limbah lateks karet alam, minyak lemak, selulos

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI METANOL DAN FRAKSI KLOROFORM KAYU GAHARU BUAYA (Aetoxylon sympetalum) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

    Get PDF
    Gaharu buaya (Aetoxcylon sympetalum) merupakan jenis tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Fraksi metanol dan fraksi kloroform kayu gaharu buaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua bakteri tersebut sering mengalami resisten terhadap antibiotik, maka perlu dilakukan eksplorasi terhadap senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat mengatasi masalah infeksi. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah dilakukan uji untuk mengetahui aktivitas ekstrak kayu gaharu buaya (A.sympetalum) terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari fraksi metanol dan fraksi kloroform kayu gaharu buaya (A.sympetalum) terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dan menentukan sifat antibakteri dari masing-masing fraksi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Berdasarkan uji aktivitas antibakteri, diketahui bahwa ekstrak kayu Gaharu Buaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli yang memiliki sifat bakteristatik ditunjukan terbentuknya zona bening pada setiap fraksi. Fraksi metanol menghasilkan zona bening terhadap bakteri E.coli dengan zona hambat 9,7556 mm sedangkan terhadap bakteri S.aureus menghasilkan zona bening sebesar8,2556 mm. Fraksi kloroform menghasilkan zona bening terhadap bakteri S.aureus  dengan zona bening 8,3111 mm sedangkan terhadap bakteri E.coli meghasilkan zona bening sebesar 5,3667 mm.  Kata kunci : aktivitas antibakteri, Eschrechia coli, gaharu buaya, Staphylococcus aureu

    KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK KULIT AKAR SUKUN (Artocarpus communis)

    Get PDF
    Kulit akar sukun (Artocarpus communis) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenolik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi senyawa fenolik yang terdapat pada kulit akar sukun. Metode isolasi yang dilakukan terdiri atas maserasi, partisi, dan kromatografi. Analisis senyawa hasil isolasi dilakukan menggunakan spektrometer NMR-1H. Senyawa hasil isolasi yang diperoleh berbentuk padatan kuning dengan massa 7,4 mg. Hasil uji kualitatif fitokimia menunjukkan bahwa senyawa hasil isolasi positif mengandung fenolik. Data spektrum NMR-1H (CD3OD, 500 MHz) menunjukkan geseran kimia pada δH (ppm) 7,88 (2H, d, J=8,7 Hz) dan 6,82 (2H, d, J=8,7 Hz). Berdasarkan uji kualitatif fitokimia, data spektrum NMR-1H dan analisis KLT menggunakan pembanding senyawa murni asam p-hidroksibenzoat, diketahui bahwa senyawa hasil isolasi merupakan senyawa golongan fenolik yaitu asam p-hidroksibenzoat. Kata Kunci : Artocarpus communis, fenolik, asam p-hidroksibenzoat, NM

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI ALGINAT DARI RUMPUT LAUT (Sargassum polycystum) ASAL PERAIRAN SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Isolasi dan karakterisasi alginat dari rumput laut Sargassum polycystum telah dilakukan dengan menggunakan metode jalur kalsium alginat. Proses ini dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan CaCl2 dengan waktu 3, 5, dan 7 hari untuk mendapatkan alginat dengan kualitas yang baik. Beberapa parameter yang digunakan untuk pengujian kualitas alginat yaitu uji fisiko-kimia, uji proksimat, dan analisis FTIR, serta uji aktivitas antioksidan. Isolat Ca-alginat SAR-7 menunjukkan hasil bahwa variasi waktu pengendapan sangat berpengaruh terhadap rendemen, yaitu 3,52% dengan kemurnian 32,00%, viskositas 8,74 Cp, pH 7,00, kadar air 19,29%, kadar abu 30,00%, kadar protein 3,50%, kadar lemak 25,07%,dan kadar karbohidrat 22,14%. Analisis FTIR menunjukkan hasil bahwa kalsium alginat mempunyai gugus fungsi –OH, C=O, C-O, dan alkil. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa Ca-alginat dengan konsentrasi 50 ppm memiliki bioaktivitas antioksidan dengan kemampuan inhibisi DPPH sebesar 19,57%. Kata kunci: Sargassum polycystum, ektraksi, alginat, antioksida

    KARAKTERISASI ADSORBEN KOMPOSIT SELULOSA - LIMBAH KARET ALAM UNTUK PENURUNAN KADAR COD DAN MINYAK LEMAK LCPKS

    Get PDF
    Karakterisasi adsorben dilakukan terhadap produk sintesis komposit selulosa eceng gondok (Eicchornia crassipes)-limbah karet alam. Adsorben dikompositkan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dari selulosa eceng gondok dan limbah karet alam sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan minyak lemak pada limbah cair kelapa sawit. Kondisi optimum dari adsorben dalam penurunan kadar COD dan minyak lemak dilakukan dengan variasi massa (selulosa : karet) 1:1, 1:2 dan 2:1 dan variasi waktu kontak selama 15, 30, 45, 60 dan 75 menit. Hasil karakteristisasi menggunakan spektroskopi inframerah menunjukan adanya gugus fungsi O-H dari selulosa pada bilangan gelombang 3425,58 cm-1, dan gugus C=C dari karet alam pada bilangan gelombang 1635,64 cm-1. Data ini menunjukan bahwa hasil sintesis tersebut adalah komposit selulosa-karet alam. Kondisi optimum dari adsorben untuk mengikat zat organik terjadi pada variasi massa (selulosa : karet) 1:1 dan waktu kontak selama 30 menit dengan % efisiensi adsorbsi sebesar 83%. Kondisi optimum adsorben untuk mengikat minyak lemak terjadi pada variasi massa (selulosa : karet) 1:2 dan waktu kontak selama 30 menit dengan %efisiensi adsorbsi sebesar 84%. Hasil ini menunjukan bahwa komposit selulosa – limbah karet alam dapat dijadikan adsorben untuk penurunan kadar COD dan minyak lemak pada limbah cair pabrik kelapa sawit.Kata Kunci : selulosa, eceng gondok, karet alam, komposi

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BIXIN DARI TANAMAN KESUMBA (Bixa orellana L.)

    Get PDF
    Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi pigmen bixin dari biji tanaman kesumba (Bixa orellana L.). Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan purifikasi bixin dengan menggunakan metode flash chromatography. Bixin yang diperoleh dari hasil isolasi memiliki massa 125,5 mg (dengan rendemen hasil sebesar 0,17% terhadap berat kering biji kesumba dan 6,28% terhadap berat ekstrak kasar yang digunakan pada proses isolasi). Karakterisasi bixin menggunakan spektrofotometer UV-Vis menghasilkan tiga puncak serapan pada panjang gelombang 430, 458 dan 487 nm. Hasil yang diperoleh ini sesuai dengan panjang gelombang maksimum yang dihasilkan untuk puncak karakteristik bixin dibandingkan dengan bixin standar. Hasil analisis menggunakan FTIR juga menunjukkan gugus fungsi yang sesuai dengan struktur bixin, yaitu pita pada 3183 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching OH, 1689 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching untuk C=O karboksilat, 1716 cm-1 menunjukkan vibrasi untuk C=O ester, dan 1161 cm-1 dan 1255 cm-1 menunjukkan vibrasi simetrik dan asimetrik gugus ester C?O?C. Hasil analisis menggunakan KLT menunjukkan penampakan noda tunggal dengan nilai Rf yang sama dengan bixin standar.Kata Kunci : Bixa orellana L., bixin, flash chromatography, spektrofotometri UV-Vis, FTI

    ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FUNGI ENDOFIT GAHARU DARI Aquilaria sp.

    Get PDF
    Gaharu merupakan jenis resin yang diproduksi oleh pohon tertentu, misalnya dari genus Aquilaria sp.dan Gyrinops sp. Pada penelitian sebelumnya gaharu dari pohon Aquilaria malaccensis Lamk. telah digunakan sebagai sumber isolat fungi endofit yang memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu pada penelitian ini, dilakukan isolasi fungi endofit gaharu dari Aquilaria sp. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh fungi endofit gaharu dari Aquilaria sp,  memperoleh genus fungi yang dihasilkan dari isolasi gaharu dan mengetahui  aktivitas  antibakteri  fungi endofit gaharu dari  Aquilaria sp. Hasil isolasi diperoleh satu isolat fungi yang diberi kode GA4. Isolat fungi GA4 kemudian diidentifikasi secara mikroskopis dan makroskopis. Isolat fungi endofit GA4 secara mikroskopis teridentifikasi sebagai divisi Basidiomycetes. Isolat fungi tersebut diperbanyak dan dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat kemudian pelarutnya diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kasar fungi endofit. Berat ekstrak fungi setelah dikeringkan sebanyak 0,016 gram. Ekstrak fungi yang diperoleh digunakan untuk uji aktivitas antibakteri. Bakteri yang digunakan adalah: Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Salmonela thypi dan  Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji aktivitas ekstrak fungi GA4 tidak menujukan adanya aktivitas. Kata kunci : basidiomycetes, Aquilaria sp., fungi endofit, gahar

    KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight) ASAL KALIMANTAN BARAT DENGAN METODE DESTILASI UAP

    Get PDF
    Syzygium polyanthum (salam) merupakan salah satu spesies dari famili Myrtaceae yang digunakan sebagai obat tradisional dan bumbu masakan terutama di daerah Asia Tenggara. Daun salam mempunyai banyak kandungan kimia terutama minyak atsiri. Isolasi minyak atsiri daun salam telah dilakukan dengan metode destilasi uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen minyak atsiri daun salam dan karakterisasi komponen kimia yang terkandung dalam minyak atsiri daun salam yang berasal dari Kalimantan Barat. Berdasarkan hasil penelitian, rendemen minyak atsiri daun salam yang diperoleh sebesar 0,16%. Analisis kandungan senyawa minyak atsiri menggunakan GC-MS diperoleh 31 senyawa  dari minyak atsiri (S. polyanthum) yaitu humulen oksida (13,11%), (-)-kariofilen oksida (12,01%), cis-4-dekanal (10,54%), α-humulen (10,51%), n-dekanal (8,94%) dan α-kopaen (8,16%). Kata kunci : destilasi, GC-MS, minyak atsiri, Syzygium polyanthu

    KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK PADA KULIT BATANG SUKUN (Artocarpus communis)

    Get PDF
    Sukun (A. communis) merupakan salah satu spesies dari genus Artocarpus yang berpotensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi senyawa fenolik pada kulit batang A. communis. Metode isolasi yang dilakukan meliputi ekstraksi (maserasi dan partisi), kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLT-P). Analisis isolat dilakukan dengan menggunakan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Isolat DA9P yang diperoleh berupa kristal jarum berwarna kuning dan memiliki massa 5 mg. Spektrum 1H-NMR isolat DA9P menunjukkan geseran kimia pada ẟh 7,44 (1H, d); ẟ 6,79 (1H, d); 7,42 (1H, dd) dengan nilai kopling konstan yaitu J=1,5; 8,0 dan 1,5;8,0 Hz yang diprediksi memiliki kemiripan dengan senyawa asam 3,4-dihidroksibenzoat. Kata kunci: Artocarpus communis, asam 3,4-dihidroksibenzoat, suku

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇