Repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Not a member yet
    9751 research outputs found

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI MADRASAH ALIYAH AL-IKHLAS TAHUN 2025

    Get PDF
    Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dan pertama di ASEAN dalam kasus pernikahan dini, dengan dampak negatif pada kesehatan, ekonomi, dan pendidikan remaja. Penyebab utama adalah rendahnya pendidikan, faktor ekonomi, budaya, dan kurangnya pemahaman tentang risiko pernikahan dini. Studi di Sleman menunjukkan kasus masih tinggi meski menurun setiap tahun. Pendidikan dan pemahaman yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk mencegah pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini pada santri putri Madrasah Aliyah Al-Ikhlas. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi cross-sectional dan menggunakan instrumen kuesioner. Variabel penelitian ini adalah usia, sumber informasi, pendidikan terakhir dan pekerjaan orang tua. Penelitian ini dilaksanakan pada rentang waktu bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri Madrasah Aliyah Al-Ikhlas Berbah, Sleman, Yogyakarta. Jumlah Responden 36 siswa. Analisis data menggunakan teknik univariat. Hasil: Berdasarkan pendidikan terakhir ayah hampir setengahnya berpendidikan akhir menengah sebanyak 9 responden (41%). Sedangkan pada pendidikan ibu setengahnya berpendidikan akhir menengah (50%). Pada remaja putri berpengetahuan baik dengan pekerjaan ayah sebagai wirausaha dan buruh setengahnya masing-masing sebanyak 6 responden (27,3). Sedangkan pada pekerjaan ibu hampir setengahnya bekerja sebagai ibu rumah tangga (41%). Berdasarkan sumber informasi responden dengan tingkat pengetahuan baik seluruhnya mendapatkan informasi bersumber dari internet. Tingkat Pengetahuan remaja putri pada pengetahuan baik dengan 22 responden (64,7%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan remaja putri di Madrasah Aliyah Al-Ikhlas sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 22 responden (64,7%). Kata Kunci: pernikahan dini, pengetahuan remaja putri, cross-sectional, deskripti

    Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Prestasi Belajar Remaja Putri di SMP N 1 Banguntapan Bantul

    Get PDF
    HUBUNGAN KEKUANGAN ENERGI KRONIA (KEK) DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN Sindy Deviana Saputri1, Dyah Noviawati Setya Arum2 Yuliantisari Retnaningsih3 123Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl.Mangkuyudan MJ III/304 Yogyakarta Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan gizi, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan kognitif, termasuk konsentrasi dan daya ingat yang berdampak pada prestasi belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan prestasi belajar pada remaja putri di SMP N 1 Banguntapan, Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 100 siswi kelas VII dipilih menggunakan teknik random sampling. Data status gizi diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA), dan data prestasi belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor semester ganjil. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 36% responden mengalami KEK dan 64% tidak KEK. Sebanyak 68% responden memiliki prestasi belajar tinggi, dan 32% memiliki prestasi belajar rendah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status KEK dan prestasi belajar (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan prestasi belajar remaja putri. Siswi dengan status gizi baik (tidak KEK) cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi. Penting untuk meningkatkan kesadaran gizi dan pemantauan status gizi remaja untuk mendukung pencapaian akademik. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis, Prestasi Belajar, Remaja Putri, Status Giz

    PENGARUH LAMA PEMBENDUNGAN DARAH VENA SELAMA 1 MENIT DAN 3 MENIT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemeriksaan kadar glukosa darah merupakan salah satu indikator penting dalam diagnosis dan pemantauan penyakit diabetes melitus. Akurasi hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh faktor preanalitik, salah satunya adalah lama pembendungan vena (venous stasis) saat pengambilan darah. Pembendungan yang terlalu lama dapat menyebabkan hemokonsentrasi, yang berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pembendungan darah vena selama 1 menit dan 3 menit terhadap kadar glukosa darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain One Group Posttest Design, di mana pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah pemberian perlakuan berupa pembendungan selama 1 menit dan 3 menit. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan darah dilakukan secara berurutan, dan pemeriksaan kadar glukosa dilakukan menggunakan metode GOD-PAP (Glucose Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine) yang tervalidasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah. Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah setelah pembendungan selama 1 menit adalah 101 mg/dL, sedangkan setelah 3 menit meningkat menjadi 103 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p > 0,001, yang berarti terdapat perbedaan antara kadar glukosa pada pembendungan 1 menit dan 3 menit. Kesimpulan: Lama pembendungan darah vena berpengaruh terhadap kadar glukosa darah. Pembendungan selama 3 menit menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dibandingkan dengan pembendungan selama 1 menit. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan standar waktu pembendungan yang konsisten dalam prosedur pengambilan darah di laboratorium. Kata Kunci: glukosa darah, pembendungan vena, pengambilan dara

    PENGOLAHAN AIR SUMUR GALI DENGAN FILTER RESIN DAN ZEOLIT UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DI DUSUN JAMBLANGAN, PURWOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia serta makluk hidup lainnya. Hasil pemeriksaan kualitas air sumur gali di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman terdapat permasalahan seperti air yang memiliki warna keruh, berbau amis, dan terdapat minyak dipermukaan air sumur dengan hasil kadar Fe 3 mg/L dan Mn 0,3 mg/L. Hal tersebut melebihi baku mutu Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 dengan kadar besi (Fe) maksimum 0,2 mg/L, sedangkan Mn maksimum 0,1 mg/L. Tujuan : Mengetahui kadar Fe dan Mn setelah proses filtrasi menggunakan Filter resin dan zeolit di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Ekperiment yang dilakukan pada bulan Mei 2025. Obyek air sumur gali di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Hasil : Rata-rata penurunan kadar Fe setelah filtrasi 0,55 mg/L (39,76%) dari 1,36 mg/L menjadi 0,81 mg/L. Sedangkan rata-rata penurunan kadar Mn sebesar 0,14 mg/L (93,33%) dari 0,16 mg/L menjadi 0,02 mg/L. Kesimpulan : Kombinasi resin dan zeolit belum efektif menurunkan kadar Fe, namun efektif menurunkan kadar Mn hingga memenuhi standar baku mutu sesuai dengan Permenkes RI No 2 Tahun 2023. Kata kunci : Fe, Mn, Filtrasi, Resin, Zeolit, air sumur gal

    Pengaruh Paparan Cahaya Lampu terhadap Kadar Bilirubin Direk dalam Serum

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang : Bilirubin merupakan zat hasil pemecahan hemoglobin dalam sel darah merah yang harus dikonjugasi di hati agar dapat dikeluarkan dari tubuh. Stabilitas bilirubin dalam serum dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah paparan cahaya lampu dengan intensitas tertentu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan cahaya lampu dengan intensitas 500 lux terhadap kadar bilirubin direk dalam serum. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain post-test only control group yang melibatkan sampel serum dari mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta. Sampel serum dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan variasi durasi paparan cahaya selama 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pemeriksaan kadar bilirubin direk dilakukan menggunakan spektrofotometer dengan Panjang gelombang 546 nm. Analisis statistik dilakukan dengan Repeated Measures ANOVA untuk menentukan signifikansi perubahan kadar bilirubin direk. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa paparan cahaya lampu menurunkan kadar bilirubin direk dalam serum. Data statistik menunjukkan bahwa semakin lama paparan cahaya, semakin besar penurunan kadar bilirubin. Analisis Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p 0,000 < 0,05, yang berarti paparan cahaya lampu memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar bilirubin direk dalam serum. Kesimpulan : Paparan cahaya lampu 500 lux secara signifikan menurunkan kadar bilirubin direk dalam serum, sehingga pencahayaan perlu diperhatikan dalam pemeriksaan laboratorium guna mencegah kesalahan diagnostik dan memastikan hasil yang akurat. Kata Kunci : Bilirubin direk, paparan cahaya, cahaya lamp

    ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. RN USIA 28 TAHUN G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 36 MINGGU 6 HARI DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMOGIRI I

    Get PDF
    Pendampingan pada Ny. RN dilakukan pada mulai usia kehamilan 36 minggu 6 hari dengan melakukan pelayanan di puskesmas dan kunjungan rumah. Selama hamil Ny.RN mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Ibu melahirkan secara Normal dengan Tindakan Induksi persalinan atas Ketuban Pecah dini. Bayi lahir langsung menangis, menangis kuat, tonus otot aktif, warna kulit kemerahan. Berat badan lahir 2950 gram, By. Ny. RN dengan BBLC CB SMK. Selama masa neonatus bayi sehat walau sempat ada penurunan berat badan pada hari ketiga, akan tetapi berat badan bayi sudah naik pada hari ketujuh. Bayi sempat mendapatkan terapi dengan bill sphre karena kadar bilirubin bayi 15.3 mg/dL pada tanggal 19 Maret namun pada kunjungan rumah yang dilakukan pada tanggal 21 maret 2025 wajah, dada, perut dan ekstramitas bayi Nampak kuning dan pada kunjungan pada tanggal 25 maret 2025 kuning pada bayi mulai menghilang.Pada masa nifas Ny. RN mengeluh kadang-kadang sakit pada area luka jahitan jalan lahir, sehingga diberikan KIE yang sesuai. Ibu memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi kondom karena suami Ny.RN akan Kembali bekerja di Kalimantan sehingga ibu dan suami akan jarang bertemu. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil Primigravida persalinan secara spontan . Pada proses persalinan dilakukan induksi indikasi Ketuban pecah dini. saran untuk bidan agar dapat meningkatkan kualitas asuhan berkesinambungan dengan cara memantau kesehatan ibu dan janin secara ketat dan konseling yang intensif sehingga bisa mendeteksi adanya komplikasi sedini serta melakukan tindakan yang tepat sesuai prosedur. Kata Kunci : Asuhan Berkesinambungan, Kehamilan, KEK,Persalinan, Bayi baru lahir, Nifas, Keluarhga Berencan

    PENGARUH PERMAINAN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK AMONG SIWI

    Get PDF
    Latar Belakang: Perkembangan fisik motorik merupakan perkembangan yang mengendalikan gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf otot, otak, dan spinal cord. Fungsi dan keterampilan motorik anak diperoleh, ditingkatkan, dan digabungkan sejak lahir hingga usia delapan tahun dan keterampilan mereka terintegrasi secara terus menerus. Berdasarkan laporan dari cakupan pelayanan kesehatan balita dalam deteksi tumbuh kembang balita mengalami gangguan tumbuh kembang anak diIndonesia sebanyak 45,7%. Bermain dalam meningkatkan kemampuan motorik anak dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk misalnya bermain puzzle. Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Metode: Jenis penelitian digunakalan metode quasy eksperiment dengan Metode pendekatan pre test post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak prasekolah 4-5 tahun yang merupakan siswa TK Among Siwi.Teknik pengambilan sampel yang digunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil: Hasil Uji Wilcoxon pada kelompok Eksperimen didapatkan nilai p=0.00 dan kelompok Kontrol p=0,046. Sehingga kelompok eksperimen dan kontrol berpengaruh dalam peningkatan motorik halus anak prasekolah. Hasil uji Man Whitney p= 0,040. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan secara statistik namun tidak ada perbedaan secara signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Kata Kunci: Puzzle, Lego Block, Motorik Halus, Prasekola

    ANALISIS KESESUAIAN VARIABEL DAN META DATA REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan saat ini wajib menyelenggarakan RME yang mengacu pada Kepmenkes RI 1423 Tahun 2022 untuk mendukung kompabilitas dan interoperabilitas. Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME dengan berpedoman pada regulasi tersebut, namun berdasarkan hasil studi pendahuluan menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian variabel dan meta data, seperti tidak adanya variabel identitas pasien tidak dikenal pada data set IGD dan rawat inap, serta ketidaksesuaian pada variabel NIK, RT, RW, dan jenis kelamin. Tujuan: Mengidentifikasi kesesuaian variabel dan meta data RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul dengan Kepmenkes RI 1423 Tahun 2022 serta mengetahui faktor penyebab ketidaksesuaian tersebut. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan rancangan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, serta studi dokumentasi. Hasil: Kesesuaian variabel dan meta data RME pada setiap data setnya masih rendah dengan menunjukkan persentase sebagai berikut: IGD (15,09%), rawat jalan (12,95%), rawat inap (11,84%), laboratorium (22,45%) dan apotek (8,70%). Berdasarkan analisis dengan menggunakan diagram fishbone, ketidaksesuaian ini disebabkan oleh 3 faktor utama yaitu faktor manpower terkait kurangnya pengetahuan petugas terhadap pedoman, faktor material karena proses mapping meta data belum selesai, serta faktor methods karena tidak ada kebijakan internal mengenai penetapan variabel dan meta data. Kesimpulan: Variabel dan meta data pada setiap data set RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul masih belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman, dengan penyebab utama ketidaksesuaian tersebut berasal dari faktor manpower, material, dan methods. Kata Kunci: RME, variabel, meta data

    GAMBARAN KADAR DEBU RESPIRABEL PEKERJA DI PT. SELO ADIKARTO KALURAHAN DONOMULYO KAPANEWON NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2025

    Get PDF
    Latar Belakang : Debu respirabel dapat terhirup oleh pekerja pada saat bekerja dan masuk ke dalam saluran pernapasan. Oleh karena itu perlu upaya pemantauan terhadap pekerja yang terpapar debu respirabel yaitu dengan membuat pengukuran kadar debu respirabel di udara tempat kerja secara perseorangan. Di PT. Selo Adikarto permasalahan kadar debu yang ada di PT. Selo Adikarto adalah pada bagian penggilingan dan pada bagian produksi yang mana terbagi atas dua mesin yaitu Asphalt Mixing Plant (AMP) 1 dan Asphalt Mixing Plant (AMP) 2 dimana pada saat melakukan proses produksi maupun penggilingan batu menghasilkan debu serta kebiasaan pekerja yang tidak memakai masker sehingga debu yang bersifat respirabel dapat terhirup oleh pekerja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaraan Kadar Debu Respirabel Pekerja di PT. Selo Adikarto Metode: Penelitian ini Merupakan Jenis Penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Observasi dan Wawancara Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengukuran kadar debu pada pekerja bagian Pembuatan Asphlat dan Penggilingan batu di PT. Selo Adikarto dengan menggunakan Personal Dust Sampler, menunjukkan bahwa 10 pekerja memenuhi Nilai Ambang Batas dan 1 pekerja bagian pembuatan asphlat melebihi nilai ambang batas. Kesimpulan : Didapatkan satu pekerja di bagian pembuatan aspal tercatat terpapar kadar debu melebihi Nilai Ambang Batas 3,36 mg/m3, terutama pekerja yang sering melintasi area terbuka. Sementara itu, seluruh pekerja di bagian penggilingan batu menunjukkan kadar debu masih dalam batas aman, meskipun aktivitas di area tersebut menghasilkan partikel debu lebih banyak. Kata Kunci : Debu Respirabel, Pekerja, Industr

    PENERAPAN ART THERAPY: MEWARNAI GAMBAR UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK DENGAN ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA SELAMA MENJALANI PENGOBATAN DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Acute Lymphoblastic Leukimia (ALL) merupakan penyakit jenis kanker darah yang terjadi karena sel darah putih (limfoblas) yang belum matang memperbanyak diri dengan cepat dan tidak terkontrol. Jumlah penderita ALL di RSUP Dr. Sardjito selama tiga bulan terakhir sebanyak 208 kasus. Masalah utama pada pasien dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) adalah ansietas akibat hospitalisasi. Salah satu terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) adalah Art Therapy: mewarnai gambar yang dinilai mampu untuk menurunkan tingkat kecemasan anak. Tujuan: Mampu mengurangi kecemasan dengan pemberian Art Therapy: mewarnai gambar pada anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) akibat hospitalisasi di Ruang Asoka Barat RSUP dr. Sardjito Metode: Studi kasus yang melibatkan dua pasien dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Instrumen berupa SOP pemberian Art Therapy. Pengukuran tingkat kecemasan dengan Kuesioner Spence Childern’s Anxiety Scale (SCAS). Art Therapy dilakukan tiga kali dengan durasi 30 menit selama tiga hari. Hasil: Masalah keperawatan pada pasien Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) adalah ansietas berhubungan dengan krisis situasional. Setelah kedua pasien diberikan Art Therapy, pasien I mengalami penurunan skala kecemasan dari 57 menjadi 31, dan pasien II mengalami penurunan skala kecemasan dari 51 menjadi 43 Pembahasan: Hasil karya ilmiah ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menjelaskan jika penerapan Art Therapy dapat menurunkan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada pasien dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Kesimpulan: Art Therapy dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) selama menjalani pengobatan Kata Kunci: Art Therapy, Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), Kecemasa

    8,149

    full texts

    9,752

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇