Latar Belakang : Debu respirabel dapat terhirup oleh pekerja pada saat bekerja dan masuk ke dalam saluran pernapasan. Oleh karena itu perlu upaya pemantauan terhadap pekerja yang terpapar debu respirabel yaitu dengan membuat pengukuran kadar debu respirabel di udara tempat kerja secara perseorangan. Di PT. Selo Adikarto permasalahan kadar debu yang ada di PT. Selo Adikarto adalah pada bagian penggilingan dan pada bagian produksi yang mana terbagi atas dua mesin yaitu Asphalt Mixing Plant (AMP) 1 dan Asphalt Mixing Plant (AMP) 2 dimana pada saat melakukan proses produksi maupun penggilingan batu menghasilkan debu serta kebiasaan pekerja yang tidak memakai masker sehingga debu yang bersifat respirabel dapat terhirup oleh pekerja.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaraan Kadar Debu Respirabel Pekerja di PT. Selo Adikarto
Metode: Penelitian ini Merupakan Jenis Penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Observasi dan Wawancara
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pengukuran kadar debu pada pekerja bagian Pembuatan Asphlat dan Penggilingan batu di PT. Selo Adikarto dengan menggunakan Personal Dust Sampler, menunjukkan bahwa 10 pekerja
memenuhi Nilai Ambang Batas dan 1 pekerja bagian pembuatan asphlat melebihi nilai ambang batas. Kesimpulan : Didapatkan satu pekerja di bagian pembuatan aspal tercatat terpapar kadar debu melebihi Nilai Ambang Batas 3,36 mg/m3, terutama pekerja yang sering melintasi area terbuka. Sementara itu, seluruh pekerja di bagian penggilingan batu menunjukkan kadar debu masih dalam batas aman, meskipun aktivitas di area tersebut menghasilkan partikel debu lebih banyak. Kata Kunci : Debu Respirabel, Pekerja, Industr
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.