Latar Belakang: Perkembangan fisik motorik merupakan perkembangan yang mengendalikan gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf otot, otak, dan spinal cord. Fungsi dan keterampilan motorik anak diperoleh, ditingkatkan, dan digabungkan sejak lahir hingga usia delapan tahun dan keterampilan mereka terintegrasi secara terus menerus. Berdasarkan laporan dari cakupan pelayanan kesehatan balita dalam deteksi tumbuh kembang balita mengalami gangguan tumbuh kembang anak diIndonesia sebanyak 45,7%. Bermain dalam meningkatkan kemampuan motorik anak dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk misalnya bermain puzzle.
Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pengaruh permainan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah.
Metode: Jenis penelitian digunakalan metode quasy eksperiment dengan Metode pendekatan pre test post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak prasekolah 4-5 tahun yang merupakan siswa TK Among Siwi.Teknik pengambilan sampel yang digunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney.
Hasil: Hasil Uji Wilcoxon pada kelompok Eksperimen didapatkan nilai p=0.00 dan kelompok Kontrol p=0,046. Sehingga kelompok eksperimen dan kontrol berpengaruh dalam peningkatan motorik halus anak prasekolah. Hasil uji Man Whitney p= 0,040.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan secara statistik namun tidak ada perbedaan secara signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah.
Kata Kunci: Puzzle, Lego Block, Motorik Halus, Prasekola
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.