Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82774 research outputs found

    Aspek Psikologis di Balik Penggunaan Produk Makeup pada Perempuan: Sebuah Literature Review

    Get PDF
    Makeup atau riasan wajah merujuk pada produk kosmetik yang mengandung pigmen warna. Penggunaan makeup merupakan hal yang umum di kalangan perempuan. Namun, produk makeup tidak hanya berfungsi untuk menutupi kekurangan pada bagian wajah. Tinjauan pustaka pada 10 artikel ilmiah yang terbit pada rentang 2020-2025 menunjukkan bahwa produk makeup memiliki dampak terhadap psikologis penggunanya seperti meningkatkan kepercayaan diri, self-esteem, hingga menjadi sarana self-healing pada perempuan

    Hubungan Intensitas Penggunaan TikTok dan Harga Diri dengan Social Comparison sebagai Mediator pada Perempuan Emerging Adult

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan harga diri dengan social comparison sebagai mediator dari perempuan emerging adult. Intensitas penggunaan TikTok didefinisikan sebagai tingkat keterlibatan pribadi seseorang dengan TikTok berdasarkan seberapa sering dan dalam situasi apa media sosial ini digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Sedangkan harga diri didefinisikan sebagai evaluasi seseorang terhadap nilai dan keberhargaan dirinya. Sementara itu, social comparison diartikan sebagai dorongon naluriah individu untuk membandingkan diri supaya mendapatkan evaluasi yang lebih objektif. Pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data menggunakan survei secara daring dilakukan pada penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Social Networking Time Use Scale (SONTUS). Partisipan penelitian ini berjumlah 198 perempuan emerging adult berusia 18 – 25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi bootstrapping dengan menggunakan Jamovi versi 2.4.7.0. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sepenuhnya dimediasi oleh social comparison terhadap variabel intensitas penggunaan TikTok dan self-esteem

    Hubungan Regulasi Emosi dengan Subjective Well-Being pada Emerging Adulthood yang memiliki Orang Tua Bercerai

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan subjective well-being pada emerging adulthood yang memiliki orang tua bercerai. Subjective well-being merujuk pada penilaian individu mengenai kualitas hidup, termasuk kepuasan hidup serta pengalaman emosi positif dan negatif. Perceraian orang tua kerap memunculkan dinamika emosional yang kompleks sehingga kemampuan regulasi emosi menjadi penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri dari 100 emerging adulthood berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Sepda (2018), Satisfaction with Life Scale (SWLS) oleh Diener dkk. (1985), serta Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) oleh Diener dkk. (2009). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear sederhana melalui IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara regulasi emosi dan subjective well-being (rs = 0,400; p = 0,000). Regulasi emosi juga memberikan kontribusi sebesar 15,3% terhadap subjective well-being, yang menegaskan bahwa kemampuan mengatur emosi berperan penting dalam meningkatkan subjective well-being

    Implementasi roleplay wayang kartun berbasis nilai ajining diri ana ing lathi dalam menurunkan agresi verbal anak di rumah belajar surga kecamatan sukomanunggal

    Get PDF
    Perilaku agresi pada anak usia dini, baik sebagai pelaku maupun korban, dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor lingkungan keluarga dan karakteristik internal anak. Variabel seperti jenis kelamin, kualitas hubungan dengan orang dewasa (guru dan orang tua), serta kemampuan kognitif seperti theory of mind dan effortful control menjadi faktor penentu yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi metode roleplay wayang kartun dengan nilai Ajining diri ana ing lathi dalam menurunkan agresi verbal pada anak yang mengikuti kegiatan di Rumah Belajar Surga Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest–posttest pada 41 partisipan, rentang usia 6–13 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur aspek kognitif dan afektif, serta observasi untuk menilai frekuensi perilaku agresi verbal. Uji validitas dilakukan melalui penilaian ahli dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Cronbach’s Alpha dan inter-rater reliability (ICC). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif dan sikap anak terhadap pentingnya etika berbicara santun, dengan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi aspek kognitif (p=0,002) dan afektif (p=0,005), disertai peningkatan median skor kognitif dari 30,0 menjadi 40,0. Data observasi, frekuensi perilaku mengejek, berkata kasar, memanggil nama orang tua, berteriak marah, dan mengancam menurun secara konsisten hingga hampir tidak ditemukan pada akhir intervensi, yang menunjukkan perubahan perilaku verbal anak ke arah yang lebih adaptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai Ajining diri ana ing lathi dengan metode roleplay wayang kartun berpotensi menjadi intervensi yang efektif dan kontekstual untuk mereduksi agresi verbal pada anak di lingkungan rentan

    Pengaruh Fear of Missing Out terhadap Impulsive Buying Produk Blind Box dengan Self-Control sebagai Variabel Moderator pada Generasi Z

    Get PDF
    Perkembangan media sosial dan tren konsumsi digital meningkatkan kerentanan Generasi Z terhadap Fear of Missing Out (FoMO), yang berpotensi mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif, termasuk pada produk blind box yang banyak dikonsumsi oleh Generasi Z. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami faktor psikologis yang memengaruhi kecenderungan impulsive buying pada Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FoMO terhadap impulsive buying serta peran self-control sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 269 responden Generasi Z yang pernah melakukan pembelian produk blind box. Instrumen penelitian terdiri dari skala FoMO, skala impulsive buying, dan skala self-control. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson antarvariabel dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. Self-control juga berpengaruh signifikan secara langsung. Namun, hasil analisis interaksi menunjukkan bahwa self-control tidak memperlemah hubungan FoMO terhadap impulsive buying, tetapi justru memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan self-control lebih tinggi tetap memiliki kecenderungan melakukan pembelian impulsif ketika mengalami FoMO pada pembelian produk blind box

    Hubungan Pet attachment dengan Psychological well-being pada Pemilik Kucing Usia Emerging Adulthood

    Get PDF
    Masa emerging adulthood ditandai oleh pencarian identitas, perubahan peran sosial, dan ketidakstabilan emosional yang membuat individu rentan mengalami penurunan psychological well-being. Dalam konteks ini, hewan peliharaan, khususnya kucing, sering dianggap sebagai sumber kenyamanan emosional dan faktor protektif. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara pet attachment dan psychological well-being masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan psychological well-being pada pemilik kucing usia emerging adulthood. Penelitian melibatkan 201 partisipan berusia 18–25 tahun dengan menggunakan Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan Short-form Ryff’s Psychological well-being Scale (RPWBS). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi r = 0,042 dengan p = 0,552, yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pet attachment dan psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan dengan hewan peliharaan saja belum cukup menjelaskan psychological well-being, sehingga faktor lain seperti dukungan sosial dan kondisi psikososial perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya

    Roleplay Wayang Kartun Berbasis Nilai Ajining Raga Saka Busana dan Ajining Awak Ana ing Tumindhak sebagai Upaya dalam Mengurangi Perilaku Agresi Anak di Rumah Belajar Surga

    Get PDF
    Perilaku agresi pada anak di Rumah Belajar Surga yang tinggal di lingkungan pinggiran rel kereta api sering menghambat proses pembelajaran dan perkembangan sosial-emosional. Penelitian ini menguji efektivitas intervensi roleplay wayang kartun berbasis nilai Ajining Raga Saka Busana dan Ajining Awak Ana ing Tumindhak dalam mengurangi perilaku agresi anak. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttes, dengan subjek anak-anak yang dibagi menjadi klaster kecil (TK hingga kelas 2 SD) dan klaster besar (kelas 3 SD hingga SMP). Pengukuran aspek kognitif dan afektif menggunakan skala berdasarkan indikator Buss & perry, sedangkan aspek psikomotor diukur melalui observasi partisipan terstruktur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan pada aspek kognitif dan afektif klaster kecil (p<0,05). Pada klaster besar, terjadi perubahan secara deskriptif, meskipun tidak signifikan. Secara psikomotor, frekuensi perilaku agresi pada kedua klaster menurun dari 40 menjadi 6 perilaku setelah intervensi. Dengan demikian, intervensi ini efektif dalam mengurangi perilaku agresi anak di Rumah Belajar Surga

    Penggunaan Intelligence Doll Untuk Mengatasi Kesehatan Mental Pada Gen-Z

    Get PDF
    Krisis kesehatan mental pada Generasi Z di Indonesia merupakan permasalahan serius yang ditandai dengan meningkatnya prevalensi depresi, khususnya pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Berbagai tekanan, seperti tuntutan akademik, dinamika keluarga, paparan media sosial, serta kondisi sosial-ekonomi, berkontribusi terhadap tingginya tingkat stres psikologis, sementara pencarian bantuan profesional masih tergolong rendah akibat stigma, keterbatasan akses, waktu, dan biaya. Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi dalam merespons permasalahan tersebut melalui pengembangan prototipe Intelligence Doll (INTEND), yaitu boneka interaktif berbasis kecerdasan buatan yang berfungsi sebagai mood tracker dan alat bantu pendukung terapi psikologis. Pengembangan prototipe INTEND dilaksanakan pada periode Juli hingga Oktober 2025 di Laboratorium PLC Universitas Airlangga, dengan mengintegrasikan perangkat keras berupa LattePanda V1, kamera, mikrofon, dan speaker, serta sistem perangkat lunak yang mencakup deteksi ekspresi wajah menggunakan MediaPipe, modul voice-to-text berbasis SpeechRecognition, dan chatbot berbasis large language model (LLM) dengan respons suara berbahasa Indonesia. Data emosi pengguna divisualisasikan melalui dashboard web untuk mendukung pemantauan oleh psikolog. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model deteksi ekspresi wajah mencapai tingkat akurasi sebesar 90% pada pengujian laboratorium, sementara modul voice-to-text mencapai akurasi 98%. Uji coba awal pada subjek Generasi Z menunjukkan keandalan sistem dalam mengenali emosi utama, meskipun masih ditemukan keterbatasan pada klasifikasi emosi marah. Secara keseluruhan, prototipe INTEND berpotensi menjadi bentuk intervensi non-farmakologis yang inovatif dalam mendukung deteksi dini gangguan mental serta memperluas akses dukungan emosional yang lebih personal dan ramah bagi Generasi Z di Indonesia

    HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA

    Get PDF
    Masa remaja merupakan fase yang ditandai dengan banyak perubahan yang terjadi pada individu, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetika, lingkungan keluarga dan pertemanan, serta proses pembentukan dan pencarian identitas diri. Dalam proses ini, remaja sering mengandalkan media sosial sebagai wadah untuk membentuk interaksi sosial. Meskipun media sosial memberikan kenyamanan dan manfaat, ia juga dapat memberikan dampak negatif yang dapat memicu kecemasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Partisipan terdiri dari 195 remaja berusia 12 hingga 21 tahun yang aktif menggunakan platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Twitter, untuk berinteraksi atau mengunggah konten. Data dikumpulkan menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur kecemasan, serta Social Media Use Integration Scale (SMUIS) untuk mengukur penggunaan media sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson’s r dengan menggunakan software SPSS versi 22 untuk Windows. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan state pada remaja, dengan koefisien korelasi sebesar 0.622 (p < 0.05). Adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kecemasan trait pada remaja, dengan koefisien korelasi sebesar 0.698 (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tingginya tingkat penggunaan media sosial, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja

    Peran Sikap Terhadap Perilaku sebagai Mediator Literasi Kesehatan Mental dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Emerging Adulthood di Pulau Jawa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran sikap terhadap perilaku sebagai mediator dalam hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku mencari bantuan kesehatan mental pada emerging adulthood di Pulau Jawa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif survey dengan melibatkan responden berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Pulau Jawa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu satu item dari Help-seeking Behavior Questionnaire, Mental Health Literacy Questionnaire-Short Version Adult (MHLq-SVa) versi bahasa Indonesia dan alat ukur TPB yang disusun oleh tim penelitian berdasarkan hasil preliminary study. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik binomial dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan sikap terhadap perilaku (R² = 0,256, p < .001) , terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap perilaku dan perilaku mencari bantuan kesehatan mental (Estimate = 0,05163; SE = 0,0231; Z = 2,238 ; p = 0,025; OR = 1,0530). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental terhadap perilaku mencari bantuan (Estimate = -0,00328; SE = 0,0269; Z = -0,122; p = 0,903; OR = 0,9967). Oleh karena itu, analisis mediasi tidak dapat dilanjutkan karena terdapat satu kondisi yang tidak signifikan

    79,748

    full texts

    81,848

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇