Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)
Not a member yet
    111 research outputs found

    Analisis Kinerja Kuantifikasi Mikroplastik dari Total Suspended Particulate dengan Metode Berbasis Peralatan Laboratorium Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi dan kuantifikasi mikroplastik di udara kawasan Kampus ITB menggunakan metode dengan peralatan sederhana. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan studi serupa di lokasi yang sama. Sampel partikel dari Total Suspended Particulate (TSP) dikumpulkan selama tujuh hari menggunakan High Volume Sampler (HVS), kemudian dilakukan ekstraksi dengan air ultrapure, dekomposisi organik menggunakan H?O?, dan pemisahan densitas dengan larutan NaI. Identifikasi visual dilakukan untuk mengetahui jumlah partikel, bentuk, dan warna. Hasil identifikasi menunjukkan dominasi fragmen (404,90 partikel/filter) dan fiber (137,99 partikel/filter), dengan konsentrasi 1,3–7,3 partikel/m³. Hasil menunjukkan estimasi jumlah partikel yang sebanding dengan kuantifikasi sampel yang menggunakan µFTIR dan metoda ekstraksi yang serupa. Pendekatan ini terbukti efektif untuk kuantifikasi mikroplastik dalam TSP dengan peralatan sederhana. Penelitian ini memberikan fondasi penting bagi pengembangan riset mikroplastik di Indonesia, khususnya di laboratorium dengan keterbatasan fasilitas analitik mutakhir

    Kajian Ekokritik Sastra: Analisis Cerpen Sumur Lebak dan Ayah, Karya Eep Saefullah Fatah (dalam Buku Lelaki dari Neraka dan Cerita-Cerita Manusia Keras Kepala Lainya)

    Get PDF
    Jika berbicara tetang cerpen, maka tentu tidak akan lepas dari sebuah karya yang dibuat dengan ringkas, indah dan bias saja sesuai dengan realitas. Seperti halnya cerpen berjudul Sumur Lebak dan Ayah karya dari penulis Eep Saefullah Fatah kali ini. Di sana terdapat berbagai hal yang memang kedaan yang mangandung berbagai masalah. Dari cerpen ini, kemudian Eep membuat kritik untuk menumbuhkan kesadaran dan gerakan perbaikan. Sebagaimana yang tersisip secara perkataan dan tindakan dalam tokoh cerpennya. Serta hal itu terbukti dari realitas Kali Srengseng Cikarang Hilir yang bertumpuk sampah

    Kajian Ekologi Sastra: Animal Plascticum Karya M. Faizi Dalam Buku Merusak Bumi Dari Meja Makan

    Get PDF
    Lingkungan adalah tempat lika-liku perbuatan manusia. Di sini, manusia bisa bebas berekspresi sesuai kehendaknya: merawat dan merusak. Dua perilaku ini sama-sama dipercaya dapat merubah situasi serta kondisi. Alam yang mempunyai ekosistemnya sendiri, dari dulu hingga kini, selalu berjibaku dengan manusia. Produk sastra setidaknya menjadi salah satu bentuk kebudayaan sebagai tujuan utama. Sebagaimana kajian sastra yang lebih dulu mengarah kapada lingkungan, hal ini menjadi tanda bahwa produk ini bisa mempengaruhi secara langsung sebagai media sikap, tanggapan dan representasi pandangan masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, potensi sastra tidak hanya mengungkapkan sisi soal lingkungan saja, tetapi termasuk di dalamnya terdapat nilai-nilai kearifan luhur. Buku Merusak Bumi Dari Meja Makan karangan M. Faizi termasuk esai-esai lingkungan, lebih spesifik terhadap persoalan sampah yang menjadi bagian penting dalam bentuk narasi. Ulah manusia, bisa dikatakan, merupakan salah satu kunci masa depan semesta

    Pemanfaatan Media Baru Sebagai Strategi Promosi Gerakan Makan Ikan untuk Mengatasi Masalah Stunting di Indonesia

    Get PDF
    Setelah 78 tahun merdeka, stunting atau gagal tumbuh kembang masih menjadi masalah mendasar masyarakat Indonesia. Meskipun Pemerintah telah memberikan perhatian serius dalam penanganannya, hasilnya belum optimal. Sebagai negara kepulauan dengan produksi perikanan yang melimpah, konsumsi ikan belum menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Kampanye gerakan makan ikan yang telah dilakukan secara gencar oleh Pemerintah belum secara signifikan mendorong peningkatan konsumsi ikan. Perkembangan teknologi informasi memunculkan media baru sebagai sebuah alternatif komunikasi dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan yang bernilai gizi tinggi. Berbagai media baru seperti internet, aplikasi, games, animasi, media sosial dan lainnya dapat memperkuat komunikasi publik. Penelitian ini dilakukan dengan studi literasi terkait perkembangan penggunaan media baru dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan bergizi. Studi ini dilakukan untuk menemukan pola komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat melalui media baru. Hasil studi diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan konsumsi ikan dengan lebih terintegrasi

    Kajian Ekoliterasi Lingkungan: Sikap Islam Terhadap Lingkungan Karya M. Quraish Shihab Dalam Buku Islam dan Lingkungan (Perspektif Al-Quran Meyangkut Pemeliharaan Lingkungan)

    Get PDF
    Damage environment couldn’t be separated from the factors of inhabitants. At this point, human as chalip in this world should be the main focus of damage environment. For make it doesn’t sustain, religion responds it with various guidance in the holy books. The guidance of Islam in the holy Quran is clearly about how to protect nature. However, the majority of Muslims do not even realize or understand it properly. Due to this existence, the book Islam & Environment (Al-Quran Perspective Concerning Environmental Care) is present as an attempt to show clarity. M. Quraish Shihab as author of this book, immediately took various verses to display, one of the most visible points consists of six verses.Kerusakan Alam tidak pernah lepas dari faktor penghuninya. Dalam titik ini, manusia sebagai khalifah di muka bumi patutlah menjadi sorotan utama kerusakan lingkungan. Hal itu kemudian agar tidak berkelanjutan agama menyikapinya dengan berbagai tuntunannya dalam kitab suci. Islam dalam kitab suci Al-Qur’an juga begitu jelas sekali perihal menjaga alam. Namun mayoritas muslim malah tidak menyadari atau memahaminya secara benar. Atas keberadaan demikian, buku Islam & Lingkungan (Perspektif Al-Quran Meyangkut Pemeliharaan Lingkungan) hadir sebagai upanya menunjukkan kejelasannya. M. Quraish Shihab sebagai penulis buku itu, langsung mengambil berbagai ayat untuk ditampakkan, salah satu intinya yang amat tampak terdiri dari enam ayat.

    Membangun Resiliensi Pangan dengan Memanfaatkan Ekonomi Sirkular di Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Food is one of human primary need and in accordance to the twelfth poin of Sustainable Development Goals, there need to be a collaboration between the government body, communities, civil society, private sectors, and researchers. In addition to ending starvation, food production needs to be done with sustainability in mind, which not only focusing on increasing harvests, but also pay attention to environmental aspect generated in food production or/and consumption. The need of food is increasing along with the increasing of population in various cities, there’s a need for systematic transformation by applying the concept of circular economy, therefore to ensure the continuity of the use of the agricultural sector to meet basic needs, as a form of adaptation, namely by reusing product waste into more useful resources in the food production process in the next cycle.Pangan merupakan kebutuhan primer manusia dan sesuai dengan poin kedua sustainable development goals, pemerintah, masyarakat, komunitas sosial, pihak swasta dan peneliti harus berkolaborasi untuk mengakhiri kelaparan dunia dan mengeleminasi malnutrisi. Selain mengakhiri kelaparan, dalam proses pengadaan pangan juga harus dilakukan secara berkelanjutan, yaitu tidak hanya berfokus kepada peningkatan hasil panen semata, namun juga memperhatikan aspek kelingkungan yang ditimbulkan dalam proses produksi maupun konsumsi pangan tersebut. Seiring dengan bertambahnya penduduk kota meningkat pula kebutuhan manusia akan pangan, sehingga untuk menjamin kontinuitas pemanfaatan sektor agrikultur untuk memenuhi kebutuhan dasar harus diterapkan konsep ekonomi sirkular sebagai bentuk adaptasi, yakni dengan memanfaatkan kembali sisa produk menjadi sumber daya yang bermanfaat dalam proses produksi pangan dalam siklus selanjutnya

    Dampak Pembuangan dan Pembakaran Sampah Terhadap Lingkungan di Gunung Salam

    Get PDF
    Mount Salam is located in Salamkanci Village. Natural beauty makes the mountains often passed by humans. Unfortunately, the behavior of throwing garbage by humans results in pollution of the ecosystem on Mount Salam. This research was conducted to identify the types of garbage in Mount Salam and analyze the impact that will be caused. This research uses research journals as references. The research method is a combination of literature review and qualitative research. The results of the study explained that Mount Salam was once a natural tourist spot that had experienced forest fires. The trigger of this forest fire is because people don’t heed warning writings and litter. Land that isn’t so large causes garbage to accumulate. The fire occurred due to human activities who were smoking and throwing cigarette butts towards the land with a lot of garbage. Another trigger is due to friction between dry branches around land full of garbage to cause sparks. The fires provide pollution and adverse impacts, especially in the health sector. Therefore, the Regional Government must be firm in steps to maintain the cleanliness of the environment by implementing clear regulations, giving instructions to the community not to carry out littering.Gunung Salam terletak di Desa Salamkanci. Keindahan alamnya menjadikan pegunungan tersebut sering di lewati oleh manusia. Akan tetapi, perilaku membuang sampah sembarangan oleh manusia mengakibatkan pencemaran ekosistem di Gunung Salam. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis sampah di Gunung Salam dan menganalisis dampak yang akan ditimbullkan. Penelitian ini menggunakan jurnal penelitian sebagai referensi-referensi ilmiah. Metode penelitian dalam artikel ini merupakan gabungan dari kajian pustaka dan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Gunung Salam dahulu merupakan tempat wisata alam pernah mengalami kebakaran hutan. Pemicu dari kebakaran hutan ini karena masyarakat yang tidak menggubris tulisan peringatan dan membuang sampah sembarangan. Lahan yang tidak begitu luas mengakibatkan sampah semakin menumpuk. Kebakaran tersebut terjadi akibat ulah manusia yang sedang merokok dan membuang puntung rokok tersebut ke arah lahan yang banyak sampah tersebut. Pemicu lainnya yaitu akibat gesekan antara ranting kering di sekitar lahan yang penuh sampah hingga menimbulkan percikan api. Kebakaran tersebut memberikan polusi dan dampak yang buruk, terutama dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah harus tegas dalam langkah untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan regulasi yang jelas, memberikan instruksi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembuangan sampah sembarangan

    Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Sebagai Upaya Pengendalian Limbah Peternakan

    Get PDF
    Cows are mammals that are widely bred throughout Indonesia. The large number of cattle breeders in Indonesia has positive and negative sides when viewed from various points of view. Cattle farming generally produces livestock waste, especially manure. Cow dung can be used as a basic ingredient for alternative energy production in the form of biogas. However, in reality, many cattle breeders ignore the problem of animal waste and it is wasted, even causing pollution to the environment. This research aims to test the use of cow dung as the main organic material in biogas production as a sustainable effort to minimize the environmental impact due to livestock waste and as an alternative energy. This research uses an experimental method with a biogas production trial for 21 days using a simple digester. The research results show that cow dung has great potential as a raw material for making biogas. Other factors influence biogas production, such as acidity levels, environmental temperature, and manure conditions.Sapi merupakan mamalia yang cukup banyak diternakkan diseluruh wilayah Indonesia. Besarnya jumlah peternak sapi di daerah Indonesia memiliki sisi positif dan negatif jika ditinjau dari berbagai sudut pandang. Peternakan sapi pada umumnya menghasilkan limbah ternak, terutama kotoran. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produksi energi alternatif berupa biogas. Namun pada kenyataannya, banyak peternak sapi yang mengabaikan masalah limbah kotoran hewan ini dan terbuang sia-sia, bahkan menjadi polusi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan pemanfaatan kotoran sapi menjadi bahan organik utama dalam produksi biogas sebagai upaya berkelanjutan dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat limbah peternakan dan sebagai energi alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan produksi biogas selama 21 hari menggunakan digester sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran sapi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku pembuatan biogas. Selain itu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi biogas seperti tingkat keasaman, temperatur lingkungan, dan kondisi kotoran yang digunakan.

    Peran Kader Konservasi Sebagai Mitra Taman Nasional Alas Purwo Dalam Upaya Pelestarian Alam

    Get PDF
    Kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo berfungsi secara ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat sekitar desa penyangga. Mampu memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga keseimbangan penyangga kehidupan tetap terjaga. Namun sekarang potensi sumber daya alam sudah mengalami penurunan kualitas dan kuantitas disebabkan adanya deforestasi. Kerusakan sumber daya alam hayati dan ekosistem tentu akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Analisa data menggunakan model interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kader konservasi sebagai garda terdepan sebagai pelopor kegiatan pelestarian dan pengawetan sumber daya alam hayati dan ekosistem di Taman Nasional Alas Purwo. Peran kader konservasi sebagai inisiator, motivator, fasilitator, sekaligus mitra pembangunan yang diharapkan mampu berperan serta dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mencintai alam dan lingkungan

    Pola Distribusi Mikroba dan Pengaruhnya Terhadap Pembenihan Larva Udang Vanamei Di Hatchery Pantai Ketang Lampung

    Get PDF
    Abstract: The microbial distribution pattern or dispersion of microbes in a water environment was the primary focus of this research. The study aimed to analyze the total density of Vibrio sp., coliform, and plankton in seawater, as well as the relationship between microbes and the hatching of vanamei shrimp larvae. The research was conducted from April to August 2022 at Pantai Ketang, Kalianda, Lampung, in the Microbiology and Zoology laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lampung University. The research employed an exploratory survey method, including the calculation of total Vibrio, coliform, plankton, and survival rates. Data analysis was carried out using analysis of variance, followed by the Duncan test (? = 0.05) for identifying significant differences among groups. Additionally, the microbial relationship was analyzed using Pearson correlation (? = 0.05). The results revealed that the highest Vibrio density occurred in May (3 CFU/ml) and in larval shrimp rearing water (M) (5 CFU/ml). Coliform density was less than < 3 MPN/100ml, and the highest plankton density was observed in August (2×102 ind/L) and in high tide seawater (P) (1×104 ind/L). However, there was a very low correlation between microbial density and the survival rate of vanamei shrimp larvae.Pola distibusi mikroba atau penyebaran mikroba dalam suatu area perairan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kepadatan total Vibrio sp., coliform, dan plankton dari air laut, serta hubungan mikroba terhadap pembenihan larva udang vanamei. Penelitian dilakukan bulan April sampai Agustus 2022 berlokasi di Pantai Ketang, Kalianda, Lampung, laboratorium Mikrobiologi dan Zoologi FMIPA Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode survei eksploratif. Tahap penelitian meliputi perhitungan total Vibrio, coliform, plankton, dan tingkat kelangsungan hidup. Analisis dilakukan analysis of variance, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji Duncan (? = 0,05), sedangkan hubungan mikroba dianalisis dengan korelasi Pearson (? = 0,05). Hasil penelitian diketahui kepadatan Vibrio tertinggi pada bulan Mei (3 CFU/ml) dan air pemeliharaan larva (M) (5 CFU/ml), kepadatan coliform sebanyak < 3 MPN/100ml, kepadatan plankton tertinggi terjadi pada bulan Agustus (2×102 ind/L) dan air laut pasang (P) (1×104 ind/L). Terdapat hubungan yang sangat rendah antara kepadatan mikroba terhadap tingkat kelangsungan hidup larva udang vanamei

    100

    full texts

    111

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇