Cows are mammals that are widely bred throughout Indonesia. The large number of cattle breeders in Indonesia has positive and negative sides when viewed from various points of view. Cattle farming generally produces livestock waste, especially manure. Cow dung can be used as a basic ingredient for alternative energy production in the form of biogas. However, in reality, many cattle breeders ignore the problem of animal waste and it is wasted, even causing pollution to the environment. This research aims to test the use of cow dung as the main organic material in biogas production as a sustainable effort to minimize the environmental impact due to livestock waste and as an alternative energy. This research uses an experimental method with a biogas production trial for 21 days using a simple digester. The research results show that cow dung has great potential as a raw material for making biogas. Other factors influence biogas production, such as acidity levels, environmental temperature, and manure conditions.Sapi merupakan mamalia yang cukup banyak diternakkan diseluruh wilayah Indonesia. Besarnya jumlah peternak sapi di daerah Indonesia memiliki sisi positif dan negatif jika ditinjau dari berbagai sudut pandang. Peternakan sapi pada umumnya menghasilkan limbah ternak, terutama kotoran. Kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produksi energi alternatif berupa biogas. Namun pada kenyataannya, banyak peternak sapi yang mengabaikan masalah limbah kotoran hewan ini dan terbuang sia-sia, bahkan menjadi polusi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan pemanfaatan kotoran sapi menjadi bahan organik utama dalam produksi biogas sebagai upaya berkelanjutan dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat limbah peternakan dan sebagai energi alternatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan produksi biogas selama 21 hari menggunakan digester sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran sapi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku pembuatan biogas. Selain itu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi biogas seperti tingkat keasaman, temperatur lingkungan, dan kondisi kotoran yang digunakan.
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.