Jurnal Ekologi, Masyarakat & Sains (EMS)
Not a member yet
111 research outputs found
Sort by
Strategi Inovatif dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Analisis SWOT dan AHP pada Bank Sampah Induk Sadang Serang, Kota Bandung
Abstract: Waste management has become a critical issue in the context of sustainable development. This challenge is increasingly urgent in urban areas, particularly in developing cities like Bandung. This journal aims to analyze the potential development of BSI (Community-Based Waste Management) in Sadang Serang to assist with waste management in Bandung City. The research method used combines qualitative and quantitative approaches, incorporating SWOT and AHP (Analytic Hierarchy Process) methods. SWOT and AHP questionnaires were distributed to all eight BSI Sadang Serang managers, and ATP (Ability to Pay) and WTP (Willingness to Pay) questionnaires were distributed to 31 respondents. Based on the research results, the priority order in the waste management aspects is as follows: Community Participation Aspect, Financing Aspect, Regulatory Aspect, Institutional Aspect, and Technical Operational Aspect, with a Consistency Ratio (CR) of 0.06. Meanwhile, the CR for the priority of alternative strategies is 0.09. The ATP and WTP questionnaires were also distributed to the general public, resulting in an ATP value of Rp. 15.919 and a WTP value of Rp. 5.887. Pengelolaan sampah menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Hal ini juga telah menjadi tantangan yang semakin mendesak dalam perkotaan, terutama kota-kota berkembang seperti Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan Bank Sampah Induk (BSI) di Sadang Serang dalam membantu pengelolaan sampah di Kota Bandung. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggabungkan metode Strength, Weakness, Oppurtunities, Threats (SWOT) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Penyebaran kuesioner SWOT dan AHP dilakukan kepada seluruh pengelola BSI Sadang Serang yang berjumlah 8 orang serta penyebaran kuesioner ATP (Ability to Pay) dan WTP (Willingness to Pay) kepada 31 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh urutan priotas dalam aspek pengelolaan sampah adalah Aspek Partisipasi Masyarakat, Aspek Pembiayaan, Aspek Regulasi, Aspek Kelembagaan, Aspek Teknis Operasional dengan Consistency Ratio (CR) adalah 0,06. Sedangkan Consistency Ratio (CR) prioritas alternatif strategi adalah 0,09. Penyebaran kuesioner ATP dan WTP juga dilakukan untuk masyarakat umum dan diperoleh nilai ATP sebesar Rp. 15.919 dan nilai WTP Rp. 5.887
Pemetaan Penelitian Literasi Lingkungan: Analisis Bibliometrika Tahun 1971 s/d 2024
Penelitian ini mengeksplorasi tren dalam literasi lingkungan menggunakan analisis bibliometrik, mengingat urgensi topik ini di tengah krisis lingkungan global. Dengan menggunakan data publikasi ilmiah dari 1971 hingga 2024, studi ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penelitian serta kolaborasi internasional. Temuan menyoroti pentingnya integrasi literasi lingkungan dalam pendidikan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan kolektif terhadap keberlanjutan. Selain itu, perkembangan teknologi berperan krusial dalam memperluas akses terhadap informasi dan mendukung gerakan global untuk menjaga lingkungan. Studi ini menegaskan perlunya sinergi antara pendidikan, kebijakan, dan teknologi untuk mengoptimalkan literasi lingkungan.
Penerapan Aerasi Intermittent Pada Proses Biofilter Aerob Untuk Mendegradasi COD dan Total Nitrogen Limbah Cair Domestik
Limbah cair domestik merupakan sumber pencemar bagi perairan. Limbah ini mengandung bahan organik dan ammonia. Pengolahan biologis seperti biofilter aerob dapat digunakan untuk mendegradasi bahan organik dan amonia. Biofilter aerob akan dikombinasikan dengan aerasi intermittent untuk memaksimalkan proses nitrifikasi dan denitrifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas proses pengolahan air limbah domestik menggunakan biofilter aerob yang dipadukan dengan aerasi intermittent untuk menurunkan parameter COD dan total nitrogen. Variasi yang digunakan ada dua yaitu jenis media dan rasio waktu aerasi intermittent. Media yang digunakan berupa bioball dan bioring. Sedangkan rasio waktu aerasi intermittent yang digunakan yaitu 6,5:1,5 jam (6,5 jam oxic-1,5 jam anoxic); 6:2 jam (6 jam oxic-2 jam anoxic); 5,5:2,5 jam (5,5 jam oxic-2,5 jam anoxic); dan 5:3 jam (5 jam oxic-3 jam anoxic). Persentase penurunan COD dan total nitrogen paling optimum yaitu 83,3% dan 97,5% pada rasio waktu 6,5:1,5 jam dan 6:2 jam di dalam reaktor dengan media bioball
Implementasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Bank Sampah di Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta
The city of Yogyakarta is a densely populated area that produces tons of waste every day. Waste needs to be managed to prevent negative impacts on the environment. This study aims to determine the implementation of sustainable waste management through the waste bank program. The location of this research includes 4 active waste banks in Kotabaru Village, Yogyakarta City. Data collection was carried out during September - October 2023 through observation, interview, and documentation techniques. The data obtained will be processed by data reduction, presentation, and conclusion drawing. Waste management is an important element in efforts to create sustainable cities in accordance with SDGs 11, "Sustainable Cities and Settlements" and SDGs 12, "Sustainable Consumption and Production". According to the research results, there are 3 main factors that become obstacles to waste bank management, including public awareness, limited management resources, and weak administrative systems. The implementation of sustainable waste management through the waste bank program in Kotabaru Village has been implemented well but needs to be optimized to be effective in managing community waste.Kota Yogyakarta merupakan kawasan padat penduduk yang menghasilkan timbunan sampah setiap harinya. Sampah perlu dikelola untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program bank sampah. Lokasi penelitian ini meliputi 4 bank sampah aktif di Kelurahan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilaksanakan selama bulan September – Okober 2023 melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat akan diolah dengan cara reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pengelolaan sampah adalah elemen penting dalam upaya menciptakan kota berkelanjutan sesuai dengan SDGs 11, “Kota dan Permukiman Berkelanjutan” dan SDGs 12, “Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan”. Menurut hasil penelitian, terdapat 3 faktor utama yang menjadi hambatan pengelolaan bank sampah, yaitu kesadaran masyarakat, sumber daya pengelola yang terbatas, dan sistem administrasi yang buruk. Implementasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program bank sampah di Kelurahan Kotabaru sudah dilaksanakan dengan baik namun perlu dioptimalkan agar efektif dalam menangani sampah masyarakat
Adakah yang Dibuang?Belajar Praktik Baik Pengelolaan Bahan Makanan Warung Kuliner Sore Hari di Kota Salatiga
Salatiga merupakan wilayah yang strategis di wilayah Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang, sehingga seringkali menjadi tempat persinggahan para wisatawan yang melintas ke tiga kota tersebut. Sebagai akibatnya, warung kuliner di kota Salatiga juga berkembang pesat dari waktu ke waktu yang berimplikasi pada potensi timbulan sampah makanan (food waste). Namun, studi mengenai sisa makanan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi produksi makanan dan sampah makanan yang dihasilkan oleh warung kuliner dan konsumennya di Kota Salatiga. Studi dilakukan dengan metode kualitatif pada lima warung kuliner yang berjualan sore hingga malam hari di Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah makanan yang dibuang oleh warung kuliner adalah sampah makanan yang berasal dari bagian yang tidak dapat dimakan seperti kulit telur, minyak jelantah, dsb. Namun ada warung kuliner yang menunjukkan praktik baik dengan menyajikan porsi yang tepat bagi pembeli, sehingga memperkecil potensi menyampah. Selain itu, makanan yang tidak dihabiskan biasanya dibawa pulang oleh pembeli, sehingga tidak menjadi sampah
Penambangan Pasir Ilegal: Studi Kasus Dampak Ekologi Penambangan Pasir Ilegal Pada Desa Sumberasri Nglegok Blitar
Abstract: Case on of that research is to show that the effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region. Where that research intends to elaborate that the effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region and to respond related to this problem, review use qualitative approach, how to process the data with investigation, interviews, and filing. And the main thing this of the study show that effects of fine crackle exploitation are related to the sustainability of the area on Sumbersari Area, Nglegok Region, Blitar City, which the main thing this provides good effect in the form of increased income for miners and the availability of material in the form of natural sand at affordable prices and order times tend to be faster.
Penambangan pasir merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka usaha pencarian, penambangan ( penggalian ),pengolahan, pendayagunaan, serta penjualan bahan galian ( mineral, batu bara, panas bumi, migas ). Penambangan pasir juga dimaknai sebagai sesuatu dari yang dalam untuk dinaikkan ke atas dengan memakai alat sederhana maupun mesin. Dimana penambangan pasir pada prinsipnya bersifat industri serta bahan baju tanahnya yang diperoleh serta digali dari tanah, pengelolaannya sangat berhubungan dengan lingkungan hidup. Maka para pengusaha tambang pasir sepatutnya lebih mempertimbangkan segi kelestarian lingkungan hidup dalam menjalankan kegiatan usahanya sebab hal itu sudah diatur dengan tegas dalam undang-undang. Tujuan penelitian ini ialah memaparkan imbas dari eksploitasi kresik halus pada kelestarian alam pada Desa Sumbersari Kecamatan Nglegok serta untuk memperoleh jawaban terkait persoalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun dalam penentuan sampel penulis, menggunakan teknik angket, selanjutnya untuk menganalisis penulis menggunakan Teori Masyarakat Resiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya resiko fisik ekologis terhadap sungai di Desa Sumberasri Nglegok Blitar antara lain rusaknya lahan, terhambatnya flora serta fauna, lahan rentan akan longsor serta banjir, terjadinya polusi udara serta pencemaran air
Tantangan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia: Suatu Tinjauan Lingkungan Hidup
This text is preliminary research on the challenges of sustainable agriculture in Indonesia. The research aims to provide an opinion on the main challenges of the agricultural sector when viewed from an environmental science perspective. Criticism of agricultural management is in line with humanity\u27s concerns about the failure of the concept of modern industrialization in controlling the rate of environmental degradation. The challenge of the agricultural sector was originally to double land productivity, but now it has changed to land sustainability with production remaining stable. The method for writing this manuscript is library research, namely collecting various scientific references and analyzing them using the content analysis method. The conclusion of this research is that Indonesian agriculture has challenges in four main quadrants, namely farmer professional competence, agricultural institutions, government policies and social movements.Naskah ini adalah riset pendahuluan tentang tantangan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Riset ini bertujuan memberikan pendapat tentangan tantangan utama sektor pertanian jika dilihat melalui sudut pandang ilmu lingkungan. Kritik atas pengelolaan pertanian sejalan dengan kerisauan umat manusia tentang kegagalan konsep industrialisasi modern dalam pengendalian laju kerusakan lingkungan hidup. Tantangan sektor pertanian semula adalah melipatgandakan produktivitas lahan, kini berubah menjadi keberlanjutan lahan dengan produksi yang tetap stabil. Metode penulisan naskah ini adalah riset pustaka yakni mengumpulkan berbagai rujukan ilmiah dan dianalisis dengan metode content analysis. Kesimpulan riset ini adalah pertanian Indonesia memiliki tantangan dalam empat kuadran utama, yakni kompetensi profesional petani, kelembagaan pertanian, kebijakan pemerintah, dan gerakan sosial
Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Kuliner Pantai Warna Oesapa Kota Kupang
Permasalahan sampah di kawasan wisata masih menjadi masalah. Jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan, lingkungan dan minat wisatawan. Studi ini bertujuan menggambarkan pengelolaan sampah di kawasan wisata kuliner Pantai Warna Oesapa Kupang. Metode yang digunakan adalah observasi pada tahapan pengelolaan sampah mulai dari penimbulan, pewadahan, pengangkutan, dan kondisi TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak wadah pengumpulan sampah berupa karung. Sampah paling banyak dihasilkan pada hari Sabtu dan Minggu. Kondisi wadah pengumpul sampah pada pedagang dan TPS belum memenuhi syarat. Pengangkutan sampah menuju TPA sudah dilakukan dengan baik. Perlu adanya edukasi bagi para pedagang dan pengawasan dan evaluasi terus menerus dalam upaya penanganan sampah
Ancaman Perubahan Iklim di Pulau Kecil: Studi Kasus Kerentanan Ekologis Pulau Bawean
Climate change has a significant impact on small islands, including Bawean Island, which faces various threats such as rising sea levels, increasing temperatures, and the degradation of marine ecosystems, particularly coral reefs. This study aims to assess the ecological vulnerability of Bawean Island to climate change and the adaptive strategies employed by the local community, especially fishermen. The results show that climate change affects the livelihood of fishermen through changes in weather patterns, seasonal cycles, and reduced fish catches. Bawean\u27s fishing communities have developed various adaptive strategies, such as avoiding the use of destructive fishing gear, utilizing local knowledge of winds and seasons, and participating in conservation programs like mangrove planting to mitigate coastal erosion. This study emphasizes the importance of a human ecology approach in understanding community adaptation to climate change. These adaptations not only involve responses to physical environmental changes but also social and economic engagement influences community resilience. The study recommends the need for policy interventions that support ecosystem sustainability and the development of environmentally friendly technologies to enhance the adaptive capacity of Bawean Island\u27s communities in the face of future climate change impacts.Bawean Perubahan iklim memiliki dampak signifikan pada pulau-pulau kecil, termasuk Pulau Bawean, yang menghadapi berbagai ancaman seperti kenaikan permukaan air laut, suhu yang meningkat, dan degradasi ekosistem laut, terutama terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerentanan ekologis Pulau Bawean terhadap perubahan iklim serta strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat, khususnya para nelayan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan para nelayan di beberapa desa di Pulau Bawean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim memengaruhi mata pencaharian masyarakat nelayan melalui perubahan pola cuaca, siklus musim, dan penurunan hasil tangkapan ikan. Masyarakat nelayan Bawean telah mengembangkan berbagai strategi adaptasi, seperti menghindari penggunaan alat tangkap destruktif, memanfaatkan pengetahuan lokal tentang angin dan musim, serta berpartisipasi dalam program konservasi seperti penanaman mangrove untuk mengurangi abrasi pantai. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan human ecology dalam memahami adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim. Adaptasi ini tidak hanya mencakup respons terhadap perubahan lingkungan fisik tetapi juga keterlibatan sosial dan ekonomi yang memengaruhi ketahanan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi kebijakan yang mendukung kelestarian ekosistem dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat Pulau Bawean terhadap dampak perubahan iklim di masa mendatang