e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
Pengaruh Variasi Konsentrasi Indole Butyruc Acid (IBA) Terhadap Pertumbuhan Anggrek (Dendrobium canaliculatum) Pada Media Tumbuh Moss Putih
Orchids are ornamental plants that are in demand by the public because of the beauty of their flowers and are very profitable prospects. However, orchids have a long growth phase, with one of the critical phases being acclimatization. The development of the acclimatization phase is a prerequisite for obtaining a high plantlet survival rate. Good plantlet survival is obtained with a good root system using a growth regulator auxin Indole Butyric Acid with white moss growing media. This study aimed to study the effect of variations in IBA concentration on faster root growth of Dendrobium canaliculatum orchids using white moss media. Plantlet Dendrodium canaliculatum seed culture from sub culture 3 and selected first, planted in white moss media, and treated twice a week for a month using 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0 ml/L IBA and fertilizer NPK Mamigro 21-21-21 as much as 2 g/L. IBA concentration at 0.25 ml/L was the best concentration for the induction of new roots of Dendrobium canaliculatum orchids grown on white moss and had a high survival rate of 92%.Anggrek merupakan tanaman hias yang diminati masyarakat karena keindahan bunganya dan menjadi prospek yang sangat menguntungkan. Namun anggrek memiliki fase pertumbuhan yang panjang, dengan salah satu fase kritis yaitu aklimatisasi. Pengembangan fase aklimatisasi merupakan prasyarat untuk mendapatkan tingkat kelangsungan hidup planlet yang tinggi. Kelangsungan hidup planlet yang baik didapatkan dengan sistem perakaran yang baik dengan menggunakan zat pengatur tumbuh auksin Indole Butyric Acid dengan media tumbuh moss putih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi konsentrasi IBA terhadap pertumbuhan akar yang lebih cepat dari anggrek Dendrobium canaliculatum menggunakan media moss putih. Plantlet Dendrodium canaliculatum kultur benih dari sub kultur 3 dan diseleksi terlebih dahulu, ditanam dalam media moss putih, dan dirawat dua kali seminggu selama sebulan menggunakan 0,25, 0,50, 0,75, dan 1,0 ml/L IBA serta pupuk NPK Mamigro 21-21-21 sebanyak 2 g/L. Konsentrasi IBA pada 0,25 ml/L merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi akar baru anggrek Dendrobium canaliculatum yang ditanam pada moss putih dan mempunyai ketahanan hidup yang tinggi sebesar 92%
Perbandingan Efektivitas Slow Deep Breathing Dan Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
Hipertensi banyak dijumpai pada usia pertengahan. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah adalah relaksasi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rancana penelitian menggunakan Pre eksperimen design dengan pendekatan Two Group and Post test Design. Sampel penelitian 56 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini yaitu SOP, stopwatch, lembar observasi dan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah setelah diberikan slow deep breathing 5 mmHg sedangkan rerata setelah diberikan brisk walking exercise 9,14 mmHg. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-Test menunjukkan bahwa nilai p= 0,000 (<0,05), dapat disimpulkan bahwa slow deep breathing dan brisk walking exercise ada perbedaan efektivitas keduanya, dari kedua intervensi tersebut lebih efektif brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, karena brisk walking exercise dapat merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen & peningkatan oksigen jaringan, resistensi berkurang, mengurangi resiko terbentuknya arterosklerosis dan menurunkan tekanan darah. Slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah.Hipertensi banyak dijumpai pada usia pertengahan. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah adalah relaksasi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rancana penelitian menggunakan Pre eksperimen design dengan pendekatan Two Group and Post test Design. Sampel penelitian 56 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini yaitu SOP, stopwatch, lembar observasi dan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah setelah diberikan slow deep breathing 5 mmHg sedangkan rerata setelah diberikan brisk walking exercise 9,14 mmHg. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-Test menunjukkan bahwa nilai p= 0,000 (<0,05), dapat disimpulkan bahwa slow deep breathing dan brisk walking exercise ada perbedaan efektivitas keduanya, dari kedua intervensi tersebut lebih efektif brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, karena brisk walking exercise dapat merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen & peningkatan oksigen jaringan, resistensi berkurang, mengurangi resiko terbentuknya arterosklerosis dan menurunkan tekanan darah. Slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah
Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep
Riparian vegetation is a plant community of several types of habitus such as trees, saplings and seedlings that live on river banks. The characteristics of riparian vegetation which have specifically adapted to environmental conditions make it have many strategic functions in maintaining the ecosystem. Some of the positive impacts of riparian vegetation depend on the varying structure and composition of the vegetation. The destruction of riparian vegetation will result in a decrease in the function of riparian vegetation in maintaining the ecosystem. The aim of this research is to study the diversity and abundance of riparian vegetation and to study environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation. The method used is the belt transect method. The method is to make 4 belt transects, each measuring 10m x 80m. Each belt transect is made into a quadrant measuring 10m x 10m which is installed perpendicular to the river bank. Each quadrant is placed with a sampling plot measuring 2m x 2m for seedlings, 5m x 5m for saplings, and 10m x 10m for trees. Vegetation analysis includes: importance value index, diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C). The research was conducted on the Saroka River, Saronggi District, Sumenep Regency. The results of this research were the discovery of 37 types of riparian vegetation from 20 families whose habit was trees, saplings and seedlings. The highest INP for tree habitus is dominated by banana species, sapling habitus is dominated by cassava, while INP for seedling habitus is puzzle. The diversity index at all research stations is moderate (H'= 2.12), the uniformity index is high (E= 0.75) with a dominance index of 0.17 (almost no individuals dominate). Environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation are air humidity, soil pH and environmental temperature.Vegetasi riparian merupakan suatu komunitas tumbuhan dari beberapa jenis habitus seperti pohon, pancang dan semai yang hidup di tepian sungai. Karakteristik vegetasi riparian yang secara spesifik telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan menjadikannya memiliki banyak fungsi strategis dalam menjaga ekosistem. Beberapa dampak positif dari adanya vegetasi riparian sangat bergantung kepada struktur dan komposisi penyusun vegetasi secara bervariasi. Musnahnya vegetasi riparian akan mengakibatkan penurunan fungsi vegetasi riparian dalam menjaga ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian serta mempelajari faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan keklimpahan vegetasi riparian. Metode yang digunakan metode belt transect. Caranya dengan membuat 4 belt transect masing-masing berukuran 10m x 80m. Tiap belt transect dibuat kuadran berukuran 10m x 10m yang dipasang secara tegak lurus dengan tepi sungai. Tiap kuadran diletakkan plot pengambilan sampel berukuran 2m x 2m untuk semai, 5m x 5m untuk pancang, dan 10m x 10m untuk pohon. Analisis vegetasi, meliputi: indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Penelitian dilakukan di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian ini berupa ditemukan 37 jenis vegetasi riparian dari 20 famili yang berhabitus pohon, pancang dan semai. INP tertinggi pada habitus pohon didominasi oleh jenis Pisang, habitus pancang didominasi oleh Singkong, sedangkan INP habitus semai berupa teki-tekian. Indeks keanekaragaman di seluruh stasiun penelitian tergolong sedang (H’= 2,12), indeks keseragaman tergolong tinggi (E= 0,75) dengan indeks dominansi 0,17 (hampir tidak ada individu yang mendominasi). Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian adalah kelembaban udara, pH tanah dan suhu lingkungan
Uji Perlakuan Irisan Daun Mimba (Azadirachta indica) Terhadap Penyusutan Luka Ikan Zebra (Danio rerio) (Kajian Eksperimen Biologi)
Mimba adalah tanaman yang sangat berpotensial untuk dikembangkan pada saat ini, disebabkan mimba memiliki potensi besar untuk pengendalian hama, perlindungan terhadap lingkungan dan dalam bidang pengobatan. Azadirachta indica merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai obat – obatan. Dalam beberapa tahun yang lalu ikan zebra sering digunakan sebagai organisme model percobaan dalam ilmu bidang biomedis, hal ini karena ikan zebra memiliki anatomi dan proses fisiologis yang sama dengan vertebrata yang lainnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya mimba mengandung senyawa yaitu flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui pemberian daun mimba (Azadirachta indica) terhadap penyembuhan luka zebrafish (Danio rerio). Jumlah hewan uji adalah 28 ekor ikan zebra dibagi menjadi 4 kelompok.. Kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai perlakuan. Daun mimba di iris kemudian di taburkan ke dalam aquarium yang telah berisi ikan zebra yang terluka. Dilihat perubahan luka selama 7 hari. Dihitung dan di analisis rata – rata perubahan luka ikan zebra, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA menggunakan JAMOVI. Hasil dari penelitian ini penyusutan luka ikan zebra (Danio rerio) dengan rata – rata penyusutan luka sebanyak 0,0486 cm pada perlakuan kontrol, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P1 sebanyak 0,1429 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P2 sebanyak 0,1571 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P3 sebanayak 0,1714 cm, memiliki nilai yang beda nyata. Sehingga IDM dapat memberikan pengaruh terhadap penyusutan luka ikan zebra.Mimba adalah tanaman yang sangat berpotensial untuk dikembangkan pada saat ini, disebabkan mimba memiliki potensi besar untuk pengendalian hama, perlindungan terhadap lingkungan dan dalam bidang pengobatan. Azadirachta indica merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai obat – obatan. Dalam beberapa tahun yang lalu ikan zebra sering digunakan sebagai organisme model percobaan dalam ilmu bidang biomedis, hal ini karena ikan zebra memiliki anatomi dan proses fisiologis yang sama dengan vertebrata yang lainnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya mimba mengandung senyawa yaitu flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui pemberian daun mimba (Azadirachta indica) terhadap penyembuhan luka zebrafish (Danio rerio). Jumlah hewan uji adalah 28 ekor ikan zebra dibagi menjadi 4 kelompok.. Kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai perlakuan. Daun mimba di iris kemudian di taburkan ke dalam aquarium yang telah berisi ikan zebra yang terluka. Dilihat perubahan luka selama 7 hari. Dihitung dan di analisis rata – rata perubahan luka ikan zebra, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA menggunakan JAMOVI. Hasil dari penelitian ini penyusutan luka ikan zebra (Danio rerio) dengan rata – rata penyusutan luka sebanyak 0,0486 cm pada perlakuan kontrol, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P1 sebanyak 0,1429 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P2 sebanyak 0,1571 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P3 sebanayak 0,1714 cm, memiliki nilai yang beda nyata. Sehingga IDM dapat memberikan pengaruh terhadap penyusutan luka ikan zebra
Efek Ekstrak Biji Kapas (Gossypium hirsutum) terhadap Kualitas dan Perkembangan Embrio Mencit (Mus musculus)
The cottonseed contained gossypol which can reduce fertility by distrupting follicles and oocytes formation process and development. Folliculogenesis disorder can reduce quality and competence of oocytes to be fertilized. It has an impact on the quality and development of the embryo. The objective of this study was to evaluate the cottonseed extract effect on the quality and development of mice embryos. The research used a total experiment with completely randomized design consist of 4 treatments (0; 1.5; 2.1; and 2.7 g/kg BW EBK) and 6 replications. EBK are extracted maceration using ethanol 80%. EBK administration was orally injection for 24 days. Last day of EBK administration, mices were mated. Embryos were collected on the 4 days of pregnancy by flushing the uterine cornua, then development stage and quality of embryos were determined. Embryos were then cultured in vitro for 48 hours in culture medium PBS supplemented by 10% FBS. The result showed that EBK 2.7 g/kg BW dose can reduce embryos quality by finding retarded, degenerated, and unfertilized oocytes. The decreased embryos number and ability to progress to the blastocysts, expanded blastocysts, and hatched blastocysts stage occurred after culture for 48 hours. Retarded (4-8 cells) and degenerated embryos are not development in 24 hours culture. In conclusion, EBK is able reduce quality and development inhibit of mice embryos, so that it can be used as candidates for herbal contraception.Biji kapas mengandung senyawa metabolit sekunder gosipol yang mampu menurunkan fertilitas dengan mengganggu proses pembentukan dan perkembangan folikel serta oosit. Gangguan folikulogenesis dapat menurunkan kualitas dan kompetensi oosit untuk difertilisasi sehingga berdampak pada kualitas dan perkembangan embrio. Tujuan penelitian ini mengkaji efek ekstrak biji kapas (EBK) terhadap kualitas dan perkembangan embrio mencit. Desain penelitian eksperimen total dengan rancangan acak lengkap terdiri atas 4 perlakuan (0; 1.5; 2.1; dan 2.7 g/kg BB) dan 6 ulangan. EBK diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 80%. Pemberian EBK dilakukan melalui oral selama 24 hari. Mencit dikawinkan pada hari terakhir pemberian EBK. Embrio dikoleksi pada hari ke-4 kebuntingan dengan melakukan flushing kornua uterus, kemudian ditentukan stadium perkembangan dan kualitas embrionya. Embrio dikultur secara in vitro selama 48 jam dalam medium kultur PBS yang disuplementasikan 10% FBS. Hasil penelitian menunjukkan EBK dosis 2.7 g/kg BB menurunkan kualitas embrio dengan ditemukannya embrio retarded dan degenerasi, serta oosit unfertilisasi. Penurunan jumlah dan kualitas embrio yang berhasil berkembang ke tahapan blastosis, expanded blastosis, dan hatched blastosis terjadi setelah dikultur selama 48 jam. Embrio retarded (4-8 sel) dan degenerasi tidak berkembang pada kultur 24 jam. Kesimpulannya EBK menurunkan kualitas dan menghambat perkembangan embrio mencit sehingga dapat dijadikan sebagai kandidat bahan kontrasepsi herbal
Limbah Fermentasi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Berupa Pupuk Cair Organik Dalam Menunjang Pertumbuhan Seledri
Fertilizers produced from a mixture of materials that are easily decomposed, easily improve the physical, chemical and biological properties of the soil because they contain nutrients as an effort to increase plant growth are known as organic liquid fertilizers. The purpose of this study was to determine the potential of organic liquid fertilizer derived from the waste of butterfly pea kombucha fermentation combined with EM4 on the growth of celery plants. The research design includes T1, namely without treatment. T2 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 1 mL/L of EM4. T3 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 3 mL/L of EM4. T4 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 5 mL/L of EM4. The parameters of this study include plant height and number of leaves. The results of this study proved that kombucha fermented telang flower waste combined with EM4 correlated positively in supporting the growth parameters of celery plants, both plant height and number of celery plant leaves. The conclusion from this research is that the 5 mL/L treatment of 5 mL/L kombucha fermentation waste is the best treatment to support the research parameters, namely growth data on the average plant height and the number of leaves of celery plants.Pupuk yang dihasilkan dari campuran bahan-bahan yang mudah terurai, mudah memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah karena mengandung unsur hara sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan tanaman dikenal dengan pupuk cair organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pupuk cair organik yang berasal dari limbah fermentasi kombucha telang dikombinasikan dengan EM4 terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Desain penelitiannya meliputi T1 yaitu tanpa perlakuan. T2 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 1 mL/L EM4. T3 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 3 mL/L EM4. T4 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 5 mL/L EM4. Parameter penelitian ini meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian ini membuktikan limbah bunga telang fermentasi kombucha yang dikombinasikan dengan EM4 berkorelasi positif dalam mendukung parameter pertumbuhan tanaman seledri, baik tinggi tanaman maupun jumlah daun tanaman seledri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan 5 mL/L limbah fermentasi kombucha 5 mL/L merupakan perlakuan terbaik untuk mendukung parameter penelitian yaitu data pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman seledri
Potensi Antibakteri Senyawa Aktif Bunga Cananga odorata Terhadap Mycobacterium tuberculosis
Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral.Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral
Edukasi Audio Visual Terhadap Pengetahuan Pengendara Ojek Online Tentang Panic Button Di Kabupaten Lamongan
Panic button merupakan aplikasi pengganti call center gawat darurat seperti penanganan korban kecelakaan lalu lintas sehingga meminimalisir korban jiwa. Salah satu pekerjaan yang sering menemui kecelakaan lalu lintas adalah pengendara ojek online yang setiap hari berada dijalan raya. Tetapi pengetahuan mereka tentang panic button masihlah rendah.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button. Desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental One Group Pretest-Posttest yang dilakukan kepada 61 pengendara ojek online yang diambil menggunakan teknik Consecutive Sampling pada bulan Maret 2023. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran video edukasi tentang panic button. Data penelitian diambil dengan kuesioner pengetahuan panic button, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button sesudah diberikan metode edukasi audio visual (p=0,000). Edukasi audio visual dapat meningkatkan pengetahuan seseorang karena materi yang disampaikan dapat diterima melalui indra penglihatan dan pendengaran. Disarankan masyarakat mulai beralih dari call center berubah ke aplikasi panic button, dan untuk peneliti selanjutnya dapat memberikan intervensi berupa simulasi pelaporan panic button dan menambahkan kelompok pembanding.Panic button merupakan aplikasi pengganti call center gawat darurat seperti penanganan korban kecelakaan lalu lintas sehingga meminimalisir korban jiwa. Salah satu pekerjaan yang sering menemui kecelakaan lalu lintas adalah pengendara ojek online yang setiap hari berada dijalan raya. Tetapi pengetahuan mereka tentang panic button masihlah rendah.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button. Desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental One Group Pretest-Posttest yang dilakukan kepada 61 pengendara ojek online yang diambil menggunakan teknik Consecutive Sampling pada bulan Maret 2023. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran video edukasi tentang panic button. Data penelitian diambil dengan kuesioner pengetahuan panic button, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button sesudah diberikan metode edukasi audio visual (p=0,000). Edukasi audio visual dapat meningkatkan pengetahuan seseorang karena materi yang disampaikan dapat diterima melalui indra penglihatan dan pendengaran. Disarankan masyarakat mulai beralih dari call center berubah ke aplikasi panic button, dan untuk peneliti selanjutnya dapat memberikan intervensi berupa simulasi pelaporan panic button dan menambahkan kelompok pembanding
Identifikasi Mikroplastik di Sungai Ngrowo, Tulungagung
Microplastics are synthetic organic polymers with size range 0.001-5 mm. The existance of microplastics disperse in the environment are harmful to human and natural ecosystems along with possess damage effects on aquatic organisms. The aim of the research was to determine types and abundance of microplastics in Ngrowo River Tulungagung. Sampling of microplastics was conducted at three locations, namely north city, center city and south city. The stages of the research were start from abiotic factors measurement of water continued with sampling, filtering and drying sample, purifying and separation of microplastics particle and observation using stereo microscope. The microplastics types found were fragment, fiber, filament, granule and foam with the highest average of abundance 13,450 particles.(m3)-1 at the center city. The colors of microplastics obtained were dark blue, transparent, chocolate, white, black, grey and red with the highest number was dark blue. Microplastics are known derived from run off road the plastic particle, plastic degradation of domestic waste, industry and others anthropogenic activities. Mikroplastik merupakan polimer organik sintetik dengan rentang ukuran antara 0.001-5 mm. Keberadaan mikroplastik yang tersebar di lingkungan menjadi berbahaya terhadap ekosistem alami dan manusia serta memberikan dampak yang merugikan bagi organisme akuatik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan mikroplastik di Sungai Ngrowo Tulungagung. Pengambilan sampel air sungai dilakukan di 3 lokasi antara lain utara kota, pusat kota dan selatan kota. Tahapan penelitian dimulai dari pengukuran faktor abiotik air sungai kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel, penyaringan dan pengeringan sampel, pemurnian dan pemisahan partikel mikroplastik dan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Jenis mikroplastik yang ditemukan antara lain fragmen, fiber, filamen, granula dan foam dengan rerata total kelimpahan paling banyak terdapat di pusat kota sebesar 13,450 partikel.(m3)-1. Warna mikroplastik yang ditemukan antara lain biru gelap, transparan, coklat, putih, hitam, abu-abu dan merah dengan jumlah yang paling banyak adalah warna biru gelap. Mikroplastik diketahui berasal dari limpasan partikel plastik dari jalan, degradasi plastik dari limbah rumah tangga, industri dan aktivitas antropogenik lainnya
Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Sediaan Gel dengan Berbagai Jenis Gelling Agent
Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain.Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain