e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    257 research outputs found

    Eksplorasi Etnobotani Sebagai Obat Tradisional Masyarakat Desa Duko Kecamatan Rubaru - Sumenep

    Get PDF
    The utilization of plants as traditional medicine has been known for a long time by the people of Duko Village, Rubaru Subdistrict, Sumenep District. However, there is no data that can be used as an archive about plants in Duko Village, Rubaru District, Sumenep Regency. This study aims to determine the exploration of ethnobotanical diversity as traditional medicine and its parts used in traditional medicine and how it is utilized. This research is a non-experimental qualitative descriptive research and literature study. This research used field survey methods, semi-structured interviews, and documentation. This research was conducted in March-May 2023 in Duko Village, Rubaru District, Sumenep Regency. Sampling was carried out using purposive sampling technique in three hamlets, namely East Pedatar Hamlet, West Pedatar Hamlet, and Laok Lorong Hamlet, so that 97 respondents were obtained. Data analysis in this study used the Use Value Species (Uvs) method. The results showed that there were 107 species used by the people of Duko Village as traditional medicine to treat various diseases. Plant parts used include leaves with a percentage of 51%, fruit 26%, rhizomes 14%, flowers 11%, seeds 8%, tubers 7%, roots 7%, sap 6%, stems 4%, bark 2%, and plant hair parts 1%. Ways of utilizing plants in medicine include boiling, extracting, mashing, consuming directly, and roastingPemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Desa Duko Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Namun belum ada data yang bias dijadikan sebagai arsip tentang tumbuhan yang ada di Desa Duko Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksplorasi keanekaragaman etnobotani sebagai obat tradisional dan bagiannya yang digunakan dalam pengobatan tradisional serta cara pemanfaatannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif non-eksperimental dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2023 di Desa Duko Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling pada tiga Dusun, yaitu Dusun Pedatar Timur, Dusun Pedatar Barat, dan Dusun Laok Lorong, sehingga didapatkan responden sebanyak 97 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Use Value Spesies (Uvs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 107 spesies yang digunakan oleh masyarakat Desa Duko sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun dengan persentase sebesar 51%, buah 26%, rimpang 14%, bunga 11%, biji 8%, umbi 7%, akar 7%, getah 6%, batang 4%, kulit batang 2%, dan bagian rambut tumbuhan 1%. Cara pemanfaatan tumbuhan dalam pengobatan antara lain direbus, diekstraksi, dihaluskan, dikonsumsi secara langsung, dan dipanggang.&nbsp

    Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Dari Susu Kuda Bima (Equus sp.) Yang Berpotensi Sebagai Probiotik

    Get PDF
    The aim of this research is to isolate and characterize lactic acid bacteria from mare's milk which have the potential to act as probiotics. Bacterial identification includes gram staining, antimicrobial activity test, hemolytic activity test, pH and bile salt tolerance test. The research results showed that C5 isolates isolated from horse milk samples had potential as probiotics. Characterization includes the form of bacillary bacteria, antimicrobial activity against the pathogenic bacteria Escherichia coli ATCC of 0.40 mm, gamma hemolysis, tolerance to pH 2, 3, 5 and tolerance to bile salts of 0.4-1%.Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat dari susu kuda yang berpotensi sebagai probiotik.  Identifikasi bakteri meliputi pewarnaan gram, uji aktivitas antimikroba, uji aktivitas hemolitik, uji toleransi terhadap pH dan garam empedu. Hasil penelitian menunjukkan isolat C5 yang diisolasi dari sampel susu kuda memiliki potensi sebagai probiotik. Karakterisasi meliputi bentuk bakteri basil, memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen Escherichia coli ATCC sebesar 0,40 mm, bersifat gamma hemolisis, toleransi terhadap pH 2, 3, 5 dan toleransi terhadap garam empedu 0,4-1%

    Uji Kepekaan Antibiotik Klebsiella pneumoniae dari Sampel Sputum, Darah, dan Pus

    Get PDF

    Identifikasi Mikroorganisme Rendaman Cairan Pembersih Lensa Kontak

    Get PDF
    Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya.Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya

    Identifikasi Vegetasi Gulma di Lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit di Lahan Marginal

    Get PDF
    Gulma dapat menjadi faktor pembatas produksi kelapa sawit akibat terjadinya persaingan dalam memperoleh energi cahaya, air, O2, CO2, dan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, komposisi dan struktur vegetasi gulma di lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kelapa sawit di lahan mineral. Penelitian menggunakan metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 blok kebun pada lahan TBM, yang di dalamnya dibuat plot berbentuk persegi empat berukuran 1 x 1 m dengan jumlah petakan sebanyak 9 plot dari total 3 blok. Pada setiap plot pengamatan dilakukan identifikasi jenis, komposisi dan sturuktur vegetasi gulma dan dihitung indeks keanekaragamannya. Dari penelitian ditemukan 10 jenis gulma yang terdiri dari gulma berdaun lebar dan gulma rumputan. Komposisi gulma yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit TBM ada10 jenis dengan jumlah individu 334. Gulma yang banyak ditemukan adalah gulma rumput torpedo (Panicum repens).  Struktur vegetasi gulma yang dominan pada perkebunan kelapa sawit TBM adalah gulma rumputan Panicum repens yang memiliki nilai NJD sebesar 26,76%. Nilai indeks keanekaragaman gulma memiliki nilai 1,84 yang termasuk kedalam kategori tinggi. Gulma dapat menjadi faktor pembatas produksi kelapa sawit akibat terjadinya persaingan dalam memperoleh energi cahaya, air, O2, CO2, dan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, komposisi dan struktur vegetasi gulma di lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kelapa sawit di lahan mineral. Penelitian menggunakan metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 blok kebun pada lahan TBM, yang di dalamnya dibuat plot berbentuk persegi empat berukuran 1 x 1 m dengan jumlah petakan sebanyak 9 plot dari total 3 blok. Pada setiap plot pengamatan dilakukan identifikasi jenis, komposisi dan sturuktur vegetasi gulma dan dihitung indeks keanekaragamannya. Dari penelitian ditemukan 10 jenis gulma yang terdiri dari gulma berdaun lebar dan gulma rumputan. Komposisi gulma yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit TBM ada10 jenis dengan jumlah individu 334. Gulma yang banyak ditemukan adalah gulma rumput torpedo (Panicum repens).  Struktur vegetasi gulma yang dominan pada perkebunan kelapa sawit TBM adalah gulma rumputan Panicum repens yang memiliki nilai NJD sebesar 26,76%. Nilai indeks keanekaragaman gulma memiliki nilai 1,84 yang termasuk kedalam kategori tinggi.

    Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024

    Get PDF
    Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024.Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024

    Antibakteri Keracunan Bahan Pangan Pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Dari 3 Lokasi Budidaya

    Get PDF
     Produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sediaan farmasi atau kosmetik yang bersifat antibakteri penyebab keracunan bahan pangan dan sebelumnya telah teruji pada formulasi dan sediaan sabun cuci tangan berbahan aktif kombucha bunga telang, sehingga pada penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan 3 lokasi budidaya tanaman bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya yaitu kampung pekuncen kota cilegon, kampung cinangka anyer kabupaten serang, dan desa banjarwangi kabupaten pandeglang banten. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat basis sabun mandi cair tanpa zat aktif, membuat basis sabun mandi cair dengan bahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% yang diperoleh dari 3 lokasi budidaya, dan menyediakan sabun mandi pasaran sebagai kontrol positif. Metode dalam pengujian sediaan farmasi (kosmetik/sabun mandi cair) melalui difusi cakram. Data mengenai rata-rata diameter zona hambat dianalisis melalui ANOVA satu jalur jika terdapat perbedaan secara signifikan dilanjut melalui analisis pos hoc Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa masing-masing bunga telang yang dibudidayakan dari 3 lokasi dan juga dibuat sebagai formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha berkolerasi secara positif dalam menghambat keemepat pertumbuhan bakteri uji. Berdasarkan analisis ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai P<0,05, maka dapat dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoc dimana formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang dari 3 lokasi budidaya pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri penyebab keracunan bahan pangan baik yang dihasilkan dari Lokasi budidaya kampung pekucen, kota cilegon banten, kampung cinangka kabupaten serang, banten, dan desa banjarwangi, kabupaten pandeglang, banten. Produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sediaan farmasi atau kosmetik yang bersifat antibakteri penyebab keracunan bahan pangan dan sebelumnya telah teruji pada formulasi dan sediaan sabun cuci tangan berbahan aktif kombucha bunga telang, sehingga pada penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan 3 lokasi budidaya tanaman bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya yaitu kampung pekuncen kota cilegon, kampung cinangka anyer kabupaten serang, dan desa banjarwangi kabupaten pandeglang banten. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat basis sabun mandi cair tanpa zat aktif, membuat basis sabun mandi cair dengan bahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% yang diperoleh dari 3 lokasi budidaya, dan menyediakan sabun mandi pasaran sebagai kontrol positif. Metode dalam pengujian sediaan farmasi (kosmetik/sabun mandi cair) melalui difusi cakram. Data mengenai rata-rata diameter zona hambat dianalisis melalui ANOVA satu jalur jika terdapat perbedaan secara signifikan dilanjut melalui analisis pos hoc Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa masing-masing bunga telang yang dibudidayakan dari 3 lokasi dan juga dibuat sebagai formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha berkolerasi secara positif dalam menghambat keemepat pertumbuhan bakteri uji. Berdasarkan analisis ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai P<0,05, maka dapat dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoc dimana formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang dari 3 lokasi budidaya pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri penyebab keracunan bahan pangan baik yang dihasilkan dari Lokasi budidaya kampung pekucen, kota cilegon banten, kampung cinangka kabupaten serang, banten, dan desa banjarwangi, kabupaten pandeglang, banten

    Kajian Etnoekonomi Tumbuhan Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Etnobotani merupakan ilmu yang mengkaji interaksi antara manusia dan tumbuhan di sekitarnya. Etnobotani bermanfaat bagi masyarakat khususnya daerah yang memiliki potensi lokal beragam. Fokus penelitian yakni pada kajian etnoekonomi masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala yang dimana masyarakat masih memanfaatkan tumbuhan potensi lokal sebagai mata pencaharian atau untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan etnoekonomi tumbuhan masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling. Subjek penelitian yakni tokoh adat, tokoh masyarakat, dan sesepuh desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai penunjang ekonomi warga Dayak Bakumpai dan hampir seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan nilai ekonominya dengan hasil 3 spesies sebagai pewarna alami pembuatan makanan, 2 spesies untuk bahan “menginang” yang diperjualbelikan di pasaran, 2 spesies sebagai hiasan pekarangan bunga dan diperjualbelikan,  5 spesies untuk bumbu masakan yang dikonsumsi rumahan atau diperjualbelikan, 3 spesies sebagai perabot rumahan, tali/bakul, dan kayu bakar. 1 spesies untuk perawatan wajah “pupur sadingen”, 3 spesies untuk bahan makanan secara langsung yang diperjualbelikan, dan 1 spesies sebagai pewangi/parfu

    Analisis Kelimpahan Gastropoda Di Perairan Pantai Nguling Di Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Pantai merupakan satu di antara beberapa ekosistem yang telah lama dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai aktivitas dalam menunjang kehidupan. Fungsi pantai semakin beragam seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia yang mengakibatkan fungsi dari pantai tidak sesuia dengan peruntukan unuk mendukung kehidupan organisme akuatik dan kebutuhan masyarakat sekitar pantai. Hal ini yang menyebabkan penurunan kualitas pantai disebabkan oleh masuknya berbagai buangan limbah dari berbagai aktivitas manusia sehingga menyebabkan terjadi perubahan kualitas fisika dan kimia pantai tersebut. Salah satu biota laut yang diduga secara langsung akan langsung terpengaruh keberadaannya akibat penurunan kualitas air dan sedimen di lingkungan pantai adalah gastropoda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif dengan pengujian langsung di lakukan di lapangan dan di laboratorium. Hasil pada penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kondisi perairan pantai berbeda antara tiap stasiun antar tercemar sedang dan tercemar ringan. Indeks Diversitas Gastropoda yang di teliti pada ketiga stasiun menunjuka perbedaan 1-2 (kategori tercemar sedang) dan pada stasiun 2 (kategori tercemar sangat ringan) dan stasiun 3 bernilai antar 2-3 (tercemar ringan). Pantai merupakan satu di antara beberapa ekosistem yang telah lama dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai aktivitas dalam menunjang kehidupan. Fungsi pantai semakin beragam seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia yang mengakibatkan fungsi dari pantai tidak sesuia dengan peruntukan unuk mendukung kehidupan organisme akuatik dan kebutuhan masyarakat sekitar pantai. Hal ini yang menyebabkan penurunan kualitas pantai disebabkan oleh masuknya berbagai buangan limbah dari berbagai aktivitas manusia sehingga menyebabkan terjadi perubahan kualitas fisika dan kimia pantai tersebut. Salah satu biota laut yang diduga secara langsung akan langsung terpengaruh keberadaannya akibat penurunan kualitas air dan sedimen di lingkungan pantai adalah gastropoda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif dengan pengujian langsung di lakukan di lapangan dan di laboratorium. Hasil pada penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kondisi perairan pantai berbeda antara tiap stasiun antar tercemar sedang dan tercemar ringan. Indeks Diversitas Gastropoda yang di teliti pada ketiga stasiun menunjuka perbedaan 1-2 (kategori tercemar sedang) dan pada stasiun 2 (kategori tercemar sangat ringan) dan stasiun 3 bernilai antar 2-3 (tercemar ringan).

    Potensi Kulit Jagung (Zea mays L) Dan Sari Lidah Buaya (Aloe vera L) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Lotion

    Get PDF
    Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.  Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.

    213

    full texts

    257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇